<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rasio kepemilikan mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/rasio-kepemilikan-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Aug 2022 12:27:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Rasio kepemilikan mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rasio Kepemilikan Mobil di RI Masih Tertinggal Malaysia, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/rasio-kepemilikan-mobil-di-ri-masih-tertinggal-malaysia-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2022 12:21:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Daya Beli Orang Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kepemilikan mobil di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rasio kepemilikan mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7748</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Rasio kepemilikan mobil di Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tertinggal Thailand dan Malaysia.</p>
<p>Menurut Federasi Industri Otomotif Asean (FAA) di Indonesia rasio kepemilikan mobil masih 99 unit di setiap 1.000 orang penduduk (99:1000). Sementara di Malaysia 450:1.000, dan di Thailand 275:1.000.</p>
<p>Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (5/8/2022) menyebut masalah kepemilikan mobil sangat pendapatan (PDB) per kapita alias daya beli. Sedanglan PDB per kapita masyarakat, Indonesia masih di bawah dua negara itu.</p>
<p>“Tapi, ini juga menjadi tanda bahwa potensi penjualan mobil di Indonesia masih besar, sejalan dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar. Apalagi, Indonesia memiliki berbagai sumberdaya alam yang besar,” papar dia.</p>
<figure id="attachment_5534" aria-describedby="caption-attachment-5534" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5534" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Salah-satu-mobil-Mazda-di-hajatan-Thailand-International-Motor-Expo-2021-dok.TekDeeps.com_-e1644289126252.jpg" alt="" width="700" height="516" /><figcaption id="caption-attachment-5534" class="wp-caption-text">Thailand International Motor Expo 2021 &#8211; dok.TekDeeps.com</figcaption></figure>
<p>Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adinegara yang dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (5/8/2022) jika ingin menggenjot besarnya rasio kepemilikan mobil maka tingkat pendapatan perkapita harus digenjot.</p>
<p>“Caranya pelibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif harus ditingkatkan, sehingga daya beli naik dan pembeli mobil bukan orang itu-itu saja,” jelas dia.</p>
<p>Data Bank Dunia yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Sabtu (5/8/2022) menunjukkan hingga kuartal I 2021 PDB per kapitas Singapura US$59.797, Brunei Darussalam US$27.466, Malaysia US$10.401, Thailand US$7.189, dan Indonesia US$3.869.</p>
<p>Filipina US$ 3.298, Vietnam US$2.785, Laos US$2.630, Kamboja US$1.512, serta Myanmar US 1.400 (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari 1.000 Orang di RI, Baru 99 Orang yang Punya Mobil</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/dari-1-000-orang-di-ri-baru-99-orang-yang-punya-mobil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2021 12:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[pajak mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[peminat mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[penyerapan mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[potensi pasar mobil RI]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Rasio kepemilikan mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=1460</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Mobil bagi sebagian besar masyarakat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Mobil bagi sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan barang mewah, dan bahkan sebagian di antaranya belum mampu menjangkaunya. Rasio kepemilikan mobil yakni perbandingn jumlah penduduk dengan mobil yang dimiliki, ternyata masih timpang jauh.</p>
<p>“Dari pendataan kami, itu diketahui dari tahun 1972 sampai dengan tahun 2020 kemarin, total jumlah penjualan mobil yang dibukukan di Indonesia sebanyak 19,90 jutaan lebih sedikit,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (11/6/2021).</p>
<p>Menurut Jongkie, dinamika penjualan mobil di Tanah Air mengalami pasang surut sepanjang rentang waktu itu. Penjualan mengalami kemerosotan yang tajam karena terhempasnya kondisi ekonomi nasional yang berpengaruh besar ke daya beli masyarakat.</p>
<p>“Kita tahun tahun 1998, ketika Indonesia mengalami krisis moneter, penjualan mobil anjlok. Lalu membaik seiring dengan pulihnya kondisi, dan mencapai puncaknya pada tahun 2013 dengan penjualan 1,3 juta unit,” papar dia.</p>
<figure id="attachment_1462" aria-describedby="caption-attachment-1462" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-1462" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Pameran-mobil-di-Indonesia-yang-digelar-pada-April-2021-dok.Mobilitas-scaled-e1623508924329.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-1462" class="wp-caption-text">Pameran mobil di Indonesia yang digelar pada April 2021 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, di tahun 2020, penjualan kembali anjlok 44,7% sehingga menjadi 578.327 unit. Badai wabah virus corona (Pandemi Covid-19) yang menerjang dunia termasuk Indonesia telah menjadikan ekonomi nasional terpuruk.</p>
<p>Sepanjang kuartal I ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%, lebih rendah dari pertumbuhan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 5,07 %, artinya minus 2,41%. Kemudian kuartal II minus minus 5,32 persen. Lalu, kuartal III minus 3,49%, dan kuartal IV minus 2,91%.</p>
<p><strong>Potensi</strong><br />
Namun, Jongkie menyebut potesni pasar mobil di Indonesia masih sangat besar. Hal ini dikarenakan rasio kepemilikan mobil di Tanah Air masih rendah.</p>
<p>Meski, di tahun 2020 lalu rasionya 90 unit per 1.000 penduduk atau meningkat dari tahun sebelumnya yang masih 87 per 1.000 penduduk, namun masih rendah dibanding di negara tetangga. “Malaysia itu sudah 490 unit per 1.000 penduduk, dan Thailand 275 unit per 1.000 penduduk,” jelas dia.</p>
<figure id="attachment_1463" aria-describedby="caption-attachment-1463" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-1463" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Booth-Renault-dalam-sebuah-hajatan-pameran-mobil-di-Indonesia-yang-digelar-April-2021-dok.Mobilitas-scaled-e1623509117890.jpg" alt="" width="700" height="490" /><figcaption id="caption-attachment-1463" class="wp-caption-text">Ilustrasi, pameran mobil di Indonesia yang digelar April 2021- dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, justeru Indonesia memiliki potensi yang lebih besar. Pertama jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa. Kedua, sumber kekayaan alam dan lainnya di Indonesia memiliki potensi nilai ekonomi yang sangat besar.</p>
<p>Artinya, kata Jongkie, jika ekonomi terus tumbuh dengan sokongan sumberdaya alam dan berbagai potesni lainnya terus berjalan secara konstan, maka pasar mobil juga akan terus tumbuh mengiringinya. “Karena pasar mobil itu berjalan paralel dengan pertumbuhan ekonomi. Ada korelasi positif antara pertumbuhan ekonomi dan kenaikan pasar mobil,” imbuh dia. (Das/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
