<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perawatan radiator &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/perawatan-radiator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Nov 2021 00:53:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>perawatan radiator &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cairan Radiator Motor Cepat Habis, Ini Beberapa Pemicunya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cairan-radiator-motor-cepat-habis-ini-beberapa-pemicunya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 05:41:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[cairan radiator motor]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab radiator bocor]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan radiator]]></category>
		<category><![CDATA[radiator bocor]]></category>
		<category><![CDATA[radiator sepeda motor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3868</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Sistem pendinginan mesin dengan raditor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Sistem pendinginan mesin dengan raditor banyak digunakan oleh pabrikan sepeda motor untuk beragam model yang dibuatnya. Perangkat ini terbukti cukup ampuh untuk mendinginkan mesin selama motor digeber pengguna bahkan hingga ratusan kilometer jauhnya.</p>
<p>Namun, tak sedikit – seiring dengan pemakaian atau bertambahnya usia motor – sejumlah masalah muncil pada radiatir kendaraan bermotor beroda dua tersebut. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah, cairannya yang cepat habis. Meski, radiator baru beberapa hari dikurasi dan diisi cairan baru.</p>
<p>“Permasalahan ini secara umum bisa disimpulkan karena adanya kebocoran di salah satu atau lebih komponen dalam sistem pendirinan tersebut. Mulai dari kisisi, hingga tutup radiator bisa dan berpotensi menimbulkan kebocoran,” ujar pemilik bengkel dan penyedia cairan radiator Panama Motor, Cipondoh, Tangerang, Jajang Syafiudin, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Rabu (3/11/2021).</p>
<figure id="attachment_3870" aria-describedby="caption-attachment-3870" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3870" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Cairan-radiator-sepeda-motor-bocor-dan-menetes-di-lantai-dok.Mobilitas-scaled-e1635916803264.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-3870" class="wp-caption-text">Cairan radiator sepeda motor bocor dan menetes di lantai &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Kemungkinan pertama ada kebocoran pada kisi-kisi</strong>. Menurut Jajang, kisi-kisi radiator yang berbahan dari alumunium tipis – karena lokasi penempatannya di bagian depan – sangat rawan bocor karena diterpa atau tertimpa benda keras. Misalnya, ketika motor melaju kencang di jalanan yang banyak kerikil atau benda-benda padat berukuran kecil.</p>
<p>“Atau bisa saja, benda-benda padat itu terpental karena ada kendaraan lain seperti mobil atau motor yang melaju kencang dan melindas sebagian dari benda itu. Lalu mengenai kisi-kisi raditor motor kita, dan menimbulkan kebocoran padanya,” jelas Jajang.</p>
<figure id="attachment_3871" aria-describedby="caption-attachment-3871" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3871" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Radiator-sepeda-motor-dok.Mobilitas-scaled-e1635916994911.jpg" alt="" width="700" height="506" /><figcaption id="caption-attachment-3871" class="wp-caption-text">Radiator sepeda motor sebaiknya diberi pelindung agar kisisi-kisi tak terkena benda padat dan bocor &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Kedua, karena kebocoran pada selang</strong>. Biasanya, selang bocor karena faktor usia atau telah aus. Tetapi, selang yang berbahan dari karet yang didalamnya terdapat rajutan benang, juga rawan bocor halus karena cara penempatannya yang salah, misalnya terkekuk tidak semestinya, yang lama kelamaan membuatnya bocor.</p>
<p>“Atau, kobocoran terjadi pada sambungan antara selang dengan bagian lubang di blok mesin. Sebab, umumnya sambungan ini diikat atau dikencangkan dengan klem berupa kawat atau lempengan logam pipih yang melinkarinya. Nah, kalau klem itu kendor bisa jadi, menjadi penyebab kebocoran,” kata Cecep.</p>
<figure id="attachment_3873" aria-describedby="caption-attachment-3873" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3873" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Selang-radiator-pada-bagian-sambungannya-rawan-kendur-dan-menyebabkan-cairan-radiator-cepat-berkurang-dok.Mobilitas-scaled-e1635917343341.jpg" alt="" width="700" height="472" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Selang-radiator-pada-bagian-sambungannya-rawan-kendur-dan-menyebabkan-cairan-radiator-cepat-berkurang-dok.Mobilitas-scaled-e1635917343341.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Selang-radiator-pada-bagian-sambungannya-rawan-kendur-dan-menyebabkan-cairan-radiator-cepat-berkurang-dok.Mobilitas-scaled-e1635917343341-300x202.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Selang-radiator-pada-bagian-sambungannya-rawan-kendur-dan-menyebabkan-cairan-radiator-cepat-berkurang-dok.Mobilitas-scaled-e1635917343341-150x101.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Selang-radiator-pada-bagian-sambungannya-rawan-kendur-dan-menyebabkan-cairan-radiator-cepat-berkurang-dok.Mobilitas-scaled-e1635917343341-696x469.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Selang-radiator-pada-bagian-sambungannya-rawan-kendur-dan-menyebabkan-cairan-radiator-cepat-berkurang-dok.Mobilitas-scaled-e1635917343341-623x420.jpg 623w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-3873" class="wp-caption-text">Selang radiator pada bagian sambungannya rawan kendur dan menyebabkan cairan radiator cepat berkurang &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Kemungkinan ketiga adalah, ada masalah di area pompa radior.</strong> Pompa yang berupa pompa mekanis ini bekerja dengan dorongan putaran dari mesin. Dan pada bagian sambungannya menggunakan seal karet.</p>
<p>Jika seal tersebut sudah aus maka kebocoran pun tak terelakkan. Jika benar seal sudah rusak dan ada rembesan, segera ganti dengan yang baru.</p>
<p><strong>Keempat, kebcoran pada tutup radiator</strong>. Pada bagian dalam atau di balik tutup radiator terdapat seal karet. Jika seal ini sudah melar atau kendur, maka kemungkinan terjadi kebocoran air radiator juga besar.</p>
<figure id="attachment_3874" aria-describedby="caption-attachment-3874" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3874" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Tutup-radiator-motor-dok.Webike-e1635918093622.jpg" alt="" width="700" height="510" /><figcaption id="caption-attachment-3874" class="wp-caption-text">Tutup radiator motor &#8211; dok.Webike</figcaption></figure>
<p>Umumnya, sebut Cecep, kebocoran ini tidak selalu berupa semburan atau luberan air, tetapi bisa berupa uap. Karena pada saat mesin motor bekerja, cairan radiator yang berfungsi menyerap panas dari mesin, juga ikut panas.</p>
<p>&#8220;Sehingga, ketika ada lubang atau rongga, maka cairan radiator yang panas itu akan menguap. Dan uap demi uap yang keluar melalui sela kebocoran itu akan mengurangi volume cairan. Sehingga cairan pun akan cepat habis,” papar Cecep. (Vto/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Radiator Tak Bocor Tapi Cairan Cepat Berkurang? Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/radiator-tak-bocor-tapi-cairan-cepat-berkurang-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 07:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[cairan radiator]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[merawat radiator]]></category>
		<category><![CDATA[mobil overheating]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab radiator rusak]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan radiator]]></category>
		<category><![CDATA[Radiator]]></category>
		<category><![CDATA[radiator aus]]></category>
		<category><![CDATA[tutup radiator]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2881</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Salah satu masalah yang kerap...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Salah satu masalah yang kerap dialami mobil – tetapi seringkali juga tak disadari oleh pemilik mobil – adalah air radiator yang cepat berkurang, meskipun pada diri radiator sendiri tidak ada kebocoran. Sehingga, bagi pemilik mobil berkurangnya cairan radiator itu sebagai sesuatu yang alamiah belaka.</p>
<p>“Biasanya, pemilik mobil tiga hari sekali atau saban akan melakukan perjalanan mencoba menambahkan cairan radiator ke reservoir atau ke lubang (mulut) radiator. Mereka tanpa menyadari bahwa sebenarnya, cairan radiator mobilnya itu cepat berkurang. Nah, ini yang sebenarnya berbahaya. Oleh karena itu, perlu dicari dan dipahami apa penyebabnya, lalu apa solusinya,” tutur mekanik senior Rizki Jaya Motor, Achmad Wahid, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Cipondoh, Tangerang, Senin (21/9/2021).</p>
<p>Menurut pria yang berpengalaman 16 tahun sebagai mekanik di salah satu bengkel diler resmi sebuah merek mobil kondang asal Jepang ini, ada dua penyebab yang kerap menjadi biang dan banyak dialami oleh mobil.</p>
<figure id="attachment_2883" aria-describedby="caption-attachment-2883" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2883" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-tutup-radiator-dok.Medium-e1632208472459.jpg" alt="" width="700" height="507" /><figcaption id="caption-attachment-2883" class="wp-caption-text">Ilustrasi, tutup radiator &#8211; dok.Medium</figcaption></figure>
<p>“Keduanya ini, meski masih terbilang ada sesuatu yang bocor tetapi bukan pada fisik badan radiatornya, tetapi pada komponen pendukung radiator, dan di komponen bagian mesin mobil,” papar Wahid.</p>
<p><strong>Pertama, karet pada tutup radiator yang lemah</strong>. Masalah ini bisa terjadi karena faktor usia pemakaian, dimana lama kelamaan karet pada tutup radiator mulai melemah alias mengendur.</p>
<p>“Sehingga, ketika mobil berjalan dan radiator bekerja menyerap panas dari mesin, karet tutup itu tidak mampu menahan uap panas. Sehingga uap yang merupakan butiran air (cairan radiator) dalam rupa yang lebih lembut mengalir keluar radiator. Sehingga, lama-lama volume cairan radiator berkurang. Tetapi yang perlu dicatat juga, ada banyak tutup radiator masih baru, tetapi kualitasnya jelek sehingga karetnya berkualitas tidak bagus sehingga muncul masalah ini,” papar bapak dua anak tersebut.</p>
<p><strong>Kedua, gasket silinder head yang sudah aus atau bermasalah</strong>. Gasket merupakan komponen penyambung yang letaknya ada di antara blok mesin dan kepala silinder. Fungsi utama dari komponen ini adalah mempertahankan kompresi pada ruang bakar sekaligus mencegah kebocoran oli maupun cairan pendingin (cairan radiator) masuk ke ruang pembakaran mesin.</p>
<figure id="attachment_2884" aria-describedby="caption-attachment-2884" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2884" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-mesin-mobil-overheat-karena-cairan-radiator-yang-habis-dok.Garage-Car-Parts-e1632208696174.jpg" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-2884" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mesin mobil overheat karena cairan radiator yang habis &#8211; dok.Garage Car Parts</figcaption></figure>
<p>“Tetapi karena gasket itu sudah aus (Baik karena usia atau ada masalah lain) maka sambungan antara blok mesin dengan silinder head menjadi tidak rapat. Akibatnya, cairan radiator pun masuk ke ruang bakar dan langsung kering. Sehingga jika terus dibiarkan cairan radiator cepat habis,” jelas Wahid.</p>
<p>Selain akan terjadi overheating atau panas berlebih pada mesin akibat habisnya cairan radiator, adanya kebocoran cairan ke ruang bakar juga menganggu performa mesin. Sebab, proses pembakaran bahan bakar tercampur cairan non bahan bakar, sehingga pembakaran tak maksimal.</p>
<figure id="attachment_2068" aria-describedby="caption-attachment-2068" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2068" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-pengisian-cairan-radiator-dok.Istimewa-e1625734624737.jpg" alt="" width="700" height="490" /><figcaption id="caption-attachment-2068" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian cairan radiator harus dilakukan secara rutin dan terjadwal &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>&#8220;Solusi dari masalah ini adalah, komponen-komponen yang rusak itu harus diganti. Bawa mobil ke bengkel terpercaya yang berkredibilitas bagus,&#8221; saran Wahid. (Yap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
