<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil listrik Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-listrik-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Feb 2024 05:20:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil listrik Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Thailand Obral Insentif Pajak ke Pengguna Bus dan Truk Listrik, Ini Tujuannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/thailand-obral-insentif-pajak-ke-pengguna-bus-dan-truk-listrik-ini-tujuannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2024 05:18:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pajak bus listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pajak truk listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[prodyuksi mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Program mobil listrik Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16792</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Komite Kebijakan Kendaraan Listrik Nasional Thailand telah menetapkan kebijakan perluasan program insentif pajak itu di Bangkok, Rabu (21/2/2024) kemarin.</p>
<p>Seperti dirilis dalam situs resmi Dewan Investasi Thailand (TBOI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (22/2/2024) Komite itu mengatakan program insentif tersebut bertujuan untuk mempromosikan penggunaan bus dan truk listrik di Thailand. “Selain itu mendorong produksi sel baterai kendaraan listrik di lokal Thailand,” bunyi keterangan Komite.</p>
<p>Wujud nyata dari insentif itu adalah, pengurangan pajak khusus bagi perusahaan yang mengalihkan armada truk dan bus dari konvensional ke truk dan bus listrik baterai. Sedangkan kepada perusahaan pembuat sel baterai kendaraan listrik akan diberikan dana hibah.</p>
<p>“Ini diharapkan dapat secara signifikan mendorong peningkatan penggunaan truk dan bus listrik (baterai). Sehingga mampu mengurangi polusi di sektor transportasi dan mendukung langkah perusahaan menuju traget emisi nol persen,” ungkap Sekretaris Komite, Narit Thersteerasukdi.</p>
<p>Tetapi yang pasti, program insentif yang dibuat pemerintah Thailand ini semakin luas. Sebab, sebelumnya kebijakan pemangkasan pajak juga diberikan untuk pembelian mobil penumpang berteknologi listrik murni.</p>
<figure id="attachment_16794" aria-describedby="caption-attachment-16794" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16794" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Truk-listrik-yang-diujicoba-di-Thailand-dok.Istimewa-e1708579097806.jpg" alt="" width="700" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Truk-listrik-yang-diujicoba-di-Thailand-dok.Istimewa-e1708579097806.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/02/Truk-listrik-yang-diujicoba-di-Thailand-dok.Istimewa-e1708579097806-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-16794" class="wp-caption-text">Truk listrik yang diujicoba di Thailand &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sejumlah analis menilai langkah pemerintah itu untuk memperkuat dan mengukuhkan posisi Thailand sebagai pusat produksi kendaraan listrik baterai di kawasan regional Asia Tenggara. Thailand saat ini merupakan negara ke-10 di daftar pengekspor mobil terbesar di dunia.</p>
<p>Laporan <em>Xinhua</em> yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, menyebut saat ini pemerintah Thailand menargetkan kendaraan listrik bertenaga baterai bisa menyumbang 30 persen dari total produksi mobil di negaranya pada tahun 20230 nanti. Pada tahun itu kapasitas produksi tahunan mobil setrum itu di Thailand mencapai 725.000 unit.</p>
<p>Sekadar Informasi, data Federasi Industri Thailand (FTI) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (22/2/2024) menyebut sepanjang tahun 2023 kemarin 78.314 mobil listrik baterai terjual di Thailand. Jumlah ini meroket 684 persen dibanding tahun 2022 yang sebanyak 9.729 unit.</p>
<p>“Bahkan, kota Bangkok akan memiliki 4.000 bus listrik sebagai armada angkutan umum. Bahkan beberapa truk dan angkutan penumpang beroda tiga juga akan beralih ke kendaraan serupa dengan sumber tenaga listrik,” bunyi keterangan FTI. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Indonesia, Empat Pabrikan Jepang Pilih Thailand untuk Investasi Mobil Listrik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bukan-indonesia-empat-pabrikan-jepang-pilih-thailand-untuk-investasi-mobil-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 16:46:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Honda produksi EV di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi mobil listrik Toyota di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu produksi EV di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi Produksi EV di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Honda]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Produsen mobil Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota produksi EV di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15982</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Total investasi yang digelontorkan Toyota,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Total investasi yang digelontorkan Toyota, Honda, Isuzu, dan Mitsubishi Motors itu mencapai 150 miliar baht yang dikucurkan dalam waktu lima tahun.</p>
<p>Laporan Bangkok Post yang dirilis belum lama ini dan dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (1/1/2024) menyebut Juru Bicara Dewan Investasi Thailand, Chai Wacharonke, mengatakan Toyota dan Honda masing-masing berkomitmen menanam investasi senilai 50 miliar baht. Sedangkan Isuzu Motors 30 miliar baht dan Mitsubishi Motors 20 miliar baht.</p>
<p>“Komitmen investasi dari pabrikan Jepang itu terjadi menyusul pembicaraan antara Perdana Menteri Srettha Thavisin dengan tujuh pabrikan mobil negara itu di sela acara Konferemsi Tingkat Tinggi Peringatan 50 Tahun Persahabatan dan Kerja Sama antara ASEAN – Jepang di Tokyo belum lama ini,” kata Wacharonke.</p>
<p>Investasi tersebut juga menjadi bukti komitmen empat pabrikan tersebut dalam mendukung transisi Thailand dari mesin pembakaran internal ke kendaraan listrik. “Empat pabrikan itu juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan menggunakan Thailand sebagai basis produksi utama mereka di wilayah Asia Tenggara dan pemerintah Thailand siap mendukung peralihan mereka ke teknologi mobil modern untuk mengurangi emisi karbon dioksida,” papar Wacharonke.</p>
<figure id="attachment_15983" aria-describedby="caption-attachment-15983" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15983" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Ilustrasi-mobil-listrik-yang-diproduksi-Toyota-Motor-yakni-Toyota-Hilux-Listrik-dok.Istimewa-via-Autoweek-e1704127435367.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-15983" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik yang diproduksi Toyota Motor yakni Toyota Hilux Listrik &#8211; dok.Istimewa via Autoweek</figcaption></figure>
<p>Keempat produsen mobil Jepang itu, lanjut Wacharonke, juga mengusulkan sistem pertukaran baterai untuk kendaraan komersial. Mereka juga mengusulkan agar pemerintah mempromosikan lingkungan bisnis yang ramah investasi kepada investor dari Jepang.</p>
<p>Mereka mengusulkan adanya kebijakan bebas visa untuk perjalanan bisnis singkat mereka guna promosi perdagangan. Kemudian juga untuk kunjungan untuk keperluan investasi, dan bisnis antara kedua negara mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026.</p>
<p>Sementara, mobil listrik yang akan diproduksi empat pabrikan Jepang di Thailand iru selain kendaraan listrik komersial seperti pick up listrik dan lainnya, juga kendaraan penumpang. Selain faktor kebijakan pemerintah yang pro investor, daya tarik lain dari Thailand adalah pasar kendaraan listrik yang terus beranjak naik.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) klub otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (1/1/2024) menunjukkan sepanjang Januari – November tahun 2023 mobil listrik yang terjual di Thailand mencapai 64.815 unit. Jumlah itu meroket 722,32 persen dibanding periode sama tahun 2022. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luar Biasa, Cina Kuasai 75 Persen Pasar Mobil Listrik di Asia Tenggara</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/luar-biasa-cina-kuasai-75-persen-pasar-mobil-listrik-di-asia-tenggara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 05:30:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik asal Cina]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik BYD]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Neta V]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Ora]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Asean]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Air EV]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Motors]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13941</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Permintaan mobil listrik (plug-in hybrid...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Permintaan mobil listrik (plug-in hybrid hingga listrik murni atau BEV) meningkat sejalan dengan transisi menuju era elektrifikasi.</p>
<p>Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) Cui Dongshu dalam keterangan resmi yang dirilis situs resmi asosiasi dan dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (21/8/2023) mengatakan permintaan mobil bersumber tenaga dari setrum buatan pabrikan Cina sepanjang Januari hingga Juli 2023 ini melonjak di dua wilayah.</p>
<p>“Eropa dan Asia Tenggara (ASEAN) mencatatkan lonjakan permintaan mobil elektrifikasi (plug-in hybrid dan listrik baterai),” papar dia.</p>
<p>Mengutip data asosiasinya, Cui menyebut jumlah mobil (baik konvensional maupun elektrifikasi) buatan pabrikan di Negeri Tirai Bambu yang diekspor ke berbagai negara sepanjang tujuh bulan pertama mencapai 2,533 juta unit. Jumlah ini meroket 67,9 persen dibanding total jumlah mobil yang diekspor selama periode sama di 2022.</p>
<p>“Dari jumlah mobil yang diekspor tersebut, 636.000 merupakan mobil elektrifikasi. Jumlah ekspor mobil berteknologi energi terbarukan ini meningkat 1,5 kali lipat dibanding tujuh bulan pertama di 2022,” ungkap Cui.</p>
<figure id="attachment_12578" aria-describedby="caption-attachment-12578" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-12578" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/05/Mobil-listrik-dari-Hozon-Auto-yakni-Neta-V-dok.Istimewa-e1685418058632.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/05/Mobil-listrik-dari-Hozon-Auto-yakni-Neta-V-dok.Istimewa-e1685418058632.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/05/Mobil-listrik-dari-Hozon-Auto-yakni-Neta-V-dok.Istimewa-e1685418058632-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/05/Mobil-listrik-dari-Hozon-Auto-yakni-Neta-V-dok.Istimewa-e1685418058632-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/05/Mobil-listrik-dari-Hozon-Auto-yakni-Neta-V-dok.Istimewa-e1685418058632-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/05/Mobil-listrik-dari-Hozon-Auto-yakni-Neta-V-dok.Istimewa-e1685418058632-587x420.jpg 587w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-12578" class="wp-caption-text">Mobil listrik Neta V yang dijual di Thailand dan Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, perusahaan riset bidang Teknologi, Media, dan Telekomunikasi (TMT) Counter Point menyebut selama kuartal pertama 2023 pabrikan mobil asal Cina mendominasi penjualan mobil setrum di ASEAN. Setiap empat mobil bersumber tenaga dari setrum yang terjual di wilayah ini, tiga di antaranya merupakan mobil listrik buatan pabrikan Negeri Panda.</p>
<p>&#8220;Grup pabrikan mobil Cina mencatatkan pertumbuhan pesat dan melampaui pesaing mereka di kawasan Asia Tenggara, dengan pangsa pasar meningkat dari 38% tahun 2022 lalu menjadi hampir 75%,&#8221; kata analis Counterpoint Abhilash Gupta seperti dikutip <em>Reuters</em>.</p>
<p>Namun, penjualan mobil setrum di kawasan ini yang terbanyak masih di Thailand. Total kontribusi penjualan di Negeri Gajah Putih tersebut mencapai 79 persen.</p>
<p>Kendati begitu, penyerapan mobil listrik asal Cina diperkirakan semakin melonjak seiring dengan hadirnya pabrikan dari negeri itu di pasar utama Asia Tenggara, yakni Indonesia dan Thailand. Hadirnya Great Wall Motor, SAIC Motor, Neta Auto, Morris Garage, hingga Chery diyakini sebagai daya dorong yang kuat penggelontoran mobil setrum di kawasan ASEAN. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik RI Diprediksi Baru Bisa Lampaui Thailand Setelah 2040</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-ri-diprediksi-baru-bisa-lampaui-thailand-setelah-2040/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 08:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[investasi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand produsen mobil listrik terbesar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13099</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Hasil riset BloombergNEF menunjukkan Thailand...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Hasil riset BloombergNEF menunjukkan Thailand dan Indonesia merupakan pemain kunci pasar mobil listrik di Asia Tenggara.</p>
<p>Pemerintah dua negara itu terus saling berlomba membuat kebijakan yang merangsang investor baik pabrikan mobil listrik maupun komponen pendukungnya untuk berproduksi sekaligus memasarkan produk mereka di dalam negeri. Bahkan, produknya juga diorientasikan untuk ekspor.</p>
<p>Meski saat ini dulihat dari jumla produsen mobil setrum yang berinvestasi di Thailand untuk membangun pabrik masih jauh lebih banyak dibanding Indonesia. Begitu pun dengan penjualan mobil listrik yang terjual di Negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>“Tahun lalu, penjualan mobil listrik di Thailand mencapai 51.000 unit (di Indonesia sesuai data Gaikindo 15.437 unit, didominasi hybrid). Jumlah tersebut diperkirakan akan mencapai 2,9 juta unit pada tahun 2040,” ungkap analis senior transportasi Asia-Pasifik BloombergNEF, Allen Tom Abraham, yang dikutip <em>Mobilitas</em> dari <em>Bangkok Post</em>, Jumat (7/7/2023).</p>
<p>Perkembangan pesat pasar mobil listrik Thailand, lanjut Abraham, didorong kebijakan promosi pemerintah untuk meningkatkan produksi mobil generasi baru yang lebih ramah lingkungan. Bahkan, di awal 2023, pemerintah negara yang biasa disebut dengan Siam ini kembali menyetujui paket insentif.</p>
<p>“Termasuk pemotongan pajak dan subsidi, untuk mendorong konsumsi dan produksi kendaraan listrik antara tahun 2022 dan 2023,” papar dia.</p>
<p>Namun, kejayaan Thailand sebagai pasar mobil setrum akan mentok di 2040 itu. Dan selanjutnya, Indonsia akan menjadi pemain utama. “Thailand ingin menjadi pemain besar di pasar EV regional (Asia Tenggara), tetapi setelah tahun 2040 Indonesia akan memimpin di segmen mobil penumpang karena besarnya pasar (jumlah penduduk),” kata Abraham.</p>
<figure id="attachment_11533" aria-describedby="caption-attachment-11533" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11533" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519.webp" alt="" width="700" height="492" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-300x211.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-150x105.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-696x489.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-598x420.webp 598w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Neta-V-mobil-listrik-buatan-Hozon-Auto-setelah-menggempur-Thailand-kini-bersiap-masuk-Malaysia-dok.Hozon-Auto-e1679721198519-100x70.webp 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11533" class="wp-caption-text">Neta V, mobil listrik buatan Hozon Auto di yang dijual dan akan diproduksi di Thailand &#8211; dok.Hozon Auto</figcaption></figure>
<p>Selain faktor jumlah populasi yang mencapai 273 juta jiwa lebih dan Thailand hanya 69,7 juta jiwa lebih faktor ketersediaan bahan baku komponen menjadi penentu. Indonesia saat ini memiliki cadangan nikel (yang merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik) hingga sekitar 22 persen lebih di dunia.</p>
<p>Sebelumnya, Sekretaris Jenderal BOI Narit Therdsteerasukdi yang dikutip <em>The Nation</em> belum lama ini dan dikutip Mobilitas, di Jakarta, Senin (3/7/2023) menyebut dari total investasi yang digelontorkan sejumlah pabrikan ke Thailand mencapai 86,8 miliar baht. Dana itu digunakan untuk produksi kendaraan listrik baterai (BEV), hybrid, dan plug-in hybrid.</p>
<p>“Sementara sisanya digunakan untuk pembuatan baterai, suku cadang, dan pemasangan stasiun pengisian daya,” kata dia.</p>
<p>Narit menjelaskan, sampai dengan akhir Mei lalu sudah ada 14 pabrikan yang mengucurkan investasi untuk berproduksi. Total produksi kendaraan setrum yang mereka hasilkan diperkirakan mencapai 270.000 unit saban tahunnya.</p>
<p>“Sebelas pabrikan tersebut sudah mulai memproduksi dan menjual kendaraan di Thailand, di antaranya MG (Morris Garage), Great Wall Motor, BYD, NETA (Hozon Autp Group), dan Foxconn,” jelas Narit. (Sir/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jurus Tokcer Thailand Kuasai Pasar Mobil Listrik ASEAN</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jurus-tokcer-thailand-kuasai-pasar-mobil-listrik-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Feb 2022 05:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Automobile Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Federasi Industri Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Great Wall Motor di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[merek mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[MG Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[SAIC Motor di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5758</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Pemerintah Thailand sejak beberapa tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Pemerintah Thailand sejak beberapa tahun lalu telah menetapkan target untuk menjadi pusat produksi mobil ramah lingkungan dengan energi terbarukan – mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga mobil listrik baterai (BEV) – di kawasan regional Asia Tenggara (ASEAN). Negeri yang juga biasa disebut Siam itu bahkan menetapkan tujuan, pada tahun 2030 nanti kendaraan listrik sudah menyumbang 30% dari total produksi mobil.</p>
<p>Federasi Industri Thailand (FTI) belum lama ini menyatakan, dari total kapasitas produksi saat ini yang sebanyak 2,4 juta unit, telah terpakai 80% &#8211; 90%. Pemakaian kapasitas produksi hampir 100% itu terjadi, karena hasilnya sebagian besar diekspor ke berbagai negara.</p>
<p>“Seiring dengan perubahan dunia yang mengarah ke mobil ramah lingkungan untuk mewujudkan lingkungan dunia yang semakin sedikit emisi karbon, Thailand harus menstransformasikan diri sebagai pusat produksikendaraan yang lebih bersih itu. Populasi kendaraan seperti itu – khususnya mobil listrik – harus terus diperbesar di dalam negeri. Sehingga, jika telah tercipta ekosistemnya, produksi akan semakin banyak,” bunyi keterangan FTI yang dilansir <em>Asia Business Channel</em> dan <em>The Nationa</em>l, belum lama ini.</p>
<figure id="attachment_5383" aria-describedby="caption-attachment-5383" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5383" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Nissan-Kicks-e-Power-salah-satu-mobil-yang-diproduksi-di-Thailand-dengan-tujuan-penjualan-domestik-maupun-ekspor-dok.Bangkok-Post-e1643615297404.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-5383" class="wp-caption-text">Nissan Kicks e-Power, salah satu mobil yang diproduksi di Thailand dengan tujuan penjualan domestik maupun ekspor &#8211; dok.Bangkok Post</figcaption></figure>
<p>Untuk mewujudkan penciptaan ekosistem, khususnya menggenjot populasi kendaraan listrik, Kementerian Keuangan Negeri Gajah Putih itu telah menyetujui pemberian subsidi harga mobil setrum. Seperti dilaporkan <em>Nikkei</em> dan <em>Reuters</em>, Selasa (15/2/2022), kabinet Thailand telah menyetujui usulan kementerian keuangan untuk memberikan subsidi 70.000 baht dan 150.000 baht kepada pembeli mobil listrik.</p>
<p>“Besaran subsidi berada pada rentang tersebut tergantung pada model dan kapasitas baterai, Selain itu, pajak cukai untuk kendaraan ini juga akan dipotong menjadi 2%. Bea masuk (untuk mobil listrik impor) akan diturunkan antara 20% dan 40%. Bahkan bisa setinggi 80%, meskipun untuk mobil listrik dari Cina telah ada perjanjian perdagangan antar dua negara (Cina dan Thailand) untuk menghilangkan tarif,” papar pernyataan kementerian.</p>
<p>Sementara, untuk mobil-mobil ramah lingkungan (hybrid dan plug-in hybrid) buatan pabrikan Jepang yang selama ini dikenai bea 20%, akan dihapuskan. Meski untuk penghapusan tersebut, mobil yang bersangkutan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah.</p>
<figure id="attachment_4165" aria-describedby="caption-attachment-4165" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4165" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Peluncuran-mobil-listrik-GWM-Ora-Good-Cat-di-Thailand-akhor-Oktober-2021-dok.Alexwa.com_-e1637421416714.jpg" alt="" width="700" height="504" /><figcaption id="caption-attachment-4165" class="wp-caption-text">Mobil listrik buatan merek milik Great Wall Motor, Ora Good Cat &#8211; dok.Alexwa.com</figcaption></figure>
<p>Tetapi, yang pasti, saat ini mobil-mobil listrik buatan pabrikan Cina harganya telah terpangkas di Thailand. Mobil listrik buatan SAIC Motor dan Great Wall Motor misalnya, kini dijual dengan banderol 1 juta baht. Padahal, semestinya mobil itu berharga 1,5 juta baht.</p>
<p>Keduanya juga telah membangun pabrik di negara tersebut. Mereka telah menggandeng mitra lokal di negeri untuk memproduuksi mobil untuk pasar lokal dan untuk tujuan ekspor.</p>
<p>Langkah itu klop dengan kebijak pemerintah. Sebab pemerintah Thailand telah mewanti-wanti agar pabrikan yang menikmati fasilitas pajak penjualan maupun impor ini, harus memproduksi mobil setrum mereka di pabrik lokal pada tahun 2024 nanti. Dengan begitu, negeri ini akan menjadi basis produksi mobil setrum terbesar di kawasan. (Din./Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
