<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan ritel mobil 2024 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-ritel-mobil-2024/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Sep 2024 14:38:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan ritel mobil 2024 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Januari – Agustus: Saat Merek Lain Berguguran, Penjualan Chery di RI Malah Naik Signifikan</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-agustus-saat-merek-lain-berguguran-penjualan-chery-di-ri-malah-naik-signifikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 04:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Automobile]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Chery]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Chery yang terlaris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Chery]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil nasional]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan ritel mobil 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PT Chery Sales Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=20076</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sejumlah kalangan menyebut masih loyonya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sejumlah kalangan menyebut masih loyonya pasar kendaraan bermotor roda empat (mobil) di Tanah Air (terbukti penjualan yang masih merosot di periode Januari – Agustus 2024) dikarenakan “tercekik” daya beli kelas menengah yang melemah.</p>
<p>“Kalau bicara soal penjualan mobil yang merupakan barang kebutuhan sekunder atau bahkan tersier bagi masyarakat, faktor daya beli merupakan faktor penentu. Sementara di tahun ini, sejak awal tahun sampai dengan saat ini (awal September 2024) daya beli masyarakat kelas menengah (baik menengah kelompok yang teratas, medium, maupun kelas menengah pemula) melemah,” ungkap Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (9/9/2024) lalu.</p>
<p>Menurut Bhima serangkaian survei dan riset yang dilakukan sejumlah lembaga, termasuk lembaganya memperlihatkan biaya hidup masyarakat meningkat tetapi pendapatan tetap. Sehingga banyak masyarakat yang tidak bisa menabung atau menyisihkan pendapatan untuk keperluan lain.</p>
<p>&#8220;Akibatnya, masyarakat menahan konsumsi barang-barang kebutuhan non primer, apalagi tersier seperti mobil. Mirisnya, kondisi tekanan ekonomi ini juga dialami oleh dunia usaha (yang merupakan konsumen kendaraan komersial),” tandas Bhima.</p>
<figure id="attachment_18005" aria-describedby="caption-attachment-18005" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Mobil-listrik-Chery-Omoda-E5-dok.Istimewa.webp"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-18005" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/05/Mobil-listrik-Chery-Omoda-E5-dok.Istimewa.webp" alt="" width="640" height="384" /></a><figcaption id="caption-attachment-18005" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Chery Omoda E5 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Pendapat Bhima didukung fakta. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (14/9/2024) menunjukkan pada periode Januari &#8211; Agustus tahun ini, jumlah mobil yang terjual dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) 560.619 unit. Jumlah ini anjlok 7,1 persen dibanding periode sama di tahun 2023, yang mencapai 675.859 unit.</p>
<p>Sementara, di saat yang sama, jumlah mobil yang terjual dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) mencapai 584.857 unit. Jumlah itu merosot 12,1 persen dibanding Januari – Agustus tahun lalu, yang masih sebanyak 665.262 unit.</p>
<p>Hampir semua pabrikan mobil di Tanah Air membukukan amblesnya penjualan, dan hanya beberapa merek yang masih berkinerja positif. Salah satu merek atau pabrikan yang masih moncer itu adalah Chery Automobile yang mobilnya dipasarkan PT Chery Sales Indonesia.</p>
<p>Tercatat, sepanjang Janurai – Agutus 2024, merek ini meraup angka <em>wholesales</em> sebanyak 5.517 unit, meroket 98,1 persen dibanding periode sama di tahun 2023. Sedangkan angka penjualan ritel yang berhasil diseroknya pada kurun waktu itu 5.363 unit, meroket 99,6 persen. (Tan/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari &#8211; Mei 2024: Penjualan Mobil di RI Masih Anjlok, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-mei-2024-penjualan-mobil-di-ri-masih-anjlok-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jun 2024 10:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Chery di RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Honda Indonesia 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil RI Januari - Mei 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Toyota 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan ritel mobil 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Suzuki Indonesia 2024]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Wuling di RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18604</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Amblesnya penjualan mobil (baik mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Amblesnya penjualan mobil (baik mobil penumpang maupun angkutan barang) selam Januari hingga Mei 2024 tak hanya terjadi dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) saja, tetpai juga dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (10/6/2024) menunjukkan selama lima bulan pertama 2024 itu, total <em>wholesales</em> yang dibukukan seluruh pabrikan mobil di Tanah Air sebanyak 334.969 unit. Jumlah ini ambles 21 persen dibanding total <em>wholesales</em> selama periode sama di tahun 2023, yang sebanyak 423.771 unit.</p>
<p>Sementara, jumlah mobil yang terjual ke konsumen (penjualan ritel) pada saat yang sama hanya sebanyak 361.698 unit. Jumlah ini ambles 14,4 persen dibanding jumlah penjualan ritel yang dicetak seluruh pabrikan pada lima bulan pertama di tahun lalu, yang mencapai 422.514 unit.</p>
<p>Pada bulan Mei saja, total <em>wholesales</em> yang dibukukan pabrikan hanya 71.263 unit. Jumlah ini anjlok 13,3 persen dibanding bulan yang sama di tahun lalu, yang mencapai 82.189 unit.</p>
<p>Sedangkan penjualan ritel di bulan kelima itu, hanya sebanyak 72.137 unit. Total penjualan ritel ini anjlok 12,6 persen dibanding total penjualan ritel yang tercetak pada bulan yang sama di tahun lalu, yang mencapai 82.560 unit.</p>
<figure id="attachment_11881" aria-describedby="caption-attachment-11881" style="width: 691px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11881" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Suzuki-ERtiga-salah-satu-mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diimpor-oleh-Vietnam-dok.Mobilitas-e1681229230478.jpg" alt="" width="691" height="490" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Suzuki-ERtiga-salah-satu-mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diimpor-oleh-Vietnam-dok.Mobilitas-e1681229230478.jpg 691w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Suzuki-ERtiga-salah-satu-mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diimpor-oleh-Vietnam-dok.Mobilitas-e1681229230478-300x213.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Suzuki-ERtiga-salah-satu-mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diimpor-oleh-Vietnam-dok.Mobilitas-e1681229230478-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Suzuki-ERtiga-salah-satu-mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diimpor-oleh-Vietnam-dok.Mobilitas-e1681229230478-592x420.jpg 592w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Suzuki-ERtiga-salah-satu-mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diimpor-oleh-Vietnam-dok.Mobilitas-e1681229230478-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 691px) 100vw, 691px" /><figcaption id="caption-attachment-11881" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Suzuki Ertiga &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Ihwal masih loyonya penjualan mobil di Tanah Air ini, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (10/6/2024) menyebut faktor suku bunga menjadi penyebab orang berpikir untuk membeli mobil.</p>
<p>Menurut dia, dengan dikereknya suku bunga acuan Bank Indonesia (<em>BI Rate</em>) dari 6,0 persen menjadi menjadi 6,25 persen menjadikan orang mengkalkulasi besaran angsuran, di tengah masih rentannya perekonomi nasional.</p>
<p>Pada sisi lain, lembaga pembiayaan kredit (<em>leasing</em>) saat ini juga banyak yang memperketat penyaluran pembiayaan sebagai langkah antisipasi kredit bermasalah.“Suku bunga berpotensi naik, dan <em>leasing</em> semakin selektif, tentu ini sangat berpengaruh besar ke penjualan. Apalagi, sekitar 75 persen – 80 persen pembelian mobil menggunakan cara kredit,” kata Jongkie.</p>
<p>Sementara, di segmen kendaraan komersial terutama truk, para pelaku usaha saat ini dalam posisi menunggu dan melihat keadaan hingga transisi pemerintahan ke pemerintah baru hasil pemilihan umum selesai dilakukan.</p>
<p>“Pada saat dalam kondisi <em>wait and see</em> (menunggu dan melihat) inilah, banyak pelaku usaha yang menahan langkah ekspansi. Sehingga kebutuhan barang modal, termasuk kendaraan komersial juga belum direalisasikan,” jelas Jongkie. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
