<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan motor 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-motor-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Jan 2026 03:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan motor 2025 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Meski Daya Beli Masyarakat Tertekan, 6.412.769 Motor Terjual di Tahun 2025</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/meski-daya-beli-masyarakat-tertekan-6-412-769-motor-terjual-di-tahun-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 02:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AISI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26726</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski di tengah pelemahan daya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski di tengah pelemahan daya beli masyarakat Indonesia, namun penjualan sepeda motor selama tahun 2025 – Januari hingga Desember – ternyata masih meningkat. Meski besaran peningkatan tersebut tipis dibanding penjualan sepanjang tahun sebelumnya.</p>
<p>Keterangan resmi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (9/1/2026) menyebut selama 12 bulan penuh di 2025, jumlah sepeda motor yang terjual mencapai 6.412.769 unit. Jumlah itu naik 1,3 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menjelaskan kondisi pasar sepeda motor domestik yang relatif stabil pada tahun lalu tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi yang efisien dan efektif untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Kendaraan bermotor roda dua itu masih menjadi alat transportasi produktif paling efisien dan efektif yang dibutuhkan masyarakat.</p>
<p>Tipisnya kenaikan penjualan seped amotor tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya, dinilai Ekonom Center of Economic and Law Studies atau CELIOS Nailul Huda mencerminkan belum membaiknya daya beli masyarakat secara fundamental. Menurut dia, daya beli melemah karena tekanan inflasi yang tidak diimbangi kenaikan upah riil.</p>
<figure id="attachment_25377" aria-describedby="caption-attachment-25377" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Sepeda-motor-Honda-di-sebuah-pameran-otomotif-dok.Mobilitas-e1756029274871.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-25377" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Sepeda-motor-Honda-di-sebuah-pameran-otomotif-dok.Mobilitas-e1756029274871.jpg" alt="" width="700" height="502" /></a><figcaption id="caption-attachment-25377" class="wp-caption-text">Sepeda motor Honda di sebuah pameran otomotif &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8220;Ini membuat masyarakat lebih selektif dalam berbelanja atau menahahan konsumsi, apalagi membeli barang non kebutuhan primer seperti kendaaraan. Meski juga hrus diakui pasar sepeda motor mendapatkan berkah adanya shifting orang yang sebelumnya menggunkan mobil, tetapi karena ingin berhemat maka membeli motor, sehingga penjual an motor naik walau tipis,” papr Nailul yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>Sementara itu, di tahun 2026 ini, AISI menargetkan penjualan sebanyak 6,4 – 6,7 juta unit. Target tersebut sama persis dengan target penjualan selama tahun 2025.</p>
<p>”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” kata Sigit Kumala. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Orang Beralih Niat Beli dari Mobil ke Motor, Bikin Penjualan di Oktober 2025 Naik</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/banyak-orang-beralih-niat-beli-dari-mobil-ke-motor-bikin-penjualan-di-oktober-2025-naik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 07:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[motor terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26379</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta berbicara, di bulan Oktober...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas </strong>– Fakta berbicara, di bulan Oktober 2025 penjualan sepeda motor di Tanah Air Banyak meningkat dibanding bulan September 2025 atau bulan sebelumnya, maupun bulan Oktober 2024.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang disitat <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (19/11/2025) menunjukkan, di bulan kesepuluh 2025 itu, total motor yng terjual di Indonesia sebanyak 590.362 unit. Jumla itu naik 4,08 persen dibanding bulan September 2025 dan menanjak 8,4 persen dibanding bulan Oktober tahun lalu yang sebanyak 544.392 unit.</p>
<p>Pencapaian penjualan di bulan Oktober tersebut menyulut kenaikan penjualan secara kumulatif Januari – Oktober 2025 yang sebanyak 5.427.253 unit. Jumlah itu naik 0,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang sebanyak 5.416.888 unit.</p>
<p>Ihwal kenaikan penjualan kendaraan bermotor roda dua ini, Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios) Bhima Yudhistira yang dihubungi <em>Mobilitas </em>di Jakarta, , Rabu (19/11/2025) menyebut sejatinya kenaikan permintaan di bulan Oktober bukan murni karena pulihnya daya beli masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Meski, juga tidak bisa dimungkiri faktor dukungan panen (periode musim tanam padi maupun palawija Maret- September dan musim panen komoditas perkebunan), tetapi faktor switching pembelian kendaraan dari mobil ke motor cukup dominan. Hal dikarenakan daya beli yang masih lemah, banyak kelompok kelas menengah lapiasan terbawah dan tengah (yang merupakan calon pembeli potensial LCGC dan Low MPV) menahan pembelian mobil.</p>
<figure id="attachment_11264" aria-describedby="caption-attachment-11264" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11264" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223.jpg" alt="" width="700" height="511" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-696x508.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Yamaha-Grand-Filano-Hybrid-Connected-saat-dipamerkan-di-sebuah-pusat-perbelanjaan-dok.Istimewa-e1678537185223-575x420.jpg 575w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11264" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Yamaha Grand Filano Hybrid Connected &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Karena mereka membutuhkan kendaraan untuk mobilitas maka dicari kendaraan yang ongkos operasionalnya murah, yaitu sepeda motor. Apalagi motor ini kan fleksibel. Jadi karena faktor daya beli masyarakat kelompok menengah yang masih lemah, maka banyak yang switching atau berpindah beli dari rencananya mobil ke motor. Apalagi anak yang masuk SMA atau baru kuliah butuh kendaraan,” papar Bhima.</p>
<p>Terlebih, menurut Bhima, jumlah kelas menengah di Indonesia telah menurun drastis, turun kelas karena biaya hidup yang makin m ahal, tetapi pendapatan tetap. Pada tahu 2019 jumlah penduduk kelas menengah masih sekitar 57 juta orang, namun kini hanya 47 juta orang.</p>
<p>“Sementara porsi biaya tranportasi dalam belanja rumah tangga masih besar karena transportasi umum yang tidak efisien. Ini menjadikan beli motor merupakan alternatif pilihan yang rasional, dan sebaliknya penjualan ritel mobil di Januari – Oktober turun kan,” jelas Bhima. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Motor di Januari – Agustus 2025 Masih Lesu, Daya Beli dan Pesimisme Jadi Pemicu</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-motor-di-januari-agustus-2025-masih-lesu-daya-beli-dan-pesimisme-jadi-pemicu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2025 03:54:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[motor terlaris 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25566</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski besaran penurunan penjualan secara...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski besaran penurunan penjualan secara kumulatif dari Januari – Agustus 2025 itu relatif kecil, namun sebaiknya tidak dianggap remeh. Sebab penjualan kendaraan bermotor roda dua tersebut menjadi salah satu indikator performa kekuatan ekonomi nasional.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (12/8/2025) menunjukkan selama delapan bulan pertama 2025, jumlah motor yang terjual di Tanah Air, sebanyak 4.269.718 unit. Jumlah tersebut melorot 1,7 persen dibanding total penjualan selama periode yang di tahun 2024 yang mencapai 4.343.781 unit.</p>
<p>Sementara, di bulan Agustus saja kinerja penjualan sepeda motor ini naik (dengan total 578.041 unit) dibanding bulan Agustus 2024. Tetapi jika dibanding bulan sebelumnya atau bulan Juli 2025, ternyata kinerja penjualan di Agustus 2025 itu melorot.</p>
<p>Memang, di kurun waktu Januari – Agustus tahun ini, penjualan motor di Indonesia dari bulan ke bulan, ada beberapa kali penyusutn jumlah dari satu bulan ke bulan lainnya. Itu terjadi di bulan Maret dari bulan Februari, kemudian April dari Maret, dan Agustus dari bulan Juli.</p>
<p>Rinciannya Januari penjuan yang tercetak 560.301 unit, Februari 581.277 unit, Maret 541.684 unit, dan April 406.691 unit. Kemudian di bulan Mei 505.350 unit, Juni 509.326 unit, Juli 587.048 unit, dan Agustus 578.041 unit.</p>
<figure id="attachment_3541" aria-describedby="caption-attachment-3541" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3541" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="660" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa.jpg 660w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-300x220.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-572x420.jpg 572w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-peluncuran-motor-baru-Honda-di-hajatan-GIIAS-2019-dok.Istimewa-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 660px) 100vw, 660px" /></a><figcaption id="caption-attachment-3541" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Honda ADV 150 yang dipasarkan di Indonesia &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Pengamat industri dan keuangan dari Indonesia Industry &amp; Financial Policy Studies (IIFPOS), Dandy Sutalaksana yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (12/9/2025) menyebut, jika dilihat secara keseluruhan atau kumulatif delapan bulan pertama 2025, ternyata masih turun dibanding tahun lalu. “Secara umum, market belum membaik atau staganan terbukti total penjualan turun meski sedikit. Ini karena faktor daya beli, ” ungkap Dandy.</p>
<p>Selain biaya hidup yang makin mahal tetapi pendapatan tidak bertambah, juga dikarenakan maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dandy mengutip data Satudata Kementerian Ketenagakerjaan, yang memperlihatkan di periode Januari &#8211; Juni 2025 sebanyak 42.385 pekerja mengalami PHK. Jumlah tersebut melonjak 32,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>Tragisnya di saat yang sama di sektor pertanian khususnya di sub sektor hortilutura banyak petani yang mengalami gagal panen akibat cuaca yang berubah ekstrem. “Akibatnya tidak hanya dialami petani saja, tetapi jug konsumen karena harga produk tersebut makin mahal dan terjadi inflasi, ” kata Dandy.</p>
<p>Muara dari seluruh rangkaian kondisi itu adalah pesimisme konsumen terutama terhadap prospek penghasilan ke depan. “Ini yang membuat masyarakat cenderung menahan belanja atau menunda konsumsi, ” tandas Dandy. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konsumen Nahan Belanja, Penjualan Sepeda Motor Indonesia Januari – Juli 2025 Melorot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/konsumen-nahan-belanja-penjualan-sepeda-motor-indonesia-januari-juli-2025-melorot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2025 06:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[AISI]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Industri SEpeda Motor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[motor Honda]]></category>
		<category><![CDATA[motor terlaris di 2025]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25330</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kemerosotan penjualan kendaraan bermotor roda...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kemerosotan penjualan kendaraan bermotor roda dua alias sepeda motor di Indonesia itu tak hanya terjadi di bulan Juli saja, tetpi juga di periode tujuh bulan pertama atau Januari – Juli 2025, dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/8/2025) menunjukkan selama bulan Juli saja, jumlah sepeda motor yang terlego di Tanah Air sebanyak 587.048 unit. Jumlah tersebut melorot 1,97 persen dibanding total penjualan yang tercetak di bulan yang sama di tahun lalu, yang masih mencapai 598.901 unit.</p>
<p>Sedangkan di periode tujuh bulan pertama alias secara kumulatif dari Januari – Juli 2025, total jumlah sepeda motor yang terjual di Indonesia sebanyak 3.691.677 unit. Jumlah ini melorot 2,08 persen dibanding penjualan yang terjadi selama periode Januri – Juli di tahun lalu, yang mencapai 3.769.895 unit.</p>
<p>Pengamat industri dan keuangan dari Indonesia Industry &amp; Financial Policy Studies (IIFPOS), Dandy Sutalaksana yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (20/8/2025) menyebut melorotnya penjualan sepeda motor di tujuh bulan pertama 2025 itu dikarenakan banyak orang yang merupakan calon pembeli potensial masih ragu untuk membelanjakan uangnya.</p>
<figure id="attachment_21748" aria-describedby="caption-attachment-21748" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/12/Sepeda-motor-Yamaha-dok.Mobilitas-e1733833938198.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-21748" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/12/Sepeda-motor-Yamaha-dok.Mobilitas-e1733833938198.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-21748" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sepeda motor Yamaha &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, karena tidak sedikit orang yang merasa berat bebannya karena biaya hidup bertambah mahal karena harga barang namun pendapatan tetap, atau pendapatan naik tetapi tidak sebanding dengan kenaikan besaran harga barang dan biaya hidup,” papar Dandy.</p>
<p>Terlebih, tidak sedikit calon pembeli potensial sepeda motor dibayangi kekhawatiran mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mengingat tren ekonomi yang terjadi. Selain itu, di sejumlah daerah, anomali iklim mempengaruhi hasil produksi pertanian, khususnya tanaman pangan, sehingga harga bahan pangan itu naik dan berujung semakin membengkaknya anggaran biaya hidup.</p>
<p>“Itu menjadikan orang pikir-pikir untuk membeli barang non kebutuhan primer. Apalagi beli motor. Dan kondisi yang juga berdampak ke penjualan motor adalah sikap lembaga pembiayaan yang lebih selektif dalam menyalurkan kredit, hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kredit macet yang rawan terjadi di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang,” jelas Dndy. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Sepeda Motor Selama Januari – Juni 2025 di RI Susut, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-sepeda-motor-selama-januari-juni-2025-di-ri-susut-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 02:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kredit motor]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=24926</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Susutnya jumlah sepeda motor yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Susutnya jumlah sepeda motor yang terjual di periode Januari – Juni 2025 selain dikarenakan masyarakat yang berhati-hayti dalam melakukan pembelanjaan uangnya, juga dikarenakan lembga pembiayaan kredit yang semakin selektif.</p>
<p>Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (14/7/2025) memperlihatkan selama januari – Juni 2025 sebanyak 3.104.629 unit. Jumlah penjulan ini menyusut 2,09 persen dibandingkan periode yang sama 2024, yang masih sebanyak 3.170.994 unit.</p>
<p>Namun di bulan Juni saja penjualan kendaraan bermotor roda dua itu sedikit membaik, total yamg terjual sebanyak 509.326 unit. Jumlah ini meningkat tipis 0,78 persen dibanding Mei 2025 yang mencatatkan 505.350 unit.</p>
<p>Ekonom Center of Economic and Economic Studies (CELIOS) Nailul Huda yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (14/7/2025) menyebut faktor daya beli masyarakat yang masih loyo menjadi penyebab permintaan sepeda motor di Tanah Air secara kumulatif enam bulan pertama tahun ini masih menciut. “Biaya hidup meningkat, tetapi pendapatan tetap menjadikan orang banyak yang berhati-hati dalam berbelanja barang non kebutuhan primer,” papar Nailul.</p>
<figure id="attachment_11054" aria-describedby="caption-attachment-11054" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11054" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693.jpg" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693-696x502.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693-582x420.jpg 582w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Honda-PCX-160-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677493173693-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11054" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sepeda motor Honda &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Kondisi seperti ini juga menjadikan lembaga pembiayaan kredit – baik bank maupun non bank – juga bersikap hati-hati dengan lebih selektif dalam menilai permohonan pembiayaan kredit yang diajukan masyarakat. “Padahal, lebih dari 70 persen pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit,” ujar Nailul.</p>
<p>Pernyataan senada diungkap Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesi (APPI) Suwandi Wiratno, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (14/7/2025). Jika perusahaan pembiayaan lebih selektif, lanjut Suwandi, itu dikarenakan bersikap <em>prudent</em> (hati-hati), dalam merespon kondisi yang ada.</p>
<p>“Maraknya PHK (pemutusan hubungan kerja), lalu kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi pertimbangan, khususnya dalam melihat pengajuan kredit kendaan bermotor roda dua,” ungkap Suwandi. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
