<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pickup Daihatsu Gran Max &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/pickup-daihatsu-gran-max/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Feb 2025 04:29:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Pickup Daihatsu Gran Max &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sepanjang 2024 Saat Pasar Lesu, Daihatsu Gran Max Rajai Penjualan Pickup di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/sepanjang-2024-saat-pasar-lesu-daihatsu-gran-max-rajai-penjualan-pickup-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 02:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[DFSK Supercab]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi L300]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi TRiton]]></category>
		<category><![CDATA[pasar pickup di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan pickup di RI 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pickup Daihatsu Gran Max]]></category>
		<category><![CDATA[pickup terlris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Suszuki Carry Pickup]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling Formo Pickup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22564</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Selama tahun 2024 penjualan kendaraan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Selama tahun 2024 penjualan kendaraan niaga jenis pickup (baik low pickup seperti Daihatsu Gran Max dan Suzuki Carry cs hingga pickup medium seperti Toyota Hilux cs) di Indonesia ambles.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (1/2/2025) menunjukkan, sepanjang tahun 2024 itu total penjualan pickup di Tanah Air (ke dealer atau <em>wholesales</em>) ambles 13,02 persen dibanding tahun 2023. Jika selama 2023 masih sebanyak 116.986 unit, di tahun 2024 hanya 101.572 unit.</p>
<p>“Penjualan kendaraan niaga yang merupakan sarana penunjang kegiatan bisnis, sangat tergantung kondisi ekonomi. Kalau ekonomi membaik tentu aktivitas bisnis tentu intensitasnya meningkat, permintaan kendaraan komersial (mulai dari pickup hingga truk) juga ikut meningkat. Dan sebaliknya,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).</p>
<p>Sementara, lanjut Jongkie, pada tahun 2024 itu, daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang merupakan kelompok masyarakat terbnyak dalam populasi Indonesia melemah.“Apalagi, di tahun 2024 itu juga ada Pemilu, yang menjadikan kalangan pelaku usaha menahan ekspansi bisnis,” tandas Jongkie.</p>
<p>Pernyataan senada diungkap Head of Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufiqurrahman. Bahkan, Rizal menyebut kondisi lemahnya daya beli masih terasa hingga bulan pertama 2025 ini.</p>
<figure id="attachment_16256" aria-describedby="caption-attachment-16256" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Suzuki-New-Carry-Pick-Up-dok.PT-SIS-e1705669617248.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16256" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Suzuki-New-Carry-Pick-Up-dok.PT-SIS-e1705669617248.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-16256" class="wp-caption-text">Suzuki New Carry Pick Up yang juga diekspor ke Vietnam &#8211; dok.PT SIS</figcaption></figure>
<p>“Lemahnya daya beli masyarakat terlihat dari menurunnya impor barang konsumsi, barang modl, dan barang bahan baku maupun bahan penolong untuk produksi sektor manufaktur. Mengapa semua menurun? Karena permintaan juga merosot. Mengapa permintaan merosot, ya karena daya beli yang lemah,” kata Rizal yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).</p>
<p>Karena permintaan masyarakat yang menurun, sebut Rizal, maka perusahaan penghasil barang konsumsi maupun manufaktur menahan pembelian barang modal untuk kegiatan produksi maupun distribusi, termasuk pembelian kendaraan baru. “Jadi sektor otomotif terutama segmen kendaraan niaga (termasuk pickup) juga terkena dampaknya,” jelas Rizal.</p>
<p>Fakta menarik terkait penjualan kendaraan niaga pickup di tahun 2024 itu adalah, bercokolnya Daihatsu Gran Max sebagai pickup terlaris. Total penjualannya mencapai 42.122 unit.</p>
<p>Dia disusul Suzuki Carry yang laku 30.075 unit, Mitsubishi L300 yng terlego11.716 unit, Isuzu Traga PHR 10.170 unit dan Toyota Hilux Rangga 2.459 unit, dan Toyota Hilux (semua varian) 2.355 unit. Kemudian Wuling Formo Max laku 1.045 unit, Mitsubishi Triton 2.5L terjual 986 unit, dan DFSK DXK 1021 laku 627 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
