<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sepeda motor listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/sepeda-motor-listrik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 03:34:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>sepeda motor listrik &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahun 2025 Penjualan Motor Listrik ALVA Melejit 52,9 Persen, Ternyata Ini Strateginya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tahun-2025-penjualan-motor-listrik-alva-melejit-529-persen-ternyata-ini-strateginya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 02:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Alva]]></category>
		<category><![CDATA[insentif motor listrik 2026]]></category>
		<category><![CDATA[motor listrik ALVA]]></category>
		<category><![CDATA[PT Indika Energy Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28356</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pabrikan sepeda motor listrik merek...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pabrikan sepeda motor listrik merek ALVA sepanjang tahun 2025 lalu membukukan lonjakan penjualan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Data hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Indika Energy Tbk (induk perusahaan ALVA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (24/6/206) menyebut di tahun 2025 itu penjualan ALVA mencapai 4.508 unit. Jumlah tersebut melejit hingga 52,9 persen dibanding penjualan di tahun 2024 yang sebanyak 2.948 unit.</p>
<p>&#8220;Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap ekosistem kendaraan listrik yang dibangun ALVA,&#8221; bunyi keterangan data RUPS itu.</p>
<figure id="attachment_14969" aria-describedby="caption-attachment-14969" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Menteri-Perindustrian-RI-Agus-Gumiwang-Kartasasmita-saat-berkunjung-ke-Booth-ALVA-di-hajatan-IMOS-2023-dok.ALVA_-e1698222119780.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-14969" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Menteri-Perindustrian-RI-Agus-Gumiwang-Kartasasmita-saat-berkunjung-ke-Booth-ALVA-di-hajatan-IMOS-2023-dok.ALVA_-e1698222119780.jpg" alt="" width="700" height="500" /></a><figcaption id="caption-attachment-14969" class="wp-caption-text">Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke Booth ALVA &#8211; dok.ALVA</figcaption></figure>
<p>Saat ini lini produk motor listrik yang dipasarkan ALVA meliputi ALVA ONE, ALVA CERVO, dan ALVA N3 Next Gen. Untuk mendukung penggunaan motor listriknya ALVA membangun jaringan Boost Charge Station lebih dari 350 konektor di berbagai lokasi.</p>
<p>Jumlah jaringan Boost Charge Station ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 150 konektor pada akhir 2025. Ekosistem ini juga didukung jaringan aftersales partner, Customer Service, dan Roadside Assistance 24/7.</p>
<p>Untuk memikat konsumen ALVA menghadirkan garansi baterai hingga 4 tahun pada ALVA N3 Next Gen. Selain itu dihadirkan skema BEBAS PAS dengan biaya langganan mulai Rp125.000 per bulan sesuai penggunaan. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberlakuan Insentif Motor Listrik Rp 5 Juta Ditunda Sebulan Lagi, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pemberlakuan-insentif-motor-listrik-rp-5-juta-ditunda-sebulan-lagi-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 02:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[insentif]]></category>
		<category><![CDATA[insentif motor lsitrik]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28345</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih menunda pelaksanaan pemberian insentif Rp 5 juta untuk pembelian sepeda motor listrik.</p>
<p>Namun, mantan Menteri Perindustrian itu menyebut penundaan pelaksanaan itu hanya satu bulan. Jika sebelumnya pelaksanaan direncanakan mulai Juni 2026, kini ditunda menjadi Juli.</p>
<p>&#8220;Insentif (untuk pembelian) sepeda motor listrik, kemarin masih dikaji lagi. Jadi, ada tambahan waktu satu bulan (menjadi bulan Juli). Ini masih perlu membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut dengan matang sebelum resmi diluncurkan,&#8221; papar Airlangga kepada media di Jakarta, Senin (21/6/2026).</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan pemberian insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun 2026 ini.</p>
<figure id="attachment_26924" aria-describedby="caption-attachment-26924" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Skuter-listrik-QT-yang-diluncurkan-Indomobil-eMotor-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1770310728726.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-26924" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2026/02/Skuter-listrik-QT-yang-diluncurkan-Indomobil-eMotor-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1770310728726.jpg" alt="" width="700" height="507" /></a><figcaption id="caption-attachment-26924" class="wp-caption-text">Skuter listrik QT, Indomobil e-Motor &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Nilai insentif untuk sepeda motor sebesar Rp5 juta per unit. Namun, besaran dan skema final bantuan tersebut masih akan diumumkan lebih lanjut setelah pembahasan dengan kementerian dan lembaga terkait selesai.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (22/6/2026) meminta pemerintah untuk memastikan berjalannya kebijakan insentif itu tepat waktu. &#8220;Sebab, saat ini antusiasme masyarakat untuk membeli sepeda motor listrik terus meningkat. Ini dipicu oleh harga BBM yang naik. Tentu ini momentum yang bagus,&#8221; papar Budi.</p>
<p>Terlebih, dengan beralihnya masyarakat ke motor listrik, maka konsumsi BBM (khususnya BBM bersubsidi) turun. Walhasil, anggaran negara untuk subsidi pun berkurang atau bahkan mengecil.</p>
<p>Budi meminta produsen atau merek motor listrik untuk memenuhi syarat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai syarat mendapatkan insentif. &#8220;Sehingga, kita di industri ini juga ikut menggerakkan industri secara keseluruhan di sektor otomotif,&#8221; jelas Budi. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Subsidi Motor Listrik Kelar Dirumuskan dan Tinggal Ketok Palu, Nilainya hinga Rp 10 Juta</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/subsidi-motor-listrik-kelar-dirumuskan-dan-tinggal-ketok-palu-nilainya-hinga-rp-10-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 03:07:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[produksi motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27654</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kelanjutan pemberian insentif berupa subsidi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kelanjutan pemberian insentif berupa subsidi pembelian sepeda motor listrik yang tergenti sejak tahun 2025, hingga kini belum ada titik terang kapan diberlakukan lagi. Meski sumber di Kementerian Keuangan memastikan soal kajian subsidi itu telah rampung dilakukan, termasuk besaran nilai subsidinya jika diberikan.</p>
<p>“Kajian subsidi sudah selesai. Tinggal nanti Direktorat Jenderal Anggaran yang akan memastikan apakah bisa dieksekusi atau tidak karena terganting ketersediaan anggarannya. Subsidi ini diberikan untuk menstimulasi masyarakat agar mengggunakan kendaraan listrik, ” papar sumber di Badan Kebijakan Fiskal (atau sekarang Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal/DJSEF) Kementerian Keuangan kepada <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Hanya, dia tak memberikan angka pasti nilai subsidi untuk pembelian sepeda motor listrik itu. Sumber ini cuma menyebut kisaran Rp Rp 5 juta hingga Rp 7 juta  untuk pembelian unit baru dan Rp10 juta untuk konversi per satu unit motor konvensional menjadi motor listrik.</p>
<p>“Untuk dasar hukum syarat pemberiannya seperti sebelumnyaa melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin), ” kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (24/4/2026) menegaskan insentif berupa subsidi pembelian motor listrik sangat dibutuhkan.</p>
<figure id="attachment_22972" aria-describedby="caption-attachment-22972" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Booth-MAKA-Motors-di-IIMS-2025-dokMobilitas-e1740119597223.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-22972" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Booth-MAKA-Motors-di-IIMS-2025-dokMobilitas-e1740119597223.jpg" alt="" width="700" height="501" /></a><figcaption id="caption-attachment-22972" class="wp-caption-text">Motor listrik MAKA Cavalry &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Karena subsidi berupa potongan harga itu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengggunakan motor listrik selain keungggula efisiennya biaya operasional motor bertenga dari setrum itu. Terlebih di saat daya beli tertekan.</p>
<p>“Sehingga subsidi berdampak besar ke penjualan. Oleh karen itu, jika kita berkomitmen menggenjot populasi sepeda motor listrik untuk membangun ekosistem mobilits elektrfikasi ya instrumen subsidi ini harus diberikan. Sebaliknya, jika tidak penjualan turun. Itu yang terjadi di tahun 2025 lalu, ” tutur jenderal polisi yang juga mantan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub itu.</p>
<p>Dia menyebut di tahun 2025, total penjualan sepeda motor listrik hanya sebanyak 55.059 unit. Jumlah tersebut anjlok 28,6 dibanding penjualan di tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit, menyusul dihentikannya subsidi pembelian oleh pemerintah.</p>
<p>Seperti diketahui, sepanjang tahun 2024, pemerintah memberi subsidi berupa potongan harga pembelia seped motor listrik sebesar Rp 7 juta per unit. Syaratnya, syarat 1 Nomor Induk Kependudukan atau NIK untuk 1 motor listrik. (Fer/Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produsen Motor Listrik Asal Shenzhen TAILG Gedor Pasar Indonesia, Ini Langkahnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produsen-motor-listrik-asal-shenzhen-tailg-gedor-pasar-indonesia-ini-langkahnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 05:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik TAILG]]></category>
		<category><![CDATA[Polytron]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[TAILG]]></category>
		<category><![CDATA[TAILG Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27357</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Produsen sepeda motor listrik asal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Produsen sepeda motor listrik asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina – TAILG – telah berekspansi ke Indonesia.</p>
<p>Pabrikan yang perwakilannya kini berkantor di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan, itu bahkan berniat memperkenalkan sejumlah model di Indonesia. Bahkan akan membangun pabrik perakitan di Tangerang.</p>
<p>Dalam keterangan resminya yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (28/3/2026) Presiden Divisi Internasional TAILG, Chen Yingsheng, Indonesia merupakan pasar sepeda motor yang menjanjikan di dunia. Negara ini memiliki jumlah populasi sepeda motor lebih dari 125 juta unit dan penjualan saban tahun mencapai lebih dari 6 juta unit.</p>
<p>Dengan kata lain, lanjut Chen, Indonesia menjadi pasar kunci dalam strategi global perusahaan. “Indonesia adalah salah satu pasar roda dua terbesar dan menjadi fokus utama kami untuk pengembangan jangka panjang di Asia Tenggara,” kata dia.</p>
<figure id="attachment_22984" aria-describedby="caption-attachment-22984" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Sepeda-motor-listrik-buatan-Polytron-Fox-yang-dipmaerkan-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1740141233734.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22984" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Sepeda-motor-listrik-buatan-Polytron-Fox-yang-dipmaerkan-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1740141233734.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-22984" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sepeda motor listrik buatan Polytron, Fox &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Kini TAILG tengah memperkuat fondasi operasionalnya di Indonesia. Langkh itu dimulai dari pembangunan jaringan distribusi, penguatan merek, hingga peningkatan sistem ritel.</p>
<p>Sekadar informasi sepanjang tahun 2025 kemarin, penjualan sepeda motor listrik di Indonesia pada 2025 sebanyak 55.059 unit (berdasarkan data SRUT Kemenhub). Jumlah tersebut anjlok hingga 28,6 persen dibanding penjualan sepanjang tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit.</p>
<p>Anjloknya penjualan disebabkan oleh tidak adanya kelanjutan subsidi pemerintah, membuat konsumen menahan pembelian. Di tahun tersebut Polytron mendominasi penjualan hingga merebut pangsa pasar 60 persen. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Sepeda Motor Listrik Tahun Ini Diprediksi Anjlok 60 -70 Persen, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-sepeda-motor-listrik-tahun-ini-diprediksi-anjlok-60-70-persen-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 07:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25704</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kalangan industri sepeda motor bersumber...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kalangan industri sepeda motor bersumber tenaga dari setrum itu menyebut tidak jelasnya kelanjutan subsidi motor listrik setelah tahun lalu mendapat diskon jor-joran.</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (22/9/2025) menyebut, pada semester pertama (Januari &#8211; Juni) 2025 penjualan sepeda motor listrik di Tanah Air merosot 20 – 40 persen. &#8220;Totalnya sekitar 11.000–12.000 unit,&#8221; ujar Budi.</p>
<p>Menurut mantan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub itu, ada keraguan dari masyarakat untuk membeli seped motor listrik pada saat ini. Sebab mereka menunggu kabar subsidi pembelian yang berlaku seperti tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Masyarakat sudah tahu, sehingga mereka menunggu kepastian kelanjutan subsidi tersebut. Tetapi karena sampai bulan kesembilan ini tidak terjadi sehingga kemungkinan penjualan tahun ini bisa turun 60 – 70 persen dibanding tahun lalu,&#8221; kata Budi.</p>
<figure id="attachment_11011" aria-describedby="caption-attachment-11011" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11011" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-586x420.jpg 586w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11011" class="wp-caption-text">Salah satu merek sepeda motor listrik, Yadea &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Dengan kata lain, jika di tahun lalu penjualan mencapai 70 ribu unit, maka tahun ini diperkirakan hanya sekitar 30 &#8211; 25 ribu unit. &#8220;Tentu ini akan berdampak pada produksi tahun berikutnya,&#8221; tandas Budi.</p>
<p>Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyebut soal harga bukanlah satu-satunya dan yang utama menyebabkan orang enggan membeli sepeda motor listrik. Pertimbangan jarak tempuh kendaraan, infrastruktur pengisian daya baterai, layanan jika terjadi kerusakan, hingga nilai jual kembali menjadikan penyebab keengganan tersebut.</p>
<p>&#8220;Terlebih soal kebiasan dalam melakukan perjalanan. Orang Indonesia yang kerap mampir-mampir sehingga pikir-pikir kalau pakai motor listrik khususnya kalau daya baterai habis, ini juga berepengaruh,&#8221; papar Ketua Masyarakat Trnsportasi Indobesi saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Satu hal lagi yang juga menjadikan masyarakat banyak enggan untuk beralih dari motor konvensional adalah sensasi yang menurut mereka tidak ada di motor listrik, yakni raungan khas mesin. Selain itu, banyak orang yang mengaku masih sreg jika menggunakan motor konvensional. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Sepeda Motor Listrik di 2025 Terancam Kedodoran, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-sepeda-motor-listrik-di-2025-terancam-kedodoran-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 02:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pasar seped motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan seped amotor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[subsiidi sepeda motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=23983</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas –Sepanjang periode tiga bulan pertama (Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> –Sepanjang periode tiga bulan pertama (Januari – Maret) 2025 saja, realissi penjualan sepeda motor bersumber tenaga dri setrum ini disebut bru sekitar 20 persen – 30 persen dari total realisasi penjualan selama periode 2024.</p>
<p>“Karena, intinya, masyarakat itu menunggu kepastian kabar insentif berupa subsidi sebesr Rp 7 juta seperti yang diberikan oleh pemerintah pada tahun lalu. Karena sebelumnya ada informasi dari pemerintah yang menyebut kebijakan pemberian insentif ini akan dilanjutkan pada tahun 2025 ini, maka calon konsumen yang <em>wait and see</em>,” papar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (23/4/2025).</p>
<p>Sebab, lanjut Budi, dampak pemberian insentif tersebut sangat luar biasa besarnya terhadap penjualan sepeda motor listrik di Tanah Air. Menurut dia, fakta menunjukkan di tahun 2024 llu ketika insentif tersebut diberlakukan dari total sepeda motor listrik yang terjual 70 persen hingga 80 persen merupakan motor yang mendapatkn subsidi.</p>
<figure id="attachment_22922" aria-describedby="caption-attachment-22922" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Sepeda-motor-listrik-Adora-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1739946107237.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22922" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/Sepeda-motor-listrik-Adora-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1739946107237.jpg" alt="" width="700" height="526" /></a><figcaption id="caption-attachment-22922" class="wp-caption-text">Ilustrasi, sepeda motor listrik Adora di IIMS 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Data Aismoli memperlihatkan, jika di tahun 2023 (dimana insentif pembelian belum ada) total jumlah sepeda motor listrik yang terjual baru sebanyak 11.532 unit. Namun, di tahun 2024, setelah insentif pembelian senilai rp 7 juta diberikan, penjualan sepeda motor listrik itu langsung melejit menjadi 62.541 unit.</p>
<p>Oleh karena itu, Aismoli berharap kebijakan insentif yang dijanjikan oleh pemerintah (sebelumnya diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga) untuk segera direalisasi. “Kalau tidak, kami khawatir penjualan akan turun sangat signfikan. Karena potensi terjadinya penurunan seperti itu sudah ada,” tandas Budi. (Jap/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Pastikan Subsidi Motor Listrik Berlanjut, Aismoli Minta Cepat Direalisasi Karena Alasan Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pemerintah-pastikan-subsidi-motor-listrik-berlanjut-aismoli-minta-cepat-direalisasi-karena-alasan-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Aismoli]]></category>
		<category><![CDATA[ASosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[PPN Motor Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22682</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, Mobilitas &#8211; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp 7 juta per unit tahun ini tetap ada. Namun, untuk realisasinya masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) diterbitkan.</p>
<p>“Untuk subsidi (pembelian sepeda motor listrik) harusnya tetap (ada). Mulai (direalisasikan) segera, begitu PMK keluar,” ungkap Airlangga saat ditemui media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2025).</p>
<p>Bahkan, lanjut politisi Partai Golkar itu, insentif yang diberikan oleh pemerintah untuk sepeda motor bersumber tenaga dari setrum itu tidak hanya subsidi pembelian senilai Rp 7 juta saja. Tetapi, juga bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) alias PPN-nya yang sebesar 12 persen Ditanggung Pemerintah (DTP).</p>
<p>“Iya, termasuk PPN-nya DTP,” tandas Airlangga.</p>
<figure id="attachment_11011" aria-describedby="caption-attachment-11011" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11011" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-300x215.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-696x499.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/02/Sepeda-motor-listrik-Yadea-di-IIMS-2023-dok.Mobilitas-e1677252484722-586x420.jpg 586w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11011" class="wp-caption-text">Salah satu merek sepeda motor listrik yang dijual di Indonesia &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli) Budi Setyadi yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (7/2/2025) mengatakan, pihaknya menghargai insentif yang diberikan oleh pemerintah itu. “Tetapi yang sangat mendesak saat ini adalah, segera direalisasikannya insentif tersebut,” kata Budi.</p>
<p>Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu menyebut saat ini pabrikan motor listrik dan dealer kelimpungan. Sebab, stok produk saat ini menumpuk di gudang karena penjualan masih sangat lambat disebabkan calon pembeli yang masih menunggu kabar soal subsidi seperti tahun lalu.</p>
<p>“Masyarakat banyak yang mengatakan menungggu ada tidak subsidi. Padahal, pabrikan motor listrik banyak yang meningkatkan produksi setelah di tahun 2024 lalu permintaan meningkat yang dipicu oleh adanya subsidi. Jadi, kami meminta kebijakan subsidi itu  segera diberlakukan. Sehingga ada kepastian,” tandas Budi. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Industri Motor Listrik RI Minta Kepastian Insentif Pembelian Segera Diterbitkan, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/industri-motor-listrik-ri-minta-kepastian-insentif-pembelian-segera-diterbitkan-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2025 02:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Aismoli]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan seped motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[produksi sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[progrm subsidi motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=22283</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Program subsidi pembelian sepeda motor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Program subsidi pembelian sepeda motor listrik tahun anggaran 2024 telah berakhir pada 1 Desember 2024.</p>
<p>Data di situs resmi Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (SisaPira) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (11/1/2025) hingga hari ini, Minggu (11/1/2025) sebanyak 63.145 unit sepeda motor listrik yang terjual. Motor-motor bersumber tenaga dari setrum itu mendptkan subsidi pembelin Rp 7 juta setiap unitnya.</p>
<p>“Tetapi, jumlah sepeda motor listrik yang terjual sebanyak itu merupakan jumlah yang terjual selama tahun 2024. Dan seperti diketahui progrm subsidi berakhir di tanggal terakhir bulan desember 2024. Nah, sejak itu banyak masyarakat yang bermint membeli sepeda motor listrik menahan pembelian dengn alasan masih menunggu hingga ada lagi subsidi yang diberikan,” papar Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi, saat dhubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).</p>
<p>Akibat banyak calon pembeli yang bersikap menunggu itu, lanjut mantan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan itu, penjualan sepeda motor listrik sejak prpgram subusi berkhir hingga sepuluh hari pertama di Januari 2025, melorot. “Penurunan sampai double digit klau kita bandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu,” ucap Budi.</p>
<figure id="attachment_17935" aria-describedby="caption-attachment-17935" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17935" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208.jpg" alt="" width="700" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-17935" class="wp-caption-text">Sepeda motor listrik Honda &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Menurut Budi, kepastian kebijakan program insentif pembelian sepeda motor listrik sangat dibutuhkan bukan hanya oleh calon konsumen tetapi juga oleh industri selaku produsen sekaligus penjual kendaraan tersebut.</p>
<p>“Apapun bentuk atau wujud dari program insentif yang diberlakukan, sebaiknya segera diumumkan kepastiannya. Tetapi yang pasti, kami dari industri sangat berharap insentif itu dilanjutkan. Dan dengan adanya kepastian (apakah dilanjutkan atau tidak) kami bisa menentukan langkah untuk merespon keinginan clon konsumen,” tandas purnawirawan perwira tinggi Polri itu.</p>
<p>Sebelumnya, pada Jumat (10/1/2025) Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza mengatakan, program subsidi sepeda motor listrik akan diberikan dalam wujud Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). “Saat ini program itu sedang diproses. Tidak lama lagi akan diumumkan,” ujar Faisol di Jakarta. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Per 26 Agustus, Motor Listrik Bersubsidi yang Terjual Sudah 30.066 Unit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/per-26-agustus-motor-listrik-bersubsidi-yang-terjual-sudah-30-066-unit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[harga sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah pengguna sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[merek sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[pasar sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik bersubsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19777</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Meski demikian, penjualan sepeda motor...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Meski demikian, penjualan sepeda motor bertenaga dari setrum yang diberi subsidi atau potongan harga Rp 7 juta itu diyakini bakal mencapai target atau bahkan lebih.</p>
<p>Pasalnya, seperti yang tertera di sius resmi Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua (SISAPIRa) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (26/8/2024) menunjukkan, sepanjang Januari &#8211; Juli 2024, hingga pukul 14.30 WIB, jumlah sepeda motor listrik bersubsidi yang telah diboyong ke rumah oleh konsumen telah mencapai 30.066 unit.</p>
<p>Sementara, 4.300 unit masih dalam status terverifikasi, dan 20.299 unit dalam proses pendaftaran.</p>
<p>“Jadi dari data ini, dalam waktu empat bulan yang tersisa di tahun 2024 ini (yakni September – Desember) semua jumlah itu akan terselesaikan. Artinya penjualan sepeda motor listrik bersubsidi akan melampuai target yang telah ditetapkan,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setyadi saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (26/8/2024).</p>
<figure id="attachment_17934" aria-describedby="caption-attachment-17934" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Keeway-yang-dipmaerkan-di-PEVS-2024-dok.Mobilitas-e1714397234124.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17934" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Keeway-yang-dipmaerkan-di-PEVS-2024-dok.Mobilitas-e1714397234124.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-17934" class="wp-caption-text">Sepeda motor listrik Keeway &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Budi menyebut sedikitnya ada tiga penyebab animo masyarakat untuk membeli dan menggunakan sepeda motor listrik meningkat. Pertama, kalkulasi biaya perawatan dan operasional sepeda motor ini lebih murah dibanding sepeda motor konvensional.</p>
<p>“Biaya penggantian suku cadang terutama oli, dan servis lebih murah. Begitu pula dengan biaya energi (yakni penggunaan daya listrik) dibanding dengan harga bahan bakar minyak sepeda motor konvensional,” papar Budi.</p>
<p>Kedua, semakin banyaknya Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (DJEBTKE) Kementerian ESDM menyebut sampai akhir Juli 2024, sudah ada 1.810 SPKLU di Tanah Air, dan 1.882 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).</p>
<p>Ketiga, semakin mekuasnya jaringan penjualan dan layanan purna jual yang dibangun oleh pabrikan atau merek sepeda motor listrik di Tanah Air. “Selain itu, juga banyak model yang ditawarkan dan lembaya pembiayaan juga mulai banyak yang melayani kredit sepeda motor listrik,” ujar Budi. (Tom/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hingga Awal Juni 2024: Sepeda Motor Listrik Bersubsidi Baru Terjual 15.109 Unit</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hingga-awal-juni-2024-sepeda-motor-listrik-bersubsidi-baru-terjual-15-109-unit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Jun 2024 07:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[besaran subsidi motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[harga motor listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[merek motor listrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[motor listrik terlaris di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik motor loistrik di RI]]></category>
		<category><![CDATA[pasar motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan motor lostrik]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda motor listrik]]></category>
		<category><![CDATA[situs SisaPira]]></category>
		<category><![CDATA[subsidi motor listrik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18468</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pemerintah telah menetapkan target jumlah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pemerintah telah menetapkan target jumlah sepeda motor listrik dengan subsidi Rp 7 juta yang terjual di tahun ini sebanyak 50.000 unit.</p>
<p>Namun, hingga Minggu (2/6/2024) jumlah sepeda motor setrum yang harganya disubsudi pemerintah yang telah terjual atau subisidinya benar-benar tersalurkan baru sebanyak 15.100 unit lebih sedikit.</p>
<p>Data di situs Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (SisaPira) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Minggu (2/6/2024) menunjukkan sampai hari itu, pukul 13.45.00 WIB, total motor listrik yang terjual atau subisinya tersalurkan sebanyak 15.109 unit. Kemudian 4.502 masih dalam status terverifikasi, dan 12.216 masih dalam proses pendaftaran.</p>
<figure id="attachment_17935" aria-describedby="caption-attachment-17935" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17935" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208.jpg" alt="" width="700" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/04/Sepeda-motor-listrik-Honda-yang-diboyong-ke-hajatan-PEVS-2024-di-JIExpo-Kemayoran-Jakarta-dok.Mobilitas-e1714397518208-180x130.jpg 180w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-17935" class="wp-caption-text">Sepeda motor listrik Honda yang diboyong ke hajatan PEVS 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Artinya, dana subsidi pembelian motor listrik di Tanah Air hingga 2 Juni masih sebesar Rp 85,512 miliar. Nilai sebesar itu merupakan perhitungan besaran subsidi yakni Rp 7 juta dikalikan jumlah motor listrik yang telah benar-benar terjual atau tersalurkan yang sebanyak 15.109 unit.</p>
<p>Sebelumnya, dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta, belum lama ini, Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif menyebut target penjualan 50.000 unit diyakini bakal tercapai pada bulan Agustus atau awal September 2024.</p>
<p>Menurutnya optimisme itu didasari fakta penjualan pada periode Januari – Mei 2024 yang moncer. Bahkan total jumlah penjualan selama periode itu telah melampui total penjualan motor listrik bersubsidi selama tahun 2023 (setahun penuh) yang sebanyak 11.532 unit. (Nas/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
