<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Aug 2025 01:15:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waduh, Selama Semester I 2025 Penjualan Mobil di Indonesia Sudah Kalah dengan Malaysia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/waduh-selama-semester-i-2025-penjualan-mobil-di-indonesia-sudah-kalah-dengan-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 01:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Malaysia 20252025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI vs Malaysia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25174</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang periode Januari – Juni...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang periode Januari – Juni 2025 ternyata penjualan mobil dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) di Malaysia telah jauh lebih banyak alias mengungguli Indonesia dan Thaialand. Kini negara jiran (tetangga) Indonesia itu menjadi bintang baru di kawasan Asia Tenggara (Asean).</p>
<p>Data yang dirilis Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (5//2025) menunjukkan negara berpenduduk 34,2 juta jiwa itu berhasil membukukan penjualan mobil dari pabrik ke dealer sebanyak 393.780 unit. Jumlah ini sedikit lebih banyak dibanding total wholesales mobil di Indonesia pada periode yang sama.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (5/8/2025) menunjukkan secara kumulatif Januari – Juni 20254, total <em>wholesales</em> yang dibukukan oleh seluruh pabrikan mobil yang ada di Indonesia hanya sebanyak 374.740 unit. Total penjualan ini merosot 8,6 persen dibanding total wholesales pada kurun waktu Januari – Juni 2024, yang sebanyak 410.020 unit.</p>
<figure id="attachment_15147" aria-describedby="caption-attachment-15147" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/SUV-Proton-X50-yang-menjadi-mobil-terlaris-ketiga-di-Malaysia-dok.Proton-e1699275525432.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15147" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/SUV-Proton-X50-yang-menjadi-mobil-terlaris-ketiga-di-Malaysia-dok.Proton-e1699275525432.jpg" alt="" width="700" height="505" /></a><figcaption id="caption-attachment-15147" class="wp-caption-text">Ilustrasi, SUV Proton X50 &#8211; dok.Proton</figcaption></figure>
<p>Sementara, total jumlah mobil yang terjual dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) pada kurun waktu yang sama sebanyak 390.467 unit. Jumlah ini melorot 9,7 persen dibanding periode Januari – Juni 2024 yang masih mencapai 432.453 unit.</p>
<p>Fakta data juga berbicara, total wholesales di Malaysia selama enam bulan pertama 2025 tersebut ternyata juga jauh lebih banyak ketimbang total<em> wholesales</em> di Thailand di saat yang sama. Data Federasi Industri Thailang yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Selasa (5/8/2025) memperlihatk an di periode itu jumlh mobil yang terjual (ke dealer) di Negeri Gajah Putih itu mencapai 319.627 unit.</p>
<p>Sekadar informasi, merek mobil yang paling banyak membukukan penjualan adalah Perodua 166.188 unit. Dia disusul Proton yang berhasil melego 69.771 unit mobil dan Toyota yang menjual 57.559 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terjerat Kredit Macet, Penjualan Mobil di Thailand Januari – September Merosot 25 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/terjerat-kredit-macet-penjualan-mobil-di-thailand-januari-september-merosot-25-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Oct 2024 05:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu Motors Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[kredit macet di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pikap Double Cabin terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[POsisi Thailand tergeser Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motors Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20988</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Bahkan di bulan September saja,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Bahkan di bulan September saja, penjualan mobil di Negeri Gajah Putih itu untuk pertama kalinya dalam 51 bulan terakhir hanya sebanyak 39.000 unit.</p>
<p>“Penjualan pada bulan September itu, merupakan yang pertama kali terjadi dalam 51 bulan kurang dari 40.000 unit,” bunyi keterangan Federasi Industri Thailand (FTI) Klub Otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (23/10/2024).</p>
<p>Sementara, secara kumulatif Januari – September 2024, mobil yang terlego di negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu hanya 438.000 unit. Jumlah ini anjlok hingga 25 persen dibanding jumlah penjualan mobil yang dibukukan selama periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Ihwal penyebab anjloknya penjualan, Jurubicara FTI Klub Otomotif Surapong Paisitpattanapong menyebut karena daya beli masyarakat yang menurun. Bahkan, lanjut dia, selama sembilan bulan pertama banyak konsumen yang membeli secara kredit terjerat kredit macet alias gagal bayar angsuran.</p>
<figure id="attachment_15415" aria-describedby="caption-attachment-15415" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15415" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg" alt="" width="700" height="499" /></a><figcaption id="caption-attachment-15415" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via Global Times</figcaption></figure>
<p>Selama semester pertama tahun ini, nilai kredit macet (<em>Non Performing Loan</em>/NPL) di sektor otomotif Thailand melonjak hingga 29,7 persen dibanding periode sama di tahun lalu. Total nilai kredit macet itu mencapai 254,48 miliar Baht.</p>
<p>“Akibatnya, banyak lembaga keuangan pembiayaan kredit memperketat penayluran pembiayaan,” ujar Surapong.</p>
<p>Dia mengatakan, penurunan penjualan mobil yang anjlok signfikan ini bisa berdampak ke produksi. Selama Januari – September saja, total produksi di Thailand merosot hingga 20 persen dibanding tahun 2023. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Potensi Kredit Macet Tinggi, Penjualan Mobil di Thailand Januari – Juli Ambyar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/potensi-kredit-macet-tinggi-penjualan-mobil-di-thailand-januari-juli-ambyar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Aug 2024 07:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[priduksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19837</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Fakta data memperlihatkan sepanjang Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Fakta data memperlihatkan sepanjang Januari hingga Juli 2024 itu penjualan mobil di Negeri Gajah Putih itu ambrol 23,7 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Keterangan resmi Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (31/8/2024) menyebut ambrolnya penjualan juga berdampak ke total produksi mobil. Data FTI memperlihatkan, jumlah mobil yang terjual selama tujuh bulan pertama 2024 itu, 354.421 unit, ambrol 23,7 persen dibanding Januari – Juli 2023.</p>
<p>Sementara, total mobil yang diproduksi sebanyak 886.069 unit (yang selain dijual di dalam negeri, juga diekspor ke berbagai negara). Jumlah produksi ini ambles 17,28 persen.</p>
<figure id="attachment_9455" aria-describedby="caption-attachment-9455" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9455" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-587x420.jpg 587w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-9455" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via DSF.my</figcaption></figure>
<p>“Penurunan penjualan di pasar domestik (Thailand) menjadi kontributor yang cukup signifikan dalam jumlah produksi. Penurunan penjualan yang terbesar terjadi di segmen mobil pickup. Hal ini dikarenakan persyaratan permohonan kredit ke bank yang semakin ketat,” papar Juru Bicara FTI Kompartemen Otomotif, Surapong Paisittanapong.</p>
<p>Surapong menjelaskan, bank dan lembagaya pembiayaan memperketat permohonan pembiayaan kredit karena tingginya utang rumah tangga di Thailand. Banyak masyarakat yang berhutang ke bank untuk kebutuhan konsumstif, sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan atau bahkan menurun.</p>
<p>Fenomena itu terjadi karena melemahnya perekonomian nasional. Tingkat inflasi yang tinggi menjadikan biaya hidup sehari-hari juga meningkat. “Ini dinilai menjadikan potensi kredit macet tinggi, jika permohonan disetujui,” tandas Surapong. (Tan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suzuki Setop Produksi di Thailand, Pemerintah Yakin Pabrikan Lain Tak akan Ikut-ikutan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/suzuki-setop-produksi-di-thailand-pemerintah-yakin-pabrikan-lain-tak-akan-ikut-ikutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jun 2024 02:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[FTI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Suzuki di thailand]]></category>
		<category><![CDATA[poduksi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[prodyuksi mobil Suzuki di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Motor Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Stop Produksi di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18583</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Pernyataan tersebut diungkap Perdana Menteri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Pernyataan tersebut diungkap Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, usai bertemu dengan pabrikan besar asal Jepang Toyota, Honda, Isuzu, Mazda, dan Mitsubishi, pada Sabtu (8/6/2024).</p>
<p>Laporan The Bangkok Post dan Bangkok Express yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (9/6/2024) menyebut Perdana Menteri Srettha menyebut pemerintah Thailand masih mementingkan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) Jepang.</p>
<p>“Pertemuan dengan pabrikan besar (Toyota, Honda, Isuzu, Mazda, dan Mitsubishi) untuk membahas langkah-langkah yang mereka perlukan dari pemerintah,” ungkap Srettha.</p>
<p>Meski begitu Streetha menegaskan pemerintah menghormati keputusan Suzuki. Kebijakan itu, lanjut dia, mungkin didasari realita kinerja penjualan pabrikan berlambang huruf ‘S’ itu yang lemah.</p>
<p>“Kami menghormati keputusan Suzuki karena pangsa pasarnya relatif kecil dan produksi mobilnya mungkin tidak sesuai dengan permintaan di Thailand,” tandas dia.</p>
<figure id="attachment_18585" aria-describedby="caption-attachment-18585" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-18585" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/06/Ilustrasi-logo-Suzuki-dok.-Istimewa-via-Patayya-Mail-e1717906805288.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-18585" class="wp-caption-text">Ilustrasi, logo Suzuki &#8211; dok. Istimewa via Patayya Mail</figcaption></figure>
<p>Namun, Kepala Kantor Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Thailand, Suwanna Khantivisit, menyatakan keprihatinannya mengenai memburuknya situasi ketenagakerjaan di provinsi Rayong (Tahiland Timur yang menjadi pusat lokasi pabrikan mobil). Dia menyebut sebagian besar pekerja di wilayah itu rentan berisiko terkena PHK di masa depan.</p>
<p>Suwanna mengatakan sektor industri otomotif yang mempekerjakan 39.321 karyawan di 137 perusahaan terus mengalami tekanan. “Pertumbuhan pasar kendaraan listrik (EV) telah menyebabkan penurunan dan stagnasi industri kendaraan bermesin pembakaran,” kata Suwanna.</p>
<p>Pernyataan senada diungkap Wakil Ketua Federasi Industri Thailand (FTI), Isares Rattanadilok. Dia menyebut sepanjang enam bulan pertama 2024 ini sedikitnya 360 pabrik (yang terkait dengan produksi mobil konvensional) tutup, dengan kerugian investasi sekitar 9,4 miliar baht.</p>
<p>“Rendahnya pertumbuhan ekonomi telah memaksa industri untuk memitigasi risiko. Kebijakan pemerintah yang mengerek upah minimum dan promosi impor kendaraan listrik telah merugikan daya saing sektor ini,” tandas Isares.</p>
<figure id="attachment_18571" aria-describedby="caption-attachment-18571" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-18571" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/06/Suzuki-Swift-yang-diproduksi-di-Thailand-dok.Pinterest-e1717772422890.jpg" alt="" width="700" height="480" /><figcaption id="caption-attachment-18571" class="wp-caption-text">Suzuki Swift yang diproduksi di Thailand &#8211; dok.Pinterest</figcaption></figure>
<p>Terlebih, pemerintah telah gagal memberikan dukungan secara konsisten kepada industri dalam negeri. “Sehingga menyebabkan tekanan finansial akibat kenaikan suku bunga, tingginya biaya bahan bakar dan listrik,” ujar Isares.</p>
<p>Sekadar informasi, data FTI yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (9/6/2024) menunjukkan selama Januari – April 2024 mobil yang terjual di Negeri Gajah Putih ini sebanyak 210.494 unit. Jumlah itu anjlok 23,9 persen dibanding tahun lalu.</p>
<p>Sementara, jumlah mobil yang diproduksi pada periode itu sebanyak 518.790 unit. Total angka produksi ini ambles 17,05 persen dibanding Januari – April 2023. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Melemah, Produksi dan Penjualan Mobil di Thailand 2024 Ambles</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekonomi-melemah-produksi-dan-penjualan-mobil-di-thailand-2024-ambles/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2024 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah pabrik mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[peringkat produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand rajai ekspor mobil ASEAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18465</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Sebelumnya, di awal tahun 2024,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Sebelumnya, di awal tahun 2024, Federasi Industri Thailand (FTI) mematok target produksi 1,9 juta unit mobil hingga akhir tahun.</p>
<p>Keterangan resmi FTI yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menyebut total produksi itu meningkat 3,15 persen dibanding tahun 2023. Rinciannya, 1,15 juta mobil yang diproduksi diyujukan untuk pasar ekspor, dan 750.000 unit untuk pasar dalam negeri.</p>
<p>Namun, Wakil Ketua FTI bidang Otomotif Surapong Paisitpatanapong mengaku target tersebut sulit tercapai melihat fakta kondisi ekonomi nasional Negeri Gajah Putih itu yang kini melemah. “Terlebih, di saat bersamaan bank juga melakukan pengetatan penyaluran kredit dengan dalih untuk mengantisipasi potensi kredit macet,” kata Surapong.</p>
<p>Melemahnya denyut produksi dan penjualan mobil telah terasa di empat bulan pertama atau Januari – April 2024. FTI mencatat selama catur wulan pertama itu produksi mobil hanya 518.790 unit, merosot 17 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Kemudian penjualan di dalam negeri ambles 23,9 persen menjadi 210.494 unit, dan ekspor merosot 3,6 persen menjadi 340.685 unit.</p>
<figure id="attachment_15415" aria-describedby="caption-attachment-15415" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15415" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-15415" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via Global Times</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (NESDC) Thailand dalam pengumumannya yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menyatakan pertumbuhan ekonomi Thailand di kuartal Pertama (Januari – Maret) 2024 melorot dibanding kuartal IV (Oktober – Desember) 2023.</p>
<p>Jika di kuartal akhir 2023 itu pertumbuhan ekonomi masih 1,7 persen di kuartal perdana 2024 hanya 1,5 persen.</p>
<p>“Melemahnya pertumbuhan ekonomi dikarenakan turunnya investasi publik, menurunnya ekspor barang ke berbagai negara, serta berkurangnya belanja pemerintah,” bunyi keterangan NESDC.</p>
<p>Sementara, pernyataan Bank Dunia yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menyebut pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Thailand pada tahun 2024 ini hanya 2,8 persen. Sedangkan di tahun 2025 tumbuh 3,0 persen.</p>
<p>Besaran angka pertumbuhan itu menyusut, sebab sebelumnya Bank Dunia memproyesikan pertumbuhan negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu mencapai 3,2 persen di tahun 2024. Adapun di tahun 2025 diproyeksi mencapai 3,1 persen. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Posisi Thailand sebagai Pasar Mobil Terbesar Kedua di ASEAN Tergusur Malaysia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/posisi-thailand-sebagai-pasar-mobil-terbesar-kedua-di-asean-tergusur-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 May 2024 01:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Malaysia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18334</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Thailand yang selama beberapa tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Thailand yang selama beberapa tahun terakhir berada di urutan kedua setelah Indonesia dalam penjualan mobil, pada kuartal pertama 2024 telah merosot di urutan ketiga.</p>
<p>Laporan Nikkei yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (22/5/2024) menunjukkan selama Januari – Maret atau kuartal pertama 2024 itu, Indonesia masih berada di urutan pertama. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selama tiga bulan pertama 2024 itu, sebanyak 215.069 mobil terjual di Indonesia.</p>
<p>Meski penjualan tersebut merosot 23,9 persen dibanding penjualan selama kuartal pertama tahun 2023. Namun, tren penurunan juga dialami Thailand, sehingga Indonesia masih tetap berada di urutan pertama sebagai pasar mobil terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).</p>
<p>Sementara, Thailand di periode itu tergusur oleh Malaysia. Negeri jiran alias tetangga terdekat Indonesia ini kini menduduki posisi kedua sebagai pasar mobil terbesar di ASEAN.</p>
<figure id="attachment_15415" aria-describedby="caption-attachment-15415" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15415" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-15415" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via Global Times</figcaption></figure>
<p>Sebab, menurut Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA) pada Januari – Maret 2024, jumlah mobil yang terlego di negara itu mencapai 202.245 unit, jumlah ini meningkat 5 persen dibanding total penjualan selama Januari – Maret 2023.</p>
<p>Sedangkan penjualan mobil di Thailand pada periode yang sama, menurut data Federasi Industri Thailand (FTI) , hanya sebanyak 163.756 unit. Jumlah tersebut ambles 24,6 persen.</p>
<p>“Penjualan mobil bulanan di Thailand telah menurun sejak bulan Juni 2023 lalu karena meningkatnya kredit mobil bermasalah dan konsumsi umum yang stagnan. Pangsa kendaraan elektronik meningkat berkat masuknya pabrikan Cina,” tulis Nikkei. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Mobil di Thailand Merosot, Gegara Penjualan Pickup Double Cabin Lemot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-mobil-di-thailand-merosot-gegara-penjualan-pickup-double-cabin-lemot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 04:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga Isuzu D-Max]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu D-Max di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu D-Max terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Pickup di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Hilux di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17902</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Amblesnya total produksi mobil di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Amblesnya total produksi mobil di Negeri Gajah Putih itu tidak hanya terjadi di bulan Maret saja tetapi juga kumulatif dari Januari – Maret tahun ini.</p>
<p>Keterangan resmi Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (27/4/2024) menyebut selama bulan Maret produksi mobil di negara itu hanya 138.331 unit. Jumlah ini merosot hingga 28,01 persen dibanding total jumlah produksi mobil selama bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>Sementara, secara kumulatif dari Januari – Maret, jumlah mobil yang diproduksi oleh seluruh pabrikan di Thailand hanya sebanyak 414.123 unit. Jumlah tersebut merosot 18,45 persen dibanding total produksi selama kurun waktu yang sama di tahun 2023.</p>
<p>“Menurunnya jumlah produksi dikarenakan menyusutnya jumlah produksi mobil jenis pick up yang dipicu oleh menyusutnya permintaan mobil jenis itu. Permintaan berkurang signfikan menyusul adanya pengetatan penyaluran kredit untuk otomotif. Padahal, pickup merupakan mobil yang paling banyak dibeli masyarakat,” bunyi pernyataan FTI.</p>
<figure id="attachment_15415" aria-describedby="caption-attachment-15415" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15415" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-15415" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via Global Times</figcaption></figure>
<p>Sedangkan data FTI yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (27/4/2024) menunjukkan pada tahun 2023 lalu – dalam setahun penuh – pickup merajai penjualan mobil di negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu. Pickup Isuzu D-Max menjadi mobil terlaris dengan total penjualan 127.293 unit.</p>
<p>Dia disusul Toyota Hilux yang laku sebanyak 114.587 unit. Sedangkan pickup Ford Ranger berada di urutan kelima di dalam daftar mobil terlari, mengemas angka penjualan sebanyak 28.848 unit. (Ful/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapor Terkini, Ini 10 Pabrikan Penguasa Pasar Mobil Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/rapor-terkini-ini-10-pabrikan-penguasa-pasar-mobil-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 06:48:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15500</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Thailand merupakan pasar mobil terbesar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Thailand merupakan pasar mobil terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia, namun soal produksi negeri itu berada di peringkat pertama.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) Klub otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (1/12/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Oktober 2023, Negeri Gajah Putih itu memproduksi 1.544.705 unit. Pada saat yang sama, penjualan mobil dalam negeri sebanyak 645.833 unit, merosot 7,5 persen dibanding periode sama di 2022.</p>
<p>“Sementara, selama sepuluh bulan pertama 2023 itu, mobil yang diekspor mencapai 927.625 unit. Jumlah mobil ini meningkat 15,86 persen dibanding total jumlah mobil yang diekspor selama kurun waktu yang sama di tahun lalu. Nilai ekspor itu mencapai 591,92 miliar baht meningkat 19,03 persen dibanding nilai ekspor mobil yang dibukukan pada sepuluh bulan pertama 2022,” bunyi keterangan FTI.</p>
<p>Fakta juga berbicara, selama Januari – Oktober 2023 itu, 10 pabrikan atau merek yang menjual mobil terbanyak. Mereka adalah Toyota yang menjual 220,144 unit, Isuzu 77.188 unit, Ford 31.329 unit, dan Mitsubishi 28.280 unit.</p>
<figure id="attachment_9593" aria-describedby="caption-attachment-9593" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9593" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847.jpg" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847-696x502.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847-582x420.jpg 582w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Isuzu-D-Max-terbaru-di-Thailand-dok.Istimewa-e1668403782847-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9593" class="wp-caption-text">Isuzu D-Max, salah satu mobil terlaris di Thailand- dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kemudian Morris Garage (MG) meraup angka penjualan 22.293 unit, Build Your Dream (BYD) 21.865 unit, Mazda 14.709 unit, Nissan 13.886 unit, dan Neta Auto menyerok angka penjualan 10.565 unit. Fakta ini menunjukkan, pabrikan asal Cina BYD menjadi pabrikan penjual mobil listrik terbanyak di Thailand.</p>
<p>Sekadar informasi, data ASEAN Automotive Federation (AFF) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (1/12/2023) memperlihatkan sewpanjang tahun 2022 lalu total produksi mobil di kawasan Asia Tenggara mencapai 4,38 juta unit. Jumlah ini meningkat 24 persen dibanding tahun 2021 yang masih sebanyak 3,58 juta unit.</p>
<p>Pada tahun 2022 itu, Thailand tercatat sebagai negara dengan jumlah produksi mobil terbanyak yakni 1,88 juta unit atau 41,09 persen dari total produksi di ASEAN. Sedangkan Indonesia di urutan kedua yang memproduksi 1,47 juta unit, disusul Malaysia yang sebanyak 702.275 unit, Vietnam 232.410 unit, dan Filipina 92.223 unit. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Jadi Raja Ekspor Mobil Asia Tenggara, Thailand Jauh Ungguli Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/masih-jadi-raja-ekspor-mobil-asia-tenggara-thailand-jauh-ungguli-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 12:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand raja ekspor mobil di ASEAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15414</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama sepuluh bulan pertama tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama sepuluh bulan pertama tahun ini meningkat, kendati penjualan di dalam negeri melorot.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) Klub Otomotif yang disitat <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (25/11/2023) menunjukkan, selama Januari – Oktober tahun ini penjualan mobil di Thailand tercatat sebanyak 645.883 unit. Jumlah ini melorot 7,5 persen dibanding penjualan selama periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Namun, soal ekspor, ternyata dengan jumlah penduduk 71,84 juta jiwa ini ternyata menjadi rajanya di Asia Tenggara. Bahkan, melampaui jumlah ekspor yang dibukukan Indonesia, yang merupakan negara dengan penjualan mobil terbanyak di kawasan.</p>
<p>Data FTI memperlihatkan selama sepuluh bulan pertama tahun ini, ekspor mobil Thailand – yang terdiri dari mobil pembakaran internal, hybrid, dan listrik baterai – sebanyak 927.625 unit. Jumlah ini meningkat 15,8 persen dibanding jumlah mobil yang diekspor Negeri Gajah Putih itu pada periode sama di 2022.</p>
<p>FTI dalam keterangan resminya menargetkan ekspor mobil di tahun ini mencapai 1,1 juta unit. Namun, jumlah ekspor yang ditargetkan itu belum mampu melampui total ekspor yang dibukukan pada tahun 2015, yang mencapai 1,2 juta unit.</p>
<figure id="attachment_9456" aria-describedby="caption-attachment-9456" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9456" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-ekspor-mobil-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1667622347523.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-ekspor-mobil-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1667622347523.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-ekspor-mobil-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1667622347523-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-ekspor-mobil-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1667622347523-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-ekspor-mobil-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1667622347523-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-ekspor-mobil-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1667622347523-586x420.jpg 586w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9456" class="wp-caption-text">Ilustrasi, ekspor mobil Thailand &#8211; dok.Bangkok Post</figcaption></figure>
<p>Federasi itu menyebut selama sepuluh bulan pertama tahun ini, jumlah mobil yang diproduksi di Thailand mencapai 1,54 juta unit. Jumlah ini meningkat 0,6 persen dibanding total produksi selama periode sama di 2022.</p>
<p>Total ekspor mobil utuh (CBU) yang dibukukan Thailand tersebut jauh lebih banyak dibanding jumlah mobil yang diekspor Indonesia selama periode sama.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (25/11/2023) menunjukkan, pada Januari – Oktober tahun ini Indonesia mencatatkan ekspor mobil CBU sebanyak 426.381 unit.</p>
<p>Jumlah ekspor tersebut meningkat 10,9 persen dibanding jumlah ekspor mobil CBU yang dicatatkan sejumlah pabrikan di Tanah Air pada periode yang sama. Sekadar informasi, di kurun waktu Januari – Oktober 2022, jumlah mobil yang diekspor Indonesia masih sebanyak 384.592 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unggul Penjualan, RI Masih Takluk ke Thailand Soal Produksi Mobil</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/unggul-penjualan-ri-masih-takluk-ke-thailand-soal-produksi-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 06:09:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah produsen mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah produsen mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10260</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Asia Tenggara menjadi pasar sekaligus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Asia Tenggara menjadi pasar sekaligus tempat berproduksi yang strategis bagi produsen mobil.</p>
<p>Wilayah Asia Tenggara – yang terdiri dari 10 negara – memiliki jumlah penduduk 600 juta jiwa lebih. Pertumbuhan ekonomi wilayah ini – menurut Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan PBB atau OECD – sebagai kawasan dengan ekonomi paling dinamis juga menjadi titik strategis distribusi barang untuk pasar ekspor ke berbagai negara maupun benua.</p>
<p>Sehingga, tak heran jika banyak produsen, termasuk produsen mobil yang memproduksi kendaraan baik untuk dijajakan di pasar lokal maupun ekspor. Soal produksi mobil, ternyata (Januari – November 2022), Indonesia masih tertinggal Thailand.</p>
<p>Data ASEAN Automotive Federation (AFF) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Kamis (5/1/2023) menunjukkan, sepanjang sebelas bulan pertama 2022 itu, Thailand telah memproduksi 1.790.082 mobil. Pada saat yang sama, mobil yang diproduksi Indonesia 1.330.238 unit.</p>
<p>Namun, dalam penjualan selama periode sama, Indonesia lebih unggul. Selama Januari – November 2022 tersebut, mobil yang terlego di Indonesia mencapai 942.499 unit, sementara di Thailand sebanyak 818.881 unit.</p>
<figure id="attachment_9455" aria-describedby="caption-attachment-9455" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9455" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9455" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via DSF.my</figcaption></figure>
<p>Tidak cuma tahun ini saja Indonesia mengungguli Thailand dalam penjualan. Pada 2021 lalu, Indonesia membukukan penjualan 887.202 unit, naik 66,8% dibanding 2020.</p>
<p>Pada saat yang sama, penjualan di pasar Thailand 754.254 unit. Jumlah ini merosot 4,8% dibanding jumlah penjualan selama 2020.</p>
<p>Tetapi, soal ekspor sebaliknya. Data Federasi Industri Thailand (FTI) menyebut sepanjang 2021, sebanyak 956.530 mobil diekspor Thailand. Jumlah ini melonjak dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 704.626 unit.</p>
<p>Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Kamis (5/1/2023) menunjukkan selama 2021 hanya 294.639 mobil yang diekspor Indonesia. Meski, jumlah itu telah meningkat dibanding 2020 yang sebanyak 232.175 unit. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
