<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>skandal keamanan mobil Daihatsu &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/skandal-keamanan-mobil-daihatsu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jan 2024 01:14:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>skandal keamanan mobil Daihatsu &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buntut Skandal di Jepang, YLKI Minta Pemerintah Investigasi Menyeluruh Daihatsu di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/buntut-skandal-di-jepang-ylki-minta-pemerintah-investigasi-menyeluruh-daihatsu-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2024 14:44:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Daihatsu Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Daihatsu Motor]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi skandal keamanan Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi hasil uji tabrak Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[PT Astra Daihatsu Motor]]></category>
		<category><![CDATA[skandal keamanan mobil Daihatsu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16329</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas –Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> –Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu mengklaim telah mendapatkan aduan yang berisi kekhawatiran dari pemilik mobil terkait aspek keamanan setelah skandal itu terkuak.</p>
<p>Oleh karena itu Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, meminta agar pemerintah tidak hanya puas dengan penjelasan yang diberikan Daihatsu Motor di Indonesia terkait kondisi mobil-mobil yang diproduksi merek itu setelah skandal manipulasi informasi aspek keamanan di Jepang. Bahkan YLKI meminta agar pemerintah melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan investigasi menyeluruh.</p>
<p>“Pemerintah jangan cukup puas dengan keterangan sepihak yang diberikan Daihatsu. Seharusnya pemerintah melakukan investigasi dengan melibatkan KNKT. Ini demi memberikan kepastian keamanan berdasar fakta nyata yang ada di Indonesia,” ungkap Tulus dalam pemaparan Laporan Kinerja YLKI Tahun 2023 di Jakarta, Selasa (23/1/2024).</p>
<figure id="attachment_16208" aria-describedby="caption-attachment-16208" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-16208" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Tes-Tabrak-Daihatsu-Gran-Max-Pick-Up-di-Jepang-dok.Istimewa-via-Mainichi.jp_-e1705421602237.jpg" alt="" width="700" height="467" /><figcaption id="caption-attachment-16208" class="wp-caption-text">Daihatsu lakukan uji tabrak ulang Daihatsu Gran Max Pick Up di Jepang &#8211; dok.Istimewa via Mainichi.jp</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, laporan <em>Kyodo News</em> yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (23/1/2024) menyatakan Daihatsu Motor Company pada Rabu (17/1/2024) lalu mengaku akan menarik kembali (<em>recall</em>) 320.000 mobil yang telah diproduksinya dan berada di tangan konsumen.</p>
<p>Pengumuman itu diungkap sehari setelah Kementerian Transportasi Jepang mengumumkan akan mencabut sertifikasi tiga model mobil yang diproduksi Daihatsu. Ketiganya adalah Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Mazda Bongo karena terbukti terkait dengan skandal informasi aspek keamanan mobil.</p>
<p>Sementara, Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Rio Priambodo menyebut pihaknya telah menerima satu aduan yang bersifat kekhawatiran menggunakan mobil Daihatsu dari konsumen pemilik mobil. “Pengadu itu menyatakan khawator bahwa produk tersebut akan berbahaya untuk keselamatannya berkendara,” kata Rio.</p>
<p>Hanya, lanjut Rio, aduan itu tidak dilengkapi data pendukung yang lengkap. Walhasil, YLKI tidak menindaklanjutinya. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buntut Skandal Keamanan di Jepang, Pick Up Daihatsu Gran Max Diuji Tabrak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/buntut-skandal-keamanan-di-jepang-pick-up-daihatsu-gran-max-diuji-tabrak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2024 16:14:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi aspek keamanan mobil Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Daihatsu Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pick Up Daihatsu Gran Max]]></category>
		<category><![CDATA[PT ADM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Astra Daihatsu Motor]]></category>
		<category><![CDATA[skandal keamanan mobil Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Tabrka Pick Up Daihatsu Gran Max]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16207</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang melakukan tes tabrak terhadap kendaraan komersial ringan ini dikarenakan imbas dari manipulasi aspek keselamatan yang sebelumnya dilakukan Daihatsu Motor.</p>
<p>Laporan NHK yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (16/1/2024) menyebut MLIT melakukan tes tabrak terhadap mobil itu untuk menguji keakuratan fungsi kantong udara (airbag) yang ada padanya. “Tes tabrak dilakukan secara terbuka dan mengundang media lokal Jepang untuk menyaksikannya,” bunyi keterangan Kementerian.</p>
<p>Sebelumnya, saat praktik manipulasi aspek keselamatan kendaraan yang dilakukan Daihatsu Motor terkuat, para investigator independen menemukan bukti yang cukup mengejutkan. Airbag di Pick Up Gran Max dan dua mobil lainnya (yakni Town Ace yang diproduksi Daihatsu tetapi dijual oleh Toyota dan Bongo yang diproduksi Daihatsu dan dijual oleh Mazda) ternyata diaktifkan oleh pengatur waktu.</p>
<figure id="attachment_15746" aria-describedby="caption-attachment-15746" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-15746" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/12/Tampilan-bagian-samping-Daihatsu-Gran-Max-Pick-Up-dok.Istimewa-e1702726164368.jpg" alt="" width="700" height="504" /><figcaption id="caption-attachment-15746" class="wp-caption-text">Tampilan bagian samping Daihatsu Gran Max Pick Up &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>“Oleh karena itu perlu dilakukan uji untuk memastikan bahwa airbag itu apakah benar-benar secara otomotis terdeteksi oleh sensor. Sehingga memberikan perlindungan ke supir dan penumpang di sampingnya saat terjadi benturan keras jika terjadi kecelakaan,” papar MLIT.</p>
<p>Sebelum tes tabrak dilakukan,  MLIT telah mencabut izin tipe kendaraan/Vehicle Type Approval (VTA) untuk sejumlah model mobil buatan Daihatsu yang disinyalir mengalami masalah akibat manipulasi itu,termasuk tiga model tersebut. Pencabutan izin itu untuk mencegah mobil didistribsikan dan dijual.</p>
<p>Sekadar informasi Daihatsu Gran Max Pick Up itu diproduksi di Indonesia. Mobil tersebut dijajakan di Indonesia, dan menjadi salah satu mobil terlaris.</p>
<p>Meski sepanjang tahun 2023 kemarin penjualannya dari diler kepada konsumen (penjualan ritel) Indonesia ternyata anjlok dibanding tahun 2022. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (16/1/2024) menunjukkan sepanjang tahun 2023 penjualan ritel Gran Max Pick Up sebanyak 43.896 uni, sementara di tahun 2022 mencapai 45.617 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
