<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar sedan di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-sedan-di-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Nov 2023 15:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pasar sedan di RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyak Orang Makin Kaya, Penjualan Sedan Moncer di Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/banyak-orang-makin-kaya-penjualan-sedan-moncer-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Nov 2023 03:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sedan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sedan Honda]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan sedan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[sedan BMW]]></category>
		<category><![CDATA[sedan Honda]]></category>
		<category><![CDATA[sedan Lexus]]></category>
		<category><![CDATA[sedan Mercedes-Benz]]></category>
		<category><![CDATA[sedan terlaris di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sedan Toyota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15150</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga September 2023,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang Januari hingga September 2023, total penjualan ke diler (<em>wholesales</em>) dan dari diler konsumen (penjualan ritel) meningkat.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (6/11/2023) menunjukkan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, total <em>wholesales</em> sedan di Tanah Air mencapai 7.405 unit. Jumlah ini meningkat 36 persen dibanding total <em>wholesales</em> sedan selama periode sama di 2022.</p>
<p>Sementara total jumlah sedan yang terjual ke konsumen selama Januari – September 2023 itu mencapai 6.978 unit. Jumlah penjualan ritel ini mendaki hingga 16 persen dibanding penjualan ritel pada kurun waktu yang sama pada tahun 2022.</p>
<p>Kenaikan penjualan – baik <em>wholesales</em> maupun ritel – mobil jenis sedan selama sembilan bulan pertama 2023 itu, jauh lebih tinggi dibanding total <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel seluruh segmen. Data Gaikindo memperlihatkan total <em>wholesales</em> yang dibukukan seluruh merek atau pabrikan di periode tersebut mencapai 755.173 unit, menyusut 0,4 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 758.217 unit.</p>
<p>Pada saat yang sama, total penjualan ritel mobil di semua segmen yang dicatatkan pabrikan mencapai 746.239 unit. Jumlah itu meningkat tipis 1,9 persen dibanding total penjualan ritel selama kurun waktu yang sama di tahun lalu, yang mencapai 732.366 unit.</p>
<figure id="attachment_11908" aria-describedby="caption-attachment-11908" style="width: 774px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11908" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768.jpg" alt="" width="774" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768.jpg 774w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768-300x194.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768-768x496.jpg 768w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768-150x97.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768-696x450.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Mobil-Mercedes-Benz-dok.Istimewa-via-Taipei-Times-e1681310574768-650x420.jpg 650w" sizes="(max-width: 774px) 100vw, 774px" /><figcaption id="caption-attachment-11908" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sedan Mercedes-Benz &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Artinya, segmen pasar sedan itu kurang lebih satu persen dari total penjualan kendaraan bermotor roda empat di Indonesia. Tetapi, masih tetap eksis karena konsumennya tetap ada,” ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (6/11/2023).</p>
<p>Meski volume penjualannya terbilang kecil, lanjut Jongkie, namun jika dilihat dari profil konsumen yang ada saat ini merupakan konsumen loyal. Menariknya lagi, kata dia, di segmen sedan itu, justeru di ceruk pasar sedan kelas menengah ke atas (mewah) yang terbanyak.</p>
<p>“Nah, di Januari – September tahun ini penjualan naik, karena <em>demand</em> juga naik. Mengapa demand naik, karena ekonomi membaik khususnya di kelompok masyarakat menengah ke atas, yang mendapatkan berkah terbesar dari tumbuhnya ekonomi. Sejak pandemi dan pasca pandemi Covid-19 bisnis semakin berkembang, begitu pula yang investasi di pasar keuangan dan sebagainya,” tandas Jongkie.</p>
<p>Sehingga, tak hanya konsumen loyal yang membeli. Tetapi, konsumen baru penggemar sedan juga bertambah, meski tidak sebanyak di segmen non sedan. (Han/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PP 74/2021 Bikin Harga Sedan Camry hingga Supra Turun Signifikan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pp-74-2021-bikin-harga-sedan-camry-hingga-supra-turun-signifikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2021 02:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[emisi C)2]]></category>
		<category><![CDATA[harga Toyota Supra]]></category>
		<category><![CDATA[pajak emisi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sedan di RI]]></category>
		<category><![CDATA[PP 74 tahun 2021]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM sedan]]></category>
		<category><![CDATA[sedan Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[tarif PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Camry]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Corolla Altis]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Supra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3517</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tahun 2021 tentang skema penghitungan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor berdasar tingkat emisi telah efektif berlaku sejak 16 Oktober lalu. Pemberlakuan beleid anyar ini membawa konsekwensi terjadinya perubahan harga jual kendaraan bermotor (mobil) baru, yakni ada yang naik dan sebaliknya ada yang turun.</p>
<p>Salah satu jenis mobil yang mengalami penurunan harga jual adalah mobil jenis sedan. Maklum, struktur komponen dasar penghitungan tarif PPnBM mobil jenis ini – dengan dasar PP Nomor 74 Tahun 2021 itu – telah berubah.</p>
<p>Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, peraturan yang mengatur dasar penghitungan tarif PPnBM yang ada sebelumnya (PP Nomor 22 Tahun 2014) telah menetapkan penghitungan tarif PPnBM sedan dengan dua unsur dasar yaitu bentuk bodi dan kapasitas mesin yang digunakan.</p>
<figure id="attachment_3439" aria-describedby="caption-attachment-3439" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3439" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-pajak-mobil-dok.Parkers-1-e1634524890405.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-3439" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pajak mobil &#8211; dok.Parkers</figcaption></figure>
<p>Sedan, kata Kukuh, dimasukkan dalam kategori kendaraan tiga boks atau kompartemen, yaitu kompartemen mesin, kompartemen penumpang kompartemen, dan kompartemen bagasi. “Sehingga pajaknya juga lebih tinggi dari mobil dua atau satu boks (kompartemen). Pajak semakin tinggi, karena kapasitas mesin juga dihitung sendiri pajaknya,” ujar dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/10/2021).</p>
<p>Namun, kini dengan PP Nomor 74 Tahun 2021, skema dan dasar penghitungan telah berubah, yakni hanya berdasar tingkat emisi gas buang (CO2) yang dihasilkan oleh mesin. Cara ini, lanjut Kukuh, lebih fair dan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap target dan tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah.</p>
<p>“Dengan cara pentarifan pajak yang lebih fair ini, maka tujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi masyarakat, khususnya konsumsi produk otomotif (mobil sedan) akan berjalan karena mobil akan laku. Kedua, target untuk menekan tingkat emisi CO2 di Tanah Air juga berlangsung. Dan yang pasti, dengan aturan baru ini banyak sedan dari berbagai merek harganya turun,” ungkap Kukuh.</p>
<figure id="attachment_3279" aria-describedby="caption-attachment-3279" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3279" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Mobil-berasap-saat-dipanasi-pada-pagi-hari-masih-normal-dok.Bloomberg-e1634783573819.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-3279" class="wp-caption-text">Ilustrasi, emisi gas buang mobil- dok.Bloomberg</figcaption></figure>
<p><strong>Harga sedan Toyota</strong><br />
Pernyataan Kukuh yang menyebut banyak mobil sedan yang harganya turun diamini Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy. “Iya, dengan dasar PP 74 Tahun 2021 ini tentu tingkat emisi gas buang mobil dihitung kembali. Dan ternyata atas dasar tingkat emisi itu ada mobil yang harganya turun dan ada yang naik. Termasuk di model sedan,” jelas Anton saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (21/10/2021).</p>
<p>Di antara mobil sedan yang harganya turun itu adalah Toyota Camry, Toyota Corolla Altis, bahkan sedan sport Toyota Supra. Toyota Camry yang sebelum dibanderol (on the road/OTR untuk wilayah Jakarta) pada rentang Rp649,25 juta- Rp849,5 juta, kini berharga Rp594,6 juta-Rp720,8 juta.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-3520" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="700" height="481" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_-300x206.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_-696x478.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_-611x420.jpg 611w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Corolla-Altis-2021-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></p>
<p>Sementara, sedan Toyota Corolla Altis yang sebelumnya dibanderol Rp495,95 juta &#8211; Rp595,65 juta, kini harganya di rentang Rp438,3 juta &#8211; Rp506,3 juta. Sedangkan Toyota Supra, harganya turun Rp 197,5 juta, yakni dari Rp2,013.820.000 menjadi Rp 1.816.300.000.</p>
<p>Anton berharap dengan menyusutnya harga itu, maka penjualan sedan-sedan tersebut juga naik. Mengingat, kata dia, meski sejak beberapa tahun terakhir pangsa pasarnya terus tergerus namun penggemar loyalis sedan di Tanah Air masih banyak.</p>
<p>“Apalagi, penggemar sedan bukan hanya kalangan dari usia dewasa atau tua, tetapi juga banyak orang muda. Dan sedan Toyota juga terus beradaptasi dengan sentuhan gaya desain yang sporty, sehingga menarik minat kalangan usia muda yang jumlahnya di struktur komposisi penduduk kita paling banyak,” tutur Anton.</p>
<figure id="attachment_2750" aria-describedby="caption-attachment-2750" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2750" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Toyota-GR-Supra-2021-dok.Istimewa-e1629427757172.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-2750" class="wp-caption-text">Toyota GR Supra 2021 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p><strong>Penjualan Camry Cs</strong><br />
Lantas bagaimana penjualan Camry, Altis, dan Supra selama ini? Data yang dihimpun Mobilitas dari laporan penjualan ritel (ke konsumen) kepada Gaikindo menunjukkan, sepanjang Januari hingga September tahun ini Camry terjual ke konsumen (ritel) sebanyak 634 unit. Dia menggenggam pangsa pasar di segmennya hingga 76,6%.</p>
<p>Angka penjualan itu dikoleksi pada Januari sebanyak 59 unit, Februari 76 unit, Maret 79 unit, April 114 unit, Mei 71 unit, dan Juni 69 unit. Kemudian di Juli 59 unit, Agustus 63 unit, dan September 44 unit.</p>
<figure id="attachment_3522" aria-describedby="caption-attachment-3522" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3522" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Camry-facelift-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="650" height="453" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Camry-facelift-dok.Istimewa.jpg 650w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Camry-facelift-dok.Istimewa-300x209.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Camry-facelift-dok.Istimewa-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Camry-facelift-dok.Istimewa-603x420.jpg 603w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Camry-facelift-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3522" class="wp-caption-text">Toyota Camry facelift &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara Corolla Altis laku sebanyak 388 unit dengan menguasai 71% pangsa pasar di segmennya. Angka penjualan yang diraup dikoleksinya pada Januari sebanyak 42 unit, Februari 34 unit, Maret 46 unit, April 35 unit, Mei 65 unit, Juni 47 unit, Juli 31 unit, Agustus 54 unit, dan September 34 unit.</p>
<p>Adapun Toyota Supra – di sembilan bulan pertama itu – dibeli konsumen sebanyak 8 unit, atau bertambah satu unit dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 7 unit. Penjualan tahun ini dibukukan pada Januari 2 unit, April 1 unit, Mei 3 unit, Juni 1 unit, dan September 1 unit. (Fan/Sut/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
