<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>populasi bus &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/populasi-bus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Oct 2022 12:21:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>populasi bus &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengecekan Bus Jelang Libur Nataru Diminta Tak Formalitas Belaka</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pengecekan-bus-jelang-libur-nataru-diminta-tak-formalitas-belaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2022 06:10:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan bus]]></category>
		<category><![CDATA[harga bus]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan bus]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan angkutan bus]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan jalan raya]]></category>
		<category><![CDATA[Lbur Nataru]]></category>
		<category><![CDATA[liburan Natal dan Tahun Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pengguna bus]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan bus]]></category>
		<category><![CDATA[populasi bus]]></category>
		<category><![CDATA[tren penumpang bus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=9141</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan angkutan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Kementerian Perhubungan mengecek kesiapan angkutan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p>Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hendro Sugiatno, menghimbau agar masyarakat menggunakan parasarana yang telah disediakan pemerintah termasuk terminal bus. Selain itu, mereka juga dihimbau untuk menggunakan angkutan umum demi menghindari terjadinya kemacetan lalu-lintas.</p>
<p>“Sedangkan untuk perusahaan bus saya mengimbau kesiapan bus dan supirnya menjelang Natal dan Tahun Baru pada tahun ini,” kata Hendro dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (17/10/2022).</p>
<p>Menurut Hendro Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bersama Polri dan TNI akan mengantisipasi lonjakan angkutan pemudik beberapa titik. Mereka akan mendirikan pos terpadu.</p>
<p>Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno yang dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Senin (17/10/2022) mengingatkan agar dilakukan pengecekan bus – untuk menetapkan kelayakan atau tidaknya digunakan – secara menyeluruh. Bukan sekadar administrasi dan kelengkapan komponen saja.</p>
<p>“Apalagi, di musim liburan Nataru ini bertepatan dengan musim hujan, yang mana tingkat kerawanan kemanan juga lebih tinggi. Terlebih, akhir-akhir ini angka kecelakaan bus ternyata masih tinggi,” kata dosen Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata itu.</p>
<figure id="attachment_8507" aria-describedby="caption-attachment-8507" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8507" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226.webp" alt="" width="700" height="496" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226-300x213.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226-150x106.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226-696x493.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226-593x420.webp 593w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Ilustrasi-kecelakaan-bus-di-Indonesia-dok.UCA-News-e1662893355226-100x70.webp 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8507" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kecelakaan bus di Indonesia &#8211; dok.UCA News</figcaption></figure>
<p>Bahkan, lanjut Djoko, pengecekan sebaiknya tidak hanya dilakukan pada musim-musim tertentu tetapi juga di hari-hari biasa. Hal itu, lanjut dia, demi memastikan tingkat kelayakan keamanan angkutan, termasuk bus.</p>
<p>Permintaan senada juga diungkap anggota Komisi V DPR, Syaifullah Tamliha yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (17/10/2022). Dia bahkan meminta agar pengecekan yang dilakukan petugas bukan sekadar memastikan aspek formalitas belaka.</p>
<p>“Apalagi, populasi bus saat ini terus bertambah, dari lama sampai yang terbaru. Nah, untuk memastikan kelayakannya kan perlu dicek. Cek secara menyeluruh bukan aspek formalnya saja,” papar Dia.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Senin (17/10/2022) menunjukkan, populasi bus di Tanah Air terus bertambah. Pada tahun 2019 misalnya masih 222.872 unit, tahun berikutnya 231.569 unit, dan tahun 233.261 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Ada 212.409 Bus di RI, Permintaan Unit Baru Masih Tinggi</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kini-ada-212-409-bus-di-ri-permintaan-unit-baru-masih-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2022 12:09:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus AKAP]]></category>
		<category><![CDATA[bus baru]]></category>
		<category><![CDATA[bus kota]]></category>
		<category><![CDATA[bus Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kariseri Adiputro Wirasejati]]></category>
		<category><![CDATA[karoseri bus]]></category>
		<category><![CDATA[Karoseri Laksana]]></category>
		<category><![CDATA[Karoseri Tentrem]]></category>
		<category><![CDATA[pasar angkutan bus]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan sasis bus]]></category>
		<category><![CDATA[populasi bus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8955</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Perusahaan Otobus (PO) Antar Kota...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Perusahaan Otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang membuka trayek baru.</p>
<p>Seperti diungkap Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono, minat masyarakat untuk menggunakan bus sebagai sarana transportasi antar kota masih tinggi.</p>
<p>“Salah satu keunggulan angkutan bus dibanding moda lainnya – seperti kereta api, pesawat terbang, dan kapal – penumpang bisa turun di titik terdekat dekat dari kota tujuannya,” papar Ateng saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (4/9/2022).</p>
<p>Terlebih, membaiknya infrastruktur jalan tol, menjadikan layanan bus semakin membaik. Di sisi lain, PO juga menyajikan banyak pilihan layanan mulai dari bus biasa, hingga double decker.</p>
<p>“Kelas layanannya pun bervariasi. Tampilan, kelengkapan, maupun fitur bus yang digunakan juga semakin beragam. Ini tentu juga menjadi daya tarik tersendiri,” jelas Ateng.</p>
<figure id="attachment_8379" aria-describedby="caption-attachment-8379" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8379" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Bus-baru-garapan-karoseri-Tentrem-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1662463834712.jpg" alt="" width="700" height="504" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Bus-baru-garapan-karoseri-Tentrem-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1662463834712.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Bus-baru-garapan-karoseri-Tentrem-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1662463834712-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Bus-baru-garapan-karoseri-Tentrem-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1662463834712-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Bus-baru-garapan-karoseri-Tentrem-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1662463834712-696x501.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/09/Bus-baru-garapan-karoseri-Tentrem-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2022-dok.Mobilitas-e1662463834712-583x420.jpg 583w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-8379" class="wp-caption-text">Bus baru garapan karoseri Tentrem yang dipamerkan di GIIAS 2022 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Seiring besarnya potensi pasar bus, penjualan sasis bus pun merangkak naik. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Selasa (4/10 /2022) menunjukkan di Januari – Agustus, 1.474 sasis bus terjual ke diler (<em>wholesales</em>) dan 1.461 unit ke konsumen (ritel). Keduanya meroket hampir 100% dibanding periode 2021.</p>
<p>Sementara, data Korlantas Polri memperlihatkan, hingga Juni tahun ini total jumlah bus di Tanah Air 212.409 unit. Jumlah ini terdiri dari bus besar dan menengah milik PO, hingga bus kecil milik lembaga pemerintah maupun swasta.</p>
<p>Namun, tidak semua bus itu disebut tidak semuanya dioperasikan karena faktor usia. Meski, di saat yang asama ada tambahan unit baru, baik untuk penggantian unit lama atau peremajaan maupun armada baru di trayek baru.</p>
<p>&#8220;Ini sekaligus menjadi indikasi bahwa pasar angkutan bus masih terus berkembang,” tandas Ateng. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
