<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pembelian mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pembelian-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jul 2023 04:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>pembelian mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga RI Masih Doyan Kredit Mobil, Lima Bulan Nilainya Rp 125,7 Triliun</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/warga-ri-masih-doyan-kredit-mobil-lima-bulan-nilainya-rp-1257-triliun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2023 04:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[angsuran kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian mobil]]></category>
		<category><![CDATA[syarat kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tren kredit mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13321</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sampai saat ini sekitar 80...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sampai saat ini sekitar 80 persen lebih pembelian mobil menggunakan cara kredit.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (21/7/2023) menyebut pembelian secara kredit tidak hanya terjadi untuk pembelian mobil segmen bawah saja. “Tetapi, juga mobil-mobil kelas menengah. Bahkan mobil mewah pun sebagian ada yang kredit. Tetapi, yang terbanyak masih menengah dan bawah,” papar dia.</p>
<p>Sementara itu, perencana keuangan (Financial Planner) independen Atika Widiasri yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (22/7/2023) mengatakan, membeli mobil secara kredit merupakan cara yang dinilai sebagai solusi untuk mewujudkan rencana memiliki mobil di saat dana belum mencukupi.</p>
<p>“Mewujudkan impian mempunyai mobil dengan membeli secara kredit boleh-boleh saja. Tetapi harus didasari perencanaan matang dan kesiapan kondisi keuangan dalam jangka panjang,” papar Tika.</p>
<p>Menurut Tika, satu hal yang harus diingat oleh seseorang saat akan mengajukan kredit adalah, proses itu tidak akan menganggu atau menimbulkan guncangan keuangan dan menjadikan kebutuhan pokok terganggu.</p>
<p>Karena itu, lanjut dia, harus dipastikan bahwa dana untuk angsuran kredit saban bulannya akan selalu tersedia, tanpa mengurangi belanja untuk bulanan, anak sekolah, dan dana cadangan untuk kebutuhan darurat.</p>
<p>“Pastikan sumber keuangan keluarga aman dalam jangka panjang dan tidak terganggu jika harus ada tambahan pengeluaran pengeluaran untuk cicilan kredit. Kedua, sebisa mungkin membayar uang muka atau down payment besar dan tenor atau jangka waktu kredit yang pendek,” tandas wanita lulusan University of Stirling Inggris, ini.</p>
<figure id="attachment_8856" aria-describedby="caption-attachment-8856" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8856" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458.jpg" alt="" width="700" height="507" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-150x109.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-696x504.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-580x420.jpg 580w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Istimewa-e1664409043458-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8856" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit mobil &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Menurut Tika, tren minat mobil dengan cara kredit di Tanah Air tetap besar, bahkan di kalangan milenial. Meski, pasar atau penjualan mobil bisa saja menurun, tetapi pemohon kredit pembelian kendaraan tetap ada karena berganti dari satu orang oleh orang lain.</p>
<p>“Karena membeli mobil itu, di masyarakat kita, bukan sekadar untuk sarana mobilitas saja, tetapi juga untuk memperkuat status sosial,” tandas dia.</p>
<p>Sekadar informasi, data Bank Indonesia (BI) dalam Analisa Uang Beredar 2023 yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (22/7/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Mei tahun ini kredit kendaraan bermotor tumbuh 18,1 persen. Total nilainya mencapai Rp 125,7 triliun.</p>
<p>Adapun data Gaikindo yang disitat <em>Mobilitas</em> memperlihatkan sepanjang enam bulan pertama tahun ini, 502.536 mobil terjual ke konsumen (ritel). Jumlah ini meningkat 8 persen dibanding Januari – Juni 2022. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BI Kerek Suku Bunga Acuan, Cicilan Mobil dan Motor Bakal Naik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bi-kerek-suku-bunga-acuan-cicilan-mobil-dan-motor-bakal-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2022 23:53:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit]]></category>
		<category><![CDATA[bunga kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[bunga Kredit Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Cicilan Kredit MObil]]></category>
		<category><![CDATA[cicilan kredit Motor]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sepeda motor]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8855</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas –  Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> –  Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan.</p>
<p>Dalam rapat yang digelar 21 – 22 September lalu itu, BI memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Sementara, suku bunga Deposit Facility naik 50 bps menjadi 3,50%, dan suku bunga Lending Facility (suku bunga pinjaman) naik 50 bps menjadi 5,00%.</p>
<p>Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pengaruh kebijakan ini ke suku bunga perbankan &#8211; baik suku bunga kredit dan simpanan &#8211; akan terjadi pada enam nanti.</p>
<p>“Transmisinya (pengaruhnya) kepada suku bunga kredit perbankan, baik kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit tanpa agunan (KTA), hingga kredit usaha, akan terjadi dalam dua kuartal ke depan (atau mulai April 2023 nanti),” kata dia dalam keterangan resmi BI, belum lama ini.</p>
<figure id="attachment_8857" aria-describedby="caption-attachment-8857" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8857" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903.jpg" alt="" width="700" height="499" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-300x214.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-696x496.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-589x420.jpg 589w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kredit-kendaraan-bermotor-dok.Istimewa-e1664409195903-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8857" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit kendaraan bermotor &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, Rabu (28/9/2022) mengatakan, asosasi saat ini pihaknya tengah mempelajari kebijakan BI tersebut. Kenaikkan suku bunga acuan BI, kata Suwandi, pasti berdampak terhadap kebijakan penetapan suku bunga kredit oleh lembaga pembiayaan.</p>
<p>“Apalagi, porsi terbesar sumber modal lembaga pembiayaan itu dari bank. Tapi berapa besar kenaikkannya (bunga kredit) itu, masih kita pelajari,” kata dia. (Swe/Mus/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pandemi, Minat Orang RI Beli Kendaraan Makin Tinggi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pandemi-minat-orang-ri-beli-kendaraan-makin-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 May 2021 13:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[kredit motor]]></category>
		<category><![CDATA[ktredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[minat orang beli mobil]]></category>
		<category><![CDATA[orang was-was karena pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi orang ingin pakai kendaraan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian motor]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna motoir pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan angkutan kota]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan bus AKAP]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan kereta]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan mobil pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan pesawat terbang]]></category>
		<category><![CDATA[penumbang bus]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang kereta]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang pesawat terbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=1150</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Wabah virus corona (Pandemi Covid-19)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Wabah virus corona (Pandemi Covid-19) yang dinyatakan mulai merebak di Indonesia pada Maret 2020, tak hanya berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi nasional tetapi juga tatanan sosial. Tak terkecuali dalam melakukan mobilitas sehari-hari, kini masyarakat juga menggunakan pola-pola yang berbeda.</p>
<p>Menghindari kerumunan demi mencegah paparan virus mematikan – yang hingga kini belum diketahui kapan musnah dari permukaan bumi – ini telah menjadi kebiasaan baru. Orang, pada umumnya berhati-hati menggunakan fasilitas umum, termasuk angkutan massal.</p>
<p>“Dari sejumlah penelitian yang kami ikuti hasilnya untuk dijadikan referensi membuat business plan dan menyikapi kondisi yang ada menyebutkan, sebenarnya banyak orang di masyarakat kita menggunakan kendaraan pribadi. Setidaknya, menggunakan sepeda motor milik sendiri. Alasannya karena enggan menggunakan angkutan umum,” kata Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi belum lama ini.</p>
<figure id="attachment_1153" aria-describedby="caption-attachment-1153" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-1153" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Mengendarai-sepeda-motor-pribadi-kini-banyak-menjadi-pilihan-masyarakat-demi-menghindari-potensi-paparan-virus-Corona-dok.Istimewa-via-Bike-Review-e1622296139330.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-1153" class="wp-caption-text">Mengendarai sepeda motor pribadi kini banyak menjadi pilihan masyarakat demi menghindari potensi paparan virus Corona &#8211; dok.Istimewa via Bike Review</figcaption></figure>
<p>Pernyataan senada diungkap Business Innovation and Sales &amp; Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy. Menurut dia, kekhawatiran terhadap pandemi yang belum pasati kapan berakhir dan kabar paparan virus di masyarakat masih saja terjadi, menjadikan masyarakat menghindari transportasi umum sehingga memutuskan beli mobil pribadi.</p>
<p>“Ini hasil riset yang kami minta dari lembaga-lembaga riset baik di dalam maupun dari luar negeri.. Tentu, ini menjadi potensi bagi industri mobil. Karena perubahan perilaku konsumen dalam hal transportasi, berpotensi mendorong peningkatan terhadap pembelian mobil pertama,&#8221; kata dia.</p>
<figure id="attachment_1151" aria-describedby="caption-attachment-1151" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1151" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Mengemudikan-mobil-pribadi-dok.Digital-Trends-e1622296223620.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-1151" class="wp-caption-text">Mengemudikan mobil pribadi &#8211; dok.Digital Trends</figcaption></figure>
<p><strong>Kepastian ekonomi</strong><br />
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto mengamini pendapat tersebut. Bahkan, hasil beberapa riset dan kajian yang disponsori Gaikindo menunjukkan hal demikian.</p>
<p>“Sebenarnya, dari responden yang mewakili masyarakat kita di seluruh daerah di Indonesia memperlihatkan mayoritas masyarakat ingin memiliki kendaraan sendiri. Artinya, minat (niat yang belum diwujudkan) meningkat. Ingat lho ya, minat meningkat. Mereka ingin membeli jika memiliki dana. Tujuannya ingin aman dan memiliki kepastian kalau menggunakan kendaraan sendiri,” kata dia.</p>
<p>Sedangkan mereka yang berpotensi besar membeli ternyata hingga kini masih banyak yang menahan keinginan itu. Sikap seperti ini, lanjut Jongkie, karena didasari masih adanya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi nasional, sebab pandemi masih terjadi.</p>
<figure id="attachment_1154" aria-describedby="caption-attachment-1154" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1154" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Ilustrasi-kredit-mobil-dok.Financial-Express-e1622296407359.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-1154" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kredit mobil &#8211; dok.Financial Express</figcaption></figure>
<p>Mereka khawatir akan mengalami masalah ketika membeli – terutama dengan cara kredit – kendaraan, namun di tengah jalan mengalami kendala angsuran karena kondisi ekonomi memburuk. Jadi, faktor daya beli ada namun kepastian prospek ekonomi masih dipertanyakan.</p>
<p><strong>Pakai kendaraan pribadi</strong><br />
Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaran pribadi – baik sepeda motor maupun mobil – sebagai sarana mobilitas mereka melonjak tak lama setelah badai pandemi Covid-19 menerpa negeri ini. Terlebih sebelumnya, orang cendering tidak berani melakukan mobilitas.</p>
<p>Data Google Mobility Report mencatat sejak 2 Maret-31 Desember 2020 pergerakan masyarakat ke sejumlah lokasi baik ke kantor, pasar, pusat perbelanjaan volumenya turun. Kunjungan ke stasiun transit terkontraksi 36,7%. Kemudian ke tempat kerja dan ritel, serta ke tempat rekreasi masing-masing terkontraksi 22,7% dan 21,3%.</p>
<p>“Besarnya kontraksi tingkat kunjungan masyarakat stasiun transit juga menunjukkan masyarakat semakin sedikit mengunakan transportasi umum, bahkan ketika mereka terpaksa harus keluar rumah,” bunyi keterangan hasil riset Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<figure id="attachment_1155" aria-describedby="caption-attachment-1155" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1155" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Kereta-Commuterline-Jakarta-Bekasi-dok.Coconuts-e1622296623703.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-1155" class="wp-caption-text">Kereta Commuterline Jakarta &#8211; Bekasi &#8211; dok.Coconuts</figcaption></figure>
<p>Badan milik pemerintah itu menunjukan sejak Oktober, November, hingga Desember 2020, sebanyak 88,7% pekerja komuter lebih memilih mengendarai kendaraan pribadi ke kantor. Hanya 9,5% yang memilih transportasi umum.</p>
<p>Sedangkan hasil survei yang dirilis JakPat pada 6 Januari 2021 lalu menunjukkan hal serupa. Sebanyak 66,9% responden memilih menggunakan mobil pribadi dan 55,6% responden menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi pribadi. (Swe/Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
