<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penyebab cat mobil kusam &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/penyebab-cat-mobil-kusam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Oct 2023 13:15:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>penyebab cat mobil kusam &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ternyata, Ini Tiga Penyebab Cat Mobil Cepat Kusam dan Rusak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ternyata-ini-tiga-penyebab-cat-mobil-cepat-kusam-dan-rusak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2023 10:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[cat mobil]]></category>
		<category><![CDATA[cat mobil kusam]]></category>
		<category><![CDATA[detailing]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab cat mobil berubah]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab cat mobil kusam]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab cat mobil mengelupas]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab cat mobil rusak]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan cat mobil]]></category>
		<category><![CDATA[salon mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14881</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Cat yang rusak atau berubah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Cat yang rusak atau berubah tak hanya menyebabkan keindahan mobil hilang tetapi juga menjadikan harga jual anjlok.</p>
<p>Menurut pemilik Auto Detailing Arasy Motor, Encep Syaifudin, sejatinya pabrikan kendaraan menggunakan cat dengan bahan berkualitas tinggi dan teknologi canggih pengecatan untuk melapisi mobil buatannya.</p>
<p>“Tetapi satu hal yang perlu dipahami, sebagus apapun kualitas cat maupun secanggih apapun teknologi pengecatannya, namun tetap saja tidak bisa mengalahkan alam. Artinya, jika perawatan dan perlakuan terhadap mobil tidak baik dan melawan kondisi alam, maka kerusakan atau minimal penurunan kualitas dari cat pada mobil akan terjadi,” papar Encep saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Jalan KH Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Kamis (19/10/2023).</p>
<p>Padahal, jika cat mobil sudah kusam terlebih sudah rusak maka biaya untuk perbaikannya mahal. Bahkan, jika mobil dijual pun, harganya akan jauh di bawah harga pasar. “Oleh karena itu mengetahui apa penyebab cat mobil menjadi kusam atau rusak sangat penting. Dan jika sudah tahu maka perlakukan mobil dengan benar,” kata dia.</p>
<p>Encep menyebut sedikitnya ada empat penyebab cat mobil menjadi kusam atau bahkan rusak. Pertama, karena sering diparkir di tempat terbuka dan terkena paparan sinar matahari secara langsung.</p>
<figure id="attachment_14883" aria-describedby="caption-attachment-14883" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14883" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Ilustrasi-mobil-yang-diparkir-di-tempat-terbuka-dan-terkena-paparan-sinar-matahari-secara-langsung-dok.Istimewa-via-Auto-Deal-e1697721178905.jpg" alt="" width="700" height="504" /><figcaption id="caption-attachment-14883" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil yang diparkir di tempat terbuka dan terkena paparan sinar matahari secara langsung &#8211; dok.Istimewa via Auto Deal</figcaption></figure>
<p>“Karena radiasi sinar ultraviolet dari matahari dengan suhu yang tinggi akan mengubah ikatan molekul cat dan bahkan lapisan pelindung cat. Kejadian ini disebut sebagai fotodegradasi, dan akibat lepasanya ikatan molekul cat itu maka pigmen pada cat mengalami mutasi, sehingga berubah menjadi kusam,” jelas Encep.</p>
<p>Kedua, penggunaan cover saat mobil diparkir di luar ruang. Sebab, keberadaan sarung mobil itu justeru menjadikan udara lembab terjebak di bagian bawahnya.</p>
<p>“Udara lembab yang cenderung bersifat asam ditambah suhu yang panas akan memicu reaksi kimia pada permukaan cat mobil. Dampaknya, ikatan molekul cat terlepas, dan pigmen warna berubah,” kata Encep.</p>
<p>Ketiga, cara mencuci mobil yang tidak tepat. Penggunaan air (terutama di wilayah dekat pantai), sabun yang bukan khusus untuk mobil, serta lap yang bukan untuk lap mobil bisa berpengaruh terhadap rusaknya lapisan vernis cat. Sehingga cat pun kusam. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cat Mobil Cepat Kusam Jika Sering Kehujanan, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cat-mobil-cepat-kusam-jika-sering-kehujanan-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2021 05:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya air hujan]]></category>
		<category><![CDATA[cat mobil]]></category>
		<category><![CDATA[cat mobil kusam]]></category>
		<category><![CDATA[dampak air hujan]]></category>
		<category><![CDATA[efek air hujan ke cat mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[hujan sebabkan cat mobil kusam]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab cat mobil kusam]]></category>
		<category><![CDATA[poles cat mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3847</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Fakta yang kerap dianggap sepele...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Fakta yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat (pemilik mobil) adalah tak segera mencuci mobil miliknya setelah meluncur di tengah guyuran hujan, bahkan tak sedikit dari mereka yang membiarkan mobilnya berhari-hari diterpa guyuran air hujan. Padahal, efek dari guyuran air dari langit itu memiliki efek buruk terhadap cat mobil.</p>
<p>Seperti diungkap pemilik Autodetailing Alzeros, Pondok Kacang, Serpong, Tangerang Selatan, Davine Lesmana ada beberapa zat yang terkandung di air hujan. Selain 99,9% merupakan H2O atau uanp air, kata Davine, air hujan juga mengandung sejumlah zat dengan kadar yang sangat tergantung pada lapisan atmosfer atau ruang udara yang dilalui oleh upa air ini.</p>
<p>&#8220;Sementara, pada ruang udara itu juga tergantung pada kondisi lingkungan di darat. Kalau banyak polutan karena banyak asap kendaraan, limbah industri dan rumah tangga, dan tanah yang tercemar maka kandungan partikel-partikel halus yang ada di udara juga enggak baus,” papar Davine saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Selasa (2/11/2021).</p>
<figure id="attachment_3849" aria-describedby="caption-attachment-3849" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3849" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mobil-menerjang-guyuran-air-hujan-dok.LeSavvy-scaled-e1635834631335.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-3849" class="wp-caption-text">Mobil menerjang guyuran air hujan &#8211; dok.LifeSavvy</figcaption></figure>
<p>Kandungan yang umum ada di air hujan adalah asam nitrat. Zat yang berbentuk partikel sangat halus ini berasal dari pencemar dari industri maupun limbah rumah tangga. Kandungan asampada saat hujan normal memiliki pH 6, sementara hujan asam memiliki pH dibawah normal, yakni sekitar 5,7 ke bawah.</p>
<p>Zat yang juga ada di air hujan adalah karbon silika dan fly ash dalam bentuk abu ringan. Keduanya merupakan zat debu yang selain mengikat molekul-molekul pada air hingga terbentuk hujan ternyata juga mengikat molekul berbagai kotoran di udara.</p>
<p>Lalu, zat ketiga yang ada di hujan adalah asam sulfat. Selain dapat menyebabkan gangguang pernapasan pada manusia maupun binatang, zat ini juga bersifat korosif terhadap benda-benda lain. Sehingga, tak heran jika sebuah benad padat berbahan logam berkarat dan terkikis ketika terendam air hujan, hal ini terjadi karena kikisan oleh asam sulfat dan asam nitrat yang ada di air hujan.</p>
<figure id="attachment_3850" aria-describedby="caption-attachment-3850" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3850" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Cat-mobil-yang-konstruksi-komposisi-catnya-telah-rusak-dok.Vheiclescene-e1635834970319.jpg" alt="" width="700" height="502" /><figcaption id="caption-attachment-3850" class="wp-caption-text">Cat mobil yang telah kusam menuju kerusakkan &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Zat lain yang ada di air hujan adalah garam. Meski di air hujan tingkat kandungan garam ini relatif besarannya, namun garam juga bersifat destruktif terhadap benda-benda yang terkenanya dalam waktu lama,” papar Davine.</p>
<p><strong>Merusak cat</strong><br />
Nah, jika campuran dari empat zat yang ada di air hujan itu – yakni asam nirat, asam sulfat, karbon silika dan ash, serta garam – itu menempel pada cat mobil yang telah kering sehabis kehujanan, maka akan mumcul water spot alias bintik-bintik seperti jamur di seluruh bagian bodi mobil. Jika tak segera dihilangi, campuran dari empat zat tersebut akan terus bereaksi dengan udara dari sekeliling mobil.</p>
<p>Dengan suhu yang berubah-ubah, reaksi kimia dari zat-zat tersebut akan “merontokkan” molekul-molekul pelapis cat. Bahkan, struktur pembentuk cat pun juga itu terdekonstruksi alias ambyar.</p>
<figure id="attachment_3851" aria-describedby="caption-attachment-3851" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3851" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Pemolesahan-cat-mobil-dok.Youtube-e1635835255167.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-3851" class="wp-caption-text">Pemolesahan cat mobil &#8211; dok.Youtube</figcaption></figure>
<p>“Karena itulah, lapisan cat akan rusak, warna cat akan memudar sehingga nampak kusam. Oleh karena itu, jika mobil baru terkena air hujan sesampainya di rumah sebaiknya segera bersihakan dan bilas dengan air bersih (bukan air hujan). Lalu, keringkan denan kanebo dan lap dengan lap microfiber. Dengan begitu semua kemungkinan buruk dari dampak air hujan akan terhindar,” saran Davine.</p>
<p>Agar cat mobil kembali kemilau seperti baru lagi sekaligus terlindungi, ujar Davine, sebaiknya dilakukan pemolesahan dan caoting. Jika tidak memiliki keahlian melakukan hal itu sebaiknya dibawa ke autodetailing. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
