<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perpol Nomor 5 Tahun 2021 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/perpol-nomor-5-tahun-2021/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Jan 2023 03:45:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Perpol Nomor 5 Tahun 2021 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polisi Segera Terbitkan Buku Panduan, Ujian Bikin SIM Makin Mudah</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/polisi-segera-terbitkan-buku-panduan-ujian-bikin-sim-makin-mudah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 03:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[penerbitan SIM]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan tentang SIM]]></category>
		<category><![CDATA[Perpol Nomor 5 Tahun 2021]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<category><![CDATA[SIM A]]></category>
		<category><![CDATA[SIM C]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian SIM]]></category>
		<category><![CDATA[ujian Teori bikin SIM]]></category>
		<category><![CDATA[UU Nomor 22 Tahun 2009]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10253</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Dengan buku uji SIM tersebut...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Dengan buku uji SIM tersebut diharapkan masyarakat benar-benar memahami peraturan lalu-lintas.</p>
<p>Seperti diungkap Kepala Subdirektorat Surat Izin Mengemudi (SIM) Korlantas Polri, Kombes Pol. Tri Julianto Djatiutomo, penerbitan buku tersebut juga diharapkan menjadi saran pembelajaran bagi masyarakat terhadap berbagai regulasi atau peraturan lalu-lintas.</p>
<p>“Karena literasi soal peraturan ini sangat penting. Sebab, harus diakui sampai saat ini banyak masyarakat yang belum paham benar terhadap peraturan maupun tanda-tanda atau rambu lalu-lintas,” papar pria yang akrab disapa Djati itu saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (4/1/2022).</p>
<p>Dengan pemahaman yang baik, diharapkan juga mengerti soal tujuan dan maksud diberlakukannya peraturan lalu-lintas. Lebih dari itu, mereka juga menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan jika peraturan tersebut dilanggar.</p>
<p>“Selama ini, banyak masyarakat yang mengetahui arti peraturan lalu-lintas maupun rambu-rambu di jalan dari penuturan orang lain yang kadang tidak secara tuntas. Sehingga menghasilkan pemahaman yang setengah-setengah. Akibatnya, pelanggaran pun masih marak dan berlangsung terus sehingga seakan menjadi kebiasaan,” kata Djati.</p>
<figure id="attachment_3232" aria-describedby="caption-attachment-3232" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3232" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-SIM-A-dan-SIM-C-dok.Mobilitas-scaled-e1633737033796.jpg" alt="" width="700" height="504" /><figcaption id="caption-attachment-3232" class="wp-caption-text">Ilustrasi, SIM A dan SIM C &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Dengan mempelajari buku tentang ujian SIM, diharapkan masyarakat pemohon SIM sudah paham betul soal aturan-aturan lalu-lintas. Walhasil, ketika ujian dijalani mereka tidak ada yang tidak lulus.</p>
<p>“Jadi, ini seperti anak sekolah. Ketika akan menghadapi ujian kan belajar dulu, begitu juga dengan ujian SIM. Jadi penerbitan buku ini bukan memberitahu orang saat ujian SIM, tetapi menyiapkan mereka. Beda lho ya antara memberi tahu materi ujian dengan menyiapkan mereka menghadapi ujian,” jelas Djati.</p>
<p>Hanya, kapan buku itu diluncurkan Djati mengaku belum bisa memastikannya. Dia hanya menyebut Kakorlantas Irjen Pol. Firman Santyabudi telah memerintahkan Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus untuk segera menerbitkan buku tersebut.</p>
<p>“Mudah-mudahan segera terlaksana peluncuran buku itu, karena Bapak Direktur Regident saat ini telah memerintah penyelesaian buku tersebut,” imbuh Djati. (Yus/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Alasan Pengendara Motor Listrik Harus Punya SIM CII</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-alasan-pengendara-motor-listrik-harus-punya-sim-cii/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2022 11:56:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Gesits]]></category>
		<category><![CDATA[motor listrik Honda]]></category>
		<category><![CDATA[Pengendara sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Perpol Nomor 5 Tahun 2021]]></category>
		<category><![CDATA[Segemay]]></category>
		<category><![CDATA[SIM]]></category>
		<category><![CDATA[SIM C]]></category>
		<category><![CDATA[SIM CII]]></category>
		<category><![CDATA[SIM pemotor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Izin Mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[Volta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8700</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Saat ini Surat Izin Mengemudi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Saat ini Surat Izin Mengemudi (SIM) pengguna sepeda motor ada tiga golongan.</p>
<p>Sesuai dengan Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 yang terbit Februari 2021 lalu, tiga golongan SIM itu adalah SIM C, SIM CI, dan SIM CII. Kini yang tengah hangat menjadi perbincangan publik Tanah Air adalah SIM untuk pengendara sepeda motor listrik.</p>
<p>Maklum, pertanyaan itu muncul seiring gemparnya pemberitaan maraknya pabrikan sepeda motor yang mulai menjajakan sepeda motor listrik di Indonesia.</p>
<p>“Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 Perpol Nomor 5 tahun 2021 itu, SIM untuk pengguna sepeda motor listrik itu SIM CII. Di pasal itu ditegaskan untuk pengemudi ranmor jenis sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 500cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik menggunakan SIM CII,” ungkap Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes. Pol. Trijulianto Djati Utomo, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (21/9/2022).</p>
<p>Soal alasan pentingnya penggolongan itu, lanjut Djati, untuk memastikan tingkat kompetensi dari seseorang yang mengemudikan kendaraan. SIM CII memiliki arti pemiliknya telah dinyatakan dan legal untuk mengemudikan motor dengan tingkatan yang lebih tinggi.</p>
<figure id="attachment_8218" aria-describedby="caption-attachment-8218" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8218" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Ilustrasi-SIM-dok.Mobilitas-e1661690544957.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Ilustrasi-SIM-dok.Mobilitas-e1661690544957.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Ilustrasi-SIM-dok.Mobilitas-e1661690544957-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Ilustrasi-SIM-dok.Mobilitas-e1661690544957-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Ilustrasi-SIM-dok.Mobilitas-e1661690544957-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/08/Ilustrasi-SIM-dok.Mobilitas-e1661690544957-586x420.jpg 586w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8218" class="wp-caption-text">Ilustrasi, SIM &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Karena sepeda motor listrik itu memiliki torsi yang langsung berada di tingkatan tinggi begitu sumberdayanya diaktifkan. Sehingga, perlu skill dan pengetahuan yang tinggi pula. Ini dikategorikan seperti mengendarai motor gede (moge),” jelas Djati.</p>
<p>Dengan penggolongan itu pula, diharapkan memberikan dorongan kepada masyarakat untuk menggunakan sepeda motor listrik. Karena dengan pengakuan atas kompetensinya itu, akan memberikan prestise tersendiri.</p>
<p>“Apalagi, pemilik SIM CII, secara otomatis legal dan boleh mengendarai motor yang berdaya lebih kecil atau mesin dengan isi silinder yang lebih kecil. Pemilik SIM ini tidak perlu membuat SIM C maupun SIM CI,” tandas Djati. (Yus/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
