<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan mobil pick up 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-mobil-pick-up-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Aug 2025 14:26:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan mobil pick up 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Mobil Pick Up di Indonesia periode Januari – Juli 2025 Anjlok, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-pick-up-di-indonesia-periode-januari-juli-2025-anjlok-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 09:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil pick up]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Pick Up]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil pick up 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pick up terlaris 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25344</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Anjloknya penjualan mobil atau kendaraan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Anjloknya penjualan mobil atau kendaraan niaga pick up dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) selama tujuh bulan pertama atau Januari – Juli 2025 itu merupakan yang kedua kalinya. Sebab di kurun waktu yang sam di tahun 2024 lalu, <em>wholesales</em> pick up di Indonesia telah anjlok.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (4/9/2024) menunjukkan pada periode tujuh bulan pertama 2024 itu, jumlah pick up yang terjual ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 57.671 unit. Jumlah ini anjlok 22,1 persen dibanding total <em>wholesales</em> pada Januari – Juli 2023.</p>
<p>Sementara, di tahun 2025 ini, selama periode Januari – Juli 2025, jumlah <em>wholesales</em> kendaraan niaga ringan ini sebanyak 52. 161 unit. Dengan kata lain, di tujuh bulan pertama 2025 ini, penjualan mobil pick up di Tanah Air berkurang hingga 5.510 unit.</p>
<figure id="attachment_15746" aria-describedby="caption-attachment-15746" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Tampilan-bagian-samping-Daihatsu-Gran-Max-Pick-Up-dok.Istimewa-e1702726164368.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15746" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Tampilan-bagian-samping-Daihatsu-Gran-Max-Pick-Up-dok.Istimewa-e1702726164368.jpg" alt="" width="700" height="504" /></a><figcaption id="caption-attachment-15746" class="wp-caption-text">Daihatsu Gran Max Pick Up &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (21/8/2025) menyebut lesunya penjualan mobil pick up di Indonesia saat ini tidak lepas dari kondisi sektor bisnis yang menjadi penyerapnya.</p>
<p>“Sektor logistik yang merupakan sektor penyerap utama kendaraan ini memang masih menggeliat, tetapi banyak pelaku bisnis ini yang menahan pembelian unit pick up baru. Sebab sektor ini juga dibayangi oleh daya beli masyarakat yang melemah. Sehingga pelaku usaha pikir-pikir untuk membeli kendaraan baru,” papar Bhima.</p>
<p>Begitu pun sektor perkebunan dan perikanan yang selama ini juga tercatat sebagai penyerap kendaraan pick up untuk menopang operasional bisnis. Alasannya, kata Bhima, juga sama. (Jrr/ Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
