<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar mobil listrik Jepang &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-mobil-listrik-jepang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jan 2025 07:58:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar mobil listrik Jepang &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Baru Setahun Rangsek Jepang, BYD Sudah Taklukan Toyota di Pasar Mobil Listrik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/baru-setahun-rangsek-jepang-byd-sudah-taklukan-toyota-di-pasar-mobil-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2025 06:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Toyota di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik jepang 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan BYD 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan BYD di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Toyota bZ4X di Jepang 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22407</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Pada tahun 2024, penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Pada tahun 2024, penjualan mobil listrik baterai (BEV) di Jepang ambrol untuk pertama kalinya sejak tahun 2021.</p>
<p>Laporan Nikkei yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (20/1/2025) menyebut pada tahun itu, total jumlah mobil setrum murni (BEV) yang terlego di Jepang hanya 59.736 unit. Jumlah ini ambrol 33 persen dibanding jumlah penjualan yang tercetak pada tahun 2023, yang mencapai 88.510 unit.</p>
<p>Namun, jumlah mobil listrik yang laku terjual di Jepng sepanjang 2024 itu masih lebih banyak ketimbang jumlah yang terlego di tahun 2022 yang sebanyak 58,794 unit. Meski secara porsi, penjualan mobil listrik baterai masih kurang dari 2 persen dari total penjualan mobil (seluruh jenis yang dijual semua pabrikan) di Negeri Sakura itu.</p>
<p>Fakta data juga berbicara, di tahun tersebut penjualan mobil listrik Nissan (yang merupakan penjual mobil listrik terbanyak) ternyata ambrol hingga 44 persen dibanding tahun 2023. Totalnya hanya 30.749 unit.</p>
<p>Sementara, Toyota Motor membukukan anjloknya penjualan mobil setrum murni di tahun 2024 itu. Total angka penjualan yang dikemas pabrikan mobil terbesar di Jepang ini hanya 2.038 unit, anjlok 30 persen dibanding total penjualan yang dikemasnya pada tahun 2023.</p>
<figure id="attachment_16121" aria-describedby="caption-attachment-16121" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16121" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-16121" class="wp-caption-text">Ilustrasi,salah satu mobil terlaris BYD yaitu BYD Seal &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Menariknya, total penjualan mobil listrik baterai Toyota tertinggal jauh oleh pabrikan asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina, Build Your Dreams (BYD). Meski pabrikan yang didirikan oleh Wang Chuanfu itu baru menembus pasar Jepang pada tahun 2023 lalu.</p>
<p>Laporan data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) yang <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (20/1/2025) menyebut di tahun 2024, mobil listrik BYD yang terjual di Jepang mencapai 2.223 unit. Jumlah tersebut melonjak hingga 54 persen dibanding tahun 2023.</p>
<p>Laporan The Asia Business Insight menyebut BYD masuk ke pasar Jepang pada awal tahun 2023 dengan menyodorkan BYD Atto 3. “Bukan harga yang lebih bersaing yang menjadikan mobil listrik BYD diterima oleh konsumen Jepang. Tetapi teknologi dan fitur yang menarik plus gaya desain yang atraktif turut menjadi pertimbangan konsumen negeri itu. Nama BYD juga semakin dikenal,” ujar analis lembaga riset pasar yang beroperasi Bursa Saham Tokyo (TSE) Ayaki Toshihara.</p>
<p>Terlebih, lanjut Ayaki, di kalangan konsumen usia muda Jepang, kini brand lokal maupun brand dari negara lain tidak menjadi persoalan utama. Di tengah kondisi ekonomi yang mereka semakin ketat dan menekan bagi kalangan mereka, sikap pragmatis untuk membeli mobil dari mana pun asalnya yang penting berkualitas bagus, lebih penting. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih Laris dari Tesla, BYD Serbu Jepang Tahun 2023</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/lebih-laris-dari-tesla-byd-serbu-jepang-tahun-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 03:18:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik TAM]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[TAM]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7521</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Produsen mobil asal Shenzhen, Republik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Produsen mobil asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina (Cina), Build Your Dream (BYD) menjadwalkan penjualan perdana kendaraan penumpang bersumber tenaga listrik buatannya di Jepang mulai Januari 2023 nanti. Mobil pertama yang bakal disodorkan adalah SUV listrik Atto 3.</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>KyodoNews</em>, Jumat (22/7/2022), dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (21/7/2022) seorang eksekutif BYD Jepang mengatakan mobil listrik yang akan dijajakan di Negeri Matahari Terbit itu terdiri dari SUV, hatchback, serta sedan.</p>
<p>“Kami ingin mempromosikan (kendaraan) dengan kisaran harga yang terjangkau namun tetap memperhatikan kondisi pasar (Jepang, yang diketahui sangat ketat dalam standar keamanan dan kenyamanan kendaraan),” ungkap eksekutif itu.</p>
<p>BYD Atto 3 yang diluncurkan pertama kali di Cina pada bulan Februari lalu akan menjadi amunisi pertama BYD dalam menggedor pasar negara yang dikenal sebagai kandangnya pabrikan mobil kondang di dunia itu. Mobil ini disebut memiliki daya jelajah hingga 485 kilometer dalam isi cas daya baterai.</p>
<p>Sementara mobil kompak dan sedan disebut memiliki daya jelajah hingga 500 kilometer dalam sekali isi baterai. Hanya, BYD Jepang belum memberikan informasi soal harga dari mobil-mobil tersebut.</p>
<figure id="attachment_5211" aria-describedby="caption-attachment-5211" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5211" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/BYD-Qin-EV300-dok.China-Daily-2-e1642556003204.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-5211" class="wp-caption-text">Salah satu mobil listrik bauatn BYD yang kini menjadi incara konsumen, BYD Qin EV300 &#8211; dok.China Daily</figcaption></figure>
<p>Laporan <em>The Financial Times</em> yang dirilis belum lama ini menyebut, sepanjang Januari hingga Juni tahun ini, penjualan BYD lebih banyak ketimbang Tesla. BYD yang sebagian sahamnya dimiliki investor kondang Warren Buffet itu menjual mobil elektrifikasi (mobil listrik) sebanyak 641.000 unit (naik 300% dibanding periode sama 2021), dan Tesla sebanyak 564.000 unit.</p>
<p>Meski, mobil elektrifikasi yang dijual BYD adalah mobil listrik berbagai teknologi yakni mulai dari hybrid (HEV) plug-in hybrid (PHEV), dan listrik baterai (BEV). Sedangkan Tesla hanya menjual mobil listrik baterai alias listrik murni saja.</p>
<p>Data internal di BYD yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Minggu (24/7/2022) menunjukkan, selama bulan Juni saja, total penjualan mobil elektrifikasi yang dibukukan pabrikan ini mencapai 133.762 unit. Jumlah ini meroket 233% dibanding bulan yang sama tahun lalu, dan naik signifikan dibanding bulan Mei tahun ini yang sebanyak 114.189 unit.</p>
<figure id="attachment_4940" aria-describedby="caption-attachment-4940" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4940" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Produksi-mobil-BYD-dok.InsideEVs-e1641544401571.webp" alt="" width="700" height="502" /><figcaption id="caption-attachment-4940" class="wp-caption-text">Produksi mobil listrik BYD di Cina &#8211; dok.InsideEVs</figcaption></figure>
<p>Secara kumulatif penjualan mobil elektrifikasi BYD ke konsumen (ritel) selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 638.157 unit, melambung 325% dibanding periode sama tahun lalu. Jumlah ini terdiri dari penjualan mobil listrik murni (BEV) sebanyak 323.520 unit dan mobil plug-in hybrid (PHEV) 314.637 unit. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terungkap, Ini Alasan Pabrikan Jepang Enggan Cepat Bergeser ke Mobil Listrik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/terungkap-ini-alasan-pabrikan-jepang-enggan-cepat-bergeser-ke-mobil-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2021 01:45:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Akio Toyoda]]></category>
		<category><![CDATA[BEV]]></category>
		<category><![CDATA[elektrifikasi Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[Honda Enggan ke mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil hybrid pabrikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik baterai]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik pabrikan Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikan Jepang enggan ke mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota enggan ke mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2895</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – President Toyota Motor Corporation (Toyota)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – President Toyota Motor Corporation (Toyota) Akio Toyoda kembali membuat pernyataan yang mengkritisi <em>roadmap</em> yang ditetapkan pemerintah Jepang untuk memangkas emisi karbon mulai tahun 2030 dalam rangka menuju netral karbon pada tahun 2050.</p>
<p>Pria yang juga Ketua Asosiasi Industri Manufaktur Otomotif Jepang (JAMA) itu menyatakan, pergeseran spontan ke kendaraan listrik murni (BEV) merupakan ancaman bagi Jepang karena dapat melemahkan basis industri negeri itu. tak cuma produsen mobil yang babak belur, tetapi industri komponen pendukung juga ikut tergulung.</p>
<p>Seperti dilaporkan laman <em>Automotive News</em>, <em>Japan Times</em>, dan <em>UK Today News</em>, Senin (20/9/2021), pernyataan tersebut kembali dilontarkan cucu pendiri Toyota itu di hadapan wartawan di Tokyo, usai pertemuan rutin JAMA. Menurut dia Jepang merupakan negara yang bergantung pada ekspor, sehingga netralitas karbon akan memilikikonsekwensi terhadap masalah ketenagakerjaan di Jepang.</p>
<figure id="attachment_235" aria-describedby="caption-attachment-235" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-235" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Akio-Toyoda-dok.Automotive-News-Europe-e1619106219772.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-235" class="wp-caption-text">Akio Toyoda &#8211; dok.Automotive News Europe</figcaption></figure>
<p>“Beberapa politisi mengatakan bahwa kita perlu mengubah semua mobil menjadi EV atau industri manufaktur sudah ketinggalan zaman. Tapi menurut saya bukan itu masalahnya. Untuk melindungi pekerjaan dan kehidupan orang Jepang, saya pikir perlu untuk membawa masa depan kita sejalan dengan kondisi yang terjadi ada pada diri kita,” papar Toyoda.</p>
<p>Industri otomotif Jepang, kata Toyoda, memproduksi sekitar 10 juta kendaraan per tahun di dalam negeri. Dari jumlah itu sekitar setengahnya diekspor. Bahkan pada tahun 2030, lanjut dia, industri memproyeksikan bahwa pabrik dalam negeri masih akan membuat sekitar 8 juta kendaraan bermesin pembakaran internal per tahun, termasuk mobil hybrid dan plug-in hybrid.</p>
<p>Jika di tahun 2030 itu, pemerintah mewajibkan hanya mobil listrik (murni) saja yang boleh dijual di pasar Jepang, maka mau tak mau prpdusen mobil Negeri Matahari Terbit itu harus mengekspornya. Atau, berhenti total memproduksinya.</p>
<figure id="attachment_2896" aria-describedby="caption-attachment-2896" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2896" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-produksi-Toyota-Camry-di-Jepang-dok.Istimewa-e1632274602903.jpg" alt="" width="700" height="490" /><figcaption id="caption-attachment-2896" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi Toyota Camry di Jepang &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Ini berarti produksi lebih dari 8 juta unit kendaraan akan hilang, dan industri otomotif menghadapi risiko berupa memberhentikan 5,5 juta pekerjanya. Karenanya, jik mereka (politisi) mengatakan mesin pembakaran internal adalah musuh, maka kami tidak akan dapat memproduksi hampir semua kendaraan,” tandas Toyoda.</p>
<p>Pria yang juga penghobi balapan mobil ini berpendapat fleksibilitas dalam mengejar netralitas karbon harus dipikirkan. Menurut dia, jalur tersebut menuju netralitas karbon harus disesuaikan dengan kondisi spesifik di setiap negara termasuk Jepang.</p>
<p>“Dengan lebih banyak kebebasan, di mana teknologi digunakan untuk mencapainya, selama itu mengarah pada pengurangan emisi karbon secara keseluruhan,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_2897" aria-describedby="caption-attachment-2897" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2897" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-mobil-listrik-baterai-atau-listrik-murni-dok.EV-Resources-e1632274987285.jpg" alt="" width="700" height="464" /><figcaption id="caption-attachment-2897" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik baterai atau listrik murni &#8211; dok.EV Resources</figcaption></figure>
<p><strong>Mobil hybrid</strong><br />
Masih dalam pemaparannya itu, Toyoda kembali mengulangi penegasannya bahwa jalur menuju netral karbon harus disesuaikan dengan kondisi spesifik di setiap negara termasuk Jepang.</p>
<p>“Mencapai netralitas karbon, musuhnya adalah karbon dioksida. Bukan mesin pembakaran internal. Untuk mengurangi emisi karbon dioksida, diperlukan inisiatif praktis dan berkelanjutan yang sejalan dengan situasi yang berbeda di berbagai negara dan kawasan (termasuk Jepang),” ungkap Toyoda.</p>
<p>Dia menyatakan bahwa kendaraan hibrida masih memiliki kontribusi signifikan terhadap netralitas karbon, meskipun di kendaraan itu masih mengusung mesin pembakaran internal. Selain itu, harga mobil hybrid lebih terjangkau dibanding mobil listrik murni (BEV) sehingga dapat menembus pasar dunia, khususnya negara-negara di mana infrastruktur pengisian daya belum tersedia.</p>
<figure id="attachment_2898" aria-describedby="caption-attachment-2898" style="width: 660px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2898" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-teknologi-hybrid-Toyota-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="660" height="445" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-teknologi-hybrid-Toyota-dok.Istimewa.jpg 660w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-teknologi-hybrid-Toyota-dok.Istimewa-300x202.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-teknologi-hybrid-Toyota-dok.Istimewa-150x101.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-teknologi-hybrid-Toyota-dok.Istimewa-623x420.jpg 623w" sizes="auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px" /><figcaption id="caption-attachment-2898" class="wp-caption-text">Ilustrasi, teknologi hybrid Toyota &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Terlebih, perbaikan teknis telah membuat mobil hybrid semakin bersih. Toyoda pun memberin ilustrasi kontribusi mobil hybrid terhadap pengurangan tingkat emisi. Dari 18,1 juta kendaraan hybrid yang telah terjual secara kumulatif telah mengurangi jumlah emisi karbon dioksida setara dengan 5,5 juta mobil listrik baterai atau listrik murni.</p>
<p>“Selain itu dari sudut pandang ekonomi, menggunakan teknologi hybrid sebagai teknologi jembatan menuju mobil listrik murni dan nol emisi dapat membantu mengurangi pukulan terhadap industri yang membuat suku cadang untuk mesin dan transmisi,” sebut Toyoda.</p>
<p>Dengan kata lain, juragan Toyota Motor ini ingin menyampaikan jika langsung lompat ke mobil listrik, maka tak cuma produsen mobil yang babak belur. Tetapi,  industri komponen pendukung pun juga ikut tergulung.(Din/Soy/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
