<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Toyota Motor Manufacturing Indonesia &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/toyota-motor-manufacturing-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Oct 2023 04:28:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Toyota Motor Manufacturing Indonesia &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Cara TMMIN Perkuat Rantai Pasok agar Daya Saing Industri Otomotif Menanjak</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-cara-tmmin-perkuat-rantai-pasok-agar-daya-saing-industri-otomotif-menanjak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 10:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pemasok TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[penyerapan tenaga kerja Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan pemasok TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[produksi mobil Toyota di RI]]></category>
		<category><![CDATA[rantai pasok ke TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN perkuat rantai pasok]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=15019</guid>

					<description><![CDATA[Nagoya, Mobilitas – Setelah berhasil digelar pada tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nagoya, Mobilitas</strong> – Setelah berhasil digelar pada tahun 2022 lalu, tahun ini Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang menggelar Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum.</p>
<p>Perhelatan kali ini didukung Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nagoya, Jepang. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani perusahaan komponen otomotif skala kecil dan menengah di Indonesia dengan perusahaan produksi besar di Jepang.</p>
<p>PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hadir berpartisipasi di gelaran itu untuk menjembatani rantai pasok industri otomotif Indonesia. “Ini sekaligus membuka peluang kerjasama di skala internasional dan sebagai upaya <em>benchmark</em> bersama rantai pasok industri otomotif Jepang,” ungkap Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Sabtu (28/10/2023).</p>
<p>Bob menegaskan, perusahaan rantai pasok di Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri otomotif global. Terlebih, penguatan rantai pasok lokal terbukti telah menjadi penyokong daya saing industri otomotif nasional yang kuat.</p>
<p>“Saat ini <em>supply chain</em> otomotif menjadi pilar industri, mengingat ada 300 ribu sumberdaya manusia (tenaga pekerja) yang berada di bawahnya,” papar Bob.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam aktivitas ini, TMMIN membawa 29 perusahaan rantai pasok tier 1-2 dari 205 perusahaan pemasok yang dinaunginya. “Ini sebagai pembuka jalan dan menjembatani kerjasama yang nantinya akan terbuka melalui aktivitas <em>business forum</em> ini dengan kemudahan untuk mengakses pasar internasional lebih mudah,” jelas Bob.</p>
<p>Sebab, lanjut Bob, TMMIN yang mengawali kiprahnya dengan investasi perakitan, kemudian dilanjutkan memproduski bodi dan mesin itu, kini telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu hub produksi global. Kini, Toyota Indonesia berupaya untuk terus mempertahankan peran Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan ke kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, dan Australia.</p>
<figure id="attachment_15021" aria-describedby="caption-attachment-15021" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15021" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/10/Duta-Besar-Indonesia-untuk-Jepang-Heri-Akhmadi-Diputi-Senior-Gubernur-BI-Destry-Damayanti-dan-Dirjen-ILMATE-Kemenperin-Taufiek-Bawazier-dok.TMMIN_-scaled-e1698506133455.jpg" alt="" width="700" height="393" /><figcaption id="caption-attachment-15021" class="wp-caption-text">Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi, Diputi Senior Gubernur BI Destry Damayanti, dan Dirjen ILMATE Kemenperin Taufiek Bawazier &#8211; dok.TMMIN</figcaption></figure>
<p>“Melalui aktivitas penguatan rantai pasok lokal, Toyota Indonesia meyakini bahwa dalam menyambut elektrifikasi, transisi dari kendaraan berteknologi ICE menuju elektrifikasi memerlukan proses untuk eskalasi kapabilitas rantai pasok,” tandas Bob.</p>
<p>Pada saat dan di tempat yang sama, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mengatakan sektor otomotif merupakan sektor prioritas di Indonesia. Sebab, kontribusinya dalam pembangunan ekonomi yang besar.</p>
<p>“Nilai transaksi di sektor otomotif mencapai Rp 800 triliun. Dan sektor otomotif di Indonesia 95 persen atau mayoritas dari Jepang. Sektor otomotif juga terus ekspansi dan menguatkan <em>supply chain</em> (dari hulu hingga hilir),” papar dia.</p>
<p>Oleh karena itu, Taufiek menegaskan dia berharap acara <em>business forum</em> ini terjadi <em>transfer knowledge</em> dan teknologi dari industri otomotif Jepang ke Indonesia. Termasuk tingkat ketelitian dan <em>quality product</em> yang tinggi, hingga engineering yang maksimal.</p>
<p>“Selain itu acara ini juga dapat memperkuat <em>supply chain</em> Indonesia, bahkan meningkatkan investasi auto parts Jepang di Indonesia,” jelas dia.</p>
<p>Sekadar informasi, hubungan bilateral antara Indonesia – Jepang selama lebih dari enam dekade, Jepang telah mendonorkan investasi. Bahkan selama 10 tahun terakhir menjadi salah satu investor terbesar.</p>
<p>Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan investasi otomotif asal Jepang mencapai US$525,48 juta sepanjang semester pertama 2023. Pada saat itu total investasi otomotif di Tanah Air mencapai US$744,43 juta. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan Toyota, Ternyata Ini Jagoan Ekspor Mobil Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bukan-toyota-ternyata-ini-jagoan-ekspor-mobil-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 03:57:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Mitsubishi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil CBU INdonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Hyundai Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor mobil Suzuki Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[harga mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikan pengekspor mobil terbanyak]]></category>
		<category><![CDATA[pasar mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=12499</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang Januari hingga April tahun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang Januari hingga April tahun ini, eksport mobil dalam wujud utuh (CBU) Indonesia, naik 26% dibanding tahun lalu.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Jumat (26/5/2023) menunjukkan, selama empat bulan pertama itu, total jumlah ekspor yang dibukukan pabrikan mobil di Tanah Air mencapai 166.176 unit. Sementara, pada periode sama di 2022, total ekspor mobil CBU yang mereka raup masih sebanyak 131.931 unit.</p>
<p>Tercatat ada lima pabrikan yang membukukan ekspor terbanyak. Menariknya, dalam ekspor ini, ternyata bukan Toyota yang terbanyak melainkan Daihatsu Motor.</p>
<figure id="attachment_11580" aria-describedby="caption-attachment-11580" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11580" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993.jpg" alt="" width="700" height="514" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993-300x220.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993-150x110.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993-696x511.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993-572x420.jpg 572w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Suzuki-XL7-salah-satu-yang-diekspor-Suzuki-Indonesia-ke-Vietnam-dok.Mobilitas-e1679969264993-80x60.jpg 80w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-11580" class="wp-caption-text">Suzuki XL7, salah satu yang diekspor Suzuki Indonesia ke Vietnam &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Total mobil CBU yang diekspor Daihatsu selama Januari – April itu mencapai 58.130 unit. Jumlah ini melonjak 17,5% dibanding ekspor yang dibukukannya pada periode sama di 2022.</p>
<p>Kemudian Toyota, dengan total ekspor 40.754 unit, melorot 11,8% dibanding tahun lalu. Dia disusul Mitsubishi Motors dengan total 26.743 unit, melejit 149,7% dibanding Januari – April 2022.</p>
<p>Urutan keempat terdapat Suzuki yang mencatatkan ekspor sebanyak 16.094 unit. Dan kelima, ada Hyundai Motor yang mengirim mobil CBU sebanyak 8.989 unit di periode tersebut, meroket 166,2% dibanding Januari – April tahun lalu. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toyota Sienta Anyar Meluncur di Jepang, Versi Lama Merana di Indonesia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/toyota-sienta-anyar-meluncur-di-jepang-versi-lama-merana-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2022 05:14:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Toyota Sienta RI]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Toyota Sienta RI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Toyota Sienta di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Sienta]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Sienta Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Sienta RI]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Sienta terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=8109</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Toyota Sienta terbaru itu hadir...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Toyota Sienta terbaru itu hadir dalam dua pilihan, konvensional dan hybrid.</p>
<p>Seperti dilansir laman resmi Toyota Global dan dikutip <em>Mobilitas</em>, Rabu (24/8/2022), pabrikan ternesar di Jepang itu mempertahankan dimensi panjang Sienta di versi teranyarnya itu. Selain itu kelapangan kabin karena bertambah 20 milimeter (mm) dan keleluasaan visbilitas ditingkatkan.</p>
<p>“Selain mendapatkan fitur keselamatan dan keamanan versi baru, Sienta baru ini konsumsi bahan bakarnya semakin irit. Namun, harganya tetap terjangkau,” bunyi keterangan pabrikan.</p>
<p>Begitu pula dengan akses keluar masuk, yang dibuat lebih leluasa. Sebab, ketinggian dek kini lebih rendah dan bukaan pintu lebih luas 60 mm dibanding versi lawas.</p>
<p>Ada dua varian yang disajikan yakni varian konvensional bermesin Dynamic Force Engine (M15A-FXE) 1,5 liter bertenaga 115 PS dengan konsumsi bahan bakar (BBM) 28,8 km/liter. Kedua, varian hybrid bermesin Dynamic Force Engine 1,5 liter (M15A-FKS) plus sebuah motor listrik dengan konsumsi BBM mencapai 18,3 km/liter.</p>
<p>Di Jepang, mobil ini dibanderol 1,95 juta yen – 3,108 juta yen atau sekitar Rp 212,1 juta – Rp 338,12 juta (kurs 1 yen = Rp 108,79).</p>
<p>Toyota Sienta juga dipasarkan di Indonesia dan dipriduksi di dalam negeri. Hanya, di Tanah Air penjualannya terus merosot alias merana.</p>
<figure id="attachment_6339" aria-describedby="caption-attachment-6339" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6339" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Toyota-Sienta-dok.Istimewa-e1650975805778.webp" alt="" width="700" height="506" /><figcaption id="caption-attachment-6339" class="wp-caption-text">Toyota Sienta di Indonesia &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Data di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Rabu (24/8/2022) menunjukkan, sepanjang Januari – Juni tahun ini, total <em>wholesales</em> Toyota Sienta hanya 109 unit. Jumlah ini ambrol 91% dibanding periode sama tahun 2021.</p>
<p>Ambrolnya penjualan Sienta tak hanya terjadi di tahun 2022 saja, bahkan dalam penjualan ke konsumen (ritel). Selama Januari – September 2021 misalnya, Sienta terjual ke konsumen cuma 603 unit. Padahal pada periode sama 2020 masih laku 729 unit.</p>
<p>Sepanjang 2020 total penjualan ritel yang dibukukan Sienta 907 unit. Jumlah ini ambrol sangat dalam dibanding penjualan ritel selama tahun 2019 yang mencapai 2.936 unit. (Jrr/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi di RI Disebut akan Diakhiri, Penjualan Toyota Vios Memang Jeblos</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/produksi-di-ri-disebut-akan-diakhiri-penjualan-toyota-vios-memang-jeblos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2022 02:49:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[All New Vios]]></category>
		<category><![CDATA[harga Toyota VBios]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik Toyota Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Toyopta Vios]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Vios 2022]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Vios]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[sedan Vios]]></category>
		<category><![CDATA[TAM]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Toyota Vios]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7692</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Produksi Toyota Vios di Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Produksi Toyota Vios di Indonesia yang berlangsung sejak 2013 dikabarkan akan berakhir.</p>
<p>Namun, Direktur Corporate Affairs TMMIN Bob Azam dalam keterangan yang dikirim melalui grup Whatsapp Forum Wartawan Otomotif di Jakarta, Rabu (3/8/2022) menyatakan pasokan ke konsumen masih aman. Tapi, Bob belum menanggapi secara resmi kabar tersebut.</p>
<p>&#8220;Bersama dengan TAM (PT Toyota Astra Motor, agen pemegang merek Toyota di Indonesia), kami memastikan pasokan model Vios untuk konsumen terjaga. Selain itu kami akan memberitahukan kepada teman-teman media pada waktunya,&#8221; kata Bob.</p>
<p>Sebelumnya, beredar kabar di media sosial yang menyebut akan diakhirinya produksi Toyota Vios di Indonesia. Informasi itu disertai tayangan yang menampilkan sedan dan tulisan &#8220;Sayonara Vios&#8221;, meski tak disertai keterangan lokasi dimana video itu diambil.</p>
<p>Namun, fakta yang tak bisa dimungkiri adalah tren jeblosnya penjualan sedan Toyota yang diproduksi di Tanah Air sejak tahun 2013 itu. Data penjualan di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Kamis (4/8/2022) menunjukkan sepanjang Januari – Juni tahun ini, hanya 121 unit Toyota Vios yang terjual ke diler (<em>wholesales</em>).</p>
<figure id="attachment_1857" aria-describedby="caption-attachment-1857" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-1857" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/06/Sedan-Toyota-Vios-di-Vietnam-dok.Istimewa-via-ElectroDealPro-e1625042007405.jpg" alt="" width="700" height="491" /><figcaption id="caption-attachment-1857" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Sedan Toyota Vios &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Jumlah itu jeblos 69,5% dibanding periode sama tahun lalu. Tren ambrolnya penjualan sedan ini sejatinya terjadi sejak lama.</p>
<p>Data menyebut pada tahun 2014 <em>wholesales</em> sedan ini masih 20.832 unit, namun di 2015 anjlok menjadi 17. 420 unit. Kemudian tahun 2016 jeblos menjadi 8.672 unit, dan tahun 2017 ambrol menjadi 746 unit.</p>
<p>Tren ambrolnya penjualan terus terjadi di tahun 2018 hingga dua tahun kemudian, dengan total hanya 703 unit. Tahun 2019 menjadi 504 unit, dan tahun 2020 cuma 309 unit.</p>
<p>Pada 2021 – berkat insentif diskon PPnBM – penjualan Toyota Vios melonjak menjadi 1.243 unit. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Mobil RI ke Vietnam, Dikejar Cina dan Ditenggelamkan Thailand</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ekspor-mobil-ri-ke-vietnam-dikejar-cina-dan-ditenggelamkan-thailand/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2022 08:42:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Mobil RI ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI vs Thailand]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Thailand ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toyota ke Vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=7534</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Salah satu negara di kawasan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang kini menjadi bidikan ekspor negara-negara lainnya di wilayah ini.</p>
<p>Maklum, negara dengan jumlah penduduk 97,34 juta jiwa (atau terpadat ketiga di Asia Tenggara setelah Indonesia yang sebanyak 273,5 juta jiwa dan Filipina yang sebanyak 109,5 juta jiwa) ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang ciamik.</p>
<p>Badan Statistik Vietnam menyebut, sepanjang kuartal pertama tahun 2022 ini ekonomi negara berjuluk Negeri Naga Biru itu tumbuh 5,05%. Kemudian di kuartal kedua melonjak, tumbuh 7,7%.</p>
<p>Konsumsi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, selain industri manufaktur khususnya tekstil, pengolahan produk pertanian, dan makanan. Lantaran itulah, banyak negara yang mengincar pasar ekspor Negeri Paman Ho itu, dengan menyodorkan produk otomotif.</p>
<p>Data Departemen Bea Cukai dan Umum Vietnam yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Senin (25/7/2022) memperlihatkan, sepanjang Januari – Juni atau semester pertama tahun ini, total impor mobil dalam wujud utuh (CBU) Vietnam sebanyak 63.731 unit dengan nilai US$ 1,57 miliar.</p>
<figure id="attachment_6153" aria-describedby="caption-attachment-6153" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6153" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Pikap-Suzuki-Carry-terbaru-dok.Istimewa-e1649831879738.webp" alt="" width="700" height="511" /><figcaption id="caption-attachment-6153" class="wp-caption-text">Pikap Suzuki Carry salah satu mobil produksi Suzuki Indonesia yang diekspor ke Filipina &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Jumlah itu merosot 21,4% dibanding periode sama tahun lalu, dan nilainya ambles 14,4%.<br />
Pengekspor utama mobil CBU ke negara itu adalah Thailand, yakni sebanyak 27.427 unit dengan nilai US $553 juta. Volume itu turun 32,2% dan nilainya turun 27% dibanding semester pertama tahun 2021.</p>
<p>Kedua, Indonesia yang mengekspor 20.284 unit (turun 12,1% senilai US $285,53 juta (turun 0,5%). Ketiga Cina dengan jumlah ekspor 10.892 unit senilai US $443,4 juta, masing-masing turun 5% dan naik 4,4%.</p>
<p>Ketertinggalan Indonesia dibanding Thailand juga terjadi di tahun 2021 lalu. Sepanjang tahun itu Thailand mengekspor 80.903 unit dengan nilai US$1,5 miliar, sementara Indonesia 44.250 unit dengan nilai US$559,5 juta.</p>
<p>Adapun Cina mencatatkan ekspor mobil CBU sebanyak 22.753 unit dengan US$873 juta. Dari fakta ini terlihat, soal ekspor mobil ke Vietnam Indonesia masih ditenggelamkan Thailand, tetapi terus dikejar Cina. (Swe/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuartal Pertama, Ekspor Mobil Toyota Indonesia Nanjak 48%</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kuartal-pertama-ekspor-mobil-toyota-indonesia-nanjak-48/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2022 12:28:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor mobil Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Mobil Toyota RI]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor Toypta]]></category>
		<category><![CDATA[Honda BRio]]></category>
		<category><![CDATA[kinerja ekspor mobil Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi Xpander]]></category>
		<category><![CDATA[PT TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Fortuner]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Innova]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Motor Manufacturing Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=6169</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sepanjang tiga bulan pertama atau dari Januari hingga Maret tahun ini membukukan mobil utuh (CBU) sebanyak 73.000 unit. Jumlah ini naik 48% dibanding total ekspor pada periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 49.000 unit.</p>
<p>Direktur Corporate Affairs TMMIN Bob Azam mengatakan, 73.000 unit mobil yang dikirim ke luar negeri itu terdiri dari 10 model Toyota. Mereka diekspor ke negara-negara di empat benua.</p>
<p>“Kinerja ekspor ini juga didukung oleh peningkatan permintaan untuk Toyota Veloz dan model lainnya untuk negara tujuan ekspor ke Timur Tengah dan ASEAN. Kami optimis jika bisa dipertahankan, ekspor kami bisa mencapai 284 ribu. Itu kenaikan yang signifikan dibanding tahun lalu 180 ribuan,&#8221; papar Bob saat diskusi virtual yang digelar di Jakarta, Kamis (14/4/2022).</p>
<figure id="attachment_6171" aria-describedby="caption-attachment-6171" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6171" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Mobil-mobil-Toyota-yang-diekspor-dok.Istimewa-e1649939206327.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-6171" class="wp-caption-text">Mobil-mobil Toyota yang diekspor &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Menurut dia, ekspor selama kuartal pertama itu juga dibayangi dengan ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi, salah satunya oleh perang antara Rusia dan Ukraina.</p>
<p>&#8220;Kami terus berupaya untuk berkontribusi pada ekspor otomotif nasional dengan selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produk Toyota Indonesia salah satunya dengan memastikan peningkatan kapabilitas SDM yang terus menerus,” kata dia.</p>
<p>Pemerintah Indonesia mencanangkan target ekspor 1 juta unit kendaraan bermotor roda empat dalam bentuk completely built up (CBU) dari Indonesia pada tahun 2025. Pemerintah terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekspor hub.</p>
<figure id="attachment_6172" aria-describedby="caption-attachment-6172" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6172" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/04/Toyota-Avanza-yang-ditujukan-untuk-pasar-ekspor-dok.Istimewa-e1649939251136.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-6172" class="wp-caption-text">Toyota Avanza yang ditujukan untuk pasar ekspor &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p><strong>Kalah dari Thailand</strong><br />
Jika pemerintah bertekad untuk menjadikan negeri ini sebagai salah hub ekspor mobil baik untuk kawasan regional Asia Tenggara maupun wilayah yang lebih luas alias global, itu sangat wajar. Sebab, hingga saat ini Indonesia masih jauh tertinggal oleh Thailand dalam hal ekspor mobil.</p>
<p>Data Federasi Industri Thailand (FTI) yang dinukil <em>Mobilitas</em>, Kamis (14/4/2022) selama tahun 2021 industri mobil di Negeri Gajah Putih itu berhasil mengekspor 956.530 mobil buatan mereka sepanjang tahun 2021. Jumlah ini melonjak dibanding tahun 2020 yang sebanyak 704.626 unit.</p>
<p>Sementara, data ekspor mobil yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan dikutip <em>Mobilitas</em>, Senin (14/4/2022) menunjukkan pada tahun yang sama, ekspor mobil Indonesia hanya sebanyak 294.639 unit. Meski jumlah itu meningkat dibandung tahun 2020 yang sebanyak 232.175 unit.</p>
<figure id="attachment_5862" aria-describedby="caption-attachment-5862" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5862" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Mobil-Suzuki-Indonesia-yang-diekspor-ke-Vietnam-dok.Istimewa-e1649939317426.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-5862" class="wp-caption-text">Mobil Suzuki Indonesia yang diekspor ke Vietnam &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kondisi masih tertinggalnya Indonesia oleh Thailand dalam ekspor masih terjadi di tiga bulan pertama (Januari hingga Maret) tahun 2022 ini. Sebagai contoh, ekspor ke Vietnam, yang merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Indonesia di wilayah Asia Tenggara.</p>
<p>Data Departemen Umum dan Bea Cukai Vietnam yang dikutip <em>Mobilitas</em>, Kamis (14/4/2021) memperlihatkan selama kuartal pertama itu, Vietnam mengimpor mobil CBU sebanyak 23.992 unit.</p>
<p>Dari jumlah itu, mobil CBU dari Thailand sebanyak 12.222 unit dengan total nilai US$ 252,85 juta. Lalu dari Indonesia sebanyak 6.762 mobil dengan nilai US$ 93,4 juta dan dari Cina sebanyak 2.207 unit senilai US$ 82,9 juta. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
