<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil listrik Asean &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-listrik-asean/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Mar 2023 05:19:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil listrik Asean &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hozon Auto Makin Ngejoss Jualan Mobil Listrik di ASEAN</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hozon-auto-makin-ngejoss-jualan-mobil-listrik-di-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Mar 2023 05:14:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[Hozon Auto]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikan mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Neta V]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11532</guid>

					<description><![CDATA[Guangzhou, Mobilitas – Hozon Auto menjajakan mobil listrik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Guangzhou, Mobilitas</strong> – Hozon Auto menjajakan mobil listrik Neta V di Tahialnd sejak 2022 lalu.</p>
<p>Kini, kabar terbaru menyebut pabrikan asal Guangzhou, Guangdong, Republik Rakyat Cina (Cina) itu semakin ngetop sebagai pabrikan rintisan (startup) yang paling moncer dalam mengekspor produknya.</p>
<p>Data Asosiasi Produsen Mobil Cina (CAAM) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (25/3/2023) menunjukkan, sepanjang Januari – Februari tahun ini, Hozon Auto mengekspor 170.000 unit mobil buatannya.</p>
<p>Mobil – yang terdiri dari tiga model itu – dikirim ke wilayah Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Srilanka), Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, dan lainnya), serta Timur Tengah. Total ekspor itu meroket 62,8% dibanding jumlah ekspor sepanjang periode sama di 2022.</p>
<figure id="attachment_8420" aria-describedby="caption-attachment-8420" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8420" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423.jpg" alt="" width="700" height="513" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-300x220.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-696x510.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-573x420.jpg 573w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/SUV-listrik-Neta-EV-di-Thailand-dok.Istimewa-e1662625563423-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8420" class="wp-caption-text">SUV listrik Neta EV di Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Salah satu mobil Hozon yang kini populer di pasar ekspor adalah mobil listrik Neta V. Sepanjang Februari, 3.600 Neta V dikirim ke Asia Tenggara termasuk Thailand.</p>
<p>“Mobil listrik berdaya jangkau 384 kilometer sekali isi daya baterai ini mulai dijual di Thailand Agustus 2022. Sampai saat ini sudah ada 2.000 unit lebih yang beredar di negara itu,” bunyi keterangan CAAM.</p>
<p>Kini, kabar paling gres menyebut Neta V akan merangsek Malaysia. Laman Paultan, Jumat (24/3/2023) melaporkan, Hozon sudah woro-woro di situs resmi Neta Auto Malaysia.</p>
<p>Hanya, dari tiga model (Neta S, Neta U-II, dan Neta V), hanya satu model yang muncul di situs tersebut, yakni Neta V. Meski begitu, belum disebutkan kapan peluncurannya di negeri jiran itu. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Foxconn Bertekad Rebut Pasar Mobil Listrik Asean, Pabrikan Jepang Terancam</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/foxconn-bertekad-rebut-pasar-mobil-listrik-asean-pabrikan-jepang-terancam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2021 12:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Foxconn]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[Produsen mobil Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2812</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Pabrikan elektronik ternesar di dunia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Pabrikan elektronik ternesar di dunia asala Taiwan &#8211; Foxconn Technology Group atau Foxconn – dan mitranya di Thailand yakni perusahaan minyak dan gas PTT berencana mulai memproduksi mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan suku cadangnya pada tahun 2023 nanti. Targetnya, tak main-main yakni menguasai pasar mobil listrik regional Asia Tenggara (Asean).</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>Nikkei</em>, Rabu (15/9/2021), PTT yang merupakan grup perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Thailand itu, telah meneken kesepakatan dengan Foxconn pada sehari sebelumnya, atau Selasa (14/9/2021).</p>
<p>“Merek bersepakat membuat kendaraan listrik, yang sekaligus menyokong strategi dan ambisi pemerintah Thailand untuk mengubah diri menjadi produsen sekaligus pengekspor mobil listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara,” tulis <em>Nikkei</em> dan <em>The Asia Business</em> mengutip sumber di PTT.</p>
<figure id="attachment_2815" aria-describedby="caption-attachment-2815" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2815" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-Foxconn-dok.Foxconn-e1631713774833.jpg" alt="" width="700" height="492" /><figcaption id="caption-attachment-2815" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Foxconn &#8211; dok.Foxconn</figcaption></figure>
<p>Pernyataan itu juga secara tegas dan lugas diucapkan President &amp; Chief Executive Officer PTT Auttapol Rerkpiboon, dalam keterangan resmi yang dirilis, Selasa (14/9/2021).</p>
<p>“Produksi (mobil listrik buatan Foxconn dan PTT itu) akan dimulai dalam dua (tahun 2023) hingga tiga tahun (tahun 2024) dengan kapasitas produksi 50.000 kendaraan per tahun, karena mitra (Foxconn) menargetkan produksi mencapai 150.000 unit per tahun,” ujar dia.</p>
<p>Investasi yang digelontorkan pun tak main-main yakni US$ 1 miliar – US$ 2 miliar, selama lima hingga enam tahun. Kongsi ini tengah dalam proses membangun pabrik di zona khusus Koridor Ekonomi Timur Thailand, plus Pusat Penelitian dan Pengembangan (R &amp; D).</p>
<p>Dalam kongsi ini, anak perusahaan PTT, Arun Plus, memegang 60% saham di perusahaan patungan itu. Sementara, 40% lainnya dipegang oleh perusahaan yang berafiliasi ke Foxconn atau Lin Yin.</p>
<figure id="attachment_387" aria-describedby="caption-attachment-387" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-387" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ilustrasi-mobil-listrik-yang-diproduksi-dan-dijual-di-Thailand-dok.Bangkok-Post-e1619408926976.jpg" alt="" width="700" height="489" /><figcaption id="caption-attachment-387" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik yang diproduksi dan dijual di Thailand &#8211; dok.Bangkok Post</figcaption></figure>
<p>Perusahaan anyar itu diharapkan menyelesaikan proses pendaftaran ke otoritas pemerintah Thailand pada kuartal keempat tahun 2021 nanti. “Modal terdaftar tidak akan melebihi 3,22 miliar baht (US$98 juta),” bunyi pernyataan perusahaan baru itu.</p>
<p>Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Energi Thailand, Spattanapong Punmeechaow, telah menykasikan penandatangan kerjasama itu. Dia mengatakan, kolaborasi dua pabrikan (Foxconn dan PTT) itu juga akan menciptakan platform terbuka untuk memproduksi kendaraan listrik bagi pabrikan-pabrikan lain yang ingin menggarap pasar mobil Asia Tenggara dengan pusat produksi di Thailand.</p>
<p>Artinya, pabrikan-pabrikan itu bisa menggunakan platform buatan Foxconn dan miranya itu, plus suku cadang yang dibuat dua pabrikan tersebut. Walhasil, proses produksi akan lebih murah sehingga produk yang dihasilkan pun berdaya saing tinggi.</p>
<figure id="attachment_389" aria-describedby="caption-attachment-389" style="width: 705px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-389" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Mobil-listrik-buatan-Great-Wall-Motor-yang-dijual-di-Thailand-dok.Caixin-Global.jpg" alt="" width="705" height="470" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Mobil-listrik-buatan-Great-Wall-Motor-yang-dijual-di-Thailand-dok.Caixin-Global.jpg 705w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Mobil-listrik-buatan-Great-Wall-Motor-yang-dijual-di-Thailand-dok.Caixin-Global-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Mobil-listrik-buatan-Great-Wall-Motor-yang-dijual-di-Thailand-dok.Caixin-Global-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Mobil-listrik-buatan-Great-Wall-Motor-yang-dijual-di-Thailand-dok.Caixin-Global-696x464.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 705px) 100vw, 705px" /><figcaption id="caption-attachment-389" class="wp-caption-text">Mobil listrik buatan Great Wall Motor yang dijual di Thailand &#8211; dok.Caixin Global</figcaption></figure>
<p><strong>Posisi pabrikan Jepang</strong><br />
Sejumlah analis mengatakan, terobosan Foxconn dan PTT itu bakal membuat pabrikan-pabrikan Jepang berpotensi tersingkir dalam pertarungan produk di pasar era mobil listrik. Pasalnya, tidaklah mudah bagi pabrikan asal Negeri Matahari Terbit untuk dengan serta merta beralih ke mobil listrik murni (baterai).</p>
<p>Produsen mobil asal Jepang seperti Toyota Motor, Nissan Motor, dan Honda Motor kini memang menguasai 90% pasar mobil Thailand dan bahkan Asia Tenggara. Namun, meski melihat potensi di pasar mobil listrik sangat menjanjikan, tetapi mereka kurang agresif dalam mengalihkan produksinya dari kendaraan bertenaga bensin.</p>
<p>Manufaktur mobil listrik adalah pasar yang relatif mudah untuk dimasuki, karena mobil listrik mengandung lebih sedikit komponen mekanis daripada kendaraan bertenaga dari bahan bakar fosil. Produsen mobil yang ada, termasuk dari Jepang, menghadapi kesulitan yang lebih besar dalam mengalihkan produksi ke mobil listrik.</p>
<figure id="attachment_2424" aria-describedby="caption-attachment-2424" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2424" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Logo-Toyota-dok.Autostyle-Motorsport-e1627646177287.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-2424" class="wp-caption-text">Logo Toyota &#8211; dok.Autostyle Motorsport</figcaption></figure>
<p>“Karena mereka harus meninjau dan merekonstruksi sebagian rantai pasokan mereka. tersebut dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan di beberapa produsen suku cadang mekanis, sekaligus menciptakan lebih banyak pekerjaan bagi produsen suku cadang listrik dan layanan TI,” tulis <em>Nikkei</em>.</p>
<p>Terlebih, pabrikan-pabrikan anyar ini seakan mendapat angin karena kebijakan pemerintah Thailand sendiri telah menyatakan akan meningkatkan populasi mobil tanpa emisi menjadi 30% dari total penjualan mobil Thailand pada tahun 2030 nanti. Bahkan, Komite Kendaraan Generasi Baru Nasional Thailand juga menargetkan 50% mobil buatan Thailand di tahun itu merupakan mobil listrik murni. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
