<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjualan Suzuki di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penjualan-suzuki-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Jun 2024 15:09:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penjualan Suzuki di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mulai Akhir 2025 Suzuki Berhenti Produksi Mobil di Thailand, Pabrik Ditutup</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mulai-akhir-2025-suzuki-berhenti-produksi-mobil-di-thailand-pabrik-ditutup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 11:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Suzuki di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[PT SIS]]></category>
		<category><![CDATA[PT Suzuki Indomobil Sales]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Berhenti Produksi Mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Motor Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18567</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Dengan berhentinya produksi tersebut maka...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Dengan berhentinya produksi tersebut maka pabrik Suzuki yang berada di Rayong, Thailand Timur dan telah beroperasi 12 tahun ditutup.</p>
<p>Pernyataan resmi Suzuki Motor Thailand yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (7/6/2024) menyebut penghentian produksi mobil di Negeri Gajah Putih itu merupakan langkah strategis untuk lebih fokus ke upaya pabrikan dalam memproduksi mobil listrik (termasuk hybrid). Sedangkan proses produksi mobil elektrifikasi itu dilakukan di luar Thailand.</p>
<p>“Kami akan tetap memasarkan mobil termasuk mobil hybrid dan mobil listrik baterai di Thailand berikut layanan purna jualnya,” bunyi keterangan pabrikan berlambang huruf “S” ini.</p>
<figure id="attachment_18571" aria-describedby="caption-attachment-18571" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-18571" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/06/Suzuki-Swift-yang-diproduksi-di-Thailand-dok.Pinterest-e1717772422890.jpg" alt="" width="700" height="480" /><figcaption id="caption-attachment-18571" class="wp-caption-text">Suzuki Swift yang diproduksi di Thailand &#8211; dok.Pinterest</figcaption></figure>
<p>Mobil-mobil (termasuk mobil elektrifikasi) yang dijajakan di Thailand itu akan didatangkan dari pabrik lain yang berada di negara lain di wilayah Asia Tenggara.</p>
<p>“Kebijakan Suzuki Motor ini merupakan bagian dari upaya untuk menuju netralitas karbon, dan kendaraan elektrifikasi Suzuki secara global. Untuk mewujudkan upaya itu, Suzuki telah mengoptimalkan lokasi produksi dari kendaraan elektrifikasi itu,” sebut pabrikan.</p>
<p>Sementara, laporan The Japan Times yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (7/6/2024) menyebut pabrik Suzuki di Rayong, Thailand, mempunyai kapasitas produksi hingga 60.000 unit per tahun. Pabrik ini memiliki karyawan hampir 800 orang. (Ton/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi dan Penjualan Mobil Thailand di Januari- April 2024 Melorot, Ekspor Merosot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-dan-penjualan-mobil-thailand-di-januari-april-2024-melorot-ekspor-merosot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 04:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Daihatsu di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu D-Max]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Suzuki di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[PT TAM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Hilux di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18403</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Selama Januari hingga April 2024,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Selama Januari hingga April 2024, produksi mobil di negara itu melorot 17 persen. Sementara penjualan dan ekspor masing-masing merosot hingga 23,9 persen dan 3,7 persen.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (25/5/2024) menunjukkan selama empat bulan pertama 2024 itu, jumlah mobil yang diproduksi seluruh pabrikan di Thailand sebanyak 518.790 unit. Jumlah ini melorot 17 persen dibanding total produksi yang tercetak di Thailand selama periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Selama bulan April saja, jumlah mobil yang diproduksi semua pabrikan di Negeri Gajah Putih itu sebanyak 104.667 unit. Jumlah ini merosot 11 persen dibanding jumlah produksi pada bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>“Melorotnya penjualan ini dikarenakan menysutnya permintaan kendaraan pickup. Ini terjadi karena adanya pengetatan penyaluran kredit oleh lembaga keuangan, dalam rangka mengantisipasi melonjaknya potensi kredit macet,” bunyi keterangan FTI.</p>
<figure id="attachment_11204" aria-describedby="caption-attachment-11204" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11204" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Honda-CR-V-terbaru-atau-generasi-keenam-akan-hadir-di-Thailand-dok.Istimewa-e1678328374561-584x420.jpg 584w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11204" class="wp-caption-text">Honda CR-V terbaru atau generasi keenam di Thailand- dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara, jumlah mobil yang terjual selama empat bulan pertama atau catur wulan pertama 2024 itu hanya sebanyak 210.494 unit. Jumlah tersebut ambles 23,9 persen dibanding total jumlah penjualan yang dicetak seluruh pabrikan pada Januari – April 2023.</p>
<p>“Penjualan (empat bulan pertama 2024) ini turun dikarenakan melemahnya permintaan kendaraan pickup (yang merupakan mobil terlaris di Thailand hingga saat ini). Permintaan kendaraan itu menurun karena adanya pengetatan penyaluran pembiayaan kredit dari lembaga keuangan. Mereka (lembaga keuangan) memperketat kredit untuk mengantisipasi potensi terjadinya kredit macet,” bunyi keterangan FTI.</p>
<p>Namun, ternyata tidak hanya penjualan di dalam negeri saja yang merosot, tetapi juga jumlah mobil yang dikirim atau diekspor ke luar negeri. Data FTI memperlihatkan, selama empat bulan pertama 2024 itu mobil yang diekspor Thailand sebanyak 340.685 unit, merosot 3,7 persen dibanding catur wulan pertama 2023. (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
