<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasar Truk RI 2026 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pasar-truk-ri-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Feb 2026 04:48:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Pasar Truk RI 2026 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasar Truk RI Loyo Agrinas Malah Impor Truk 35.000 dari India , Ini Efek Negatifnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pasar-truk-ri-loyo-agrinas-malah-impor-truk-35-000-dari-india-ini-efek-negatifnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 02:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[impor truk India]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Truk RI 2026]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Truk]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27072</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Keterangan resmi Tata Motors India...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Keterangan resmi Tata Motors India menyebut pihaknya akan mengirim 35.000 unit truk ringan Tata Ultra T7 ke PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas), selain 35.000 unit pick up Tata Yodha.</p>
<p>Kedua kendaraan niaga dari Tata Motors yang sebanyak 70.000 unit ini merupakan bagian dari total impor kendaraan truk dan pick up dari India oleh Agrinas yamg totalnya 105.000 unit. Sebab selain dari Tata Motors, Agrinas juga mengimpor 35.000 unit pick up Mahindra Scorpio dari Mahindra yang juga dari India.</p>
<p>Sumber <em>Mobilitas</em> di Kementerian Perindustrian yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (22/2/2026), mengatan total jumlah truk ringan impor dari India sebanyak 35.000 unit itu mencapai setengah dari total penjualan truk – berbagai kategori dari seluruh merek – di Indonesia sepanjang 2025 lalu.</p>
<p>&#8220;Karena di tahun 2025 itu, total <em>wholesales</em> (penjualan grosir dari pabrik ke dealer) maupun penjualan ritel (penjualan eceran dari dealer ke konsumen) totalnya enggak sampai 60.000 unit. Itu pun juga turun dibanding tahun 2024. Artinya, ketika industri lokal terpuruk, justru penimpor ini tidak berpihak, &#8221; papar pejabat itu.</p>
<p>Padahal, lanjut dia, impor dengan total nilai sekitar Rp 24,66 triliun (impor truk dan pick up) itu jika digunakan untuk membeli produk lokal, tak hanya mendongkrak kinerja produsen truk yang ada di Indonesia, tetapi juga industri pendukung seperti komponen dan lainnya.</p>
<figure id="attachment_14221" aria-describedby="caption-attachment-14221" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14221" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14221" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk yang melintas di jalan tol &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8220;Kondisi pasar sudah <em>loyo</em>, yang mestinya ditolong tapi <em>enggak</em>. Kalau kondisi industri <em>gini-gini aja</em>, akan berat. Permintaan komponen juga <em>stagnan segitu-segitu</em> <em>aja</em>, tidak ada perkembangan, pemasok bisa PHK karyawan. Kalau banyak orang nganggur, daya beli lemah, Dan kalau daya beli lemah, pertumbuhan ekonomi juga beralt untuk meningkat, &#8221; tandas dia.</p>
<p>Sekadar informasi, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (22/2/2026) menunjukkan pada tahun 2025 itu total <em>wholesales</em> truk di Indobesia sebanyak 56.754 unit. Jumlah itu merosot 15 persen dibanding total <em>wholesales</em> di tahun sebelumnya.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritel yang tercetak di tahun tersebut sebanyak 59.303 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen itu anjlok 11 persen dibanding penjualan ritel yang tercapai di tahun 2024.</p>
<p>Pada tahun tersebut, Mitsubishi Fuso Indonesia yang merupakan raja penjualan truk ringan – dengan pangsa pasar 55 persen – membukukan <em>wholesales</em> 25.235 unit. Sementara total penjualan ritelnya 25.613 unit. (Yus/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
