<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>persiapan mudik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/persiapan-mudik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Mar 2024 13:03:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>persiapan mudik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Komponen yang Wajib Diperiksa Sebelum Mobil Dipakai Mudik Lebaran</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-komponen-yang-wajib-diperiksa-sebelum-mobil-dipakai-mudik-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 03:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[arus mudik]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal mudik]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah pemudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil yang wajib dicek sebelum mudik]]></category>
		<category><![CDATA[menyiapkan mobil untuk mudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan mobil untuk lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan mudik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17281</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Perjalanan saat mudik Lebaran bukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Perjalanan saat mudik Lebaran bukan hanya kemacetan saja yang terjadi, tetapi juga kelelahan psikis akibat pengemudi.</p>
<p>Menurut Instruktur Senior Safety Driving lembaga Java Dwipa Adventures, Poengki Eko Harianto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (22/3/2024) pengemudi yang harus berjam-jam di jalan dengan laju kendaraan yang lambat karena kepadatan lalu-lintas bisa memicu kebosanan atau bahkan stress. Kondisi tersebut bisa membuyarkan konsentrasi.</p>
<p>&#8220;Dan kalau mengemudi tidak konsentrasi, ujungnya adalah bahaya,” papar Poengki.</p>
<p>Sedangkan bagi mobil, dengan kemacetan tersebut maka beban kerjanya lebih berat dua kali lipat. Selain itu, perjalanan menempuh jarak hingga ratusan atau bahkan ribuan kilometer tentu membutuhkan kesiapan kondisi mobil yang benar-benar prima.</p>
<figure id="attachment_4003" aria-describedby="caption-attachment-4003" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4003" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Perawatan-mobil-dengan-cara-rutin-mengganti-oli-mesin-dok.RAC_-e1636431422569.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-4003" class="wp-caption-text">Pengecekan oli mobil secara rutin &#8211; dok.RAC</figcaption></figure>
<p>“Apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, dimana cuaca cerah dengan sinar matahari yang benderang, tiba-tiba berubah menjadi hujan deras, bahkan diselingi banjir. Sehingga, jika kondisi mobil tidak prima bisa mogok, bukan hanya menjadi masalah kita saja tetapi juga berdampak ke orang lain,” kata Poengki.</p>
<p>Oleh karena itu, dia menyarankan agar sebelum perjalanan mudik dilakukan, mobil sebaiknya dibawa ke bengkel untuk diperiksa kondisinya. Sedikitnya, kata Poengki, ada delapan komponen yang wajib diperiksa.</p>
<p>Mereka adalah ban. Pastikan kondisi ban madsih bagus ukiran tealapaknya, sehingga secngkeraman terhadap permukaan lintasan jalan masih kuat.</p>
<figure id="attachment_11500" aria-describedby="caption-attachment-11500" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11500" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152.jpg" alt="" width="700" height="512" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-696x509.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-574x420.jpg 574w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Ilustrasi-pengisian-Nitrogen-ke-ban-sebuah-mobil-dok.Istimewa-via-MotorBeam-e1691330132152-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11500" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengisian Nitrogen ke ban sebuah mobil &#8211; dok.Istimewa via MotorBeam</figcaption></figure>
<p>“Selain itu, pastikan tekanan angin ban tidak kurang dari rekomendasi pabrikan. Ban yang tekanan anginnya kurang dari semestinya, bukan hanya menjadi mobil boros bahan bakar. Tertapi juga berbahaya karena bisa memicu ban pecah saat mobil melaju,” tandas Poengki.</p>
<p>Kedua, oli yakni oli mesin maupun oli lainnya. Ketiga, periksa kondisi pendingin ruang kabin (AC), sebab jika AC tidak berfungsi maka kenyamanan berkendara sirna.</p>
<p>Keempat,komponen sistem pengereman. Kelima, pastikan shock breaker dalam kondisi prima. Keenam, cairan mobil mulai dari cairan radiator, minyak rem, hingga cairan washer.</p>
<figure id="attachment_14710" aria-describedby="caption-attachment-14710" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14710" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Ilustrasi-mengecek-tingkat-kesejukan-suhu-AC-mobil-sesaat-setelah-AC-dinyalakan-dok.Istimewa-via-Storables-e1696648508995.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-14710" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengecek tingkat kesejukan suhu AC mobil sesaat setelah AC dinyalakan- dok.Istimewa via Storables</figcaption></figure>
<p>Ketujuh, aki. Karena sumber daya kelistrikan. Sebab kalau daya listrik aki sudah habis atau bermasalah, maka mobil akan mogok.</p>
<p>Kedelapan, pastikan kondisi lampu dalam keadaaan baik. Cek apakah lampu utama, lampu belakang, lampu rem, hingga lampu sein dalam kondisi bagus. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemudik Waspadalah, 80% Kecelakaan di Tol Dipicu Lelah dan Ngantuk</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pemudik-waspadalah-80-kecelakaan-di-tol-dipicu-lelah-dan-ngantuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Apr 2023 09:38:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol yang tidak aman]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah kecelakaan di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kecelakaan di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan di jalan tol]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[mudik via tol]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Tol Trans Jawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11905</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik lebaran tahun ini mencapai 123,8 juta orang.</p>
<p>Perkiraan berdasar hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu juga menyebut dari jumlah pemudik tersebut, 22,07% di antaranya atau 27,32 juta orang akan menggunakan mobil pribadi.<br />
“Dan dari jumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi, 9,2 juta orang akan melalui jalan tol Trans Jawa,” bunyi keterangan survei Badan itu.</p>
<p>Banyak kalangan mengingatkan agar calon pemudik berhati-hati dengan menyiapkan kesiapan fisik, menyiapkan kondisi kendaraan agar benar-benar prima hingga memperhatikan kondisi lalu-lintas.</p>
<p>“Sebab, seperti dilaporkan BPJT melalui buku tahunan pada 2022 lalu, 61% penyebab kecelakaan di jalan tol adalah karena faktor manusia, baik karena kemampuan mengemudi dan karakter dalam mengemudi,” ungkap Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (12/4/2023).</p>
<p>Sementara, prasana dan lingkungan jalan menyebabkan 30% kasus kecelakaan. Sedangkan 9%, dikarenakan kondisi kendaraan yang tidak aman alias tidak layak jalan.</p>
<figure id="attachment_6183" aria-describedby="caption-attachment-6183" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6183" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Ilustrasi-kecelakaan-mobil-yang-diakibatkan-pengemudi-kelelahan-dan-mengantuk-dok.The-Journalists-Resources-e1650007785596.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-6183" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kecelakaan mobil yang diakibatkan pengemudi kelelahan dan mengantuk &#8211; dok.The Journalist&#8217;s Resources</figcaption></figure>
<p>“Yang perlu dicatat, faktor kemampuan saat mengemudi yang menjadi penyebab kecelakaan itu, setelah diteliti dari hasil uji forensik oleh kepolisian maupun KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) ternyata yang paling besar adalah faktor kelelahan dan mengantuk,” papar pengajar Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, itu.</p>
<p>Pernyataan serupa diungkap oleh Investigator Senior KNKT, Ahmad Wildan, yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (12/4/2023). “Dari hasil investigasi kami dari kasus kecelakaan yang terjadi selama 2022, diketahui 80% kecelakaan dipicu oleh kelelahan fisik pengemudi dan mengantuk,” kata dia.</p>
<p>Sedangkan, jalan tol yang menjadi tempat kecelakaan terbanyak sepanjang 2022– menurut data BPJT – ada lima. Mereka adalah, jalan tol Tangerang-Merak dengan 526 kasus, tol Cikampek-Palimanan sebanyak 308 kasus, tol Kanci-Pejagan sebanyak 238 kasus, tol Pejagan-Pemalang dengan 238 kasus, dan tol Kertosono-Mojokerto dengan 225 kasus. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2023, Ini Potensi Risiko di Tol Trans Jawa</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jadi-favorit-pemudik-lebaran-2023-ini-potensi-risiko-di-tol-trans-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2023 05:11:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya Tol Trans Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jalan tol Trans Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah pemudik lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan untuk mudik]]></category>
		<category><![CDATA[menyiapkan mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[pemudik lebaran 2023]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan mudik]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan mudik lebaran 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11605</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Lebaran tahun ini, sekitar 9,2...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Lebaran tahun ini, sekitar 9,2 juta orang mengaku akan mudik melalui jalan tol Trans Jawa.</p>
<p>Keinginan masyarakat itu terungkap dari hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Hasil survei juga memperlihatkan Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah tujuan mudik yang terbanyak dan dituju oleh 32,75 juta orang atau 26,45%.</p>
<p>Sementara itu, pilihan moda masih didominasi mobil pribadi 27,32 juta orang (22,07%) dan sepeda motor 25,13 juta orang (20,30%). Karena menjadi jalur favorit para pemudik, maka penyiapan jalur tersebut agar aman dan nyaman dilewati oleh jutaan keluarga yang melakukan perjalanan di saat itu.</p>
<p>“Karena bukan tidak mungkin, kondisi jalan tol yang dalam kondisi normal atau saat hari-hari biasa aman dan nyaman, menjadi kurang aman dan kurang nyaman ketika kendaraan berjubel di jalur tol tersebut,” papar Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (29/3/2023).</p>
<p>Artinya, lanjut pengajar Fakuktas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata Semarang itu, kondisi jalan tol Trans Jawa saat periode myudik lebaran itu menjadi tidak normal. Kondisi ini harus diantisipasi semua pemangku kepentingan manajmen lalu-lintas dan pengelola jalan tol.</p>
<p>“Manajemen <em>traffic</em> dengan berbagai skenario rekayasa lalu-lintas dengan berbagai potensi kondisi terburuk harus disiapkan. Kemudian, juga yang tidak kalah penting untuk disiapkan adalah penambahan rest area di jalur tol maupun di luar jalan tol,” papar Djoko.</p>
<figure id="attachment_6144" aria-describedby="caption-attachment-6144" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6144" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Menyetir-mobil-di-jalan-tol-dok.Carcarehunt-e1649740520391.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-6144" class="wp-caption-text">Ilustrasi, menyetir mobil di jalan tol &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Penambahan rest area tersebut, kata Djoko, akan memberikan pilihan para pemudik untuk beristirahat sehingga ketika terjadi penumpukan kendaraan di sebuah jalur tol, maka mereka akan dengan mudah untuk beristirahat.</p>
<p>“Selain itu, pengalaman menunjukkan di beberapa tahun saat mudik banyak rest area yang justeru menimbulkan kemacetan. Mengapa itu terjadi? Karena orang berjubel di rest area itu sehingga kendaraan mereka parkir sampai luber di bahu jalan tol . Jadi ini yang perlu diperhatikan,” jelas Djoko.</p>
<p>Dengan menjadi pilihan favorit calon pemudik, potensi risiko di jalur Trans Jawa juga meningkat. Mulai dari, kemacetan hingga potensi terjadinya kecelakaan. &#8220;Karena itu, waspada dan menyiapkan kendaraan maupun kondisi fisik dan mental, dan tidak memaksakan diri untuk tetap berkendara saat lelah adalah kuncinya,&#8221; pesan Djoko. (Jap/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
