<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil di Indonesia 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-di-indonesia-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Aug 2025 07:30:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil di Indonesia 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Duh, Penjualan Mobil di Indonesia selama Januari – Juli 2025 Sudah Kalah dari Malaysia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/duh-penjualan-mobil-di-indonesia-selama-januari-juli-2025-sudah-kalah-dari-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 05:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Indonesia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Malaysia 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25317</guid>

					<description><![CDATA[Kuala Lumpur, Mobilitas – Di negeri tetangga alias...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kuala Lumpur, Mobilitas</strong> – Di negeri tetangga alias negeri jiran Indonesia itu, penjualan mobil selama Januari – Juli 2025 tercatat meningkat dibanding periode sama di tahun 2024. Kinerja penjualan ini berkebalikan dengan kinerja penjualan mobil di Indonesia selama periode sama.</p>
<p>Data yang dirilis Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (19/8/2025) menunjukkan negara berpenduduk 34,2 juta jiwa itu berhasil membukukan penjualan mobil yang tercatat di otoritas negara sebanyak 472.492 unit. Jumlah penjualan tersebut naik atau bertambah banyak 10.400 unit lebih dibanding periode sama di tahun lalu yang sebanyak 462.088 unit.</p>
<p>Sementara di Indonesia pada kurun waktu yang sama total penjualan mobil (kendaraan bermotor roda empat, baik penumpang maupun barang) ternyata di bawah total penjualan Malaysia. Sedihnya lagi, tren penjualan di Indonesia juga berkebalikan dengan kinerja penjualan di negara federasi kesultanan tersebut.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (19/8/2025) menunjukkan di periode Januari – Juli 2025, total <em>wholesales</em> mobil di Tanah Air sebanyak 435.390 unit. Jumlah tersebut anjlok hingga 10,1 persen dibanding <em>wholesales</em> selama periode sama di tahun 2024 yang masih sebanyak 484.236 unit.</p>
<p>Sementara, jumlah penjualan ritel mobil yang dibukukan oleh seluruh pabrikan mobil di periode Januari – Juli 2025 sebanyak 453.278 unit. Jumlah tersebut anjlok 12,2 dibanding penjualan ritel selama periode sama di tahun 2024 yang mencapai 508.050 unit.</p>
<p>Fakta tersebut memperlihatkan bahwa penjualn mobil di Indonesia – yang berpenduduk 280 juta jiwa lebih itu – selama Januari – Juli 2025 ternyata sudah kalah dengan penjualan di Malaysia. Sejumlah kalangan menyebut, faktor daya beli masyarakat dan sikap hati-hati menyikapi kondisi ekonomi menjadi penyebab turunnya penjualan tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudistira saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (8/8/2025) faktor daya beli dan keraguan masyarakat terhadap perekonomian menjadi penyebabnya.</p>
<p>“Masih banyak orang yang menahan belanja. Apalagi barang non kebutuhan primer seperti pangan, apalagi kendaraan bermotor seperti mobil. Sebagian besar masyarakat masih banyak yang berpikir ulang soal pajaknya, perawatannya dan lainnya, mereka ragu dengan kondisi ekonomi,” ungkap Bhima.</p>
<p>Terlebih, kini masyarakat banyak yang merasa biaya hidup lebih mahal, tetapi tingkat pendapatan tidak naik, atau naik tetapi besarannya tak sebanding dengan kenaikan biaya hidup. (Jrr/Aa).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Juli 2025 Penjualan Mobil di Indonesia Jeblok Lagi, untuk Kedua Kali</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-juli-2025-penjualan-mobil-di-indonesia-jeblok-lagi-untuk-kedua-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 02:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[GIIAS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Indonesia 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25222</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta data berbicara, penjualan mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta data berbicara, penjualan mobil di Indonesia – baik dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – pada periode Januari – Juli atau tujuh bulan pertama di tahun 2024 dan tahun 2025 terus anjlok.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (9/8/2025) menunjukkan di periode Januari – Juli 2025, total <em>wholesales</em> mobil di Tanah Air sebanyak 435.390 unit. Jumlah tersebut anjlok hingga 10,1 persen dibanding <em>wholesales</em> selama periode sama di tahun 2024 yang masih sebanyak 484.236 unit.</p>
<p>Padahal, total<em> wholesales</em> di tujuh bulan pertama 2024 tersebut telah anjlok 17,5 persen dibanding <em>wholesales</em> selama Januari – Juli 2023. Saat itu total <em>wholesales</em> masih mencapai 586.931 unit.</p>
<p>Sementara, jumlah penjualan ritel mobil yang dibukukan oleh seluruh pabrikan mobil di periode Januari – Juli 2025 sebanyak 453.278 unit. Jumlah tersebut anjlok 12,2 dibanding penjualan ritel selama periode sama di tahun 2024 yang mencapai 508.050 unit.</p>
<figure id="attachment_25224" aria-describedby="caption-attachment-25224" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/wuling-Airev-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1754707978226.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-25224" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/wuling-Airev-di-GIIAS-2025-dok.Mobilitas-e1754707978226.jpg" alt="" width="700" height="515" /></a><figcaption id="caption-attachment-25224" class="wp-caption-text">Wuling Airev di GIIAS 2025- dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Meski sejatinya, total penjualan ritel di periode tujuh bulan pertama 2024 tersebut juga sudah anjlok dibanding penjualan ritel selama Januari – Juli 2023. Kala itu, total penjualan ke konsumen itu masih sebanyak 578.891 unit.</p>
<p>Artinya, baik <em>wholesales</em> maupun penjualan ritel di periode tujuh bulanan pertama dalam dua tahun terakhir (tahun 2024 dan 2025) masih jeblok. Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudistira saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (8/8/2025) faktor daya beli dan keraguan masyarakat terhadap perekonomian menjadi penyebabnya.</p>
<p>“Masih banyak orang yang menahan belanja. Apalagi barang non kebutuhan primer seperti pangan, apalagi kendaraan bermotor seperti mobil. Sebagian besar masyarakat masih banyak yang berpikir ulang soal pajaknya, perawatannya dan lainnya, mereka ragu dengan kondisi ekonomi,” ungkap Bhima.</p>
<p>Terlebih, kini masyarakat banyak yang merasa biaya hidup lebih mahal, tetapi tingkat pendapatan tidak naik, atau naik tetapi besarannya tak sebanding dengan kenaikan biaya hidup. (Jrr/Aa).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
