<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>teknologi otonom &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/teknologi-otonom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Dec 2021 10:57:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>teknologi otonom &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Toyota hingga Mazda Berlomba Permak Teknologi Self-driving</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/toyota-hingga-mazda-berlomba-permak-teknologi-self-driving/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Dec 2021 03:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Lexus]]></category>
		<category><![CDATA[Mazda]]></category>
		<category><![CDATA[mobil otonom]]></category>
		<category><![CDATA[mobil tanpa supir]]></category>
		<category><![CDATA[Subaru]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi otonom]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi otonom di mobil]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi self-driving]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Crown]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Mirai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=4726</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Perlombaan penggunaan teknologi yang memudahkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Perlombaan penggunaan teknologi yang memudahkan pengemudi dalam berkendara mobil kini terus di antara produsen mobil dunia demi menguatkan predikat sebagai pabrikan terdepan dalam teknologi guna menggaet konsumen.</p>
<p>Teknologi yang mereka gunakan saat ini adalah self-driving alias mengemudi secara otomatis. Di teknologi terdapat sejumlah fitur termasuk teknologi bantuan ke pengemudi dalam menghadapi kondisi dan situasi tertentu.</p>
<p>Produsen-produsen mobil asal Jepang – khususnya Toyota dan merek mewahnya Lexus, Subaru, dan Mazda &#8211; dikabarkan telah berancang-ancang untuk &#8220;mempermak&#8221; kemampuan teknologi itu. Mereka berharap teknologi itu semakin canggih kemampuannya dan semakin banyak mobil buatan mereka yang bisa menggunakannya.</p>
<figure id="attachment_4729" aria-describedby="caption-attachment-4729" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4729" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Toyota-Crown-2021-dok.Toyota-e1640748468447.webp" alt="" width="700" height="502" /><figcaption id="caption-attachment-4729" class="wp-caption-text">Toyota Crown 2021 &#8211; dok.Toyota</figcaption></figure>
<p>“Pada tahun 2022 nanti, produsen-produsen mobil itu akan menerapkan teknologi self-driving level 2 dengan kemampuan yang lebih tinggi di mobil tertentu buatan mereka,” tulis <em>Bloomberg</em> dan <em>Tech Times</em>, Selasa (28/12/2021).</p>
<p>Sumber di Kementerian Transportasi Jepang mengatakan, teknologi yang digunakan baru level 2 karena teknologi self-driving level 4 apalagi level (yakni teknologi otomatis yang memungkinkan mobil melaju tanpa supir) masih dilarang digunakan di Jepang. “Untuk teknologi level 2 ini akan disesuaikan dengan kondisi dan situasi lalu-lintas, keadaan wilayah, maupun kebiasaan masyarakat setempat,” ujar dia.</p>
<p>Teknologi self-driving sendiri terdiri dari lima tingkat atau level dengan tingkat tertinggi level lima. Pada tingkat kelima itu, mobil sepenuhnya otomatis dan mengemudi sendiri tanpa campur tangan pengemudi.</p>
<figure id="attachment_4730" aria-describedby="caption-attachment-4730" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4730" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Ilustrasi-Lexus-dok.Insider-Sport-e1640748705766.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-4730" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Lexus &#8211; dok.Istimewa.jpg</figcaption></figure>
<p>“Sedangkan pada tingkat kedua, kendaraan masih memerlukan perhatian dan intervensi pengemudi tergantung pada situasinya, khususnya di saat kondisi di jalanan yang membutuhkan kendali oleh pengemudi,” papar sang sumber.</p>
<p>Toyota, disebut akan menerapkan teknologi self-driving dengan kemampuan lebih tinggi itu di Toyota Crown model 2023 alias unit yang diproduksi pada tahun 2022. Dan jika hasilnya memuaskan, Toyota akan meningkatkan kemampuan teknologi lebih lanjut sekaligus akan mencari opsi untuk memasang teknologi itu di model yang lebih terjangkau jika suku cadang telah cukup tersedia.</p>
<p>Sementara Mazda berniat membawa teknologi self-driving level 2 atau bahkan 3 ke mobil buatannya paling lambat akhir tahun 2022. Pabrikan mobil akan menerapkan fitur ini di mobil SUV dan sedan berukuran medium.</p>
<figure id="attachment_4731" aria-describedby="caption-attachment-4731" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4731" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/SUV-Subaru-yang-dilengkapi-fitur-EyeSight-Driver-Assist-alias-teknologi-self-driving-dok.Subaru-e1640748841378.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-4731" class="wp-caption-text">SUV Subaru yang dilengkapi fitur EyeSight Driver Assist alias teknologi self-driving &#8211; dok.Subaru</figcaption></figure>
<p>Sedangkan Lexus akan mengadopsinya untuk varian model mewah dan Subaru menghadirkannya di semua mobilnya di seluruh dunia. Bahkan teknologi yng diterapkan untuk memungkinan pengemudi melakukan hands-free alias tanpa campur tangan ke kemudi.</p>
<p>Lembaga riset bisnis yang berkantor di Tokyo &#8211; Yano Research Institute – mengatakan teknologi self-driving level 2 dan 3 menjadi amunisi persaingan bagi produsen mobil di Jepang di tahun 2022 dan seterusnya. Penelitian yang dilakukan perusahaan ini menunjukkan 62% kendaraan di Jepang akan dipasangi teknologi self-driving level 2 pada tahun 2030 nanti. (Fer/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hongqi L-Concept, Sedan Mewah yang Bisa Melaju Tanpa Supir</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hongqi-l-concept-sedan-mewah-yang-bisa-melaju-tanpa-supir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2021 07:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pedia]]></category>
		<category><![CDATA[Hongqi L tanpa supir]]></category>
		<category><![CDATA[Hongqi L-concept]]></category>
		<category><![CDATA[sedan mewah Hongqi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi otonom]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi otopilot]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=197</guid>

					<description><![CDATA[Shanghai, Mobilitas – Merek mewah yang berada di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Shanghai, Mobilitas</strong> – Merek mewah yang berada di bawah payung grup FAW, Hogqi, yang hadir di hajatan Shanghai Auto Show 2021 yang kini tengah berlangsung, membuat publik dunia terpana. Betapa tidak, merek yang berdiri mulai tahun 1958 ini membuat gebrakan yang melampaui perkiraan publik dunia.</p>
<p>Di gelaran yang berlangsung 21 &#8211; 28 April itu Hongqi memperkenalkan konsep sedan supermewah Hongqi L-Concept di gelaran tersebut. Sedan fullsize empat pintu ini memiliki gaya desain dan teknologi yang lain dari lainnya.</p>
<p>Seperti dilaporkan <em>China Daily</em> dan <em>Forma Car</em>, Rabu (21/4/2021), tampilan mobil ini memiliki tampilan aristokrat yang setara dengan Rolls-Royce atau Bentley. Namun, Hongqi lebih out of the box.</p>
<figure id="attachment_203" aria-describedby="caption-attachment-203" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-203" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Hongqi-L-Concept-tidak-memiliki-roda-kemudi-yang-menjadi-petunjuk-bahwa-mobil-ini-mengadopsi-teknologi-otonom-level-5-alias-bisa-melaku-tanpa-supir-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1618996251663.jpg" alt="" width="700" height="482" /><figcaption id="caption-attachment-203" class="wp-caption-text">Hongqi L-Concept tidak memiliki roda kemudi yang menjadi petunjuk bahwa mobil ini mengadopsi teknologi otonom level 5 alias bisa melaku tanpa supir &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p>Atap misalnya dilabur kelir putih dengan desain unik berpola seperti potongan wajik. Lalu, lampu utama LED yang dibuat unik, karena jika diamati secara cermat memiliki kemiripan pola dengan sarang laba-laba.</p>
<p>Pintu mobil ini juga unik, dimana bagian belakang menganut model suicide door dengan cara membukanya yang berlawanan arah dengan pintu depa. Parasnya unik dengan grill besar, garis atap fastback, dan bonet panjang merupakan kekhasan Hongqi L-Concept ini.</p>
<p>Namun yang paling menarik ada tiga hal. Pertama, tidak adanya roda kemudi. Artinya, mobil ini berteknologi otonom level 5, alias tanpa supir.</p>
<figure id="attachment_204" aria-describedby="caption-attachment-204" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-204" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Honqi-L-Concept-hanya-menyedikan-jok-untuk-penumpang-di-bagian-belakang-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1618996381274.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-204" class="wp-caption-text">Honqi L-Concept hanya menyediakan jok untuk penumpang di bagian belakang. Menariknya, sebuah lampu gantung dipasang di plafon persis di tengah kedua jok. &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p>Kedua, jumlah jok yang hanya tiga dengan formasi satu di bagian depan dan dua di belakang.Tentu saja, ini membuat ruang bagi kaki penumpang belakang sangat lapang.</p>
<p>Keunikan ketiga, Hongqi memasang lampu gantung kristal di bagian tengah di antara dua jok bagian belakang. Kehadirannya mencuatkan kesan mewah dan betah penumpang di dalam kabin.</p>
<figure id="attachment_205" aria-describedby="caption-attachment-205" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-205" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/04/Hongqi-L-Concept-memiliki-tampilan-atap-hingga-bagian-belakang-yang-khas-dok.Istimewa-via-Carscoops-e1618996463791.jpg" alt="" width="700" height="482" /><figcaption id="caption-attachment-205" class="wp-caption-text">Hongqi L-Concept memiliki tampilan atap hingga bagian belakang yang khas &#8211; dok.Istimewa via Carscoops</figcaption></figure>
<p>Hanya, belum ada informasi soal spesifikasi jantung mekanis dan serangkaian fitur pendukung keamanan maupun kenyamanan berkendara. Namun, produksinya dikabarkan akan dilakukan pada tahun 2023 mendatang. (Arf)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
