<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>produksi mobil RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/produksi-mobil-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Apr 2024 01:55:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>produksi mobil RI &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Impor Mobil CBU RI di Kuartal I 2024 Melambat, Ini Lima Importir Terbesar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/impor-mobil-cbu-ri-di-kuartal-i-2024-melambat-ini-lima-importir-terbesar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2024 01:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[impor Honda]]></category>
		<category><![CDATA[impor Mitsubishi]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil CBU RI]]></category>
		<category><![CDATA[impor mobil Suzuki Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[impor Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[pengimpor mobil CBU terbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[pengimpor mobil CBU terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil impor di RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17759</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Penurunan total jumlah mobil utuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Penurunan total jumlah mobil utuh (CBU) yang diimpor pabrikan atau merek mobil di Indonesia selama Januari – Maret 2024 itu mencapai 28,9 persen dibanding periode sama 2023.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (18/4/2024) menunjukkan selama tiga bulan pertama 2024 itu, jumlah mobil CBU yang diimpor oleh Indonesia 19.259 unit. Jumlah ini turun 28,9 persen dibanding total jumlah mobil CBU yang didatangkan pada periode sama di tahun 2023 yang mencapai 27.101 unit.</p>
<figure id="attachment_13710" aria-describedby="caption-attachment-13710" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-13710" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Tampilan-All-New-Alphard-dok.Istimewa-e1691677445272.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-13710" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Toyota All New Alphard yang diimpor secara utuh oleh Toyota Indonesia- dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Secara total impor terbanyak merupakan gabungan dari jumlah impor dari pabrikan yang ada di Tanah Air. Maklum, mereka merupakan penguasa pasar mobil di Tanah Air.</p>
<p>Lima pabrikan Jepang yang tercatat menjadi importir mobil CBU terbanyak adalah Mitsubishi Motors yang mencapai 6.529 unit. Kemudian Suzuki 6.518 unit, Toyota 5.334 unit, Honda 4.410 unit, dan Mazda sebanyak 1.529 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil ke Vietnam di Tujuh Bulan, RI Masih Kalah Telak oleh Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-ke-vietnam-di-tujuh-bulan-ri-masih-kalah-telak-oleh-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Aug 2023 06:10:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI vs Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Suzuki ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14096</guid>

					<description><![CDATA[Hanoi, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga Juli tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hanoi, Mobilitas</strong> – Sepanjang Januari hingga Juli tahun ini, Vietnam mengimpor mobil dalam wujuh utuh (CBU) sebanyak 79.821 unit.</p>
<p>Data Departemen Umum dan Bea Cukai (GCD) Vietnam yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (28/8/2023) menunjukkan total jumlah mobil yang diimpor itu naik 2,4 persen dibanding tujuh bulan pertama 2022. “Nilai dari seluruh mobil CBU yang diimpor ini mencapai US$ 1,87 miliar, meningkat 0,1 persen dibanding nilai impor selama Januari – Juli 2022,” bunyi keterangan data tersebut.</p>
<p>Menariknya, dari total mobil yang diimpor oleh agen pemegang merek di Negeri Paman Ho itu, 90 persen berasal dari tiga negara yakni Thailand, Indonesia, dan Cina. Totalnya mencapai 72.416 unit.</p>
<p>Dari tiga negara tersebut, Thailand masih bercokol di urutan pertama dalam jumlah maupun nilai ekspor. Negeri Gajah Putih ini mengirim 36.087 mobil dengan nilai US$ 762,2 juta.</p>
<p>Thailand sekaligus kembali mengalahkan Indonesia yang di tujuh bulan pertama itu mengekspor sebanyak 29.498 mobil. Total nilainya hanya US$ 399,63 juta.</p>
<figure id="attachment_4821" aria-describedby="caption-attachment-4821" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4821" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="485" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-696x482.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-606x420.jpg 606w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Suzuki-New-Carry-dok.Istimewa-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4821" class="wp-caption-text">Suzuki New Carry, mobil Suzuki Indonesia yang diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kendati begitu, soal urusan jualan di pasar dalam negeri Indonesia masih unggul. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Senin (28/8/2023) memperlihatkan selama Januari – Juli, Indonesia (yang berpenduduk 273 juta jiwa lebih) melego 586.401 mobil ke diler (<em>wholesales</em>) yang tercatat naik 4,5 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Selama kurun waktu itu pula, penjualan mobil dari diler ke konsumen (penjualan ritel) sebanyak 578.891 unit. Jumlah tersebut meningkat 6,1 persen dibanding penjualan ritel yang dibukukan seluruh merek mobil di Indonesia pada tujuh bulan pertama 2022.</p>
<p>Sedangkan data Federasi Industri Thailand (FTI) kompartemen otomotif yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (28/8/2023) menunjukkan Thailand yang dihuni 73,2 juta penduduk membukukan <em>wholesales</em> 464.550 mobil. Sementara, penjualan ritel di tujuh bulan pertama itu mencapai 463.661 unit.</p>
<p>Negara yang juga kerap disebut sebagai Siam ini memproduksi 1.071.221 mobil (berbagai jenis dan kategori) di tujuh bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, 636.868 unit di antaranya diekspor ke berbagai negara. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unggul Penjualan, RI Masih Takluk ke Thailand Soal Produksi Mobil</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/unggul-penjualan-ri-masih-takluk-ke-thailand-soal-produksi-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 06:09:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah produsen mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah produsen mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=10260</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Asia Tenggara menjadi pasar sekaligus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Asia Tenggara menjadi pasar sekaligus tempat berproduksi yang strategis bagi produsen mobil.</p>
<p>Wilayah Asia Tenggara – yang terdiri dari 10 negara – memiliki jumlah penduduk 600 juta jiwa lebih. Pertumbuhan ekonomi wilayah ini – menurut Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan PBB atau OECD – sebagai kawasan dengan ekonomi paling dinamis juga menjadi titik strategis distribusi barang untuk pasar ekspor ke berbagai negara maupun benua.</p>
<p>Sehingga, tak heran jika banyak produsen, termasuk produsen mobil yang memproduksi kendaraan baik untuk dijajakan di pasar lokal maupun ekspor. Soal produksi mobil, ternyata (Januari – November 2022), Indonesia masih tertinggal Thailand.</p>
<p>Data ASEAN Automotive Federation (AFF) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Kamis (5/1/2023) menunjukkan, sepanjang sebelas bulan pertama 2022 itu, Thailand telah memproduksi 1.790.082 mobil. Pada saat yang sama, mobil yang diproduksi Indonesia 1.330.238 unit.</p>
<p>Namun, dalam penjualan selama periode sama, Indonesia lebih unggul. Selama Januari – November 2022 tersebut, mobil yang terlego di Indonesia mencapai 942.499 unit, sementara di Thailand sebanyak 818.881 unit.</p>
<figure id="attachment_9455" aria-describedby="caption-attachment-9455" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9455" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg" alt="" width="700" height="501" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-150x107.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-696x498.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-produksi-mobil-di-Thailand-dok.Istimewa-via-DSF.my_-e1667622190923-587x420.jpg 587w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9455" class="wp-caption-text">Ilustrasi, produksi mobil di Thailand &#8211; dok.Istimewa via DSF.my</figcaption></figure>
<p>Tidak cuma tahun ini saja Indonesia mengungguli Thailand dalam penjualan. Pada 2021 lalu, Indonesia membukukan penjualan 887.202 unit, naik 66,8% dibanding 2020.</p>
<p>Pada saat yang sama, penjualan di pasar Thailand 754.254 unit. Jumlah ini merosot 4,8% dibanding jumlah penjualan selama 2020.</p>
<p>Tetapi, soal ekspor sebaliknya. Data Federasi Industri Thailand (FTI) menyebut sepanjang 2021, sebanyak 956.530 mobil diekspor Thailand. Jumlah ini melonjak dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 704.626 unit.</p>
<p>Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Kamis (5/1/2023) menunjukkan selama 2021 hanya 294.639 mobil yang diekspor Indonesia. Meski, jumlah itu telah meningkat dibanding 2020 yang sebanyak 232.175 unit. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unggul di Jumlah, Nilai Ekspor Mobil RI ke Vietnam Masih Kalah dari Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/unggul-di-jumlah-nilai-ekspor-mobil-ri-ke-vietnam-masih-kalah-dari-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2022 09:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil RI di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[mobil buatan RI di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Indonesia di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=9791</guid>

					<description><![CDATA[Hanoi, Mobilitas – Meski lebih banyak, namun nilai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hanoi, Mobilitas</strong> – Meski lebih banyak, namun nilai ekspor Indonesia masih tertinggal Thailand.</p>
<p>Data Departemen Umum dan Bea Cukai Vietnam yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Senin (28/11/2022) menunjukkan, sepanjang Januari – Oktober tahun ini, Vietnam mengimpor mobil secara utuh (CBU) sebanyak 128.852 unit. Jumlah ini menciut 0,3% dibanding jumlah impor mobil CBU selama periode sama di 2021 lalu.</p>
<p>Namun, total nilai nominal impor mobil itu ternyata justeru meningkat sebesar 1,7% menjadi US$ 2,934 miliar. Menariknya, dari jumlah mobil yang diimpor ini, 93,46% atau 120.431 unit berasal dari tiga negara, yakni dari Thailand, Indonesia, dan Cina.</p>
<figure id="attachment_9793" aria-describedby="caption-attachment-9793" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-9793" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-Mitsubishi-Xpander-salah-satu-mobil-asal-Indonesia-yang-dijual-di-Vietnam-dok.Istimewa-e1669628297623.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-Mitsubishi-Xpander-salah-satu-mobil-asal-Indonesia-yang-dijual-di-Vietnam-dok.Istimewa-e1669628297623.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-Mitsubishi-Xpander-salah-satu-mobil-asal-Indonesia-yang-dijual-di-Vietnam-dok.Istimewa-e1669628297623-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-Mitsubishi-Xpander-salah-satu-mobil-asal-Indonesia-yang-dijual-di-Vietnam-dok.Istimewa-e1669628297623-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-Mitsubishi-Xpander-salah-satu-mobil-asal-Indonesia-yang-dijual-di-Vietnam-dok.Istimewa-e1669628297623-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/11/Ilustrasi-Mitsubishi-Xpander-salah-satu-mobil-asal-Indonesia-yang-dijual-di-Vietnam-dok.Istimewa-e1669628297623-586x420.jpg 586w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-9793" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Mitsubishi Xpander, salah satu mobil asal Indonesia yang dijual di Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Selama sepuluh bulan pertama tersebut, Indonesia  yang di tahun-tahun sebelumnya berada di belakang Thailand, secara volume mengungguli Thailand. Indonesia membukukan angka ekspor sebanyak 54.356 unit, dan Negeri Gajah Putih itu 50.331 unit.</p>
<p>Hanya, meski unggul dalam hal jumlah atau volume, ternyata nominal nilai ekspor yang diraup Indonesia masih lebih rendah, yakni US$ 792,6 juta. Sedangkan yang diraup Thailand mencapai US$ 993 juta.</p>
<p>Adapun total mobil impor dari Cina di periode itu sebanyak 15.744 unit, dengan nilai US$ 649,8 juta. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga Kini, Ekspor Mobil RI Masih Setengahnya Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-kini-ekspor-mobil-ri-masih-setengahnya-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2022 11:12:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[industri otomotif di RI]]></category>
		<category><![CDATA[investasi industri mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di TRI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[RI tertinggal Thailand dalam ekspor mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=9372</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski di Januari hingga September...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas </strong>– Meski di Januari hingga September ekspor Indonesia naik lebih tinggi dibanding Thailand.</p>
<p>Data ekspor mobil utuh (CBU) di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Selasa (1/11/2022) menunjukkan, selama sembilan bulan pertama itu total ekspor Indonesia mencapai 334.489 unit. Jumlah ini melonjak 61,2% dibanding periode sama di 2021 lalu.</p>
<p>Sementara, data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Selasa (1/11/2022) memperlihatkan di periode itu, ekspor mobil CBU Thailand mencapai 706.444 unit. Jumlah ini naik tipis 4,3% dibanding total ekspor selama periode sama di 2021.</p>
<p>Jumlah ekspor itu sekitar 60% dari total produksi mobil yang ada. Data berbicara, selama sembilan bulan pertama, 1.364.037 mobil diproduksi di Thailand.</p>
<figure id="attachment_6170" aria-describedby="caption-attachment-6170" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6170" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Toyota-Fortuner-yang-diekspor-TMMIN-dok.Istimewa-e1649939150781.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-6170" class="wp-caption-text">Toyota Fortuner yang diekspor TMMIN &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Artinya, 633.687 unit terjual di pasar lokal. Sedangkan 706.444 unit diekspor dan menjadikan Thailand sebagai eksportir terbesar di Asean.</p>
<p>Menurut Direktur Center of Economic and Industries Policy Studies (CEIPS) Dandi Pirngadi yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (1/11/2022) secara infrastruktur, teknologi manufaktur, serta kebijakan investasi Thailand sudah jauh lebih maju ketimbang Indonesia.</p>
<p>&#8220;Selain itu kondisi kebijakan perburuhan Thailand relatif lebih stabil juga menjadi keunggulan komparatif negeri itu di mata investor. Dan yang tidak kalah penting, kebijakan dari prinsipal (untuk ekspor),” ungkap doktor lulusan Monash University, Australia itu. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jeblok, Ekspor Mobil Indonesia ke Vietnam Diserobot Cina</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/jeblok-ekspor-mobil-indonesia-ke-vietnam-diserobot-cina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2022 09:21:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI ke Viernam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI masih kalah dari Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[mobil asal RI di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa pasar mobil impor Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan mobil di Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5860</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang bulan pertama 2022 atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang bulan pertama 2022 atau Januari kemarin, total mobil impor alias mobil yang didatangkan Vietnam secara utuh (CBU) ke dalam negeri tercatat sebanyak 4.524 unit. Jumlah itu ambrol hingga 70% dibanding jumlah yang diimpor selama bulan sebelumnya (Desember 2021) yang masih sebanyak 15.196.</p>
<p>Jebloknya jumlah impor itu dialami hampir semua negara eksportir. Tidak terkecuali lima lima negara eksportir utama yakni Thailand, Indonesia, Cina, dan Jepang.</p>
<p>Hanya, di bulan pertama 2022 itu, posisi Indonesia yang sebelumnya (baik selama setahun penuh di tahun 2021 maupun tahun-tahun sebelumnya, plus di Desember 2021) selalu berada di urutan kedua terbesar, diambil alih oleh Cina.</p>
<figure id="attachment_5862" aria-describedby="caption-attachment-5862" style="width: 850px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5862" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diekspor-ke-Vietnam-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="850" height="607" /><figcaption id="caption-attachment-5862" class="wp-caption-text">Mobil Suzuki Indonesia yang diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data yang dirilis Departemen Umum dan Bea Cukai Vietnam (VGCD) dan Asosiasi Produsen Mobil Vietnam (VAMA) yang dilansir laman <em>Nhandan</em>, Jumat (25/2/2022) menunjukkan, di Januari itu impor mobil dari Thailand masih sebanyak 2.595 unit. Kemudian, disusul mobil asal Cina sebanyak 584 unit. Lalu, dari Indonesia hanya 474unit, dan dari Jepang 284 unit.</p>
<p>“Mobil asal impor di Vietnam merosot tajam, karena pengiriman dari Indonesia anjlok. Ini yang menjadikan tanda apa penyebabnya. Meskipun secara umum, mobil impor dari semua negara eksportir juga turun di bulan tersebut,” ujar analis industri bursa saham Hanoi (Hanoi STC) Hoang Thuy Linh.</p>
<p>Sebelumnya data dari dua lembaga itu yang dilaporkan <em>VietnamNet</em>, belum lama ini, memperlihatkan jumlah mobil dari asing yang diimpor dalam wujud CBU oleh Negeri Paman Ho sepanjang 2021 mencapai 160.035 unit. Nilainya mencapaiUS$3,66 miliar.</p>
<figure id="attachment_4822" aria-describedby="caption-attachment-4822" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4822" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Wigo-alias-Toyota-Agya-yang-juga-diekspor-ke-Vietnam-dok.Istimewa-e1641117085670.png" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-4822" class="wp-caption-text">Toyota Agya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Dari jumlah tersebut 80.903 unit berasal dari Thailand, dengan total nilai US$1,5 miliar. Sedangkan dari Indonesia 44.250 unit dengan nilai US$559,5 juta, dan dari Cina 22.753 unit dengan US$873 juta.</p>
<p>Thailand masih menjadi penguasa pasar mobil ekspor di Vietnam. Meski secara total ekspor Negeri Gajah Putih itu selama Januari ambrol.</p>
<p>Data yang dirilis Federasi Industri Thailand (FTI) bidang otomotif yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Sabtu (26/2/2022) menunjukkan, total ekspor mobil CBU Thailand di bulan perdana 2022 itu hanya sebanyak 69.833 unit. Jumlah ini merosot 5,8% dibanding jumlah yang dibukukan selama Januari 2021, dan ambrol 31,1% dibanding Desember 2021.</p>
<figure id="attachment_4185" aria-describedby="caption-attachment-4185" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4185" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas.jpg" alt="" width="700" height="503" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-696x500.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-di-GIIAS-2021-dok.Mobilitas-584x420.jpg 584w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4185" class="wp-caption-text">Mitsubishi New Xpander salah satu mobil asal Indonesia yang juga diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Adapun, ekspor mobil CBU Indonesia di bulan Januari 2022 – seperti yang terlihat di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Sabtu (26/2/2022) – mencapai 24.510 unit. Jumlah itu naik 19,8% dibanding Januari 2021.</p>
<p>Jumlah ekspor itu dibukukan oleh Daihatsu ( termasuk di dalamnya ada mobil merek Toyota) sebanyak 12.172 unit. Kemudian Toyota: 6.747 unit, Suzuki 3.224 unit, Mitsubishi Motors 1.919 unit, Honda 330 unit, Hino 105 unit, Wuling 7 unit, dan Dongfeng Sokon (DFSK) 6 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil ke Vietnam, RI Masih Ditenggelamkan Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-ke-vietnam-ri-masih-ditenggelamkan-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2022 04:14:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Mobil RI ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thauland ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terlaris RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5625</guid>

					<description><![CDATA[Hanoi, Mobilitas – Sepanjang tahun 2021 kemarin, Republik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hanoi, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2021 kemarin, Republik Sosialis Vietnam (Vietnam) membukukan impor mobil dalam wujud utuh (CBU) sebanyak 160.035 unit dengan total nilai US$3,66 miliar. Jumlah ini menanjak 1,5 kali lipat dibanding tahun lalu, dan memecahkan rekor impor meski di tengah kondisi dunia (termasuk Vietnam) yang masih dibeli pandemi Covid-19.</p>
<p>Seperti dilaporkan Laman <em>VietnamNet</em>, belum lama ini, data yang dirilis Vietnam Automobile Manufacturers Association (VAMA) dan General Department of Customs menunjukkan jumlah mobil yang diimpor itu meningkat 52,1% dan 55,7% secara nilai dibanding tahun 2020.</p>
<p>“Thailand, Indonesia, dan Cina mendominasi di pasar mobil impor Vietnam dengan porsi 92,4% . Total ekspor ketiga negara itu ke Vietnam mencapai 147.906 unit,” bunyi keterangan VAMA.</p>
<figure id="attachment_4134" aria-describedby="caption-attachment-4134" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4134" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Penjualan-Suzuki-Ertiga-asal-Indonesia-di-Vietnam-terus-merosot-dok.Istimewa.jpg" alt="" width="700" height="465" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Penjualan-Suzuki-Ertiga-asal-Indonesia-di-Vietnam-terus-merosot-dok.Istimewa.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Penjualan-Suzuki-Ertiga-asal-Indonesia-di-Vietnam-terus-merosot-dok.Istimewa-300x199.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Penjualan-Suzuki-Ertiga-asal-Indonesia-di-Vietnam-terus-merosot-dok.Istimewa-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Penjualan-Suzuki-Ertiga-asal-Indonesia-di-Vietnam-terus-merosot-dok.Istimewa-696x462.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Penjualan-Suzuki-Ertiga-asal-Indonesia-di-Vietnam-terus-merosot-dok.Istimewa-632x420.jpg 632w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-4134" class="wp-caption-text">Suzuki Ertiga asal Indonesia di Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sementara, dari total ekspor ketiga negara tersebut, ternyata Thailand yang terbanyak. Negeri Gajah Putih itu membukukan ekspor sebanyak 80.903 unit, dengan total nilai US$1,5 miliar, atau setengah dari total mobil asal impor di Negeri Paman Ho tersebut.</p>
<p>Sedangkan Indonesia yang berada di urutan kedua, mencatatkan volume ekspor sebanyak 44.250 unit dengan nilai US$559,5 juta. Adapun Cina mencatatkan ekspor mobil CBU sebanyak 22.753 unit dengan US$873 juta.</p>
<p>Catatan lain yang digarisbawahi VAMA adalah, tidak hanya mobil impor saja yang meningkat tetapi juga mobil rakitan dalam negeri yang meningkat penjualannya di sepanjang tahun 2021, totalnya mencapai 299.800 unit, atau naik 9,1% dibanding tahun lalu.</p>
<figure id="attachment_4670" aria-describedby="caption-attachment-4670" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4670" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Honda-Brio-salah-satu-mobil-Honda-yang-diekspor-Indonesia-dok.Mobilitas.id_-scaled-e1640440728537.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-4670" class="wp-caption-text">Honda Brio, salah satu mobil Honda yang diekspor Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Data dari ASEAN Automotive Federation yang dinukil <em>Mobilitas</em>,Minggu (13/2/2022) menunjukkan, jumlah produksi mobil Indonesia di tahun 2021 juga kalah jauh dari Thailand. Pada tahun tersebut, Thailand memproduksi sebanyak 1.685.705 unit, naik signifikan dibanding tahun 2020 yang sebanyak 1.427.074 unit.</p>
<p>Di tahun yang sama, Indonesia memproduksi mobil sebanyak 1.121.967 unit. Jumlah ini melonjak 62,6% dibanding angka produksi tahun 2020 yang sebanyak 690.150 unit.</p>
<p>“Kalau jumlah produksi, kita memang kalah banyak karena dari jumlah pabrikan yang beroperasi di Thailand juga lebih banyak. Sebab, Thailand merupakan hub atau basis industri otomotif terutama mobil dari berbagai negara,” ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (13/2/2022).</p>
<figure id="attachment_4819" aria-describedby="caption-attachment-4819" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4819" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Toyota-Vios-di-Vietnam-dok.Alexwa.com_-e1641116749347.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-4819" class="wp-caption-text">Toyota Vios di Vietnam berasal dari impor- dok.Alexwa.com</figcaption></figure>
<p>Namun untuk urusan ekspor, kata Jongkie, bisa saja Indonesia mengungguli negeri itu. Sebab, urusan ekspor tidak sepenuhnya urusan industri yang bersangkutan saja, tetapi juga tergantung prinsipal masing-masing merek.</p>
<p>“Karena untuk alokasi ekspor termasuk negara tujuan yang disasar itu bagian dari strategi sebuah prinsipal. Misalnya, sebuah merek A memiliki pabrik di Thailand dan Indonesia yang juga berorientasi ekspor, tidak mungkin mengekspor model mobil yang sama ke sebuah negara. Karena itulah, untuk ekspor ini juga tergantung kebijakan prinsipal,” terang Jongkie. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diskon PPnBM Berlanjut, Mobil-mobil Ini yang Berhak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/diskon-ppnbm-berlanjut-mobil-mobil-ini-yang-berhak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2022 12:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[besaran tarif PPnBM mobil]]></category>
		<category><![CDATA[diskon PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[diskon PPnBM mobilbaru]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[insentif pajak untuk mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[mobil penerima diskon PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Pemerintah 74/2021]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM LCGC]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[tarif PPnBM Mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5539</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah secara resmi menyatakan program...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah secara resmi menyatakan program pemulihan industri otomotif melalui perpanjangan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) alias diskon PPnBM dilanjutkan. Namun, hanya ada dua kategori mobil yang berhak menerima insentif tersebut.</p>
<p>Seperti diungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam keterangan resmi, yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Selasa (8/2/2022). Kelompok atau kategori mobil yang berhak memdapatkan diskon itu adalah mobil dengan harga maksimal Rp200 juta atau Low-Cost Green Car (LCGC).</p>
<p>Kendaraan kategori ini, kata Febrio, dinilai memiliki tingkat komponen lokal relatif lebih tinggi dibandingkan mobil lainnya. Besaran diskon yang diberikan berbeda dalam tiga periode yakni kuartal pertama hingga ketiga tahun ini.</p>
<figure id="attachment_707" aria-describedby="caption-attachment-707" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-707" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470.jpg" alt="" width="700" height="479" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-300x205.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Honda-Brio-Satya-dok.Istimewa-e1620637473470-696x476.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-707" class="wp-caption-text">Honda Brio Satya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sepanjang kuartal pertama (Januari – Maret) diskon PPnBM yang diberikan 100%, kuartal kedua (April – Juni) sebesar 66,66% dan kuartal ketiga (Juli – September) sebesar 33,33%. “Sehingga nantinya konsumen yang membeli mobil di kuartal pertama membayar PPnBM 0% atau bebas PPnBM, yang membeli di kuartal kedua sebesar 1%, dan di kuartal ketiga sebesar 2%,” papar Febrio.</p>
<p>Mobil kategori kedua yang berhak atas diskon PPnBM itu adalah mobil dengan mesin hinggga 1.500 cc dan dengan rentang harga Rp200 juta – 250 juta. Besaran diskon yang diberikan untuk mobil kelompok ini 50% dan berlaku selama kuartal pertama.</p>
<p>“Sehingga, konsumen yang melakukan pembelian di periode tersebut mendapatkan potongan tarif PPnBM sebesar 50%. Dengan demikian, tarif PPnBM yang harus mereka bayar 7,5%,” jelas Febrio.</p>
<figure id="attachment_773" aria-describedby="caption-attachment-773" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-773" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Toyota-Calya-dok.Istimewa-e1620826799196.jpg" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-773" class="wp-caption-text">Toyota Calya &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Doktor Ilmu Ekonomi lulusan Kansas University, Amerika Serikat, tahun 2012 itu menegaskan, untuk mendapatkan insentif potongan tarif pajak itu, mobil harus memenuhi syarat yang ditetapkan. Syarat itu adalah mobil itu harus memiliki tingkat pembelian komponen lokal (<em>local purchase</em>) di atas 80%.</p>
<p>Syarat ini ditetapkan agar pemberian fasilitas tersebut memberikan dampak berganda (<em>multiplier effect</em>) kepada industri komponen nasional karena permintaan produk mereka terserap seiring dengan menggeliatnya pasar mobil.</p>
<p>“Selain itu, kinerja sektor otomotif yang merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional ini bisa menguat dengan tingkat penjualan dan produksi yang mencapai level sebelum pandemi (Covid-19) terjadi,” kata alumnus Fakultas Ekonomi &amp; Bisnis Universitas Indonesia tahun 2002 itu saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (8/2/2022). (Fat/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Unggul di Domestik, Ekspor Mobil RI Masih Tertinggal Jauh Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/unggul-di-domestik-ekspor-mobil-ri-masih-tertinggal-jauh-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jan 2022 07:51:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Tahiland]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Thailand]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5382</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang tahun 2021 kemarin Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang tahun 2021 kemarin Indonesia tercatat sebagai negara dengan penjualan mobil domestik terbanyak di wilayah regional Asia Tenggara (ASEAN), dan mengalahkan Thailand. Namun sebaliknya, untuk urusan ekspor mobil (secara utuh/CBU) Indonesia masih tertinggal jauh, karena baru sepertiga dari Negeri Gajah Putih itu.</p>
<p>Data di ASEAN Automotive Federation (AAF) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Senin (31/1/2022) memperlihatkan sepanjang duabelas bulan penuh di tahun tersebut, Indonesia berhasil melego mobil sebanyak 887.202 unit. Sementara Thailand membukukan penjualan sebanyak 754.254 unit.</p>
<p>Keduanya disusul oleh Malaysia yang melego mobil sebanyak 508.911 unit, dan Vietnam yang membukukan penjualan sebanyak 304.149 unit. Sedangkan Filipina berada di posisi bontot dalam daftar lima besar penjualan mobil terbanyak di ASEAN, setelah menjual mobil sebanyak 268.488 unit.</p>
<figure id="attachment_5384" aria-describedby="caption-attachment-5384" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5384" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/01/Pikap-medium-Ford-Ranger-salah-satu-mobil-buatan-Thailand-yang-diekspor-ke-berbagai-negara-dok.Bangkok-Post-e1643615401911.jpg" alt="" width="700" height="506" /><figcaption id="caption-attachment-5384" class="wp-caption-text">Pikap medium Ford Ranger, salah satu mobil buatan Thailand yang diekspor ke berbagai negara &#8211; dok.Bangkok Post</figcaption></figure>
<p>Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyebut angka penjualan mobil di pasar domestik Indonesia yang lebih unggul dibanding Thailand itu bukanlah hal yang mengejutkan. Bahkan sebaliknya, masih tertinggal.</p>
<p>“Sebab secara demografi Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa. Sedangkan Thailand penduduknya hanya sekitar 70 juta jiwa. Artinya, rasio antara mobil yang dibeli dengan jumlah penduduk Indonesia jauh di bawah Tahiland. Sementara, dari sisi kekuatan sumber ekonomi Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan Thailand,” kata Yannes saat dihubungi di Jakarta, Senin (31/1/2022).</p>
<p>Fakta menarik lain yang bisa menjadi tolok ukur perbandingan kekuatan industri otomotif Indonesia dengan negara yang juga dikenal dengan nama Siam itu adalah besaran ekspor yang dibukukan.</p>
<figure id="attachment_4620" aria-describedby="caption-attachment-4620" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4620" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Toyota-Fortuner-saat-dikapalkan-untuk-menuju-ke-negara-tujuan-ekspor-Toyota-dok.TMMIN_-e1640275803906.jpg" alt="" width="700" height="497" /><figcaption id="caption-attachment-4620" class="wp-caption-text">Toyota Fortuner, saat dikapalkan untuk menuju ke negara tujuan ekspor Toyota &#8211; dok.TMMIN</figcaption></figure>
<p>“Indonesia masih tertinggal cukup jauh dalam hal ekspor. Karena Thailand dengan segala insentif dan fasilitas yang diberikan kepada produsen mobil telah menjadi hub atau basis produksi yang tidak hanya berorientasi domestik saja tetapi juga ekspor,” jelas Yannes.</p>
<p>Faktanya, seperti dilaporkan <em>Bangkok Post</em>, Jumat (27/1/2022), Federasi Industri Thailand (FTI) dalam laporan tahunannya menyatakan selama tahun 2021 industri di negeri itu telah mengekspor mobil buatannya sebanyak 956.530 unit. Jumlah ini melonjak tinggi dibanding tahun 2020 yang hanya sebanyak 704.626 unit akibat terpaan badai pandemi Covid-19.</p>
<p>“Kami optimis di tahun 2022 ini kondisinya lebih bagus. Sehingga, kami berharap ekspor mobil tumbuh 4,54% menjadi sekitar 1 juta unit,&#8221; kata Wakil Ketua FTI, Surapong Paisitpatanapong.</p>
<figure id="attachment_4670" aria-describedby="caption-attachment-4670" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4670" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Honda-Brio-salah-satu-mobil-Honda-yang-diekspor-Indonesia-dok.Mobilitas.id_-scaled-e1640440728537.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-4670" class="wp-caption-text">Honda Brio, salah satu mobil Honda yang diekspor Indonesia &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Sementara, data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Senin (31/1/2022) menunjukkan sepanjang tahun 2021 total ekspor mobil Indonesia hanya sebanyak 294.639 unit. Meski, jumlah itu meningkat dibanding jumlah ekspor yang dibukukan sepanjang tahun 2020 yang sebanyak 232.175 unit. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil ke Vietnam, RI Masih Tertinggal Jauh Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-ke-vietnam-ri-masih-tertinggal-jauh-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2021 12:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil RI yang diimpor Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[pasar ekspor mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4669</guid>

					<description><![CDATA[Hanoi, Mobilitas &#8211; Departemen Umum Bea Cukai Vietnam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hanoi, Mobilitas</strong> &#8211; Departemen Umum Bea Cukai Vietnam mengumumkan, sepanjang Januari – November tahun ini impor mobil dalam wujud utuh negeri itu meningkat lebih dari 50%, baik dalam volume produk maupun nilainya. Asal mobil yang terbanyak diimpor berasal dari Thailand, Indonesia, dan Cina.</p>
<p>Data dari departemen itu yang dilansir laman <em>Assem Connect Vietnam</em> dan <em>Vietnam Times</em>, Jumat (24/12/2021) memperlihatkan total mobil yang diimpor sepanjang periode itu mencapai 144.971 unit. Total nilainya mencapai US$ 3,23 miliar.</p>
<p>“Dibandingkan dengan sebelas bulan pertama tahun lalu, total volume impor ini naik 56,7% dan nilainya meningkat 58,2%,” bunyi pernyataan departemen tersebut.</p>
<p>Bahkan total volume impor di Januari – November tahun ini jauh lebih banyak dibanding impor yang dilakukan selama kurun waktu yang sama tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 menerjang berbagai belahan dunia termasuk Vietnam. Pada saat itu, Negeri Paman Ho ini mengimpor mobil CBU sebanyak 139.427 unit.</p>
<figure id="attachment_870" aria-describedby="caption-attachment-870" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-870" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Suzuki-All-New-Ertiga-dok.Istimewa-e1621328773913.jpg" alt="" width="700" height="480" /><figcaption id="caption-attachment-870" class="wp-caption-text">Mobil Suzuki All New Ertiga juga diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Sedangkan rincian impor hingga November tahun ini yang mencapai 144.971 unit itu berasal dari Thailand 73.838 unit, dengan nilai US$ 1,37 miliar. Lalu dari Indonesia sebanyak 42.022 unit dengan nilai US$ 530 juta, dan dari Cina 18.408 unit senilai US$ 694,8 juta.</p>
<p>Total impor dari ketiga negara ini mencapai 134.268 unit, dan menyumbang hampir 93% dari total impor mobil CBU Vietnam. Dan fakta ini menunjukkan Indonesia secara volume maupun nilai ekspor tertinggal jauh dari Thailand, sementara meski unggul secara volume namun tertinggal dalam nilai dari Cina.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (24/12/2021) menyebut jika Indonesia kalah dalam volume maupun nilai ekspor oleh Thailand itu bisa dipahami. Pasalnya, kata dia, dari jumlah produsen mobil yang mengekspor produknya ke negeri berpenduduk 98.376.882 jiwa itu jauh lebih banyak.</p>
<figure id="attachment_3997" aria-describedby="caption-attachment-3997" style="width: 708px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3997" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555.jpg" alt="" width="708" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555.jpg 708w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-300x212.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-696x492.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-595x420.jpg 595w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 708px) 100vw, 708px" /><figcaption id="caption-attachment-3997" class="wp-caption-text">Mitsubishi New Xpander, juga diekspor ke Vietnam</figcaption></figure>
<p>Maklum Negeri Gajah Putih itu – dengan segala kemudahan dan fasilitas yang diberikan ke investor – menjadi basis produksi produsen mobil dari berbagai negara untuk tujuan ekspor ke kawasan regional Asia Tenggara maupun dunia. Ini sejalan dengan keinginan pemerintah negeri itu.</p>
<p>“Selain itu, soal ekspor itu, sebuah merek atau produsen kendaraan juga ditentukan oleh prinsipal mereka. Model apa saja, dan kemana itu juga atas persetujuan prinsipalnya. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih antar pemegang merek dari satu negara dengan negara lain. Selain itu, soal lobi pemerintah juga turut berperan,” kata dia. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
