<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penguasa pasar mobil impor Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penguasa-pasar-mobil-impor-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2022 09:21:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penguasa pasar mobil impor Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jeblok, Ekspor Mobil Indonesia ke Vietnam Diserobot Cina</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jeblok-ekspor-mobil-indonesia-ke-vietnam-diserobot-cina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2022 09:21:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI ke Viernam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI masih kalah dari Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil asal RI di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa pasar mobil impor Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5860</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang bulan pertama 2022 atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang bulan pertama 2022 atau Januari kemarin, total mobil impor alias mobil yang didatangkan Vietnam secara utuh (CBU) ke dalam negeri tercatat sebanyak 4.524 unit. Jumlah itu ambrol hingga 70% dibanding jumlah yang diimpor selama bulan sebelumnya (Desember 2021) yang masih sebanyak 15.196.</p>
<p>Jebloknya jumlah impor itu dialami hampir semua negara eksportir. Tidak terkecuali lima lima negara eksportir utama yakni Thailand, Indonesia, Cina, dan Jepang.</p>
<p>Hanya, di bulan pertama 2022 itu, posisi Indonesia yang sebelumnya (baik selama setahun penuh di tahun 2021 maupun tahun-tahun sebelumnya, plus di Desember 2021) selalu berada di urutan kedua terbesar, diambil alih oleh Cina.</p>
<figure id="attachment_5862" aria-describedby="caption-attachment-5862" style="width: 850px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5862" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diekspor-ke-Vietnam-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="850" height="607" /><figcaption id="caption-attachment-5862" class="wp-caption-text">Mobil Suzuki Indonesia yang diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data yang dirilis Departemen Umum dan Bea Cukai Vietnam (VGCD) dan Asosiasi Produsen Mobil Vietnam (VAMA) yang dilansir laman <em>Nhandan</em>, Jumat (25/2/2022) menunjukkan, di Januari itu impor mobil dari Thailand masih sebanyak 2.595 unit. Kemudian, disusul mobil asal Cina sebanyak 584 unit. Lalu, dari Indonesia hanya 474unit, dan dari Jepang 284 unit.</p>
<p>“Mobil asal impor di Vietnam merosot tajam, karena pengiriman dari Indonesia anjlok. Ini yang menjadikan tanda apa penyebabnya. Meskipun secara umum, mobil impor dari semua negara eksportir juga turun di bulan tersebut,” ujar analis industri bursa saham Hanoi (Hanoi STC) Hoang Thuy Linh.</p>
<p>Sebelumnya data dari dua lembaga itu yang dilaporkan <em>VietnamNet</em>, belum lama ini, memperlihatkan jumlah mobil dari asing yang diimpor dalam wujud CBU oleh Negeri Paman Ho sepanjang 2021 mencapai 160.035 unit. Nilainya mencapaiUS$3,66 miliar.</p>
<figure id="attachment_4822" aria-describedby="caption-attachment-4822" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4822" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Wigo-alias-Toyota-Agya-yang-juga-diekspor-ke-Vietnam-dok.Istimewa-e1641117085670.png" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-4822" class="wp-caption-text">Toyota Agya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Dari jumlah tersebut 80.903 unit berasal dari Thailand, dengan total nilai US$1,5 miliar. Sedangkan dari Indonesia 44.250 unit dengan nilai US$559,5 juta, dan dari Cina 22.753 unit dengan US$873 juta.</p>
<p>Thailand masih menjadi penguasa pasar mobil ekspor di Vietnam. Meski secara total ekspor Negeri Gajah Putih itu selama Januari ambrol.</p>
<p>Data yang dirilis Federasi Industri Thailand (FTI) bidang otomotif yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Sabtu (26/2/2022) menunjukkan, total ekspor mobil CBU Thailand di bulan perdana 2022 itu hanya sebanyak 69.833 unit. Jumlah ini merosot 5,8% dibanding jumlah yang dibukukan selama Januari 2021, dan ambrol 31,1% dibanding Desember 2021.</p>
<figure id="attachment_4185" aria-describedby="caption-attachment-4185" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4185" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-584x420.jpg 584w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4185" class="wp-caption-text">Mitsubishi New Xpander salah satu mobil asal Indonesia yang juga diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Adapun, ekspor mobil CBU Indonesia di bulan Januari 2022 – seperti yang terlihat di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Sabtu (26/2/2022) – mencapai 24.510 unit. Jumlah itu naik 19,8% dibanding Januari 2021.</p>
<p>Jumlah ekspor itu dibukukan oleh Daihatsu ( termasuk di dalamnya ada mobil merek Toyota) sebanyak 12.172 unit. Kemudian Toyota: 6.747 unit, Suzuki 3.224 unit, Mitsubishi Motors 1.919 unit, Honda 330 unit, Hino 105 unit, Wuling 7 unit, dan Dongfeng Sokon (DFSK) 6 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
