<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>produksi mobil di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/produksi-mobil-di-thailand/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 May 2024 16:27:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>produksi mobil di Thailand &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Mobil Listrik di RI vs Thailand Januari &#8211; April 2024, Bak Bumi dan Langit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-listrik-di-ri-vs-thailand-januari-april-2024-bak-bumi-dan-langit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2024 02:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[insentif mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[insentif mobil listrik di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil listrik Thailand januari - April 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil listrik Thailanf]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil listrik RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18416</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Penjualan mobil listrik di Thailand...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Penjualan mobil listrik di Thailand sepanjang Januari hingga April atau empat bulan pertama 2024 masih tercatat sebagai penjualan terbanyak di Asia Tenggara.</p>
<p>Data Autolife Thailand dan Federasi Indonesia Thailand (FTI) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (26/5/2024) menunjukkan, selama catur wulan pertama 2024 itu 26.377 unit mobil listrik baterai (BEV) terjual di Negeri Gajah Putih itu. Jumlah ini melonjak 41,8 persen dibanding total penjualan yang dibukukan mobil setrum di periode sama pada tahun 2023.</p>
<p>“Di antara sepuluh pasar ASEAN (perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara), Thailand merupakan pasar kendaraan listrik terbesar. Negara ini menguasai sekitar setengah pasar mobil Asia Tenggara. Sebagai negara sahabat Cina dan anggota RCEP (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional), Thailand memiliki keunggulan unik bagi perusahaan mobil listrik Cina,” tulis Autolife Thailand.</p>
<p>Faktanya, pabrikan asal Republik Rakyat Cina seperti Build Your Dreams (BYD), Great Wall Wall Motor melalui mereknya Ora, Neta, Changan, Aion, telah agresif menggempur negara dengan jumlah penduduk 71,88 juta jiwa itu. Meski, tantangan yang dihadapi pabrikan tersebut juga tidak kecil, karena selain harus bersaing dengan sesama pabrikan Cina juga dari Korea maupun Eropa.</p>
<figure id="attachment_13832" aria-describedby="caption-attachment-13832" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13832" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Neta-V-yang-diluncurkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-e1692094475245.jpg" alt="" width="700" height="512" /><figcaption id="caption-attachment-13832" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil listrik Neta V yang diluncurkan di GIIAS 2023 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Bahkan penjualan mobil listrik (BEV) di Thailand mungkin gagal mencapai target 130.000 unit yang ditetapkan pada tahun ini. Hal ini dikarenakan perang harga yang semakin tajam,” ujar Hyundai Mobility Thailand, belum lama ini.</p>
<p>Tetapi yang pasti, salah satu model mobil listrik BYD yang kini mendominasi pasar negara yang dikenal juga dengan nama Siam itu tumbang. Data FTI dan Autolife Thailand menunjukkan, selama Januari – April 2024 ini, BYD Atto 3 (atau yang di negaranya dikenal dengan nama BYD Yuan Plus) hanya 2.289 unit.</p>
<p>Jumlah tersebut ambrol hingga 68,6 persen dibanding total penjualan yang dibukukannya selama Januari – April 2023. Sebab di empat bulan pertama 2023, BYD Atto 3 masih laku sebanyak 7.285 unit. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Mobil di Thailand Merosot, Gegara Penjualan Pickup Double Cabin Lemot</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-mobil-di-thailand-merosot-gegara-penjualan-pickup-double-cabin-lemot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 04:11:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga Isuzu D-Max]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu D-Max di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu D-Max terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Pickup di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Hilux di Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17902</guid>

					<description><![CDATA[Bangkok, Mobilitas – Amblesnya total produksi mobil di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bangkok, Mobilitas</strong> – Amblesnya total produksi mobil di Negeri Gajah Putih itu tidak hanya terjadi di bulan Maret saja tetapi juga kumulatif dari Januari – Maret tahun ini.</p>
<p>Keterangan resmi Federasi Industri Thailand (FTI) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (27/4/2024) menyebut selama bulan Maret produksi mobil di negara itu hanya 138.331 unit. Jumlah ini merosot hingga 28,01 persen dibanding total jumlah produksi mobil selama bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>Sementara, secara kumulatif dari Januari – Maret, jumlah mobil yang diproduksi oleh seluruh pabrikan di Thailand hanya sebanyak 414.123 unit. Jumlah tersebut merosot 18,45 persen dibanding total produksi selama kurun waktu yang sama di tahun 2023.</p>
<p>“Menurunnya jumlah produksi dikarenakan menyusutnya jumlah produksi mobil jenis pick up yang dipicu oleh menyusutnya permintaan mobil jenis itu. Permintaan berkurang signfikan menyusul adanya pengetatan penyaluran kredit untuk otomotif. Padahal, pickup merupakan mobil yang paling banyak dibeli masyarakat,” bunyi pernyataan FTI.</p>
<figure id="attachment_15415" aria-describedby="caption-attachment-15415" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15415" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/11/Ilustrasi-proses-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-Global-Times-e1700915217494.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-15415" class="wp-caption-text">Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via Global Times</figcaption></figure>
<p>Sedangkan data FTI yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (27/4/2024) menunjukkan pada tahun 2023 lalu – dalam setahun penuh – pickup merajai penjualan mobil di negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu. Pickup Isuzu D-Max menjadi mobil terlaris dengan total penjualan 127.293 unit.</p>
<p>Dia disusul Toyota Hilux yang laku sebanyak 114.587 unit. Sedangkan pickup Ford Ranger berada di urutan kelima di dalam daftar mobil terlari, mengemas angka penjualan sebanyak 28.848 unit. (Ful/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil ke Vietnam di Tujuh Bulan, RI Masih Kalah Telak oleh Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-ke-vietnam-di-tujuh-bulan-ri-masih-kalah-telak-oleh-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 06:10:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI vs Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Suzuki ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14096</guid>

					<description><![CDATA[Hanoi, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga Juli tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hanoi, Mobilitas</strong> – Sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, Vietnam mengimpor mobil dalam wujuh utuh (CBU) sebanyak 79.821 unit.</p>
<p>Data Departemen Umum dan Bea Cukai (GCD) Vietnam yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (28/8/2023) menunjukkan total jumlah mobil yang diimpor itu naik 2,4 persen dibanding tujuh bulan pertama 2022. “Nilai dari seluruh mobil CBU yang diimpor ini mencapai US$ 1,87 miliar, meningkat 0,1 persen dibanding nilai impor selama Januari – Juli 2022,” bunyi keterangan data tersebut.</p>
<p>Menariknya, dari total mobil yang diimpor oleh agen pemegang merek di Negeri Paman Ho itu, 90 persen berasal dari tiga negara yakni Thailand, Indonesia, dan Cina. Totalnya mencapai 72.416 unit.</p>
<p>Dari tiga negara tersebut, Thailand masih bercokol di urutan pertama dalam jumlah maupun nilai ekspor. Negeri Gajah Putih ini mengirim 36.087 mobil dengan nilai US$ 762,2 juta.</p>
<p>Thailand sekaligus kembali mengalahkan Indonesia yang di tujuh bulan pertama itu mengekspor sebanyak 29.498 mobil. Total nilainya hanya US$ 399,63 juta.</p>
<figure id="attachment_4821" aria-describedby="caption-attachment-4821" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4821" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-696x482.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-606x420.jpg 606w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4821" class="wp-caption-text">Suzuki New Carry, mobil Suzuki Indonesia yang diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kendati begitu, soal urusan jualan di pasar dalam negeri Indonesia masih unggul. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (28/8/2023) memperlihatkan selama Januari – Juli, Indonesia (yang berpenduduk 273 juta jiwa lebih) melego 586.401 mobil ke diler (<em>wholesales</em>) yang tercatat naik 4,5 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Selama kurun waktu itu pula, penjualan mobil dari diler ke konsumen (penjualan ritel) sebanyak 578.891 unit. Jumlah tersebut meningkat 6,1 persen dibanding penjualan ritel yang dibukukan seluruh merek mobil di Indonesia pada tujuh bulan pertama 2022.</p>
<p>Sedangkan data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (28/8/2023) menunjukkan Thailand yang dihuni 73,2 juta penduduk membukukan <em>wholesales</em> 464.550 mobil. Sementara, penjualan ritel di tujuh bulan pertama itu mencapai 463.661 unit.</p>
<p>Negara yang juga kerap disebut sebagai Siam ini memproduksi 1.071.221 mobil (berbagai jenis dan kategori) di tujuh bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, 636.868 unit di antaranya diekspor ke berbagai negara. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
