<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tips mengemudi mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/tips-mengemudi-mobil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Apr 2023 15:03:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>tips mengemudi mobil &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wahai Pemudik, Begini Cara Mengemudikan Mobil di Turunan Tajam</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/wahai-pemudik-begini-cara-mengemudikan-mobil-di-turunan-tajam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Apr 2023 05:54:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[Mengemudi mobil di turuinan tajam]]></category>
		<category><![CDATA[mengemudi mudik lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[tips bermobilo menuruni bukit]]></category>
		<category><![CDATA[tips melakukan engine brake]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengemudi mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengemudi mobil di turunan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips mengemudi saat macet di turunan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips mudik]]></category>
		<category><![CDATA[tips mudik aman dan nyaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12056</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pada saat mudik lebaran, bisa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pada saat mudik lebaran, bisa saja Anda terpaksa harus melintasi jalur alternatif yang banyak turunan tajam atau curam.</p>
<p>Penggunaan rute yang banyak turunan bisa terjadi, karena pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi di Lebaran tahun ini membeludak. Perkiraan Kementerian Perhubungan menyebut, jumlah pengguna mobil pribadi mencapai 27,32 juta orang dan pengguna sepesa motor sebanyak 22,7 juta orang.</p>
<p>Namun, yang perlu dicatat oleh pemudik saat mendapati lintasan dengan turunan tajam adalah, bagaimana mengendalikan mobil agar tetap aman dan nyaman. Banyak orang yang merasa kagok atau gagap ketika harus melibas turunan tajam, karena selama tinggal di kota (seperti Jakarta dan sekitarnya) tidak pernah mengalami berkendara seperti itu.</p>
<p>“Jika mendapati kondisi demikian, kuncinya bersikap tenang,” ujar Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubihu, saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (19/4/2023).</p>
<p>Setelah tenang, untuk pengemudi mobil bertransmisi manual posisikan transmisi di gear terendah. Dengan demikian, mobil bisa melakukan engine brake untuk membantu pengereman secara konvensional, dan laju mobil lebih mudah di tahan.</p>
<figure id="attachment_11830" aria-describedby="caption-attachment-11830" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11830" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666.jpg" alt="" width="700" height="505" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666-300x216.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666-696x502.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666-582x420.jpg 582w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Ilustrasi-mengemudi-mobil-bertransmisi-otomatis-dok.South-Africa-Today-e1680942321666-324x235.jpg 324w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11830" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengemudi mobil bertransmisi otomatis &#8211; dok.South Africa Today</figcaption></figure>
<p>Sedangkan untuk pengemudi mobil bertransmisi otomatis, tempatkan tuas transmisi di posisi gear kedua. Jika dirasa kurang untuk memberi efek <em>engine brake</em>, tuas bisa diposisikan pada L agar mendapatkan efek pengereman yang lebih besar.</p>
<p>Ingat, jangan menempatkan tuas transmisi di posisi N atau netral. Karena sangat bahaya. Dalam keadaan meluncur di turunan tajam, laju mobil bisa saja seperti didorong kuat.</p>
<p>&#8220;Jika transmisi dinetralkan maka <em>engine brake</em> atau pengereman dengan cara menahan laju mobil dengan bantuan mesin tidak terjadi. Sementara, mengandalkan perangkat pengereman saja tidak cukup kuat. Jadi, potensi risikonya sangat besar,” kata Jusri mewanti-wanti.</p>
<p>Selain itu, dia mengingatkan agar masing-masing pengemudi menjaga jarak aman dengan mobil di depannya. Hal ini untuk antisipasi jika pengereman tidak maksimal dan mobil tetap nyelenong dan menabrak mobil di depan. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Tepat Nyetir Mobil Matik di Tanjakan dan Turunan Tajam</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-tepat-nyetir-mobil-matik-di-tanjakan-dan-turunan-tajam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2021 07:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara yang benar nyetir mobil matik]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[menyetir mobil matik yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[nyetir mobil matik di tanjakan]]></category>
		<category><![CDATA[nyetir mobil matik di turunan tajam]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengemudi mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tips menyetir mobil matik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=2659</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sebagian besar masyarakat Indonesia yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sebagian besar masyarakat Indonesia yang menggunakan mobil sudah tak asing dengan mobil bertransmisi otomatis. Namun, meski tak sedikit yang menggunakannya ternyata banyak pula yang kurang atau bahkan tidak memhami teknik mengemudi mobil transmisi otomatis dengan benar, khususnya di saat harus melintasi lintasan tanjakan dan turunan tajam.</p>
<p>“Dengan mempraktikan teknik yang benar mengemudi mobil transmisi otomatis atau mobil matik yang tepat dan benar, bukan hanya soal keamanan dan keselamatan berkendara saja yang dihasilkan, tetapi juga menjaga keawetan komponen pengereman dan komponen transmisi itu sendiri. Sayang sekali, sampai saat ini masih banyak orang yang salah. Bahkan, meski sudah bertahun-tahun menggunakan mobil matik,” papar Direktur Training Safety Driving Java Adventures, Poengki Eko Haryanto, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> dari Jakarta, Sabtu (14/8/2021).</p>
<p>Menurut Poengki masih banyak anggapan yang salah dari pemilik mobil yang mengira dengan transmisi matik – sesuai dengan namanya – maka mobil akan secara otomatis juga akan menyesuaikan dengan kondisi. Termasa di kala harus melibas tanjakan tajam dan turunan curam.</p>
<figure id="attachment_2661" aria-describedby="caption-attachment-2661" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2661" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mengemudi-mobil-transmisi-otomatis-di-turunan-curam-atau-turunan-tajam-dok.Youtube-e1628925650505.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-2661" class="wp-caption-text">Mengemudi mobil transmisi otomatis di turunan curam atau turunan tajam &#8211; dok.Youtube</figcaption></figure>
<p>“Pemahaman seperti ini tentunya salah. Karena transmisi otomatis tetap perlu pengendalian pengemudi untuk kondisi tertentu, termasuk di tanjakan dan turunan curam,” kata pria yang pernah menjadi manager training sebuah agen pemegang merek mobil asal Jepang tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, dia memwanti-wanti agar pengguna mobil matik memperhatikan dan mempraktikan dua hal ini:</p>
<p><strong>Pertama, saat harus melibaas tanjakan tajam atau tinggi.</strong> Pada saat mobil harus mendaki tanjakan yang tinggi atau tajam, dan mobil tetap harus tetap berjalan merambat lambat karena macet maka pengemudi harus memindah tuas transmisi dari mode D (drive) ke L (Low).</p>
<p>“Dengan posisi gigi yang rendah atau Low ini, maka torsi yang besar dan maksimal akan didapat. Sehingga, mobil akan lebih mudah melibas tanjakan dengan mudah. Sementara, komponen-komponen mobil khususnya transmisi akan bekerja secara wajar dan benar,” kata Poengki.</p>
<figure id="attachment_2662" aria-describedby="caption-attachment-2662" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2662" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/08/Mengemudi-mobil-di-linatasn-menanjak-tajam-dok.CarsGuide-scaled-e1628925880494.jpg" alt="" width="700" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-2662" class="wp-caption-text">Mengemudi mobil di linatasn menanjak tajam &#8211; dok.CarsGuide</figcaption></figure>
<p><strong>Kedua, ketika mobil harus melibas turunan curam, posisi gigi juga harus dipindah ke posisi rendah</strong><em>.</em> Pindahkan tuas transmisi dari posisi di D (Drive) ke D2 atau L (Low). Dengan memindah posisi gigi ke tingkat rendah itu, maka pengemudi dapat melakukan <em>engine brake.</em></p>
<p>Walhasil, proses pengereman pun bisa dilakukan secara maksimal dan benar. Sbab, jika hanya melakukan pengereman secara konvensional dengan cara melepas sedikit-sedikit injak-lepas pedal rem justeru akan menyebabkan minyak rem panas.</p>
<p>“Jika minyak rem panas hingga mencapai titik didih, akan muncul uap air. Akhirnya, rem pun <em>blong</em>,” jelas Poengki.</p>
<figure id="attachment_681" aria-describedby="caption-attachment-681" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-681" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/05/Transmisi-otomotis-atau-Automoatic-Transmission-dok.YourMechanic-e1620488671839.jpg" alt="" width="700" height="493" /><figcaption id="caption-attachment-681" class="wp-caption-text">Transmisi otomotis atau Automoatic Transmission &#8211; dok.YourMechanic</figcaption></figure>
<p>Namun, yang perlu dicatat, proses pemindahan posisi gigi harus dilakukan di saat kecepatan mobil rendah dan stabil, agar tak terjadi <em>overspeed</em>. Sedangkan proses <em>engine brake</em> bisa dilakukan dengan cara cukup melepas injakan di pedal gas dan secara perlahan menginjak pedal rem. (Vto/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
