<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil listrik Cina &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-listrik-cina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 14:10:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil listrik Cina &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Delapan Bulan Pertama Tahun Ini: Cina Ekspor 818 Ribu Mobil Elektrifikasi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/delapan-bulan-pertama-tahun-ini-cina-ekspor-818-ribu-mobil-elektrifikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2024 09:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20029</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Mobil elektrifikasi alias New Energy...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Mobil elektrifikasi alias New Energy Vehicle (NEV) itu terdiri dari mobil listrik baterai (BEV), hybrid, dan plug-in hybrid (PHEV) serta mobil berbahan bakar hidrogen.</p>
<p>Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) – dihimpun data dari pabrikan &#8211; yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (11/9/2024) menunjukkan selama delapan bulan pertama atau Januari – Agustus 2024, jumlah NEV yang dikirim pabrikan di Cina ke berbagai negara mencapai 818.032 unit.</p>
<p>Jumlah mobil listrik yang diekspor ini meningkat 12,6 persen dibanding total ekspor selama periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Fakta data juga berbicara, pada periode tersebut total jumlah mobil yang diekspor Negeri Tirai Bambu itu mencapai 3.773.102 unit.</p>
<figure id="attachment_18128" aria-describedby="caption-attachment-18128" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Mobil-listrik-GWM-Ora-Lightning-generasi-terbaru-dok.Istimewa-e1715399233987.webp"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-18128" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Mobil-listrik-GWM-Ora-Lightning-generasi-terbaru-dok.Istimewa-e1715399233987.webp" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Mobil-listrik-GWM-Ora-Lightning-generasi-terbaru-dok.Istimewa-e1715399233987.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Mobil-listrik-GWM-Ora-Lightning-generasi-terbaru-dok.Istimewa-e1715399233987-180x130.webp 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-18128" class="wp-caption-text">Mobil listrik GWM Ora Lightning &#8211; dok. CleanTechnica</figcaption></figure>
<p>Jumlah tersebut menanjak 28,3 persen dibanding jumlah yang diekspor pada periode Januari – Agustus 2023.</p>
<p>Sekadar informasi, selama delapan bulan pertama 2024 jumlah mobil yang terjual di Cina mencapai 18.776.043 unit, naik tipis 2,5 persen dibanding penjualan selama Januari – Agustus tahun lalu. Dari jumlah mobil yang terlego itu, 6.219.098 unit merupakan mobil elektrifikasi.</p>
<p>“Penjualan NEV (mobil elektrifikasi) itu meningkat 33,8 persen dibanding periode delapan bulan pertama 2023,” bunyi keterangan CAAM. (Hen/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Juli Tahun Ini, 708.000 Mobil Elektrifikasi Cina Serbu Pasar Dunia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-juli-tahun-ini-708-000-mobil-elektrifikasi-cina-serbu-pasar-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Aug 2024 07:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Aion]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan BYD]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Chery]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Geely]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan HAVAL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik GWM]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Neta]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Ora Good Cat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19546</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Jumlah ekspor mobil elektrifikasi atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Jumlah ekspor mobil elektrifikasi atau yang di Cina disebut sebagai New Energy Vehicle (NEV) – terdiri dari mobil listrik baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan Hybrid atau disebut sebagai extended range electric vehicle – selama tujuh bulan pertama itu menanjak.</p>
<p>Laporan Xinhua yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (11/8/2024) menyebut tingkat kenaikan jumlah ekspor NEV dari Cina ke berbagai negara di dunia itu mencapai 11,4 persen dibanding tujuh bulan pertama 2023. Kinerja positif NEV, sebut kantor berita itu, juga terjadi di dalam negeri Cina.</p>
<p>Selama Januari – Juli 2024 total produksi NEV di Negeri Tirai Bambu itu diketahui mencapai 5,91 juta unit. Jumlah ini menanjak 28,8 persen.</p>
<figure id="attachment_10523" aria-describedby="caption-attachment-10523" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10523" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171.jpg" alt="" width="700" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-300x218.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-150x109.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-696x506.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-578x420.jpg 578w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-10523" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil Listrik Nio ET5 &#8211; dok.Istimewa via TechNode</figcaption></figure>
<p>“Sedangkan penjualan kendaraan ramah lingkungan ini, pada periode sama mencapai lebih dari 5,93 juta unit, naik 31,1 persen dibanding Januari – Juli tahun sebelumnya. Penjualan kendaraan energi baru ini menyumbang 36,4 persen dari seluruh penjualan mobil baru domestik (Cina) dalam tujuh bulan pertama 2024,” tulis Xinhua.</p>
<p>Sekadar informasi, data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) dan Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) menunjukkan selama tujuh bulan pertama 2024 jumlah mobil (seluruh jenis dan model, baik mobil listrik maupun konvensional) mencapai 16,18 juta unit. Jumlah ini naik 3,4 persen dibanding tujuh bulan pertama 2023.</p>
<p>Sementara, di saat yang sama, total penjualan seluruh jenis mobil di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia ini mencapai 16,31 juta unit. Total angka penjualan ini meningkat 4,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lima Bulan Pertama 2024, Ekspor Mobil Listrik Cina Melonjak 29 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/lima-bulan-pertama-2024-ekspor-mobil-listrik-cina-melonjak-29-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2024 04:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil listrik Cina ke Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik buatan Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18814</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Mobil listrik yang dimaksud, menurut...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Mobil listrik yang dimaksud, menurut Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA), adalah mobil elektrifikasi (NEV) yang terdiri dari hybrid hingga mobil listrik murni alias listrik baterai (BEV).</p>
<p>Keterangan resmi CPCA yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (24/6/2024) menyebut sepanjang Januari – Mei 2024 jumlah mobil (seluruh jenis dan model dari berbagai pabrikan di Cina) yang diekspor ke berbagai negara mencapai 2,45 juta unit. Jumlah ini meningkat 26 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<figure id="attachment_10523" aria-describedby="caption-attachment-10523" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-10523" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171.jpg" alt="" width="700" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-300x218.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-150x109.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-696x506.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-578x420.jpg 578w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/01/Mobil-Listrik-Nio-ET5-di-Cina-dok.Istimewa-via-TechNode-e1674257356171-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-10523" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil Listrik Nio ET5 &#8211; dok.Istimewa via TechNode</figcaption></figure>
<p>Menariknya, dari jumlah tersebut 870.066 unit merupakan mobil elektrifikasi. Total ekspor mobil listrik tersebut melonjak 29 persen dibanding jumlah ekspor yang dibukukan pada Januari – Mei 2023.</p>
<p>Sepanjang bulan Mei saja, total jumlah mobil elektrfikasi yang dikirim ke luar negeri oleh sejumlah pabrikan mobil Negeri Tirai Bambu itu mencapai 207.000 unit. Jumlah ini melonjak hingga 33 persen dibanding total ekspor mobil bersumber daya dari setrum pada bulan Mei 2023. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Februari, Cina Ekspor 177.000 Mobil Listrik ke Dunia Termasuk Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-februari-cina-ekspor-177-000-mobil-listrik-ke-dunia-termasuk-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 14:54:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17108</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Namun ekspor mobil elektrifikasi (terdiri...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Namun ekspor mobil elektrifikasi (terdiri dari mobil listrik baterai atau BEV dan Plug-in Hybrid atau PHEV) itu pada bulan Februari merosot.</p>
<p>Data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (12/3/2024) menunjukkan total ekspor mobil elektrifikasi sebanyak itu 177.000 unit itu dibukukan pada Januari sebanyak 95.000 unit. Jumlah ini melonjak 27,1 persen dibanding Januari 2023.</p>
<p>Kemudian di bulan Februari sebanyak 82.000 unit. Jumlah mobil elektrifikasi yang dikirim ke luar negeri sebanyak itu merosot 5,9 persen dibanding Januari 2023. Sedangkan dibanding januari 2023, jumlah tersebut anjlok 18,5 persen.</p>
<figure id="attachment_17066" aria-describedby="caption-attachment-17066" style="width: 702px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17066" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Tampilan-bagian-belakang-mobil-listrik-Ora-03-dok.Istimewa-via-Mad4Wheels-e1709989274567.jpg" alt="" width="702" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-17066" class="wp-caption-text">Mobil listrik buatan GWM Cina, Ora 03 &#8211; dok.Istimewa via Mad4Wheels</figcaption></figure>
<p>“Tujuan pengiriman mobil elektrifikasi (dari Cina) ini berada di berbagai daerah. Mulai dari Asia Timur, Jepang, Eropa dan Amerika, sampai Asia Tenggara (termasuk Indonesia),” bunyi keterangan CPCA.</p>
<p>Tahun lalu, Cina tercatat sebagai negara pengekspor mobil terbanyak di dunia menggeser Jepang. Sedangkan di Januari hingga Februari tahun ini, Negeri Tirai Bambu itu membukukan total ekspor mobil (baik elektrfikasi maupun konvensional, dan terdiri dari mobil penumpang serta komersial) sebanyak 822.000 unit.</p>
<p>Jumlah ekspor mobil selama dua bulan pertama 2024 itu menanjak hingga 30,5 persen dibanding periode sama di tahun lalu. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Joe Biden: Mobil Listrik Cina Harus Diinvestigasi Karena Bisa Jadi Alat Mata-mata</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/joe-biden-mobil-listrik-cina-harus-diinvestigasi-karena-bisa-jadi-alat-mata-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 04:08:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Cina di AS]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Biden]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Biden dan Mobil asal Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik baru Cina di AS]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina di AS]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[perang dagang AS-Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden AS Joe Biden]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16918</guid>

					<description><![CDATA[Washington, Mobilitas – Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat (AS)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Washington, Mobilitas</strong> – Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) juga telah melakukan pembatasan ke mobil listrik baterai asal Cina agar tak mendapat keringanan pajak.</p>
<p>Laporan The Washington Bureau dan Carscoops yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (1/3/2024) Joe Biden mengumumkan instruksi untuk melakukan penyelidikan terhadap mobil listrik baterai asal Republik Rakyat Cina yang berkeinginan masuk ke AS itu pada Kamis (29/2/2024) kemarin.</p>
<p>“Penyelidikan diminta untuk dilakukan terhadap mobil listrik dari Cina yang dilengkapi teknologi terkoneksi. Cina berkeinginan untuk mendominasi pasar otomotif di masa depan, termasuk menggunakan cara-cara yang tidak fair,” ungkap Presiden AS berusia 81 tahun itu.</p>
<p>Presiden ke-46 Negeri Paman Sam yang bernama lengakap Joseph Robinette Biden Jr ini juga menegaskan mobil listrik asal Cina yang berteknologi terkoneksi itu dapat mengumpulkan data-data penting yang sensitif terkait warga negara AS. Bahkan tentang infrastruktur negara itu untuk dikirimkan ke negara asaal mobil yakni Republik Rakyat Cina.</p>
<figure id="attachment_14356" aria-describedby="caption-attachment-14356" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14356" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Mobili-listrik-BYD-Atto-3-dok.Istimewa-e1694318810802.jpg" alt="" width="700" height="513" /><figcaption id="caption-attachment-14356" class="wp-caption-text">Ilustrasi, salah satu mobil listrik asal Cina, BYD Atto 3 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Kendaraan-kendaraan ini (mobil listrik baterai asal Cina) dapat diakses dan dikendalikan dari jarak jauh atau dilumpuhkan. Jadi mengapa kendaraan listrik dari Cina dengan teknologi terkoneksi harus diizinkan beroperasi di negara kita tanpa pengawasan?,” tandas Biden.</p>
<p>Dengan kata lain, lanjut pria yang pernah menjadi Wakil Presiden saat Presiden AS dijabat Barrack Obama itu, Cina yang siap membanjiri jalanan negeri yang dipimpinnya dengan mobil-mobil listrik berteknologi terkoneksi, harus diwaspadai. Hal ini, sebut Biden, menimbulkan risiko yang tinggi bagi keamanan nasional.</p>
<p>Namun, kebijakan dan instruksi Joe Biden tersebut dikritik Kedutaan Besar Cina di Washington. Perwakilan negara Cina itu menyebut langkah tersebut tidak berdasar dan mengada-ada serta tidak adil dalam segi apapun. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Pabrikan Cina di Pasar Mobil Listrik Thailand, BMW Bangun Pabrik Baterai</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hadapi-pabrikan-cina-di-pasar-mobil-listrik-thailand-bmw-bangun-pabrik-baterai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Feb 2024 09:59:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BMW]]></category>
		<category><![CDATA[BMW GRoup]]></category>
		<category><![CDATA[BMW Group Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil listrik BMW]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BMW Griuyp]]></category>
		<category><![CDATA[mobil mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik BMW di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Dunia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16906</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – BMW Group di Thailand akan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – BMW Group di Thailand akan membangun pabrik baterai listrik untuk mendukung produksi dan penjualan mobil listrik hybrid maupun baterai listrik (BEV).</p>
<p>Laporan Bangkok Post yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (29/2/2024) yang mengutip pejabat BMW Group Thailand menyebut anggaran investasi dan kapasitas produksi pabrik tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat ini. Dan yang pasti, lanjut laporan itu, pendirian pabrik di Rayong, Thailand, itu untuk mengimbangi laju penjualan mobil listrik buatan pabrikan Cina di Negeri Gajah Putih tersebut.</p>
<p>“Kami memutuskan untuk berinvestasi dalam manufaktur baterai karena Cina saat ini sedang memperluas investasi kendaraan listrik dan rantai pasokannya di Thailand,” ungkap Chief Executive Officer BMW Group Thailand, Alexander Baraka.</p>
<p>Jika rencana ini terealisasi, maka Thailand akan menjadi negara Asia Tenggara pertama yang memiliki pabrik baterai BMW. Pabrik BMW itu menjadi yang ketiga setelah di Cina dan Hungaria.</p>
<p>Seperti diketahui, pasar kendaraan listrik Thailand berkembang pesat berkat kebijakan pemerintah untuk mempromosikan industri ini. Kebijakan pemerintah itu bertujuan menjadikan Thailand sebagai pusat produksi kendaraan listrik regional.</p>
<figure id="attachment_16121" aria-describedby="caption-attachment-16121" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16121" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-16121" class="wp-caption-text">Ilustrasi, BYD Seal yang dijual di Cina &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Faktanya, negara itu memang telah menjadi pasar mobil listrik terbesar di kawasan regional. Data Counterpoint Research dan Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (29/2/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 itu, sebanyak 76.314 mobil listrik murni terjual di Thailand. Jumlah ini setara dengan 79 persen dari total jumlah mobil setrum baterai yang terlego di ASEAN.</p>
<p>Fakta juga berbicara, ternyata pabrikan asal Cina menjadi pemain utama. Build Your Dreams (BYD) di urutan teratas di daftar pabrikan dengan penjualan BEV terbanyak, dengan total 30.650 unit.</p>
<p>BYD mengungguli pabrikan satu asal dengannya yakni Neta Auto yang membukukan penjualan sebanyak 12.777 unit, Morris Garage yang melego 12.764 unit, serta Tesla yang meraup angka penjualan sebanyak 8.206 unit.</p>
<p>Sekadar informasi, data laporan penjualan BMW Group yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (29/2/2024) menunjukkan, pada 2023 kemarin BMW melego 376.183 mobil listrik murni (BEV) di dunia. Jumlah ini setara dengan 15 persen dari total penjualan mobil BMW di dunia, dan melonjak 74,4 persen dibanding 2022. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil Listrik Cina Kian Menggurita, Januari Tahun Ini Melonjak 27,1 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-listrik-cina-kian-menggurita-januari-tahun-ini-melonjak-271-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2024 15:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Chery]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik SAIC]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Wuling]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16635</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Sejak tahun 2022 ekspor mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Sejak tahun 2022 ekspor mobil elektrifikasi (mobil listrik baterai atau BEV dan plug-in hybrid) alias mobil listrik Cina ke luar negeri terus meroket.</p>
<p>Sementara, data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) dan Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (8/2/2024) menunjukkan pada Januari tahun ini, ekspor mobil listrik Negeri Tirai Bambu itu mencapai 95.000 unit. Jumlah itu menanjak 27,1 persen dibanding ekspor pada bulan yang sama di tahun 2022.</p>
<p>“Perkembangan keunggulan teknologi yang dimiliki pabrikan Cina yang seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar, menjadikan pengiriman produk ke luar negeri terus meningkat dari tahun ke tahun,” bunyi keterangan CPCA.</p>
<figure id="attachment_14950" aria-describedby="caption-attachment-14950" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14950" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Neta-V-crossover-listrik-dari-Neta-Auto-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-NAI-e1698147177486.jpg" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-14950" class="wp-caption-text">Mobil listrik buatan pabrikan Cina Neta V yang dijual di Indonesia &#8211; dok.PT NAI</figcaption></figure>
<p>Sedangkan data Departemen Bea Cukai Cina yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (8/2/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 kemarin Cina mengekspor 4,91 juta mobil ke berbagai negara. Jumlah itu melonjak 58 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Dari total ekspor itu, mobil elektrifikasi sebanyak 1,203 juta unit, melonjak 78 persen dibanding ekspor tahun 2022. Jumlah mobil setrum ini didominasi mobil listrik baterai (BEV) dengan total 1,102 juta unit.</p>
<p>Adapun data Mercator Institute for China Studies (MICS) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Kamis (82/2024) menyebut pada tahun 2022 lalu, mobil elektrifikasi yang diekspor Cina mencapai 679.067 unit. “Jumlah ekspor itu meroket 120 persen dibanding jumlah ekspor mobil elektrifikasi pada tahun 2021,” bunyi keterangan MICS. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cina Berhasil Ekspor 1,2 Juta Mobil Listrik ke Dunia, Ternyata Ini Kuncinya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cina-berhasil-ekspor-12-juta-mobil-listrik-ke-dunia-ternyata-ini-kuncinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 01:14:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Automobile]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[fitur mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[REpublik Rakyat Cina]]></category>
		<category><![CDATA[SAIC]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi mobil listrik Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16199</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun itu, produksi mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun itu, produksi mobil listrik (listrik baterai atau BEV dan plug-in hybrid alias PHEV) di negeri ini melonjak 35,8 persen dibanding tahun 2022.</p>
<p>Data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (16/1/2024), jumlah mobil berteknologi sumber tenaga dari setrum (terdiri dari BEV dan PHEV) yang diproduksi di Negeri Tirai Bambu di tahun itu mencapai 9,587 juta unit.</p>
<p>“Sementara penjualan mobil energi baru (elektrifikasi yang terdiri dari BEV dan PHEV) ini mencapai 9,495 juta unit, meningkat 35,8 persen dibanding tahun sebelumnya,” bunyi keterangan asosiasi itu.</p>
<p>Menariknya, pada saat yang sama, negara berpenduduk 1,423 miliar jiwa itu juga mencatatkan lonjakan ekspor mobil listrik hingga 77,6 persen dibanding tahun 2022. Totalnya mencapai 1,203 juta unit.</p>
<p>Sejumlah analis industri dan pakar otomotif dunia mengakui Cina kini telah merajai pasar mobil listrik dunia. Dia telah mengalahkan Jepang, Jerman (Eropa), dan Amerika Serikat.</p>
<figure id="attachment_15535" aria-describedby="caption-attachment-15535" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15535" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/BYD-Dolphin-salah-satu-mobil-listrik-terlaris-BYD-saat-dipameerkan-di-pameran-mobil-Bangkok-Thailand-2023-dok.Xinhua-e1701582156720.jpg" alt="" width="700" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-15535" class="wp-caption-text">BYD Dolphin, salah satu mobil listrik yang diekspor pabrikan asal Cina, BYD &#8211; dok.Xinhua</figcaption></figure>
<p>Menurut analis industri di Bursa Saham Hong Kong, Larry Chan Mo-po, pabrikan mobil listrik Cina mampu memimpin di pasar mobil listrik dunia karena memiliki keunggulan proses produksi. “Mereka memiliki jejaring pasokan yang kuat dan terkontrol dengan rapi dan efektif. Mereka menguasai seluruh rantai pasokan mulai dari mineral, baterai, hingga proses produksi di pabrik,” papar dia seperti dikutip Asia Business Insight.</p>
<p>Tetapi, lanjut Larry, yang tidak kalah penting dan menentukan keunggulan pabrikan mobil listrik di Cina adalah dukungan pemerintah. Dengan target memperkuat ekonomi nasional yang berpijak pada kekuatan inovasi teknologi, menghapus ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta menciptakan tatanan lingkungan baru yang bersih, pemerintah mendukung penuh pabrikan dari hulu hingga hilir.</p>
<p>“Sebab sektor kendaraan listrik dan teknologi baru telah meningkatkan kemampuan manufaktur dan daya saing teknologi Cina. Sehingga mampu menembus pasar negara-negara di berbagai benua,” tandas Larry.</p>
<p>Dia memprediksi pada tahun 2024 ini penjualan mobil listrik di Cina mencapai 13,4 juta unit. Bahkan di tahun berikutnya berpotensi mencapai 18 juta unit jika melihat potensi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang membantu kelompok menengah ke bawah untuk mengakses kendaraan listrik. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luar Biasa, Gusur Jepang Kini Cina Jadi Eksportir Mobil Terbesar di Dunia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/luar-biasa-gusur-jepang-kini-cina-jadi-eksportir-mobil-terbesar-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Dec 2023 05:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Cina Eksportir Mobil terbanyak di Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Honda]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Honda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Honda]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[PT TAM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15959</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama Januari hingga November tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama Januari hingga November tahun ini, total jumlah mobil yang diekspor Negeri Tirai Bambu itu telah juh melampuai jumlah yang diekspor Jepang.</p>
<p>Laporan <em>Nikkei</em> dan <em>Science and Technology Innovation Board Daily</em> yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (30/12/2023) menyebut data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) menunjukkan selama sebelas bulan pertama tahun ini, Cina telah mengekspor 4,412 juta unit mobil ke berbagai belahan dunia. Jumlah tersebut melonjak 58,4 persen dibanding jumlah mobil yang dikirim Cina selama periode sama di tahun 2022.</p>
<p>Pada saat yang sama, Jepang yang sebelumnya menjadi negara pengekspor mobil terbanyak sejagat, hanya mengirim mobil ke berbagai negara sebanyak 3,991 juta unit. Namun, jumlah itu meningkat 15 persen dibanding total jumlah mobil yang diekspornya pada Januari hingga November 2022.</p>
<figure id="attachment_14783" aria-describedby="caption-attachment-14783" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14783" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Ilustrasi-grille-mobil-Toyota-dok.-Istimewa-via-Stage-3-Motorsport-e1697117442781.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-14783" class="wp-caption-text">Ilustrasi, grille mobil buatan pabrikan Jepang, Toyota &#8211; dok. Istimewa via Stage 3 Motorsport</figcaption></figure>
<p>CAAM memperkirakan total ekspor mobil Jepang hingga akhir tahun 2023 ini mencapai 4,3 juta unit. Sementara jumlah yang diekspor Cina bisa mencapai 4,6 juta unit lebih.</p>
<p>Fakta menarik dari laporan CAAM yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (30/12/2023) adalah keterangan Sekretaris Jenderal-nya, Cui Dongshu yang mengatakan dalam ekspor mobil dari Cina ke berbagai negara itu adalah melonjaknya pengirima mobil elektrifikasi (NEV). Selama sebelas bulan pertama ituy, NEV (terdiri dari mobil hybrid, plug-in hybrid, dan listrik baterai atau BEV) yang diekspor Cina mencapai 940.079 unit.</p>
<p>“Jumlah ekspor mobil elektrfikasi (NEV) ini meningkat hingga 75 persen dibanding periode sama di tahun lalu,” kata Dongshu.(Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cina Telah Menjual 7,28 Juta Mobil Elektrifikasi, Terlaris Jenis Listrik Baterai</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cina-telah-menjual-728-juta-mobil-elektrifikasi-terlaris-jenis-listrik-baterai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2023 16:26:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Tesla di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik terlaris di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Tesla di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik di Cina]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Cina]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Cina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15480</guid>

					<description><![CDATA[Beijing, Mobilitas – Mobil elektrifikasi atau listrik yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beijing, Mobilitas</strong> – Mobil elektrifikasi atau listrik yang dijual di Republik Rakyat Cina saat ini ada tiga jenis yaitu mobil listrik murni atau listrik baterai (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan fuel cell.</p>
<p>Dari ketiga jenis mobil bersumber tenga adengan teknologi setrum tersebut, ternyata BEV yang paling laku atau banyak dibeli konsumen. Data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (29/11/2023) menunjukkan, sepanjang Januari – Oktober 2023, jumlah mobil elektrifikasi atau mobil energi baru (NEV) – terdiri dari BEV, PHEV, dan fuel cell – yang dijual Cina mencapai 7.280.079 unit.</p>
<p>Total penjualan NEV ini setara dengan 30,4 persen dari total penjualan seluruh jenis mobil (kendaraan penumpang maupun komersial) pada periode sama di negara itu yang mencapai 23.919.099 unit. Menariknya dari total penjualan itu, 5,16 juta unit diantaranya merupakan BEV.</p>
<p>“Penjualan BEV selama sepuluh bulan pertama 2023 meningkat 25,2 persen dibanding penjualan yang dibukukan selama periode sama di tahun sebelumnya,” bunyi keterangan CAAM.</p>
<figure id="attachment_10807" aria-describedby="caption-attachment-10807" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10807" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/ILustrasi-showroom-mobil-BYD-dok.Bloomberg-scaled-e1676081722325.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/ILustrasi-showroom-mobil-BYD-dok.Bloomberg-scaled-e1676081722325.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/ILustrasi-showroom-mobil-BYD-dok.Bloomberg-scaled-e1676081722325-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/ILustrasi-showroom-mobil-BYD-dok.Bloomberg-scaled-e1676081722325-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/ILustrasi-showroom-mobil-BYD-dok.Bloomberg-scaled-e1676081722325-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/ILustrasi-showroom-mobil-BYD-dok.Bloomberg-scaled-e1676081722325-587x420.jpg 587w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-10807" class="wp-caption-text">Ilustrasi, showroom mobil listrik BYD &#8211; dok.Bloomberg</figcaption></figure>
<p>Sementara, total penjualan mobil plug-in hybrid yang tercetak selama Januari – Oktober 2023 itu sebanyak 2,116 juta unit. Jumlah penjualan mobil elektrifikasi jenis itu melonjak 82,6 persen dibanding periode sama di tahun 2022.</p>
<p>Adapun mobil listrik yang berbahan bakar hidrogen (fuel cell) pada kurun waktu yang sama hanya sekitar 10.000-an unit. Peminat mobil listrik jenis ini di negara berpenduduk 1,423 miliar jiwa itu masih terbatas di kalangan tertentu, selain memang pabrikan pemasoknya masih terbatas.</p>
<p>Namun, CAAM memberi catatan dari total NEV yang terjual tersebut yang dibukukan di pasar lokal Cina sebanyak 6.285.000 unit (meningkat 31,4 persen dibanding jumlah yang terjual pada periode sama di 2022). Sisanya merupakan jumlah yang diekspor. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
