<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Aug 2024 15:04:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Tips &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Cara Mudah Mencegah Kaca Mobil Berembun</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-mudah-mencegah-kaca-mobil-berembun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Aug 2024 07:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[berkendara saat kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kaca mobil berembun]]></category>
		<category><![CDATA[tips berkendara aman saat hujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19509</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kaca mobil yang berembun tidak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kaca mobil yang berembun tidak hanya mengganggu kenyamanan pandangan pengemudi saat menyetir, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan diri sendiri maupun orang lain yang berada di jalan.</p>
<p>“Banyak orang yang mengabaikan gejalan masalah ketika kaca mobil mereka mulai berembun. Mereka umumnya menganggap hal itu sebagai masalah kecil atau masalah yang biasa terjadi. Padahal, sikap seperti itu salah,” ungkap pemilik rumah perawatan mobil Arka Motor, Arkadius Muherdi, saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan KH Hasyim Asyhari, Cipondoh, Tangerang, Jumat (9/8/2024).</p>
<p>Meski terlihat sepele, lanjut Herdi, namun kaca mobil yang berembun saat kendaraan itu digunakan bisa berdampak serius. Embun pada kaca mobil dapat membuat daya pandang pengemudi terganggu dan dapat menyebabkan kecelakaan yang serius.</p>
<p>“Oleh karena itu, mencegah embun di kaca mobil muncul harus dilakukan. Memahami penyebab dan cara mengatasi kaca mobil berembun dapat membantu pengemudi menghindari masalah ini dan mengemudi dengan aman dan nyaman,” ujar pria yang pernah menjadi Service Advisor di bengkel resmi pabrikan mobil terkenal asal Jepang selama 11 tahun ini.</p>
<p>Menurut Herdi, embun di kaca mobil bisa muncul karena adanya kelembaban di dalam kabin mobil yang tinggi. Jika mobil tidak memiliki ventilasi yang bagus, maka kelembaban akan semakin tinggi.</p>
<figure id="attachment_19511" aria-describedby="caption-attachment-19511" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Kaca-mobil-yang-berembun-dok.Carcility-e1723201029263.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19511" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Kaca-mobil-yang-berembun-dok.Carcility-e1723201029263.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-19511" class="wp-caption-text">Kaca mobil yang berembun &#8211; dok.Carcility</figcaption></figure>
<p>Penyebab kedua adalah, jika suhu di luar mobil sangat dingin. Sehingga, kaca mobil akan menjadi dingin dan menghasilkan embun, terutama jika di dalam kabin mobil jumlah penumpang juga banyak.</p>
<p>Penyebab lainnya adalah AC mobil dan fitur defogger kaca mobil yang tidak berfungsi dengan baik. Jika AC mobil tidak berfungsi dengan baik, maka kelembaban yang tinggi akan terjadi, sebab udara yang lembab di kabin tidak terolah dengan baik.</p>
<p>Oleh karena itu, penting untuk menjaga kondisi AC dan ventilasi udara mobil. Selain itu menghindari kelembaban di dalam mobil dengan menjaga sirkulasi udara yang baik, harus sering dilakukan.</p>
<p>“Selain memastikan kisi-kisi AC berfungsi dengan baik. Membersihkan ruang kabin mobil secara rutin, agar kotoran dari partikel-partikel lembut seperti debu menempel di kisi-kisi AC, harus dilakukan. Pastikan fitur penghangat ruang kabin melalui kabel defogger pada kaca mobil tetap berfungsi,” tandas Muherdi. (Lis/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mobil Usai Dipakai Liburan Nataru? Lakukan Servis Berkala dan Cek Bagian Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mobil-usai-dipakai-liburan-nataru-lakukan-servis-berkala-dan-cek-bagian-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2024 02:24:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Auto2000]]></category>
		<category><![CDATA[bagian mobil yang perlu diperiksa usai liburan]]></category>
		<category><![CDATA[bengkel resmi Auto2000]]></category>
		<category><![CDATA[liburan Naturu]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[potesni kerusakkan mobil usai liburan]]></category>
		<category><![CDATA[tips Auto2000]]></category>
		<category><![CDATA[tips oerawatan mobil usai liburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=16026</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Setelah liburan Nataru, aktivitas pertama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Setelah liburan Nataru, aktivitas pertama yang sebaiknya dilakukan adalah pengecekan komponen mobil lewat servis berkala. Sebaiknya tidak langsung menggunakan mobil untuk aktivitas rutin, sebelum memastikan kondisinya masih optimal untuk mencegah adanya kendala pada mobil.</p>
<p>“Mobil yang diajak berlibur dengan jarak tempuh lumayan jauh di jalan yang padat dan cuaca mudah berubah, jelas akan terkuras tenaganya. Belum lagi ketika diajak touring ke wilayah pegunungan dengan mobil penuh penumpang dan barang, plus risiko, melintasi jalanan berlubang dan obstacle lainnya,” kata Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (5/1/2024).</p>
<p>Lantas, bagian apa saja dari mobil yang bakal bermasalah jika tidak servis berkala setelah liburan Nataru?<br />
<strong>1. Potensi mesin rusak</strong><br />
Saat liburan Nataru, mesin bekerja keras di jalan. Oleh karena itu jika lupa ganti oli, cairan ini akan mengalami penurunan kualitas dan meningkatkan potensi mesin rusak. Dengan servis berkala, kondisi oli mesin dicek dan diganti sesuai aturan.</p>
<p>Selain itu, radiator coolant dapat habis karena tidak pernah dikontrol. Padahal ketika suhu mesin semakin panas, radiator akan berusaha menjaganya supaya tidak overheat. Tentu akan timbul masalah besar andai radiator coolant habis.</p>
<p><strong>2. Sistem kelistrikan terganggu</strong><br />
Alternator menjalankan tugas yang tidak ringan saat liburan Nataru yaitu menyuplai arus listrik untuk beberapa komponen mobil yang membutuhkan tenaga listrik berjalan lancar. Komponen itu mulai dari wiper, lampu, kaca jendela, hingga sistem audio.</p>
<figure id="attachment_16028" aria-describedby="caption-attachment-16028" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-16028" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Pemeriksaan-berkala-mobil-di-bengkel-resmi-Auto2000-dok.Auto2000-e1704421302710.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Pemeriksaan-berkala-mobil-di-bengkel-resmi-Auto2000-dok.Auto2000-e1704421302710.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Pemeriksaan-berkala-mobil-di-bengkel-resmi-Auto2000-dok.Auto2000-e1704421302710-180x130.jpg 180w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-16028" class="wp-caption-text">Pemeriksaan berkala mobil di bengkel resmi Auto2000 &#8211; dok.Auto2000</figcaption></figure>
<p>Ketika kondisi alternator kurang baik, aki mobil tidak akan mampu bertahan lama. Efek buruknya, mobil susah distarter, mesin tidak menyala, dan akhirnya mogok. Periksa aki saat servis berkala supaya dapat bekerja optimal.</p>
<p><strong>3. Performa mesin kurang optimal</strong><br />
Busi memegang peran penting pada mesin bensin. Jika busi sudah lemah atau mati, performa mesin bakal turun akibat pembakaran tidak stabil. Komponen lain yang berpengaruh besar pada performa mesin adalah semua jenis filter mesin yakni filter udara, filter oli, dan filter bahan bakar.</p>
<p>Kotoran yang menyumbat sistem injeksi bahan bakar dapat menurunkan kinerja mesin dan membuat konsumsi bensin boros. Dengan servis berkala dapat mereduksi semua kemungkinan di atas.</p>
<p><strong>4. Kaki-kaki bobil terganggu</strong><br />
Perjalanan jauh liburan Nataru menyimpan risiko gangguan pada komponen kaki-kaki mobil. Bagian ini bekerja ekstra berat menopang beban penumpang dan barang saat melewati jalan dengan kondisi yang tidak terprediksi. Risiko kerusakan sangat besar, khususnya kalau AutoFamily kerap menabrak lubang.</p>
<p>Saat servis berkala, shock absorber berikut komponen pendukungnya diperiksa untuk memastikannya tetap dapat bekerja optimal untuk meredam guncangan di jalan. Sistem kemudi seperti tie rod dan ball joint dipastikan kondisinya tetap prima untuk menjaga kinerjanya.</p>
<figure id="attachment_16029" aria-describedby="caption-attachment-16029" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-16029" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/Pastikan-mobil-benar-benar-dalam-kondisi-prima-sebelum-digunakan-untuk-harian-setelah-dipakai-liburan-dok.Auto2000-e1704421447516.jpg" alt="" width="700" height="490" /><figcaption id="caption-attachment-16029" class="wp-caption-text">Pastikan mobil benar-benar dalam kondisi prima sebelum digunakan untuk harian setelah dipakai liburan &#8211; dok.Auto2000</figcaption></figure>
<p>Power steering dan komponen lain di kolong mobil ikut mendapatkan perhatian untuk memastikan tidak ada masalah krusial di area yang sulit terpantau ini. Termasuk dengan melakukan spooring dan balancing sehingga sudut keselarasan roda terjaga.</p>
<p><strong>5. Jangan lupakan ban mobil</strong><br />
Ban mobil memegang peran sangat penting saat berkendara, khususnya di masa liburan Nataru. Untuk itu, pastikan ban tidak ada masalah karena sekarang juga sudah masuk musim hujan. salah satu masalah besar di musim hujan adalah aquaplaning akibat kondisi telapak ban sudah tidak layak.</p>
<p>Pastikan alur telapak ban masih tebal dan tidak ada yang sobek, termasuk pada dinding ban jangan sampai ada sobek apalagi sampai benjol. Cek tekanan udara ban sesuai rekomendasi Toyota untuk menjaga kinerjanya di jalan. Jangan ragu mengganti ban kalau diyakini kondisinya sudah tidak aman. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Mudah Memastikan Kondisi Wiper Mobil Masih Tokcer atau Tidak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-mudah-memastikan-kondisi-wiper-mobil-masih-tokcer-atau-tidak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Dec 2023 02:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[akibat kareta wiper mengeras]]></category>
		<category><![CDATA[akibat wiper rusak]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pembuatan wiper]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengoperasikan wiper]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi wiper mobil]]></category>
		<category><![CDATA[kareta wiper yang bagus]]></category>
		<category><![CDATA[tips memeriksa komndisi wiper]]></category>
		<category><![CDATA[usia pakai wiper]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15591</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Saat musim hujan tiba keberadaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Saat musim hujan tiba keberadaan wiper kaca mobil menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara.</p>
<p>Pasalnya, wiper yang merupakan alat atau komponen untuk menyapu guyuran air hujan yang mengenai kaca mobil, membuat pandangan pengemudi ke jalan maupun kondisi lalu-lintas di depan mobil tetap jelas. Sebaliknya, jika guyuran air hujan yang membuat pandangan tertutup itu tak segera disapu, maka bukan hanya kenyamanan saja yang terganggu tetapi juga berpotensi mengundang bahaya.</p>
<p>“Kemungkinan terjadi kecelakaan menabrak mobil yang berada di depan kendaraan kita dari belakang, atau bahkan lainnya. Oleh karena itu sebelum melakukan perjalanan, memerika dan memastikan kondisi wiper adalah hal yang wajib dilakukan,” papar Service Advisor Queen Motor, Jalan Maulana Hasanuddin, Cipondoh, Tangerang, Yogianto, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Rabu (6/12/2023).</p>
<p>Menurut Yogi, cara untuk mengecek atau memastikan kondisi wiper masih layak pakai atau tidak juga cukup mudah. Pertama, cek tingkat kelenturan karet wiper.</p>
<p>“Caranya gampang. Angkat gagang wiper lalu, tekan-tekan karet tersebut apakah terasa keras atau masih lentur. Untuk memastikannya, nyalakan mesin mobil lalu, aktifkan semprotan washer wiper dan aktifkan wiper. Jika setiap kali wiper bergerak dan muncul bunyi atau suara berderit, itu pertanda karet wiper sudah keras dan waktunya diganti,” papar Yogi.</p>
<figure id="attachment_3915" aria-describedby="caption-attachment-3915" style="width: 704px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3915" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg" alt="" width="704" height="509" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673.jpg 704w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-300x217.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-150x108.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-696x503.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-581x420.jpg 581w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Ilustrasi-menyetir-mobil-di-jalan-tol-saat-hujan-dok.ChristensenHymas-e1636083112673-324x235.jpg 324w" sizes="auto, (max-width: 704px) 100vw, 704px" /><figcaption id="caption-attachment-3915" class="wp-caption-text">Ilustrasi, kerja wiper saat mobil melaju di tengah guyuran hujan &#8211; dok.Christensen&amp;Hymas</figcaption></figure>
<p>Kedua, amati bagaimana gerakan wiper mobil apakah normal atau tidak. Untuk mengecknya lakukan perubahan dari tingkat gerakan lambat hingga yang cepat, jika ternyata tetap lambat berarti ada dua kemungkinan.</p>
<p>“Pertama karena karet yang sudah aus atau mengeras. Ini ditandai dengan munculnya bunyi decit ketika wiper bergerak. Tetapi jika tidak ada bebunyian yang muncul tetapi gerakan wiper lambat, kemungkinan besar dinamo atau motor penggerak wiper sudah aus,” jelas Yogi.</p>
<p>Ketiga, perhatikan kaca mobil saat dalam keadaan kering setelah sebelum menerabas guyuran hujan dan wiper diaktifkan. Jika ternyata di kaca banyak baret-baret, hal itu menjadi petunjuk bahwa kareta wiper telah mengeras dan harus diganti.</p>
<p>“Tetapi, untuk kepastian kenyamanan dan keamanan di saat musim hujan ini, semua yang terkait dengan wiper mulai dari karet, motor, washer, hingga kondisi air di tabung wajib diperiksa dan dipastikan kondisinya. Apakah masih normal alias aman atau tidak,” tandas Yogi. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Mudah Membedakan Sparepart Mobil Asli atau Palsu</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-mudah-membedakan-sparepart-mobil-asli-atau-palsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Oct 2023 11:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bedakan sparepart asli dan palsu]]></category>
		<category><![CDATA[harga suku cadang]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[penggantian suku cadang]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan mobil]]></category>
		<category><![CDATA[servis mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sparepart]]></category>
		<category><![CDATA[sparepart mobil]]></category>
		<category><![CDATA[suku cadang mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14972</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Membeli sparepart baru untuk mengganti...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Membeli sparepart baru untuk mengganti yang telah aus namun mendapatkan sparepart palsu, bukan saja mengakibatkan kerugian finansial tetapi juga membawa dampak buruk ke mobil.</p>
<p>Sebab, seperti diungkap mekanik senior Iwans Motor, Iwan Setiawan, sparepart palsu kualitasnya tidak seperti yang asli arau orisinil. Sehingga, ketika digunakan dalam beberapa waktu tak lama kerusakan akan terjadi.</p>
<p>“Kalau kerusakan langsung terdeteksi tidak apa-apa. Tetapi, kalau tidak diketahui atau disadari, tentu akan sangat membahayakan pengguna mobil. Terutama sparepart yang terkait dengan aspek kemanan dan keselamatan,” papar Iwan saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (25/10/2023).</p>
<p>Oleh karena itu, pemilik bengkel yang berlokasi di Karang Tengah, Ciledug, Tangerang itu mewanti-wamti agar pemilik kendaraan melakukan pengecekan sparepart yang akan dipasang pada mobilnya. “Memang, saat ini produsen saprepart palsu sudah canggih dengan membuat produknya sangat mirip dengan yang asli. Bahkan, kemasan sampai ciri-ciri lainnya pun dibuat sama,” kata Iwan.</p>
<p>Meski begitu, ada cara sederhana untuk membedakannya. Cara tersebut, lanjut pria 42 tahun itu, cukup jitu untuk memberi petunjuk apakah sparepart asli atau tidak.</p>
<p>Pertama, cek nomor seri sparepart di kemasannya apakah sesuai dengan yang ada di katalog. Sebab, sparepart yang asli di kemasannya pasti ada nomor seri yang dibuat oleh produsen aslinya.</p>
<figure id="attachment_4713" aria-describedby="caption-attachment-4713" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4713" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/12/Bearing-roda-mobil-dok.BreakerLink-e1640665523358.jpg" alt="" width="700" height="517" /><figcaption id="caption-attachment-4713" class="wp-caption-text">Bearing roda mobil &#8211; dok.BreakerLink</figcaption></figure>
<p>“Sparepart palusu umumnya juga disertai nomor seri. Tetapi tidak sesuai dengan nomor di katalog. Selain itu cetakan seri itu terlihat pudar dan mudah terhapus,” jelas Iwan.<br />
Kedua, cermati kemasannya. Kemasan sparepart asli berbahan kardus yang tebal dan halus. Warnanya kuat dan tidak pudar, tulisan pada kemasan jelas dan tidak kusam.</p>
<p>“Selain itu, ada sticker hologram dengan logo yang terlihat jelas. Satu hal lagi, stickernya tidak gampang lepas,” papar Iwan.</p>
<p>Ketiga cermati bentuknya. Sparepart yang asli bentuknya presisi dan halus. Sedangkan sparepart palusu, meski sekilas sangat mirip, namun ada sisi-sisi yang terlihat kasar dan tidak presisi.</p>
<p>Keempat, cermati ada tidaknya garansi. Sparepart asli umumnya ada garansi dari pabrikan untuk jangka waktu tertentu. Pabrikan pembuatnya berani memberi garansi karena mereka yakin produk buatannya memang memiliki usia penggunaan hingga jangka waktu tertentu.</p>
<p>“Dan yang kelima, sparepart palusu umumnya dibanderol lebih murah. Meski selisihnya kadang tipis dengan sparepart asli. Jadi, pesannya jangan mudah tergiur harga murah,” tandas Iwan. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ingin Mobil Tetap Prima Saat Cuaca Panas? Periksa dan Rawat Komponen Ini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ingin-mobil-tetap-prima-saat-cuaca-panas-periksa-dan-rawat-komponen-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Oct 2023 03:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca panas]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[merawat mobil saat kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[merawat mobil saat udara panas]]></category>
		<category><![CDATA[mobil tetap nyaman saat cuaca panas]]></category>
		<category><![CDATA[Tips merawat mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14802</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Suhu udara yang panas akibat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Suhu udara yang panas akibat musim kemarau berkepanjangan dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia.</p>
<p>Cuaca panas ini tidak hanya berdampak kurang baik pada kondisi tubuh seseorang saja, tetapi juga bisa berdampak buruk ke sejumlah komponen mobil. Jika dampak itu dialami mobil, maka bukan hanya kenyamanan berkendara saja yang berkurang, namun bisa berakibat buruk pada mesin, terutama jika komponen yang berkaitan dengan sistem kerja mobil kondisinya bermasalah.</p>
<p>“Jangan sampai mobil kesulitan menghadapi suhu udara yang tinggi, khususnya ketika harus berhadapan dengan jalan macet. Karena itu, perhatikan beberapa komponen berikut ini supaya tetap dapat berkendara aman di tengah cuaca panas,” ungkap Aftersales Business Division Head Auto2000, Imansyah Tara, dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (14/10/2023).</p>
<p>Oleh karena itu, Imansyah menyarankan agar pemilik mobil untuk melakukan pemeriksaan sejumlah komponen penting di mobil. Komponen-komponen yang wajib diperiksa ini bukan hanya yang berkaitan dengan mesin saja, tetapi juga penopang perangkat penyuguh kenyamanan selama berkendara.</p>
<p>Pertama, radiator. Cara kerja komponen ini dalam mendinginkan mesin melalui sirkulasi coolant ketika mobil dijalankan, sangat tergantung asupan udara dingin yang ada di sekitar.</p>
<p>Ketika udara segar minim, maka proses pendinginan yang dilakukan radiator juga tak maksimal. Terlebih, jika radiator mengalami masalah seperti adanya kebocoran atau kisi-kisinya mampet akibat kotoran.</p>
<figure id="attachment_14039" aria-describedby="caption-attachment-14039" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14039" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Tutup-radiator-dok.Istimewa-via-Linkedin-e1692898056948.jpg" alt="" width="700" height="502" /><figcaption id="caption-attachment-14039" class="wp-caption-text">Tutup radiator &#8211; dok.Istimewa via Linkedin</figcaption></figure>
<p>Kedua, ban. Suhu panas yang terserap oleh permukaan jalan juga rawan bagi ban mobil yang sudah aus. Ban yang telah aus dengan permukaan telapak yang telah halus alias ukirannya telah habis, rawan meletus ketika bersentuhan dengan permukaan jalan yang panas.</p>
<p>Terlebih, jika tekanan angin ban ban kurang dari standar. Defleksi pada ban akan melebihi standar normal dan membuat anyaman kawat baja di dinding ban. Ban dapat meletus dalam kondisi pemakaian berat. Ini bukan hanya menjadikan konsumsi bahan bakar boros, tetapi ban juga rawan meletus.</p>
<p>Ketiga, rem. Beban kerja rem mobil semakin berat kala cuaca semakin panas, karena tidak memiliki sistem pendingin seperti radiator. Oleh karena itu pilih cairan rem TMO yang sesuai spesifikasi yang ditetapkan pabrikan.</p>
<p>Keempat, AC mobil. Lakukan pengecekan cek cairan refrigerant atau freon.Ganti filter kabin yang kotor untuk menjaga kebersihan.</p>
<p>Begitu juga, lakukan kondensor AC mobil yang dipasang di depan radiator. Pastikan tidak ada sirip yang bocor, penyok, atau berkarat.</p>
<p>Keempat, oli mesin.Oli mesin yang berperang membantu mendinginkan mesin mobil ketika kendaraan itu digunakan sangat rawan jika udara di sekitarnya panas. Karena itu pastikan volumenya masih sesuai standar, dan ganti jika telah aus atau saatnya diganti.</p>
<p>Sebab, senyawa kimia di oli yang telah aus tidak akan mampu menjalankan fungsi pendinginan. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Cara Menyetel AC Mobil yang Benar Setelah Parkir di Tempat Panas</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-menyetel-ac-mobil-yang-benar-setelah-parkir-di-tempat-panas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2023 03:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[komponen AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[memperbaiki AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[mereparasi AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pemasangan AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Tips menyalakan AC mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Tips merawat AC mobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14708</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama ini banyak orang yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama ini banyak orang yang salah melakukan penyetelan kinerja AC, padahal bisa berbahaya.</p>
<p>Menurut pemilik Tiara AC &amp; Aksesoris, Agus Fanani, selama ini banyak pengguna mobil yang langsung menyalakan perangkat Air Conditioner (AC) mobil, begitu mereka masuk ke kabin meski mobil yang bersangkutan telah diparkir di area terbuka yang terpapar sinar matahari.</p>
<p>“Mungkin maksud mereka agar suhu di kabin segera netral karena sangat panas setelah sebelumnya berjam-jam di parkir di area terbuka dan terkena paparan sinar matahari secara langsung,” kata Agus saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/10/2023).</p>
<p>Mirisnya, tak sedikit pengguna mobil itu langsung menutup kaca jendela mobil mereka begitu menyalakan AC. Padahal, cara seperti itu sangat tidak baik untuk kesehatan, dan bahkan bisa mengundang bahaya saat mereka berkendara.</p>
<p>“Karena di dalam mobil itu terdapat barang-barang yang zat-zat pada bahan pembuatannya mengalami reaksi kimia ketika terkena suhu panas. Misalny bahan pelapis jok, aksesoris di dalam mobil, hingga parfum. Bahan-bahan tersebut berekasi ketika suhu panas dan melepas senyawa yang bernama benzena,” jelas Agus.</p>
<figure id="attachment_14710" aria-describedby="caption-attachment-14710" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14710" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Ilustrasi-mengecek-tingkat-kesejukan-suhu-AC-mobil-sesaat-setelah-AC-dinyalakan-dok.Istimewa-via-Storables-e1696648508995.jpg" alt="" width="700" height="494" /><figcaption id="caption-attachment-14710" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengecek tingkat kesejukan suhu AC mobil sesaat setelah AC dinyalakan- dok.Istimewa via Storables</figcaption></figure>
<p>Senyawa ini, lanjut Agus, bisa me,pengaruhi kondisi tubuh. Bahkan, dari sejumlah penelitian bisa memicu kanker. Minimal berpengaruh terhadap kondisi oksigen dan darah dalam tubuh.</p>
<p>“Sehingga, dampak yang paling rendah dan langsung dirasakan oleh tubuh adalah, orang mengalami mual-mual. Karena ketidak seimbangan oksigen di dalam darah. Jadi, kalau pengemudi mengalami seperti itu, bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain di jalan,” papar Agus.</p>
<p>Oleh karena itu, Agus memberikan tips menyalakan AC yang benar setelah mobil diparkir berjam-jam di area terbukta yang terkena paparan sinar matahari. Pertama, setelah mobil dinyalakan, buka semua kaca mobil.</p>
<p>“Kalau bisa buka semua kaca mobil sembari menjalankannya hingga beberapa menit, sampai suhu di kabin benar-benar-benar netral atau tidak terlampau panas. Dengan menetralkan suhu kabin itu, maka beban kerja AC untuk mendinginkan kabin juga tidak terlalu berat,” ujar Agus.</p>
<p>Kedua, setelah suhu kabin netral, secara perlahan dan bertahap atur tingkat kesejukan AC. Pertama posisikan suhu pada 26 derajat atau 25 derajat celcius. Setelah beberapa menit kemudian, posisikan ke tingkat yang lebih rendah agar mendapatkan hembusan uap dingin yang lebih banyak, misalnya ke tingkat suhu 22 derajat celcius.</p>
<p>“Jika sudah terasa dingin dalam beberapa menit, kembalikan tingkat pengaturan suhu ke 25 derajat atau 26 derajat celcius. Dengan demikian, selain aman dan nyaman, kerja AC tidak berat. Jika kerja AC tidak berat, maka kompressor, kondensor, dan thermostat AC akan lebih awet,” tandas Agus. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalau Salah Berakibat Fatal, Ini Cara Memilih Carbon Cleaner yang Tepat</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kalau-salah-berakibat-fatal-ini-cara-memilih-carbon-cleaner-yang-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 02:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara menggunakan carbon cleaner]]></category>
		<category><![CDATA[dampak negatif carbon cleaner]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi carbon cleaner]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[memilih carbon cleaner]]></category>
		<category><![CDATA[memilih carbon cleaner yang tepat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14385</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, Mobilitas – Perbincangan soal manfaat dan dampak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tangerang, Mobilitas</strong> – Perbincangan soal manfaat dan dampak buruk cairan pembersih kerak karbon di mesin kendaraan atau carbon cleaner menyeruak di masyarakat seiring dengan gencarnya razia emisi kendaraan demi memberangus tingkat polusi udara.</p>
<p>Bagi sebagian kalangan beranggapan, pemberian carbon cleaner ke mesin kendaraan bermotor merupakan jalan pintas yang tokcer untuk menghilangkan kerak karbon di komponen mesin. Walhasil, tingkat emisi karbon kendaraan pun menurun.</p>
<p>Tetapi, tidak sedikit pula yang berpendapat sebaliknya. Bahkan bagi kelompok ini carbon claner justeru bisa menyebabkan komponen-komponen mesin rusak, minimal menyebabkan kerak karbon justeru bertambah banyak.</p>
<p>“Sebab, jika sering menggunakan carbon cleaner, lapisan anti karbon di komponen mesin justeru terkelupas, sehingga lapisan komponen mesin tidak mempunyai daya tolak terhadap kerak karbon. Akhirnya. kerak karbon yang menempel pun semakin banyak ,” ungkap pemilik bengkel DJX7 Auto, Jalan Maulana Hasanuddin, Cipondoh, Tangerang, Achmad Fatoni, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, Senin (11/9/2023).</p>
<p>Terlebih, jika ternyata produk carbon cleaner yang digunakan itu merupakan produk yang kualitasnya tidak bagus. Secara umum, kata Fatoni, carbon cleaner yang tidak bagus kualitasnya itu, komposisi zat amonia dan zat asam yang digunakan berlebih.</p>
<p>“Ini dimaksudkan agar proses pembersihan lebih cepat, dan penggunaan dua zat itu dengan komposisi lebih banyak menjadikan harga jual produk lebih murah,” ujar pria yang akrab disapa Toni itu.</p>
<figure id="attachment_14362" aria-describedby="caption-attachment-14362" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14362" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-mengecek-kondisi-piston-mesin-mobil-dok.Engine-Success-e1694324678312.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-14362" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mengecek kondisi piston mesin mobil &#8211; dok.Engine Success</figcaption></figure>
<p>Oleh karena itu, agar penggunaan carbon cleaner tidak justeru menjadi bumerang alias malah menjadi masalah baru, sebaiknya berhati-hati dan bertindak cermat saat memilihnya. Toni memberi tips sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, baca komposisi bahan yang tertera di kemasan. Pastikan produk tersebut tidak menggunakan zat asam dan zat amonia yang banyak.</p>
<p>Kedua, jangan memilih carbon cleaner yang menimbulkan panas bagi komponen mesin. Untuk mengecek panas tidaknya carbon cleaner yang akan dibeli, bisa mencoba produk tester (produk untuk contoh) dengan cara meneteskan ke jari tangan.</p>
<p>“Kalau rasanya seperti sengatan api, itu pertanda carbon cleaner tersebut tidak bagus untuk mesin. Jangan dipilih,” saran Toni.</p>
<p>Ketiga, pastikan produk carbon cleaner yang akan dibeli cocok dengan tipe mesin mobil. Oleh Karena itu konsultasikan dengan mekanik bengkel, bukan dengan pramuniaga toko penjual produk tersebut, saat akan membelinya. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Mendeteksi Fan Belt Mobil Masih Layak atau Tidak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/cara-mudah-mendeteksi-fan-belt-mobil-masih-layak-atau-tidak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 08:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bahan pembuat fan belt]]></category>
		<category><![CDATA[cara kerja fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[ciri fan belt masih bagus]]></category>
		<category><![CDATA[fan Bekt mobil aus]]></category>
		<category><![CDATA[fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[komponen mobil]]></category>
		<category><![CDATA[memastikan kondisi fan belt]]></category>
		<category><![CDATA[merawat fan belt mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tanda fan belt mobil aus]]></category>
		<category><![CDATA[ukuran fan belt]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=14000</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Fan belt atau sabuk kipas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Fan belt atau sabuk kipas mobil merupakan komponen yang terbuat dari terbuat dari karet khusus memiliki fungsi penting.</p>
<p>Selain memiliki fungsi utama menggerakkan kipas pendingin mesin agar suhu mesin tetap stabil dan mencegah overheat fan belt juga memiliki fungsi tambahan. Sebab, fan belt ini menghubungkan puli kipas dengan puli penggerak mesin, sehingga komponen ini menggerakkan kipas pendingin mesin.</p>
<p>“Selain itu, fan belt juga menggerakkan beberapa komponen lain yang terkait dengan mesin, seperti alternator yang berfungsi menghasilkan daya listrik untuk mengisi aki, serta pompa air, hingga pompa power steering,” ungkap mekanik senior Bandar Pelumas Motor, Mohammad Fajri, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Jalan Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Rabu (23/8/2023).</p>
<p>Karena fungsinya yang penting itu, maka jika fan belt putus atau aus akan berdampak serius. Mulai dari arus kelistrikan mobil yang terganggu, hingga mesin mobil overheating dan mogok.</p>
<p>“Karena itu, pemilik mobil wajib mengetahui dan memahami ciri-ciri fan belt yang telah aus atau bermasalah. Caranya cukup mudah, karena ciri-ciri fan belt aus juga gampang dikenali,” papar Fajri.</p>
<figure id="attachment_14002" aria-describedby="caption-attachment-14002" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14002" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Mekanik-Bandar-Pelumas-Motor-Cipondoh-Tangerang-Mohammad-Fajri-dok.Mobilitas-e1692806770299.jpg" alt="" width="700" height="503" /><figcaption id="caption-attachment-14002" class="wp-caption-text">Mekanik Bandar Pelumas Motor, Cipondoh, Tangerang, Mohammad Fajri &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p><strong>Pertama, mendengarkan dengan cermat ada tidaknya bunyi decit saat mobil dijalankan</strong>. Bunyi ini semakin nyaring ketika mobil diajak berakseralasi, yakni dari laju yang pelan-pelan kemudian dipacu dengan menekan pedal gas dalam-dalam.</p>
<p><strong>Kedua, melihat langsung posisi fan belt</strong>. Jika sedikit kendur atau menggantung, sehingga posisinya melorot dari puli dan terlihat tidak tegang saat mesin mobil dinyalakan.</p>
<p><strong>Ketiga, ada retak-retak pada bagian permukaan</strong>. Meski, retak-retak itu terlihat sangat tipis atau retak rambut, hal itu pertanda fan belt sudah mulai aus.</p>
<p><strong>Keempat, tiba-tiba mesin mobil mengalami overheating</strong>. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menggerakkan kipas pendingin mesin, sehingga suhu mesin tidak stabil dan <em>overheating</em>.</p>
<p>“Selain itu jika tiba-tiba perangkat elektronik di mobil mulai redup dayanya. Itu juga tanda-tanda fan belt mulai aus, karena alternator terganggu. Begitu juga saat power steering yang terganggu,” ujar Fajri. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalau Kendur Bisa Membahayakan, Ini Cara Pasang Baut Kepala Aki yang Tepat</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kalau-kendur-bisa-membahayakan-ini-cara-pasang-baut-kepala-aki-yang-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2023 15:06:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah aki rusak]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah cairan aki bocor]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah cairan aki menguap]]></category>
		<category><![CDATA[mencegah kepala aki retak]]></category>
		<category><![CDATA[tips memasang baut kepala aki]]></category>
		<category><![CDATA[tips merawat aki]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai kebocoran di kepala aki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=13317</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Kepala atau terminal aki mobil...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Kepala atau terminal aki mobil merupakan komponen yang berfungsi cukup penting.</p>
<p>Menurut mekanik senior bengkel Bandar Pelumas, Mohammad Fajri, jika kepala aki atau terminal aki ini rusak maka bisa menimbulkan bahaya dan sekaligus menjadikan mobil tak bisa dipakai.</p>
<p>“Pertama, kasus yang sering terjadi adalah mobil terbakar saat di tengah perjalanan. Dan setelah dilakukan penelusuran penyebabnya, ternyata biang keraknya pemasangan baut di kepala atau terminal aki yang tidak tepat,” papar dia saat ditemui <em>Mobilitas</em> di Jalan KH Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang, Jumat (21/7/2023).</p>
<p>Mengapa demikian? Karena, lanjut Fajari, maka lingkar baut di kepala aki kendur. Walhasil, arus listrik yang disedot mobil dari aki untuk asupan tenaga listrik ke berbagai komponennya tidak stabil.</p>
<p>“Padahal, ketika semua perangkat yang berbahsis tenaga listrik di mobil difungsikan, permintaan arus listrik itu berada di tingkat<em> full</em> atau tingkat tertinggi. Nah, karena baut kendur maka arus listrik di aki kadang besar kadang mengecil akibat guncangan-guncangan. Akibatnya muncul percikan api. Ketika percikan api ini menyentuh bahan-bahan yang mudah terbakar, maka api pun menjalar,” papar Fajri.</p>
<figure id="attachment_2427" aria-describedby="caption-attachment-2427" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2427" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/07/Aki-mobil-dok.Istimewa-e1627659044742.webp" alt="" width="700" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-2427" class="wp-caption-text">Aki mobil jenis kering- dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Oleh karena itu, dia menyarankan agar pengencangan baut terminal aki juga dilakukan secara tepat. Baut harus mencengkeram dengan kuat. Caranya putar baut hingga kencang dan sudah tak bergerak lagi.</p>
<p>Berhentilah memutar baut tersebut. Jangan berlebihan yang justeru menyebabkan kepala aki yang terbuat dari bahan timbal itu retak.</p>
<p>“Sebab, jika kepala aki yang terbuat dari bahan lunak itu retak (meski retaknya haluas atau retak rambut) akan berpengaruh buruk. Karena retak atau bahasa kerennya crack itu menjadi celah kebocoran cairan aki. Cairan elektrolit aki menguap dengan cepat,” papar Fajri.</p>
<p>Kondisi itu, kata dia, aki cepat panas. Bahkan daya serap dan kapasitas arus listrik menurun Ujung-ujungnya aki akan rusak sebelum waktunya. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biar Tak Masalah Saat Perjalanan Mudik, Ini Cara Deteksi Koil Mobil Aus</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/biar-tak-masalah-saat-perjalanan-mudik-ini-cara-deteksi-koil-mobil-aus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2023 06:48:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara deteksi masalah koil mobil]]></category>
		<category><![CDATA[cara kerja koil mobil]]></category>
		<category><![CDATA[cara mudah periksa kondisi koil mobil]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi koil mobil]]></category>
		<category><![CDATA[HT]]></category>
		<category><![CDATA[koil]]></category>
		<category><![CDATA[koil mobil]]></category>
		<category><![CDATA[pemantik api busi mobil]]></category>
		<category><![CDATA[peran koil mobil]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda koil mobil bermasalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=11874</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Komponen berupa kabel berisi gulungan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Komponen berupa kabel berisi gulungan kawat tembaga atau kumparan ini menentukan hidup matinya mesin mobil.</p>
<p>“Itulah koil. Fungsinya memantik atau memercikan api untuk busi di mesin ketika mesin dinyalakan untuk melakukan pembakaran bahan bakar guna menghasilkan tenaga penggerak mobil. Sehingga, jika komponen ini bermasalah atau aus, maka mesin mobil tidak akan bisa dihidupkan,” papar mekanik senior, Klinik Autocar, Abdul Wachid, saat ditemui <em>Mobilitas</em>, di Pinang, Kota Tangerang, Selasa (11/4/2023).</p>
<p>Menurut Wachid, dari pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, banyak pemudik yang mengalami masalah mobil mogok ketika di perjalanan. Padahal, lanjut dia, menurut pengakuan pemiliknya, mobil seperti tidak ada masalah ketika akan berangkat mudik.</p>
<p>“Oleh karena itu, agar perjalanan mudik tidak mengalami masalah seperti itu, sebaiknya melakukan pengecekan terhadap kondisi kelayakan kabel koil ini,” saran pria 38 tahun itu.</p>
<figure id="attachment_11877" aria-describedby="caption-attachment-11877" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11877" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Memeriksa-koil-mobil-dok.Istimewa-1-e1681195689615.webp" alt="" width="700" height="502" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Memeriksa-koil-mobil-dok.Istimewa-1-e1681195689615.webp 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Memeriksa-koil-mobil-dok.Istimewa-1-e1681195689615-300x215.webp 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Memeriksa-koil-mobil-dok.Istimewa-1-e1681195689615-150x108.webp 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Memeriksa-koil-mobil-dok.Istimewa-1-e1681195689615-696x499.webp 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/04/Memeriksa-koil-mobil-dok.Istimewa-1-e1681195689615-586x420.webp 586w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11877" class="wp-caption-text">Memeriksa koil mobil &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Wachid menyebut, untuk memeriksa kepastian kondisi koil sebaiknya diserahkan ke mekanil bengkel. Sebab, untuk memastikannya memang diperlukan alat dan keterampilan khusus.</p>
<p>“Tetapi untuk mendeteksi koil itu masih bagus atau sudah bermasalah, bisa dilakukan siapa saja dan kapan saja,” tandas dia.</p>
<p>Caranya, lanjut Wahchid, juga cukup mudah. Antara lain seperti berikut:<br />
Pertama, mesin mobil sulit dihidupkan, terutama di saat suhu udara dingin. Kedua, mesin mobil tiba-tiba mati, meski kondisi mesin dalam keadaan panas.</p>
<p>Ketiga, tenaga dari mesin terasa loyo tidak bertenaga meski pedal gas gas sudah diinjak dalam-dalam. Keempat, mobil lebih boros dalam mengonsumsi bahan bakar (BBM). (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
