<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Renault Samsung &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/renault-samsung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jun 2023 03:59:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Renault Samsung &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan Mobil Renault Group di Luar Eropa Masih Ambles</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-mobil-renault-group-di-luar-eropa-masih-ambles/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 03:57:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Automobile Dacia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil terbaru Renault]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Renault di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan mobil Renault]]></category>
		<category><![CDATA[Renault]]></category>
		<category><![CDATA[Renault Group]]></category>
		<category><![CDATA[Renault Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Renault SA]]></category>
		<category><![CDATA[Renault Samsung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12725</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Total penjualan Renault Group Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Total penjualan Renault Group Januari – April tahun ini meningkat.</p>
<p>Data grup yang terdiri tiga pabrikan itu (yakni Renault SA, Automobile Dacia (Rumania), dan Renault Samsung (Korea) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (9/6/2023) menunjukkan sepanjang empat bulan pertama itu total angka penjualan yang diraup grup ini mencapai 708.400 unit. Jumlah ini bertambah 97.368 unit atau naik 15,9 persen dibanding jumlah yang dikoleksi selama empat bulan pertama 2022.</p>
<p>Total penjualan di ranah global tersebut terdiri dari angka penjualan di Eropa sebanyak 499.252 unit (naik 29,1 persen dibanding empat bulan pertama tahun lalu yang sebanyak 386.791 unit). Kemudian di pasar luar Eropa, sebanyak 209.148 unit atau berkurang 15.093 unit (atau ambles 6,7% dibanding Januari – April tahun lalu yang sebanyak 224.241 unit.</p>
<figure id="attachment_4572" aria-describedby="caption-attachment-4572" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4572" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-mobil-Renault-yang-diproduksi-bersama-Samsung-di-Korea-Selatan-dok.Min-News-e1640073512951.jpg" alt="" width="700" height="502" /><figcaption id="caption-attachment-4572" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil Renault yang diproduksi bersama Samsung di Korea Selatan &#8211; dok.Min News</figcaption></figure>
<p>Renault yang merupakan pemegang 43,4 persen di Nissan Motor Company ini juga terus melakukan pengembangan produk maupun penetrasi pasar di berbagai negara. Hanya, sepanjang 2022 lalu, total penjualannya (tidak termasuk di Rusia) merosot 9,4 persen dibanding tahun sebelumnya, menjadi 1.466.729 unit.</p>
<p>Pada tahun itu, kontribusi merek Renault terhadap total penjualan grup mencapai dua pertiga. Menariknya, merek Renault juga tercatat sebagai merek dengan penjualan mobil listrik terbanyak di Eropa dengan total 228.000 unit, naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Joss, Kongsi Geely – Renault Siapkan Mobil Hybrid untuk Asia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/joss-kongsi-geely-renault-siapkan-mobil-hybrid-untuk-asia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2021 08:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Geely]]></category>
		<category><![CDATA[kongsi Geely-Renault]]></category>
		<category><![CDATA[Lynk&Co 01]]></category>
		<category><![CDATA[mobil hybrid Ggely]]></category>
		<category><![CDATA[mobil hybrid Renault]]></category>
		<category><![CDATA[Renault]]></category>
		<category><![CDATA[Renault Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[Volvo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4569</guid>

					<description><![CDATA[Seoul, Mobilitas – Pabrikan mobil asal Cina yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seoul, Mobilitas</strong> – Pabrikan mobil asal Cina yang berkantor pusat di Wan Chai, Hong Kong – Zhejiang Geely Holding Group – berkongsi dengan pabrikan asal Prancis, Renault, akan memproduksi mobil hybrid. Menariknya, proses produksi akan dilakukan di Korea Selatan, maklum pabrikan ini bekerjasama dengan Samsung memiliki pabrik di Negeri Ginseng tersebut.</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>Reuters</em>, Selasa (21/12/2021) informasi ini terkuak dari bocoran yang disampaikan tiga orang sumber yang mengetahui persis rencana itu. Disebutkan, ada kemungkinan mobil itu diekspor ke Amerika Serikat dengan bebas bea.</p>
<p>Namun, ada satu keuntungan yang diperoleh Renault dengan kongsi ini, yakni bisa kembali menggarap pasar mobil di Cina, yang <em>nota bene</em> merupakan pasar terbesar di dunia. “Renault, yang pada tahun 2020 lalu keluar dari Cina, akan mendapatkan jalan kembali ke pasar mobil terbesar di dunia itu. Caranya, dengan membentuk merek baru yang berfokus pada plug-in hybrid yang akan dikelola bersama Geely,” kata sumber tersebut.</p>
<figure id="attachment_4573" aria-describedby="caption-attachment-4573" style="width: 693px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4573" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Renault-dok.Financial-Times-e1640073899861.jpg" alt="" width="693" height="506" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Renault-dok.Financial-Times-e1640073899861.jpg 693w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Renault-dok.Financial-Times-e1640073899861-300x219.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Renault-dok.Financial-Times-e1640073899861-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Produksi-mobil-Renault-dok.Financial-Times-e1640073899861-575x420.jpg 575w" sizes="(max-width: 693px) 100vw, 693px" /><figcaption id="caption-attachment-4573" class="wp-caption-text">Produksi mobil Renault &#8211; dok.Financial Times</figcaption></figure>
<p>Bahkan salah satu dari sumber itu mengatakan, Renault akan fokus pada desain kendaraan, penjualan, serta pemasaran. Mobil yang diproduksi menggunakan platform Compact Modular Architecture (CMA) milik Geely.</p>
<p>Platform ini telah dipakai kendaraan medium Geely dan Volvo. Dan itu bisa terjadi karena dua pabrikan ini merupakan dua pabrikan dalam satu induk payung perusahaan, karena mayoritas saham Volvo telah dibeli Geely.</p>
<p>“Konkretnya, model yang akan diproduksi Geely di pabrik Renault yang berada di kota pelabuhan Busan di Korea Selatan tenggara itu adalah Sport Utility Vehicle merek Lynk &amp; Co,” ujar sumber lainnya.</p>
<figure id="attachment_4571" aria-describedby="caption-attachment-4571" style="width: 675px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4571" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Lynk-Co-01-model-2021-dok.Istimewa-e1640073975755.jpg" alt="" width="675" height="478" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Lynk-Co-01-model-2021-dok.Istimewa-e1640073975755.jpg 675w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Lynk-Co-01-model-2021-dok.Istimewa-e1640073975755-300x212.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Lynk-Co-01-model-2021-dok.Istimewa-e1640073975755-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Lynk-Co-01-model-2021-dok.Istimewa-e1640073975755-593x420.jpg 593w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Lynk-Co-01-model-2021-dok.Istimewa-e1640073975755-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 675px) 100vw, 675px" /><figcaption id="caption-attachment-4571" class="wp-caption-text">Lynk &amp; Co 01 model 2021 &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Lynk &amp; Co merupakan merek milik kongsi antara Geely dengan Volvo. SUV tersebut saat ini tersedia dalam tiga pilihan powertrain, berbahan bakar bensin, hybrid bensin-listrik konvensional, serta model hybrid listrik plug-in. Meski belum disebutkan secara jelas, namun sang sumber menyebut model berbahan bakar bensin yang dipadu motor listrik alias hybrid.</p>
<p>Namun, sumber yang dikutip media lokal Korea, <em>Min News</em>, Selasa (21/12/2021) dengan gamblang menyebut,  antara Geely dengan Renault telah meneken perjanjian kongsi pada 9 Agustus 2021 lalu. Mereka sepakat memproduksi kendaraan hybrid.</p>
<figure id="attachment_4575" aria-describedby="caption-attachment-4575" style="width: 703px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4575" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978.jpg" alt="" width="703" height="484" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978.jpg 703w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978-300x207.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978-150x103.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978-696x479.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978-610x420.jpg 610w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Pabrik-mobil-milik-kongsi-Renault-Samsung-di-Korea-dok.Asia-Tech-News-Daily-e1640074633978-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 703px) 100vw, 703px" /><figcaption id="caption-attachment-4575" class="wp-caption-text">Pabrik mobil milik kongsi Renault-Samsung di Korea &#8211; dok.Asia Tech News Daily</figcaption></figure>
<p>&#8220;Tetapi usaha patungan antara kedua perusahaan ini akan beroperasi secara terpisah dari kendaraan Geely yang ada. Pabrik Renault Samsung di Korea Selatan akan memproduksi kendaraan SUV listrik hybrid berdasarkan platform milik Lynk &amp; Co dari merek mewah milik Geely dan Volvo, yang kemungkinan akan dibawa ke pasar di luar negeri termasuk Cina,&#8221; ungkap sang sumber.(Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Mobil Korea Ini Penjualannya Ambles di Negeri Sendiri</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tiga-mobil-korea-ini-penjualannya-ambles-di-negeri-sendiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 08:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BMW di Korea]]></category>
		<category><![CDATA[Genesis]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[Kia]]></category>
		<category><![CDATA[Mercy di Korea]]></category>
		<category><![CDATA[merek Korea]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Korea]]></category>
		<category><![CDATA[Renault Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[Ssangyong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4449</guid>

					<description><![CDATA[Seoul, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga November tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seoul, Mobilitas</strong> – Sepanjang Januari hingga November tahun ini penjualan mobil (yang terdiri dari mobil buatan merek lokal dan impor) tercatat ambles 8% dibanding penjualan selama periode sama tahun lalu. Namun,tak seperti mobil buatan lokal yang ambles 10,7%, mobil impor justeru naik 8,1%.</p>
<p>Data dari Korea Automobile Importers &amp; Distributors Association (KAIDA) yang dilansir laman <em>Best Selling Cars</em> dan <em>Asia Business Insight</em>, Senin (13/12/2021) menunjukkan di sebelas bulan pertama itu total penjualan mobil buatan lokal sebanyak 1.308.213 unit. Sedangkan penjualan mobil impor mencapai 251.842 unit.</p>
<p>“Hingga saat ini jumlah merek mobil yang bermain di pasar Korea Selatan (baik lokal maupun asing) sebanyak 31 merek. Jumlah model mobil buatan lokal sebanyak 53 model dan impor 51 model,” bunyi keterangan KAIDA.</p>
<figure id="attachment_4451" aria-describedby="caption-attachment-4451" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4451" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Korea-Sorento-terbaru-meluncur-di-Korea-dok.Korean-Car-Blog-e1639401409335.jpg" alt="" width="700" height="512" /><figcaption id="caption-attachment-4451" class="wp-caption-text">Kia Sorento terbaru meluncur di Korea &#8211; dok.Korean Car Blog</figcaption></figure>
<p>Hyundai tercatat masih merajai penjualan dengan total sebanyak 539.842 unit dan disusul Kia yang sebelumnya berhasil melego mobil sebanyak 487.226 unit. Kemudian berada di belakangnya Genesis (merek mewah Hyundai) dengan penjualan 123.,884 unit, Mercedes-Benz 69.400 unit, dan Bayerische Motoren Werke (BMW) 61.436 unit.</p>
<p>Fakta yang menarik dari data ini adalah turunnya penjualan model-model buatan merek lokal yang kondang di luar negeri tetapi ambrol di negeri sendiri. Tercatat, Hyundai Sonata yang terjual 57.075 unit ambles 9,5%.</p>
<figure id="attachment_3445" aria-describedby="caption-attachment-3445" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3445" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Ilustrasi-emblem-Mercedes-Benz-dok.Boston.com_-e1634544028933.jpg" alt="" width="700" height="509" /><figcaption id="caption-attachment-3445" class="wp-caption-text">Ilustrasi, emblem Mercedes-Benz &#8211; dok.Boston.com</figcaption></figure>
<p>Kemudian Kia Sorento yang laku 64.373 unit ambrol 19,3%, dan Hyundai Palisade yang terjual 48.622 unit ambrol 17,3%. Sedangkan di jajaran mobil buatan merek asing, ada lima yang paling laku alias terlaris.</p>
<p>Mereka adalah:<br />
Mercedes-Benz E-Class: 23.333 unit<br />
BMW 5-Series: 16.610 unit<br />
Audi A6: 9.894 unit<br />
Mercedes-Benz S-Class: 9.215 unit<br />
Tesla Model 3: 8.893 unit<br />
Sumber: KAIDA, 2021. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
