<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penerbangan internasional &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penerbangan-internasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Oct 2021 02:43:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penerbangan internasional &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembatasan Jumlah Penumpang Penerbangan Internasional Resmi Dicabut</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pembatasan-jumlah-penumpang-penerbangan-internasional-resmi-dicabut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2021 03:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Seotta]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Soekarno-Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Maskapai penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[pembatasan jumlah penumpang penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[tes PCR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3166</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Setelah sejak 30 September 2021...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Setelah sejak 30 September 2021 lalu memberlakukan aturan pembatasan jumlah penumpang pesawat terbang rute internasional hanya 90 orang per penerbangan di Bandara Soekarno – Hatta (Bandara Soetta), sejak Selasa (5/10/2021) kemarin Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabutnya. Alasannya, pihak pengelola telah menambah alat PCR (Polymerase Chain Reaction).</p>
<p>Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (6/10/2021) mengatakan pencabutan ketentuan itu dilakukan seiring dengan bertambahnya sarana pemeriksaan PCR di Bandara Soetta.</p>
<p>“Kan seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa pembatasan 90 orang penumpang per penerbangan internasional yang masuk ke Bandara Soekarno – Hatta itu kan sementara. Pewmbatasan jumlah itu dikarenakan jumlah sarana pemeriksaan PCR yang masih terbatas, tetapi akan terus diupayakan untuk meningkat. Nah, sekrang sudah bertambah. Jadi tidak perlu lagi pembatasan dengan jumlah sebanyak itu,” papar Novie.</p>
<figure id="attachment_3037" aria-describedby="caption-attachment-3037" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3037" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penumpang-pesawat-terbang-dok.Wink-News-e1632966897822.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-3037" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penumpang pesawat terbang &#8211; dok.Wink News</figcaption></figure>
<p>Terlebih, lanjut dia, jumlah kedatangan penumpang dari penerbangan internasional juga terus bertambah dari waktu ke waktu. Sepanjang Agustus hingga September saja, lanjut Novie, di Bandara Soetta jumlahnya mencapai 1.500-an orang saban harinya.</p>
<p>Dengan pertambahan jumlah sarana pemeriksaan PCR yang disesuaikan dengan tren pertambahan jumlah penumpang penerbangan internasional tersebut, maka potensi terjadinya kerumunan karena antrean bisa dihindari.</p>
<p>“Karena sejak awal kan tujuan pembatasan penumpang yang ditetapkan waktu itu kan demi menghindarkan terjadinya antrean dan kerumunan, sehingga potensi terjadinya paparan virus corona bisa dihindari,” kata Novie.</p>
<figure id="attachment_3038" aria-describedby="caption-attachment-3038" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3038" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penumpang-pesawat-dok.ABC-News-e1632967003189.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-3038" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penumpang pesawat &#8211; dok.ABC News</figcaption></figure>
<p>Dia juga memastikan, fasilitas pemeriksaan PCR yang ada di Bandara Soetta ditingkatkan dengan target menjadi 600 orang per jam. Bahkan sudah memenuhi ketentuan Lab Bio Security Level II (BSL2).</p>
<p>Novie juga menyebut, dalam pencabutan aturan tersebut pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek. Pertama, aspek bisnis jasa penerbangan yang sejak pandemi Covid-19 marak banyak yang terpukul dan mengalami penurunan bisnis yang sangat signfikan.</p>
<p>Kedua, kepentingan masyarakat. Karena banyak masyarakat yang ingin melakukan mobilitas dengan sarana angkutan udara dalam rangka kepentingan sosial dan bisnis, sehingga jika proses mobilitas mereka tersendat maka aspek-aspek kepentingan masyarakat itu juga terganggu.</p>
<figure id="attachment_3040" aria-describedby="caption-attachment-3040" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3040" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest.jpg" alt="" width="700" height="467" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-696x464.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3040" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penerbangan internasional &#8211; dok.Reader&#8217;s Digest</figcaption></figure>
<p>&#8220;Tentunya, tetap mengedanpakan protokol kesehatan yang ketat demi mencegah paparan pandemi Covid-19 seperti tujuan semula,&#8221; imbuh Novie.(Fan/Yap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kata Kemenhub Soal Penerbangan Internasional Dibatasi 90 Penumpang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kata-kemenhub-soal-penerbangan-internasional-dibatasi-90-penumpang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2021 22:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Udara]]></category>
		<category><![CDATA[bandara Soetta]]></category>
		<category><![CDATA[batasan penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ditjen Dubud]]></category>
		<category><![CDATA[kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Perhubungan]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi udara]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3118</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Belum lama ini sebuah video...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Belum lama ini sebuah video di akun media sosial TikTok @ridwanismail yang menyebut Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membatasi maksimal 90 penumpang per penerbangan mendapat tanggapan dari Kemenrerian Perhubungan (Kemenhub). Disebutkan, batasan itu hanya berlaku di Bandara Soetta dan bersifat sementara.</p>
<p>“Memang benar ada pembatasan seperti itu. Tetapi yang perlu dipahami dan digarisbawahi adalah, batasan ini berlaku untuk kedatangan penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Tentu, kita melihat berbagai kemungkinan atau antisipasi terkait dengan upaya pencegahan paparan virus corona. Jadi sekalai lagi, hanya kedatangan,” papar Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Minggu (3/10/2021).</p>
<figure id="attachment_2080" aria-describedby="caption-attachment-2080" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2080" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-penumpang-pesawat-dok.Shutterstock-e1625755537412.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-2080" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penumpang pesawat &#8211; dok.Shutterstock</figcaption></figure>
<p>Menurut Adita, mengapa dibatasi maksimal 90 orang untuk setiap penerbangan, karena disesuaikan dengan ketersediaan atau kapasitas PCR (Polymerase Chain Reaction) yang tersedia di Bandara tersebut. Cara ini, lanjut dia, tak hanya dilakukan Indonesia saja tetapi juga negara-negara lain dalam rangka mencegah masuknya varian baru virus corona.</p>
<p>“Tentu soal batasan jumlah ini sementara. Karena pengelola bandara juga akan terus menambah peralatan PCR. Karena kalau jumlah penumpang jauh melebihi dari kapasitas perlatan yang tersedia, maka akan terjadi antrean yang lebih panjang. Tentu, ini tidak sejalan dengan upaya mencegah kemungkinan paparan vitus corona dengan mencegah terjadi kerumunan dan jaga jarak,” papar Adita.</p>
<figure id="attachment_3119" aria-describedby="caption-attachment-3119" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3119" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Forbes.com_-e1633299557226.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-3119" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penerbangan internasional &#8211; dok.Forbes.com</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, dan diterima <em>Mobilitas</em>, Jumat (1/10/2021), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan pembatasan kedatangan internasional di Bandara Soetta menjadi 90 orang per penerbangan berlaku efektif sejak 30 September.</p>
<p>“Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mencegah masuknya varian baru virus corona ke Indonesia melalui transportasi udara,” kata dia. (Fan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mulai Besok, Syarat Naik Pesawat atau Kereta Tak Pakai Aplikasi PeduliLindungi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mulai-besok-syarat-naik-pesawat-atau-kereta-tak-pakai-aplikasi-pedulilindungi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2021 02:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kereta antar kota]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[kereta Jabodetabek]]></category>
		<category><![CDATA[NIK]]></category>
		<category><![CDATA[PeduliLindungi]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan domestik]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan kereta]]></category>
		<category><![CDATA[PT KAI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3036</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pengecekan anggota masyarakat yang bakal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pengecekan anggota masyarakat yang bakal menggunakan moda transportasi (udara maupun darat seperti kereta api) dalam rangka penangkalan paparan Covid-19 terus secara konsisten dilakukan pemerintah. Namun, mekanisme dan caranya kini lebih mudah dan fleksibel namun tetap efektif sesuai tujuan.</p>
<p>Termasuk dalam pengecekan calon penumpang pesawat terbang dan kereta api. Kini tak lagi dengan pengecekan yang bersangkutan dengan cara mereka harus memperlihatkan hasil cek di aplikasi PeduliLindungi ke petugas sebelum masuk ke ruang tunggu, namun cukup dengan pengecekan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP) ketika mereka membeli tiket.</p>
<p>Para calon penumpang cukup menunjukkan tiket saja, dan petugas akan tahu ketika tiket itu dicek melalui barcode bahwa yang bersangkutan sudah vaksin dan sebagainya yang menunjukkan layak untuk melakukan perjalanan. Karena pada saat pemesanan tiket calon penumpang juga diminta menunjukkan KTP yang oleh petugas loket dilihat NIK-nya.</p>
<figure id="attachment_2382" aria-describedby="caption-attachment-2382" style="width: 696px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2382" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-penumpang-kereta-api-dok.PT-KAI.jpg" alt="" width="696" height="464" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-penumpang-kereta-api-dok.PT-KAI.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-penumpang-kereta-api-dok.PT-KAI-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-penumpang-kereta-api-dok.PT-KAI-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-penumpang-kereta-api-dok.PT-KAI-630x420.jpg 630w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /><figcaption id="caption-attachment-2382" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penumpang kereta api &#8211; dok.PT KAI</figcaption></figure>
<p>&#8220;NIK itulah yang menjadi rujukan. Kalau kita pakai aplikasi PeduliLindungi kan juga pakai NIK. Karena di saat orang mendaftar untuk mendapatkan vaksinasi kan yang digunakan untuk pendataan jug NIK kan? Jadi, ini lebih mudah, lebih fleksibel, tetapi jangkauannya lebih luas,” papar Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (29/9/2021).</p>
<p>Setiaji memastikan pihaknya juga telah berkkordinasi dengan pihak pengelola bandar udara maupun stasiun kereta api di seluruh Indonesia untuk pemberlakuan cara baru tersebut. “Jadi, bandara maupun stasiun sudah siap. Insya Allah sudah tidak ada masalah. Jadi, intinya, sekarang ini ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang, dan jadilah sistem yang sekarang ini,” ujar Setiaji.</p>
<p>Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati mengatakan syarat-syarat tersebut berlaku untuk perjalanan di wilayah Jawa – Bali. Bahkan, kata dia, untuk lebih mempermudah lagi untuk penerbangan domestik di wilayah ini – termasuk penerbangan antar kabupaten dan kota – calon penumpang dapat menunjukkan hasil negatif antigen (H-1) saja dengan syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua.</p>
<p>“Jika baru mendapatkan dosis pertama maka penumpang wajib melampirkan negatif PCR (H-2),” kata Adita saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (29/9/2021).</p>
<figure id="attachment_3038" aria-describedby="caption-attachment-3038" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3038" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penumpang-pesawat-dok.ABC-News-e1632967003189.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-3038" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penumpang pesawat &#8211; dok.ABC News</figcaption></figure>
<p><strong>Penerbangan internasional</strong><br />
Sementara, untuk kedatangan penerbangan internasional kini sudah diatur bahwa pintu masuk pesawat udara hanya melalui dua bandara yakni Bandara Udara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Sam Ratulangi, Manado. Untuk perjalanan internasional dan ketentuan-ketentuannya kami merujuk kepada Inmendagri nomor 43, Permenkumham nomor 34 dan juga Surat Edaran Satgas nomor 18.</p>
<p>“Di situ diatur bahwa pintu masuk kedatangan internasional hanya dibatasi di beberapa lokasi. Tujuannya adalah untuk mencegah varian baru ke Indonesia,&#8221; ucap Adita.</p>
<figure id="attachment_3040" aria-describedby="caption-attachment-3040" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3040" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest.jpg" alt="" width="700" height="467" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-696x464.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-penerbangan-internasional-dok.Readers-Digest-630x420.jpg 630w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3040" class="wp-caption-text">Ilustrasi, penerbangan internasional &#8211; dok.Reader&#8217;s Digest</figcaption></figure>
<p>Bagi pelaku perjalanan internasional atau luar negeri yang masuk ke Indonesia ditetapkan harus sudah divaksin sebanyak dua dosis. Dan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia.</p>
<p>Sedangkan bagi warga negara asing diwajibkan sudah menerima vaksin dosis lengkap (dua dosis) untuk masuk ke Indonesia. Mereka juga harus harus bebas dari Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil tes RT-PCR dan menjalani masa karantina selama delapan hari.</p>
<figure id="attachment_1823" aria-describedby="caption-attachment-1823" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1823" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Pesawat-Boeing-737-dok.Geetyimages-via-Simple-Flying-e1624936035957.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-1823" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pewasat terbang Boeing 737 &#8211; dok.AFP</figcaption></figure>
<p>“Tes RT-PCR dilakukan sebanyak tiga kali, yakni sebelum pelaku perjalanan terbang ke Indonesia. Kemudian sesaat setelah tiba di Indonesia. Dan ketiga, ketika masa karantina selesai,” imbuh Adita. (Yan/Fan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Boeing Sebut Asean Butuh 4.400 Pesawat Baru, Ini Pemicunya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/boeing-sebut-asean-butuh-4-400-pesawat-baru-ini-pemicunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2021 01:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[binis penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Boeing]]></category>
		<category><![CDATA[GIA]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai penerbangan Asean]]></category>
		<category><![CDATA[maskapai penerbangan Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan doestik]]></category>
		<category><![CDATA[penerbangan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Boeing]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat Boeing]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Boeing]]></category>
		<category><![CDATA[saham garuda]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Boeing]]></category>
		<category><![CDATA[tiket pesawat Garuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=1822</guid>

					<description><![CDATA[Seattle, Mobilitas &#8211; Produsen pesawat terbang asal Seattle,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seattle, Mobilitas</strong> &#8211; Produsen pesawat terbang asal Seattle, Amerika Serikat – The Boeing Company – memperkirakan dalam 20 tahun ke depan atau di tahun 2039 maskapai penerbangan di Asia Tenggara (Asean) membutuhkan 4.400 unit pesawat baru. Nilainya mencapai US$ 700 miliar.</p>
<p>Hal itu diungkap Vice President of Commercial Marketing Boeing, Darren Hulst, dalam Commercial Market Outlook Boeing 2020 yang dilansir laman resmi perusahaan belum lama ini. Menurut Hulst, tren perjalanan orang di kawasan regional ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk berpendapatan menengah dan pengeluaran pribadi.</p>
<p>“Penggerak pertumbuhan fundamental ekonomi Asia Tenggara tetap kuat. Perekonomian kawasan ini telah tumbuh hingga 70% pada dekade terakhir, mendorong peningkatan tren perjalanan,&#8221; ungkap Hulst.</p>
<figure id="attachment_1824" aria-describedby="caption-attachment-1824" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1824" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Kursi-kelas-eksekutif-di-pesawat-Boeing-dok.Business-Traveller-e1624936139680.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-1824" class="wp-caption-text">Kursi kelas eksekutif di pesawat Boeing &#8211; dok.Business Traveller</figcaption></figure>
<p>Dengan fakta-fakta tersebut, Boeing memprediksi operator penerbangan di kawasan Asean ini akan memerlukan lebih dari 3.500 pesawat terbang single-aisle hingga tahun 2039. Pesawat varian 737 ini akan banyak dimint karena berbiaya rendah.</p>
<p>Adapun pesawat twin-aisle seperti pesawat 777X dan 787 Dreamliner, menurut dia, akan tetap menjadi fondasi industri penerbangan di Asia Tenggara. Menurutnya, satu dari empat pesawat lorong ganda (twin aisle) akan dikirimkan ke kawasan Asia Pasifik,</p>
<p>“Dan yang terbanyak ke maskapai penerbangan yang beroperasi di Asia Tenggara,&#8221; ujar Hulst.</p>
<figure id="attachment_1825" aria-describedby="caption-attachment-1825" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1825" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Pesawat-Boeing-737-800-milik-Singapore-Airlines-dok.Mainly-Miles-e1624936228103.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-1825" class="wp-caption-text">Pesawat Boeing 737 -800 milik Singapore Airlines &#8211; dok.Mainly Miles</figcaption></figure>
<p>Penerbangan di domestik dan regional di antara negara-negara Asia Tenggara diyakini akan menopang pemulihan industri ini pasca pandemi. Bahkan, pasar intra Asia Tenggara juga disebut akan menjadi yang terbesar kelima di dunia pada 2039. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
