<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jan 2026 05:21:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Meski Lampaui Target Tapi Penjualan Mobil di 2025 Masih Jeblok, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/meski-lampaui-target-tapi-penjualan-mobil-di-2025-masih-jeblok-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 02:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26735</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski total penjualan mobil sepanjang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski total penjualan mobil sepanjang tahun 2025 pada Januari hingga Desember telah melebihi target penjualan yang ditetapkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang sebanyak 780.000 unit, namun masih anjlok dibanding tahun 2024.</p>
<p>Seperti diketahui, sebelumnya Gaikindo telah merevisi proyeksi penjualan yang sebelumnya 850.000–900.000 unit menjadi 780.000 unit. Ternyata, total penjualan mobil – baik secata grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel di tahun 2025 tersebut masih jeblok dibanding tahun 2024.</p>
<p>Data Gaikindo yang disitat<em> Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (11/1/2026) menunjukkan di periode tahun 2025 total wholesales mobil di Tanah Air sebanyak 803.687 unit. Jumlah tersebut merosot hingga 7,2 persen dibanding total wholesales di tahun 2024 yang mencapai 865.723 unit.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritelnya sebanyak 833.692 unit. Jumlah penjualan eceran tersebut merosot hingga 6,3 persen dibanding periode tahun 2024 yang mencapai 889.680 unit.</p>
<figure id="attachment_25257" aria-describedby="caption-attachment-25257" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Mobil-Suzuki-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1755014814334.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-25257" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Mobil-Suzuki-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1755014814334.jpg" alt="" width="700" height="503" /></a><figcaption id="caption-attachment-25257" class="wp-caption-text">Mobil Suzuki S-Presso &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Ekonom Center of Economic and Law Studies atau CELIOS Nailul Huda yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (10/1/2026) menyebut masih loyonya pasar otomotif kendaraan roda empat atau lebih di tahun 2025 selain dikarenakan lemahnya daya beli kelas menengah juga dikarenakan ada keraguan kelas sebagian kelas menengah dan atas terhadap prospek ekonomi nasional. Masih lemahnya daya beli karena tingkat pendapatan yang tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup.</p>
<p>Sedangkan di kelompok kelas menengah lapisan paling tinggi dan kelompok kelas atas yang masih memiliki daya beli tinggi, muncul tanda tanya seperti apa prospek fundamentl ekonomi nasional. Mereka mengkalkulasi apkah kondisi yang ada masih memungkinkn aset mereka bertambah atau sebaliknya, justeru menggerus aset, karena bisnis tak kondusif.</p>
<p>“Semua faktor itu membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja atau menahan konsumsi, apalagi membeli barang non kebutuhan primer seperti kendaaraan,” papr Nailul. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Selama Desember 2025 Melonjak, Ternyata Ini Pemicunya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-selama-desember-2025-melonjak-ternyata-ini-pemicunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 04:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26729</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta memperlihatakan kenaikan penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta memperlihatakan kenaikan penjualan mobil di bulan terakhir alias bulan pamungkas 2025 itu terjadi dalam grosir yakni penjualan dari pabrik ke dealer (<em>whosales</em>) maupun eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel.</p>
<p>Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (10/1/2026) menunjukkan <em>wholesales</em> mobil pada bulan Desember 2025 itu mencapai 94.100 unit. Jumlah itu melonjtak 26,9 persen dibanding November 2025 yang sebanyak 74.131 unit.</p>
<p>Sementara, dibanding Desember 2024, penjualan grosir di bulan Desember tahun ini melonjak 25,7 persen. Sebab di bulan pamungkas 2024 itu, total<em> wholesales</em> mobil di Tanah Air sebanyak 74.853 unit.</p>
<p>Sedangkan total penjualan eceran alias penjualan ritel di bulan Desember 2025 itu, mennyentuh angka 93.833 unit. Jumlah penjuala ke konsumen itu melonjak 18,3 persen dibanding total penjualan ritel selama November 2025 yang sebanyak 79.348 unit.</p>
<p>Adapun dibanding bulan Desember 2024, total penjualan ritel mobil di bulan Desember 2025 itu melonjak 22,7 persen. Sebab selama Desember 2024 total penjualan eceran mobil di Indonesia sebanyak 76.473 unit.</p>
<figure id="attachment_26578" aria-describedby="caption-attachment-26578" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Suzuki-Front-di-sebuh-pameran-otomotif-2025-dok.Mobilitas.jpg--e1765860549700.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-26578" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/12/Ilustrasi-Suzuki-Front-di-sebuh-pameran-otomotif-2025-dok.Mobilitas.jpg--e1765860549700.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-26578" class="wp-caption-text">Ilustrasi Suzuki Fronx di sebuah pameran otomotif 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (10/1/2026) menyebut, lonjakan penjualan di bulan Desember 2025 itu dipicu oleh program promosi dri masing-masing agen pemegang merek pabrikan.</p>
<p>&#8220;Mereka <em>gas pol</em> untuk menarik minat konsumen membeli. Mungkin promosi <em>habis-habisan</em>. Baik dengan program kemudahan kredit, bunga kredit yang menarik sampai diskon besar,&#8221; ujar Jongkie.</p>
<p>Menurut Jongkie sejatinya banyak orang yang tertarik untuk membeli mobil. Terlebih, di sepanjang tahun 2025 juga banyak model maupun merek baru yang hadir di Indonesia.</p>
<p>Namun karena banyak yang dalam kondisi daya belinya melemah, dan sebagian ragu membeli meski daya beli masih kuat, maka penjualan tertahan. &#8220;Sehingga dengan kemudahan dan keringnan kredit <em>plus</em> diskon mereka tertarik. Sebab, 80 persen lebih pembelian mobil di Indonesia dilakukan secara kredit ,&#8221; tandas Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil hingga Oktober Masih Melorot, Gaikindo Belum akan Revisi Target Lagi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-hingga-oktober-masih-melorot-gaikindo-belum-akan-revisi-target-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 05:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris Oktober 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Target Penjualan Mobil 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26269</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sampai akhir Oktober alias di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sampai akhir Oktober alias di periode Januari hingga Oktober atau hingga sepuluh bulan pertama 2025 berakhir, namun penjualan mobil di Indonesia masih jauh dari target. Dalam penjualan grosir atau penjualan dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) totalnya masih jauh dari target yang ditetapkan.</p>
<p>Seperti diketahui, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diawal tahun 2025 ini menargetkan penjualan mobil di Tanah Air sebanyak 900.000 unit. Namun setelah pencapaian penjualan di semester pertama 2025 melambat dibandingkan tahun sebelumnya, organisasi himpunan pabrikan mobil itu merevisi target menjadi 850.000 unit.</p>
<p>Data Gaikindo yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (9/11/2025), menunjukkan di kurun waktu sepuluh bulan pertama 2025 tersebut total <em>wholesales</em> mobil di Tanah Air sebanyak 635.844 unit. Jumlah tersebut melorot 10,6 persen dibanding <em>wholesales</em> pada periode sama di tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.</p>
<p>Sementara, total penjualan eceran alias penjualan ritel dari dealer ke konsumen, sebanyak 660.659 unit. Jumlah penjualan riil itu masih melorot 9,6 persen dibanding penjualan yang tercetak pada periode Januari hingga Oktober 2024, yang sebanyak 731.113 unit.</p>
<figure id="attachment_25223" aria-describedby="caption-attachment-25223" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Suzuki-XL7-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1754707834153.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-25223" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Suzuki-XL7-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1754707834153.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-25223" class="wp-caption-text">Suzuki XL7 di GIIAS 2025- dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Meski hingga akhir sepuluh bulan pertama total penjualan masih jauh dari target, namun Gaikindo belum berniat merevisi lagi target penjualan. “Belum ada rencana untuk revisi target penjualan lagi. Kami masih optimis, di kurun waktu satu bulan tiga pekan saat ini untuk menggenjot penjualan,” ujar Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, saat dihubungi <em>Mobilitas </em>di Jakarta, Minggu (9/11/2025.</p>
<p>Menurut Kukuh, saat ini kalangan agen pemegang merek mobil tengah menyiapkan program penjualan akhir tahun yang menarik. Mereka juga berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan pembiayaan alias leasing untuk mencari skema pembiayaan kredit yang menarik calon konsumen tetapi aman dari risiko.</p>
<p>“Karena, sekitar 80 persen pembelian mobil di Indonesia dilakukan dengan cara kredit. Sehingga, jika skema kredit meringankan konsumen, maka akan menjadi daya tarik. Terlebih di tengah kondisi ekonomi saat ini,” tandas Kukuh. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Ritel Mobil hingga Oktober 2025 Masih Merosot 9,6 Persen, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-ritel-mobil-hingga-oktober-2025-masih-merosot-96-persen-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 04:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26259</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Anjloknya penjualan di periode Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Anjloknya penjualan di periode Januari hingga Oktober 2025 itu tidak hanya terjadi dalam grosir (penjualan dari pabrik ke dealer alias <em>wholesales</em>) saja, tetapi juga penjualan eceran atau penjualan ritel.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (8/11/2025), menunjukkan di kurun waktu sepuluh bulan pertama 2025 tersebut total <em>wholesales</em> mobil di Tanah Air sebanyak 635.844 unit. Jumlah tersebut melorot 10,6 persen dibanding <em>wholesales</em> pada periode sama di tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.</p>
<p>Sementara, total penjualan eceran alias penjualan ritel dari dealer ke konsumen, sebanyak 660.659 unit. Jumlah penjualan riil itu masih melorot 9,6 persen dibanding penjualan yang tercetak pada periode Januari hingga Oktober 2024, yang sebanyak 731.113 unit.</p>
<p>Ihwal masih lesunya penjualan mobil selama sepuluh bulan pertama 2025 ini, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (8/11/2025) menyebut, faktor daya beli masyarakat belum menguat. Terlebih pertumbuhan ekonomi di kuartal III (Juli &#8211; September) 2025 sedikit menyusut dibanding kuartal sebelumnya, menjadi 5,04 persen.</p>
<figure id="attachment_19612" aria-describedby="caption-attachment-19612" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Sigra-yang-dipamerkan-di-hajatan-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723735748827.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19612" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Sigra-yang-dipamerkan-di-hajatan-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723735748827.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-19612" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Daihatsu Sigra &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Pertunbuhan ekonomi ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang hanya sebesar 2,54 persen. Artinya, kontribusi konsumsi rumah tangga yang sebelum-sebelumnya mendominasi, kini minim karena hanya konsumsi barang kebutuhan pokok. Orang menahan belanja karena pendapatan tetap sementara biaya hidup mahal. Sehingga daya beli tergerus,” papar Bhima.</p>
<p>Meski Indonesia beruntung karena ekspor yang naik, sehingga menyokong pertumbuhan ekonomi. Porsi kontrubusi ekspor itu mencapai 87,46 persen untuk memompa pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Dengan fakta itu, maka orang berpikir ulang untuk membeli barang non kebutuhan primer. Apalagi membeli mobil baru. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tujuh Merek Mobil yang Penjualan Ritelnya Anjlok di Indonesia September 2025</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-tujuh-merek-mobil-yang-penjualan-ritelnya-anjlok-di-indonesia-september-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 10:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kia Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Subaru RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Volkswagen]]></category>
		<category><![CDATA[Volvo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25960</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta memperlihatkan, penjualan mobil di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta memperlihatkan, penjualan mobil di Indonesia, khususnya dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel di bulan September 2025 merosot jika dibanding bulan sebelumnya alias Agustus 2025.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (11/10/2025) menunjukkan di bulan September 2025 total penjualan ritel (gabungan seluruh model dari semua pabrikan) sebanyak 63.723 unit. Jumlah itu merosot 4,2 persen dibanding penjualan ritel di bulan Agustus 2025 yang sebanyak 66.518 unit.</p>
<p>Memang, kenyataannya, tidak semua mobil membukukan kenaikan penjuala, tetapi sebaliknya banyak yang penjualannya jeblok. Mobil-mobil (termasuk kendaraan niaga) yang penjualannya melorot itu tak hanya merek asal Jepang saja, tetapi juga dari Cina, Korea, dan Eropa.</p>
<figure id="attachment_25725" aria-describedby="caption-attachment-25725" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/Subaru-Crosstrek-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Mobilitas-e1758638817877.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-25725" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/09/Subaru-Crosstrek-yang-dijual-di-Indonesia-dok.Mobilitas-e1758638817877.jpg" alt="" width="700" height="507" /></a><figcaption id="caption-attachment-25725" class="wp-caption-text">Subaru Crosstrek yang dijual di Indonesia &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Mereka adalah Volvo yang di bulan Agustus masih terjual sebanyak 16 unit, pada September laku sebanyak 10 unit. Kemudian Neta dari 23 unit menjadi 17 unit, lalu Kia dari 28 unit menjadi 23 unit, Volkswagen 35 unit menjadi 24 unit , Scania dari 38 unit menjadi 32 unit.</p>
<p>Selain itu, merek asal Jepang, Subaru membukukan anjloknya penjualan 35 unit, dari sebelumnya yang sebanyak 60 unit. Begitu pula MINI, merek asal Inggris ini penjualannya anjlok dari 69 unit menjadi 47 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 10 Merek Mobil Terlaris di RI September 2025, Toyota Pertama dan Mitsubishi Ketiga</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-10-merek-mobil-terlaris-di-ri-september-2025-toyota-pertama-dan-mitsubishi-ketiga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 00:17:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[merek mobil terlaris]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi Motors]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25929</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta memperlihatkan, penjualan mobil di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta memperlihatkan, penjualan mobil di Indonesia, khususnya dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel di bulan September 2025 merosot jika dibanding bulan sebelumnya (Agustus 2025) maupun bulan yang sama atau bulan September di tahun 2024.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (10/10/2025) menunjukkan di bulan September 2025 total penjualan ritel (gabungan seluruh model dari semua pabrikan) sebanyak 63.723 unit. Jumlah itu merosot 4,2 persen dibanding penjualan ritel di bulan Agustus 2025 yang sebanyak 66.518 unit.</p>
<p>Sementara, jika dibanding bulan September 2024, total penjualan ritel di bulan September 2025 itu anjlok 15,1 persen. Sebab di bulan kesembilan 2024 tersebut, penjualan ritel mobil di Tanah Air masih sebanyak 73.108 unit.</p>
<figure id="attachment_10977" aria-describedby="caption-attachment-10977" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10977" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469.jpg" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469-696x502.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469-582x420.jpg 582w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Toyota-Kijang-Innova-Zenix-yang-dipamerkan-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677114806469-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-10977" class="wp-caption-text">Toyota Kijang Innova Zenix &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Fakta berbicara, di bulan September 2025 itu Toyota masih tercatat sebagai merek dengan penjualan terbanyak. Dia disusul Daihatsu dan Mitsubishi yang berada di posisi kedua dan ketiga.</p>
<p>Berikut data selengkapnya, 10 merek mobil dengan penjualan ritel terbanyak selama bulan September 2025:<br />
Toyota : 20.072 unit<br />
Daihatsu : 11.390 unit<br />
Mitsubishi Motors : 5.703 unit<br />
Suzuki : 5.477 unit<br />
Honda : 4.600 unit<br />
Isuzu : 2.230 unit<br />
Mitsubishi Fuso: 2.206 unit<br />
Chery : 2.102 unit<br />
BYD : 2.036 unit<br />
Hino : 1.541 unit<br />
<em>Sumber: Gaikindo, 2025</em>. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari &#8211; Mei 2025 Penjualan Mobil di RI Masih Melorot, Ternyata Ini Biang Keladinya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-mei-2025-penjualan-mobil-di-ri-masih-melorot-ternyata-ini-biang-keladinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 00:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Januari - Mei 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24569</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Daya beli masyarakat yang masih...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Daya beli masyarakat yang masih lemah pada periode lima bulan pertama (Januari – Mei) 2025 menjadi akar penyebab masih lebih rendahnya penjualan mobil pada periode itu dibanding Januari – Mei 2024.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (9/6/2025) menunjukkan selama Januari – Mei 2025 total jumlah mobil yang terjual dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 316.981 unit. Jumlah ini melorot 5,5 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dibukukan seluruh pabrikan mobil di Indonesia selama periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 335.405 unit</p>
<p>Sementara, total jumlah mobil yang terjual dari dealer ke konsumen (penjualan ritel0 di kurun waktu Januari – Mei 2025 itu mencapai 328.852 unit. Jumlah tersebut merosot 9,2 persen dibanding jumlah yang tercetak pada periode sama di tahun 2024.</p>
<p>“Kalau kita lihat datanya, selama kuartal perama (Januari – Maret) 2025, pertumbuhan ekonomi kita itu hanya 4,89 persen. Ini lebih rendah dibanding pertumbuhan selama periode sama di tahun 2024. Ekonomi kita pertumbuhannya masih ditopang sektor konsumsi, terutama konsumsi rumah tangga. Tetapi, kalau dilihat lebih cermat lagi dari konsumsi rumah tangg itu, yang terbesar adalah konsumsi produk kebutuhan rimer seperti makan – minum dan sandang,” kata Ekonom Center of Economic and Economic Studies (CELIOS) Nailul Huda yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (9/6/2025).</p>
<figure id="attachment_22847" aria-describedby="caption-attachment-22847" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/LCGC-Daihatsu-Ayla-di-gelaran-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1739697631480.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22847" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/LCGC-Daihatsu-Ayla-di-gelaran-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1739697631480.jpg" alt="" width="700" height="504" /></a><figcaption id="caption-attachment-22847" class="wp-caption-text">LCGC Daihatsu Ayla di gelaran IIMS 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Menurut Nailul, banyak orang yang berpikir ulang untuk membeli barang kebutuhan non primer dan sekunder seperti mobil, motor, dan barang kebutuhan tersier lainnya karena dibayangi kemungkinan ekonomi nasional makin memburuk. Terlebih, banyak perusahaan yang berhenti beroperasi dan merumahkan karyawan.</p>
<p>“Pada sisi lain tingkat pendapatan masyarakat tetap, tetapi biaya hidup naik. Sehingga, banyak yang menahan minat belanja. Setidaknya ini terlihat dari deflasi yang terjadi selama tiga kali berturut,’ ujar Nailul. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Ritel Mobil di RI Selama April 2025 Masih Jeblok</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-ritel-mobil-di-ri-selama-april-2025-masih-jeblok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 02:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI April 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24228</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Runtuhnya penjualan mobil dari dealer...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Runtuhnya penjualan mobil dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) di Indonesia selama bulan April tahun 2025 tidak hanya jika dibanding bulan yang sama di 2024 saja, tetapi juga dibanding bulan sebelumnya alias bulan Maret 2025.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (11/5/2025) menunjukkan selama April total penjualan ritel yang dicetak pabrikan (gabungan seluruh merek atau pabrikan) mencapai 57.031 unit. Jumlah ini anjlok 3,2 persen dibanding total penjualan ritel selama bulan yang sama di tahun lalu, yang masih mencapai 58.890 unit.</p>
<p>Ambrolnya penjualan ritel di bulan keempat 2025 itu semakin parah jika dibanding total penjualan ritel selama bulan Maret 2025 atau bulan sebelumnya. Karena, pada bulan ketiga itu, total penjualan ritel yang dibukukan pabrikan di Tanah Air masih sebanyak 76.582 unit, artinya ambrol hingga 25,5 persen.</p>
<p>Ihwal anjloknya penjualan ritel itu, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (12/5/2025) menyebut faktor libur panjang selama Lebaran menjadikan kegiatan transaksi juga lebih sedikit. ‘Karena dealer tutup, karyawan libur. Jumlah hari kerja lebih sedikit,” kata Jongkie.</p>
<figure id="attachment_19521" aria-describedby="caption-attachment-19521" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Rocky-saat-dipmaerkan-di-gIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723259722594.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19521" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Rocky-saat-dipmaerkan-di-gIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723259722594.jpg" alt="" width="700" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Rocky-saat-dipmaerkan-di-gIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723259722594.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Rocky-saat-dipmaerkan-di-gIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723259722594-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-19521" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Daihatsu Rocky &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sementara, Kepala Makroekonomi dan Keuangan The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Muhammad Rizal Taufikurahman menyebut hl itu tidk lepas dari kehati-hatian masyarakat dalam menghadapi kondisi ekonomi yang belum stabil.</p>
<p>“Sikap kehati-hatian masyarakat itu didasari kekhawatiran terhdp prospek ekonomi. Khususnya setelah mrk terjadiny pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan pabrik, dan kondisi ekonomi yang dipicu faktor lokal maupun global,” ujar Rizal yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (11/5/20250.</p>
<p>Sehingga, kata dia, masyarakat memberikan skala prioritas konsumsi pada barang-barang kebutuhan pokok. Sementara, pembelian kebutuhan non primer maupun sekunder (termasuk mobil) ditunda. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GIIAS 2025 Siap Digelar Juli Nanti, di Tengah Pesimisme Terhadap Kondisi Ekonomi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/giias-2025-siap-digelar-juli-nanti-di-tengah-pesimisme-terhadap-kondisi-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2025 02:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penyelenggaraan GIIAS 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23942</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Hajatan Gaikindo Indonesia International Auto...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025 siap digelar pada 24 Juli &#8211; 3 Agustus 2025 di ICE BSD City, Tangerang dan diklaim akan diikuti 55 merek mobil penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (18/4/2025).menyebut jumlah tersebut bahkan sangat mungkin bertambah, mengingat baanyaknya merek-merek baru kendaraan bermotor termasuk kendaraan listrik yang masuk di Indonesia. Terlebih, GIIAS seperti pelaksanaan selama ini menjdi ajang promosi bagi industri untuk memperkenalkan produk mereka.</p>
<p>“Dan bagi masyarakat menjadi wahana untuk mengetahui perkembangan produk kendaraan baru serta teknologinya, bahkan menjadi tempat transaksi saat memburu kendaraan idaman mereka,” papar Jongkie.</p>
<p>Dia tak menampik kondisi ekonomi saat digelarnya GIIAS 2025 penuh dengan tantangan. Termasuk semakin selektifnya lembaga pembiayaan kredit – baik bank maupun non bank atau leasing – dalam menyalurkan pembiayaan untuk menghindari potensi risiko kredit macet.</p>
<figure id="attachment_13716" aria-describedby="caption-attachment-13716" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Jajaran-kendaraan-Hino-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-e1691718978520.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13716" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Jajaran-kendaraan-Hino-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-e1691718978520.jpg" alt="" width="700" height="501" /></a><figcaption id="caption-attachment-13716" class="wp-caption-text">Ilustrasi, jajaran kendaraan Hino di GIIAS &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Tetapi, ada potensi baru sejalan dengan digelarnya GIIAS 2025 itu, yaitu hadirnya merek-merek baru dengan produk-produk baru mereka. Tentu saja, brand-brand juga menyiapkan strategi khusus. Termasuk kolaborasi dengan lembaga pembiayaan. Karena GIIAS inilah yng justru menjdi peluang mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat secara langsung dan massif,” jelas Jongkie.</p>
<p>Sementara itu, hasil Economic Expert Survey Semester I 2025 Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (19/4/2025) menyebut sebagian besar ahli menyatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia bakal memburuk dibandingkan kuartal IV 2024. Dari 42 ahli yang dilibatkan, hanya satu orang yang menyatakan kondisi ekonomi pada periode ini lebih baik.</p>
<p>Lembaga itu memprediksi pada tahun 2025, jika pemerintah menerapkan kebijakan transformasi struktural dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kemungkinan baru akan terlihat dalam jangka menengah hingga panjang. “Karena itu kami perkirakan PDB Indonesia akan tumbuh stagnan sebesar 5,1 persen year on year dalam rentang estimasi 5,0 persen hingga 5,1 persen untuk tahun fiskal 2025,” kata Ekonom LPEM UI, Teuku Riefky. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PPN 12 Persen dan Opsen Bisa Bikin LCGC Sepi Peminat, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ppn-12-persen-dan-opsen-bisa-bikin-lcgc-sepi-peminat-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 02:02:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris 2024]]></category>
		<category><![CDATA[opsen pjak]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil 2025]]></category>
		<category><![CDATA[PPN 12 persen]]></category>
		<category><![CDATA[ung muka kredit mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=21665</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Terlebih, penerapan Pajak Pertambahan Nilai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Terlebih, penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen yang direncanakan berlaku efektif 1 Jnuri 2025 itu terjadi di saat daya beli masyarakat masih melemah.</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (6/12/2025) menyebut berlakunya tarif baru PPN sebesar 12 persen itu yang membuat penjualan mobil menjadi berat semakin bertambah, karena jika opsen pajak (pungutan tambahan pajak menurut prosentase tertentu) juga diberlakukan mulai 5 Januari 2025.</p>
<p>Terlebih berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Besaran opsen pajak itu berdasar pasal 83 UU Nomor 1 Tahun 2022 itu mencapai 66 persen (baik untuk PKB maupun BBNKB dengan dasar pungutan dari besaran pajak terutang dari objek pajak).</p>
<p>“Penerapan semua ketentuan perpajakan itu tentu akan semakin memberatkan konsumen yang berniat membeli mobil secara kredit. Sebab, <em>down payment</em> (uang muka) jadi mahal. Karena PPN itu, kan <em>include</em> (dimasukan) dalam struktur harga. Nah, kalau bicara harga barang yang dibeli secara kredit, tentu besaran <em>down payment</em> juga terkait,” papar Suwandi.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengamini pernyataan Suwandi. Terlebih, lanjut Jongkie, sekitr 70 – 80 persen pembelin mobil di Indonesi dilakukan secara kredit.</p>
<figure id="attachment_19612" aria-describedby="caption-attachment-19612" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Sigra-yang-dipamerkan-di-hajatan-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723735748827.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19612" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Sigra-yang-dipamerkan-di-hajatan-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723735748827.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-19612" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Daihatsu Sigra &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Sementara, kalau kita bicara segmen pasar mobil yang paling besar atau mobil yang paling banyak dibeli konsumen Indonesia itu adalah mobil segmen (kelas) <em>entry level</em> (segmen pemula seperti Low Cost Green Car atau LCGC) dan segmen <em>low segmen</em>. Ini kontribusinya bisa mencapai 70 persen,” kata Jongkie yng dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (6/12/2024).</p>
<p>Padahal, konsumen di kedua segmen itu sangat rentan terhadap harga. Sehingga jika terjadi gejolak harga, maka mereka akan berpikir ulang untuk membeli mobil, terlebih di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih belum beranjak naik.</p>
<p>Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adinegara yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (6/12/2024) membenarkan pernyataan Jongkie. Bahkan, kata dia, di tahun 2025, khususnya di semester pertama tekanan terhadap daya beli masyarakat masih tinggi.</p>
<p>“Artinya, daya beli masyarakat masih melemah karena ekonomi nasional juga masih tertekan faktor global. Sementara, tingkat pendapatan masih belum meningkat,” tandas dia. (Jrr/Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
