<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>populasi mobil listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/populasi-mobil-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 10:22:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>populasi mobil listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Instruksi Mendagri ke Daerah untuk Bebaskan Pajak EV Dinilai Tepat, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/instruksi-mendagri-ke-daerah-untuk-bebaskan-pajak-ev-dinilai-tepat-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 07:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Chery]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak EV]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Permendagri Nomor 11 Tahun 2026]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Wuling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27657</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Setelah dua tahun mendapatkan treatment...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Setelah dua tahun mendapatkan treatment khusus berupa pembebasan pajak – baik Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) – pemerintah mencoba menata ulang perlakuan itu melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, BBNKB, dan Pajak Alat Berat.</p>
<p>Beleid itu – secara esensial – membawa pesan bahwa mobil listrik sejak 1 April 2026 tidak lagi bebas pajak meski dengan pemungut pemerintah daerah. Tetapi untuk besaran insentifnya, itu diserahkan sepenuhnya kepada daerah.</p>
<p>Namun, setelah menerbitkan dalam waktu kurang dari sebuian beleid itu diberlakukan, Menteri Dalam Negeri, TIto Karnavian, menginstruksikan semua gubernur membebaskan pajak kendaraan listrik (EV). Instruksi itu diberikan melalui Surat Edaran (SE) Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang Pemberian Insentif Fiskal berupa Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Kendaraan Bermotor.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala Center of Industry, Trade and Investment INDEF, Andry Satrio Nugroho, menyebut langkah Menteri Tito itu tepat, sebagai koreksi dari penerjemahannya bahwa mobil listrik ‘bisa’ dipajaki sesuai kebijakan pemerintah daerah. “Karena kalau pemajakan itu terjadi maka bertolak belakang dengn bagi masyarakat maupun investor. Pemerintah ingin memacu adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan ke BBM fosil dan menciptakan lingkungan bersih. Instrumennya insentif,” ujar Andry.</p>
<figure id="attachment_22347" aria-describedby="caption-attachment-22347" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Mobil-listrik-Chery-Omoda-E5-yng-dijual-di-Indonesia-dok.PT-CSI-e1737077809336.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-22347" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Mobil-listrik-Chery-Omoda-E5-yng-dijual-di-Indonesia-dok.PT-CSI-e1737077809336.jpg" alt="" width="700" height="491" /></a><figcaption id="caption-attachment-22347" class="wp-caption-text">Mobil listrik Chery Omoda E5 yng dijual di Indonesia &#8211; dok.PT CSI</figcaption></figure>
<p>Selain itu, lanjut Andry, agar dopsi itu makin kuat dan industrinya memberikan manfaat ekonomi yang besar maka produksi harus lokal. Itu bisa terjadi kalau investor diberi insentif juga dan hasil produksinya laku terjual. “Itulah mengapa pemajakan EV itu kontraproduktif,” tandas dia saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Terlebih,sebut Andry, pemerintah menargetkan 944.000 unit mobil listrik beroperasi pada 2030. Sehingga perlu mengejar penjualan 840.000 unit untuk mencapai target tersebut, atau sekitar 136.000 unit per tahun.</p>
<p>Sedangkan data Kementerin Perindustrian menunjukkan, populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga Maret 2026 sebanyki 358.205 unit. Jumlah itu terdiri 236.451 unit sepeda motor listrik, 119.638 unit mobil listrik, 798 unit bus listrik, 537 kendaraan komersial listrik, serta kategori lainnya.</p>
<p>Adapun perusahaan perakitan mobil listrik 14 dengan kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun, 68 perusahaan sepeda motor listrik dengan kapasitas 2,51 juta unit per tahun, serta sembilan perusahaan bus listrik dengan kapasitas 4.100 unit per tahun. Total investasi sektor ini telah mencapai Rp25,674 triliun. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mudik Pakai Mobil dan Motor Listrik Aman, PLN Sediakan Ribuan Tempat Cas Baterai</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mudik-pakai-mobil-dan-motor-listrik-aman-pln-sediakan-ribuan-tempat-cas-baterai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2024 01:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah SPKLU di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah SPKLU saat Mudik Lebaran 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran 2024]]></category>
		<category><![CDATA[mudik Lebaran dengan mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mudik Lebaran dengan motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[SPKLU di tol Trans Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[SPKLU di Tol Trans Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17514</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama masa mudik dan balik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama masa mudik dan balik Lebaran 2024, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyiagakan 1.124 Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia.</p>
<p>Executive Vice President Komunikasi Korporat &amp; TJSLN PLN, Gregorius Adi Trianto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (2/4/2024) menyebut SPKLU sebanyak itu disediakan PLN yang bekerjasama dengan sejumlah mitra.</p>
<p>“Selain untuk memberikan kenyamanan bagi para mudik yang menggunakan kendaraan listrik, penyediaan SPKLU ini juga menjadi wujud komitmen kami (PLN) dalam mendukung berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Adi itu.</p>
<p>Bahkan, lanjut Adi, untuk memberikan rasa pasti dan kenyamanan kepada para pengguna kendaraan listrik,- khususnya mobil listrik – di Tanah Air yang rata-rata memiliki daya jangkuan jarak sejauh 300 kilometer (Km) hingga 500 Km.</p>
<figure id="attachment_17516" aria-describedby="caption-attachment-17516" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17516" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/SPKLU-PLN-dok.PT-PLN-Persero-e1712107635682.jpg" alt="" width="700" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/SPKLU-PLN-dok.PT-PLN-Persero-e1712107635682.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/SPKLU-PLN-dok.PT-PLN-Persero-e1712107635682-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-17516" class="wp-caption-text">SPKLU PLN &#8211; dok.PT PLN Persero</figcaption></figure>
<p>“Sehingga, kami penempatan lokasi SPKLU itu kami setting dengan jarak yang aman bagi pengguna mobil listrik. Misalnya, di jalur mudik utama seperti jalan tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa, kami tambahkan 100 SPKLU untuk menambah SPKLU yang telah ada. Jadi kalau dihitung, jarak antara satu SPKLU satu dengan lainnya, itu rata-rata 23 kilometer,” jelas Adi.</p>
<p>PLN, kata Adi, menempatkan SPKLU di beberapa titik utama sepanjang jalur mudik baik di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Bahkan di wilayah Nusa Tenggara hingga Papua.</p>
<p>Sedangkan untuk pengguna sepeda motor listrik, perusahaan setrum milik negara ini menyiagakan 9.771 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Selain itu menyiagakan 1.839 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).</p>
<p>“Dan untuk mendukung penyiagaan perangkat pengisian daya listrik maupun penukaran baterai sepeda motor listrik itu, kami juga siagakan 3.504 orang pegawai yang memantau perangkat tersebut selama 24 jam. Sehingga, bagi para pemudik dengan kendaraan listrik tidak perlu ragu, karena aman dan nyaman,” tandas Adi. (Jan/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembiayaan Kredit Mobil Listrik di RI Masih Minim, Ternyata Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pembiayaan-kredit-mobil-listrik-di-ri-masih-minim-ternyata-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2024 15:28:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[APPI]]></category>
		<category><![CDATA[BEV]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kredit mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Leasing]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik baterai]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pembelian mobil listrik mayoritas tunai]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan kredit mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16979</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Masih minimnya peran lembaga pembiayaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Masih minimnya peran lembaga pembiayaan (<em>leasing</em>) dalam pembelian mobil listrik baterai (BEV) di Tanah Air bukan sekadar harga yang mahal, tetapi juga skema pembelian yang lebih dipilih konsumen.</p>
<p>Seperti diungkap Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno, sampai saat ini harga mobil listrik baterai masih terbilang mahal. Sehingga, konsumen kelas atas dengan daya beli yang tinggi saja yang menjangkaunya.</p>
<p>“Nah, karena konsumennya kebanyakan itu kelompok masyarakat dengan strata ekonomi yang tinggi atau kelas atas, maka cara pembayaran pembeliannya lebih menggunakan cara <em>cash</em> atau tunia. Ya sekitar 80 persen sampai 85 persen. Sisanya kredit, itu pun dengan tenor yang terbilang singkat,” papar Suwandi saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (5/3/2024).</p>
<p>Selain faktor harga dan cara pembayaran pembelian yang lebih banyak tunai itu, faktor lain yang menyebabkan peran lembaga <em>leasing</em> dalam pembiayaan pembelian BEV yang masih minim di Tanah Air adalah, karena masih belum terbentuknya ekosistem kendaraan tersebut. Ekosistem bukan sekadar jumlah mobil listrik yang ada di masyarakat plus infrastruktur pendukungnya semata, tetapi juga pasar kendaraan bekasnya.</p>
<figure id="attachment_14950" aria-describedby="caption-attachment-14950" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14950" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Neta-V-crossover-listrik-dari-Neta-Auto-yang-dijual-di-Indonesia-dok.PT-NAI-e1698147177486.jpg" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-14950" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Neta V yang dijual di Indonesia &#8211; dok.PT NAI</figcaption></figure>
<p>“Sehingga, ketika ada kredit macet, lalu mobil diambil oleh <em>leasing</em> maka ketika akan dijual melalui lelang, <em>leasing</em> juga akan kesulitan. Faktor ini juga menjadi pertimbangan,” kata Suwandi.</p>
<p>Hal serupa diungkap peneliti dari Indonesia Renewable Energy and Economic Institute (IREEI), Muhammad Hafidudin. Dia yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (5/3/2024) mengatakan faktor pasar kendaraan bekas yang belum terbentuk, persoalan jika terjadi kerusakkan mobil dan harus berganti baterai secara keseluruhan yang biayanya hampir sama dengan membeli mobil baru juga menjadi pertimbangan.</p>
<p>Dengan kata lain, lanjut Hafidudin, soal penurunan atau depresiasi nilai dari barang, dan jaminan dari asuransi juga menjadi pertimbangan. Sebab, sampai sekarang harus diakui, soal jaminan dari asuransi untuk perlindungan risiko mobil listrik masih minim.</p>
<p>“Meskipun banyak pabrikan yang memberi garansi baterai hingga beberapa waktu tertentu. Informasi yang saya terima dari teman-teman di <em>leasing</em>, keenganan mereka untuk pembiayaan kendaraan listrik baterai itu karena soal mitigasi potensi risiko masih banyak kendala,” papar Hafidudin. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenperin: Subsidi Kendaraan Listrik Bukan untuk Orang Mampu</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kemenperin-subsidi-kendaraan-listrik-bukan-untuk-orang-mampu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2023 15:31:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penerima subsidi kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Subsidi kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11010</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Dengan menetapkan penerima subsidi bukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Dengan menetapkan penerima subsidi bukan orang mampu, maka keuntungan yang didapat negara juga lebih banyak.</p>
<p>“Jadi yang kami usulkan agar penerima subsidi pembelian kendaraan listrik, baik sepeda motor maupun mobil listrik, itu bukan dari kelompok menengah ke atas yang secara finansial sanggup untuk membeli walau tanpa subsidi,” tutur Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (24/2/2023).</p>
<p>Dengan kebijakan seperti itu, maka dorongan agar masyarakat beralih ke kendaraan listrik juga lebih besar. Sehingga, keuntungan yang didapat pemerintah juga lebih banyak yakni pemasyarakatan kendaraan listrik tercapai dan tujuan subsidi yang menggunakan anggaran negara tepat sasaran.</p>
<figure id="attachment_9459" aria-describedby="caption-attachment-9459" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9459" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608.jpg" alt="" width="700" height="497" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608-300x213.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608-696x494.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608-592x420.jpg 592w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-pengecasan-daya-baterai-mobil-listrik-dok.EV-Box-Blog-e1667636562608-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9459" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengecasan daya baterai mobil listrik &#8211; dok.EV Box Blog</figcaption></figure>
<p>“Nah, untuk mendapatkan profil calon pembeli kendaraan listrik yang memang layak untuk diberikan subsidi, kita akan pakai data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” tandas dia.</p>
<p>Seperti diketahui, pemerintah berencana menerapkan kebijakan pemberian subisdi pembelian kendaraan listrik mulai Maret tahun ini. Untuk pembelian sepeda motor diberi subsidi sebesar Rp 7 juta, sedangkan untuk pembelian mobil listrik tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hanya 1%. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kini Baru Ada 14.400 Kendaraan Listrik di RI, Terbanyak Motor</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kini-baru-ada-14-400-kendaraan-listrik-di-ri-terbanyak-motor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2021 03:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pengecasan baterai listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Perpres Nomor 5 Tahun 2019]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor loistrik]]></category>
		<category><![CDATA[SPKLU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4226</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Indonesia terus berupaya untuk bergerak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Indonesia terus berupaya untuk bergerak menuju era kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB) sebagaimana yang diamanatkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2009. Berdasar beleid ini pada tahun 2025, ditargetkan sebanyak 19.000 unit kendaraan mobil listrik dan 750.000 sepeda motor listrik bisa diproduksi.</p>
<p>Bahkan, pada tahun 2030 atau lima tahun setelahnya, ditargetkan sudah ada 2 juta mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor listrik berseliweran di jalanan. “Dasar pemikiran program pemasyarakatan KBLBB adalah untuk meningkatkan ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM dan lingkungan,” kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Tasrif Arifin di Jakarta, akhir Januari silam.</p>
<p>Namun, sampai dengan pertengahan November tahun ini, ternyata jumlah total kendaraan listrik – roda empat atau lebih dan sepeda motor – di Tanah Air baru ada 14.400 unit.</p>
<figure id="attachment_226" aria-describedby="caption-attachment-226" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-226" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Ilustrasi-mobil-listrik-Hyundai-Kona-dok.Nikkei-Asia-scaled-e1619054244997.jpg" alt="" width="700" height="483" /><figcaption id="caption-attachment-226" class="wp-caption-text">Hyundai Kona listrik yang juga dijual di Indonesia- dok.Nikkei Asia</figcaption></figure>
<p>“Iya benar masih sebanyak itu. Dari dari jumlah ini terbanyak sepeda motor yaitu 12.464 unit. Lalu 1.656 unit mobil penumpang, 262 unit kendaraan roda tiga, 13 unit bus, dan 5 unit mobil barang,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (24/11/2021).</p>
<p>Kini, lanjut Budi, pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan setrum itu. Khususnya di lingkungan lembaga pemerintah dan sarana angkutan umum.</p>
<p>“Karena kalau lembaga-lembaga pemerintah dan sarana publik telah menggunakan dibarengi dengan penyediaan infrastruktur pendukung maka masyarakat akan mengikuti. Pola-pola perilaku masyarakat yang kita amati seperti itu,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_3674" aria-describedby="caption-attachment-3674" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3674" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Bus-listrik-buatan-Zhongtong-pabrikan-asal-Republik-Rakyat-Cina-dok.Twitter-e1635297189494.jpg" alt="" width="700" height="513" /><figcaption id="caption-attachment-3674" class="wp-caption-text">Bus listrik buatan Zhongtong, pabrikan asal Republik Rakyat Cina yang kabarnya ditawarkan ke berbagai negara termasuk Indonesia &#8211; dok.Twitter</figcaption></figure>
<p>Kini di Tanah Air telah lahir sejumlah agen pemegang merek mobil listrik, termasuk untuk bus. Merek mulai aktif mencoba menggelontorkan produk, dan sedikitnya 13 unit bus yang saat ini telahmengajukan uji tipe.</p>
<p>“Nantinya bus-bus itu akan dipakai oleh TransJakarta. Kemudian oleh Perum PPD dan Damri,” ucap Budi.</p>
<p><strong>Konversi sepeda motor</strong><br />
Pemasyarakatan kendaraan listrik juga dilakukan untuk kendaraan jenis sepeda motor. Untuk menpercepat penggunaan kendaraan roda dua setrum ini pemerintah menawarkan program konversi yakni dari motor biasa diubah menjadi motor listrik.</p>
<p>“Kita memiliki dasar hukum berupa Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepea Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai. Nanti akan kita berikan berbagai kemudahan untuk pemiliknya termasuk dalam mengurus surat-surat keabsahannya,” kata mantan Widyaiswara di Korlantas Polri itu.</p>
<figure id="attachment_4228" aria-describedby="caption-attachment-4228" style="width: 1120px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4228" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-pengecasan-baterai-sepeda-motor-listrik-dok.New-Atlas-2.jpg" alt="" width="1120" height="800" /><figcaption id="caption-attachment-4228" class="wp-caption-text">Ilustrasi pengecasan baterai sepeda motor listrik &#8211; dok.New Atlas</figcaption></figure>
<p>Selain itu, pemerintah juga mengupayakan agar tercipta sistem penggantian baterai untuk kendaraan listrik – khususnya sepeda motor – sehingga bukan hanya memudahkan pengguna kendaraan itu kala daya baterainya mulai habis, tetapi juga bisa menekan harga jual motor listrik baru.</p>
<p>“Karena dengan sistem <em>battery swap</em> (tukar baterai) itu motor bisa dijual tanpa baterai karena baterai bisa disewa dari tempat penukaran baterai. Kalau harga murah maka minat orang untuk beli juga tinggi,” ucap Budi.</p>
<figure id="attachment_3357" aria-describedby="caption-attachment-3357" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3357" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="650" height="453" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_.jpg 650w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-300x209.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-150x105.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-603x420.jpg 603w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Salah-satu-varian-sepeda-motor-listrik-Gesits-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-3357" class="wp-caption-text">Salah satu varian sepeda motor listrik Gesits. Sepeda motor setrum asli buatan Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Data Kementerian ESDM menunjukkan hingga September 2021 jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia sebanyak 187 unit. Fasilitas ini tersebar di 155 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. (Jap/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IEA: Tahun 2030 Populasi Mobil Listrik Dunia 145 Juta</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/iea-tahun-2030-populasi-mobil-listrik-dunia-145-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 May 2021 01:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[baterai listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[IEA]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Mobil listrik RI]]></category>
		<category><![CDATA[populasi bus listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi pikap listrik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi truk listri]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=510</guid>

					<description><![CDATA[Paris, Mobilitas – Badan Energi International (IEA) –...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Paris, Mobilitas</strong> – Badan Energi International (IEA) – sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dan berdiri sejak 1974 – baru-baru ini merilis hasil penelitiannya tentang populasi kendaraan (penumpang maupun komersial) listrik di dunia.</p>
<p>Kesimpulannya, pada tahun 2030 nanti, jumlah kendaraan bersumber tenaga dari setrum itu mencapai 145 juta.</p>
<p>“Bahkan, jika semua negara-negara di dunia saat ini setuju mewajibkan penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri, maka di tahun 2030 jumlah kendaraan listriki di dunia bisa mencapai 230 juta unit,” bunyi rangkuman hasul penelitian itu seperti dikutip <em>The Guardian, </em>Jumat (30/4/2021).</p>
<p>Hingga tahun 2020 lalu, jumlah kendaraan listrik di planet bumi baru sebanyak 11 juta unit. Artinya – jika prediksi itu benar – maka di tahun 2030 jumlah populasi kendaraan listrik telah meroket hingga 10 kali lipat lebih.</p>
<figure id="attachment_513" aria-describedby="caption-attachment-513" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-513" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Pengecasan-baterai-bus-listrik-dok.Sustainable-Bus-e1619849562793.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-513" class="wp-caption-text">Pengecasan baterai bus listrik &#8211; dok.Sustainable Bus</figcaption></figure>
<p>Khusus di tahun 2020 saja, penjualan kendaraan listrik di dunia hanya sebanyak 3 juta unit. Dan di tahun itu pula, total jumlah van listrik, truk besar, dan bus baru 1 juta unit.</p>
<p>“Tren penjualan saat ini sangat menggembirakan tetapi tujuan iklim dan energi kita bersama membutuhkan penyerapan pasar yang lebih cepat,” ungkap Executive Director IEA, Fatih Birol.</p>
<p>Dia berharap pemerintah semua negara-negara di dunia mempercepat adopsi kendaraan listrik, dengan menggunakan paket pemulihan ekonomi untuk berinvestasi dalam pembuatan baterai daninfrastruktur pengisian baterai. IEA memprediksi lonjakan populasi kendaraan listrik bakal berdampak hingga miliaran dolar bagi industrinya.</p>
<figure id="attachment_512" aria-describedby="caption-attachment-512" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-512" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Mengecas-baterai-mobil-listrik-dok.BNamericas-e1619849670220.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-512" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pengecasan baterai mobil listrik &#8211; dok.BNAmericas</figcaption></figure>
<p>Sepanjang tahun 2020 lalu saja, uang yang dibelanjakan konsumen untuk membeli kendaraan ramah lingkungan itu mencapai US$120 miliar. Nilai ini naik 50% dibanding tahun 2019.</p>
<p>Pada tahun 2020 itu pula, produsen mobil listrik menggelontorkan 370 model baru ke pasar. Jumlah tersebut meningkat 40%, dibanding jumlah model baru yang dirilis sepanjang tahun sebelumnya.(Yus/Arf)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
