<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar mobil listrik dunia 2026 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-mobil-listrik-dunia-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 03:09:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar mobil listrik dunia 2026 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik Dunia di Mei Capai 1,8 Juta Unit, Subsidi dan Harga BBM Jadi Pemicunya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-dunia-di-mei-capai-18-juta-unit-subsidi-dan-harga-bbm-jadi-pemicunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 02:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil PHEV 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik dunia 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28309</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Masih berlangsungnya kebijakan pemberian subsidi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Masih berlangsungnya kebijakan pemberian subsidi di sejumlah wilayah maupun negara serta naiknya harga bahan bakar minyak dunia menjadi pemicunya. Kenaikan penjualan mobil listrik (mobil listrik baterai alias BEV dan plug-in hybrid) di bulan Mei tersebut merupakan kenaikan ketiga kalinya di penjualan bulanan.</p>
<p>Laporan Reuters yang mengutip data Benchmark Mineral Intelligence (BMI) dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (19/6/2026) menyebut selama bulan kelima atau di di bulan Mei 2026, total penjualan mobil listrik itu di dunia mencapai 1,8 juta unit. Jumlah itu 3 persen dibanding penjualan selama bulan Mei 2025.</p>
<p>&#8220;Eropa benar-benar menjadi faktor pendorong pertumbuhan ini di bulan itu,&#8221; kata manajer data BMI, Charles Lester, kepada Reuters.</p>
<p>Total jumlah mobil listrik baru yang dibeli konsumen dan didaftarkan ke pihak berwenang di wilayah itu naik 23 persen menjadi sekitar 415.000 unit. &#8220;Permintaan selama bulan Mei di wilayah tersebut, didorong oleh subsidi pemerintah dan harga bensin yang tinggi. Ini yang mendorong pembelian lebih awal,&#8221; kata Lester.</p>
<figure id="attachment_17034" aria-describedby="caption-attachment-17034" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Ilustrasi-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Whichcar-e1709860242120.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-17034" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Ilustrasi-baterai-mobil-listrik-dok.Istimewa-via-Whichcar-e1709860242120.jpg" alt="" width="700" height="447" /></a><figcaption id="caption-attachment-17034" class="wp-caption-text">Ilustrasi, baterai mobil listrik &#8211; dok.Istimewa via Whichcar</figcaption></figure>
<p>Namun, ternyata, tidak semua wilayah pasar utama membukukan kenaikan penjualan. Di Republik Rakyat Cina misalnya, penjualan ritel turun 9% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sekitar 987.000 unit.</p>
<p>Merosotnya penjualan di Negeri Tirai Bambu itu terjadi setelah progrm tukar tambah mobil ditarik. Sementara keringanan pajak untuk pembelian kendaraan listrik berakhir pada awal tahun 2026.</p>
<p>Penjualan juga turun di Amerika Utara, bahkan hingga 26 persen menjadi sekitar 123.000 unit pada bulan Mei. Kemerosotan ini diakibatkan berakhirnya skema kredit pajak AS dan proposal dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk lebih melonggarkan aturan emisi karbon dioksida. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
