<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Toyota &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/toyota/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jun 2026 07:03:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Toyota &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjualan LCGC di Januari – Mei 2026 Merosot, Ini Faktor yang Diduga Jadi Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-lcgc-di-januari-mei-2026-merosot-ini-faktor-yang-diduga-jadi-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 02:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Agya]]></category>
		<category><![CDATA[Ayla]]></category>
		<category><![CDATA[Brio]]></category>
		<category><![CDATA[Calya]]></category>
		<category><![CDATA[Daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[harga LCGC]]></category>
		<category><![CDATA[Honda]]></category>
		<category><![CDATA[LCGC]]></category>
		<category><![CDATA[Sigra]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28326</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sepanjang lima bulan pertama atau...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sepanjang lima bulan pertama atau periode Januari hingga Mei 2026, total penjualan grosir dari pabrik ke dealer alias wholesales mobil kategori Low Cost Green Car (LCGC) anjlok hampir sepertiga dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Sekretaris Uumum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (20/6/2026) menjelaskan permintaan dealer terhadap model mobil tertentu (wholesales) tentu didasari fakta riil permintaan langsung konsumen (penjualn ritel).</p>
<p>&#8220;Dengan kata lain, distribusi mobil ke dealer atau wholesales sangat dipengaruhi oleh penjualan ritel, yakni penjualan dari dealer ke konsumen. Nah, kalau kita lihat datanya, penjualan ritel LCGC itu turun di periode januari – Mei 2026,&#8221; ungkap Kukuh.’</p>
<p>Menurut dia, total penjualan ritel LCGC di lima bulan pertama 2026, hanya sekitar 42.000- an unit, menurun signifikan dibanding periode sama di tahun lalu yang sebanyak 47.000-an unit. Sementara, total wholesales-nya di saat yang sama sebanyak 46.055 unit, anjlok 22,9 persen dibanding wholesales selama lima bulan pertama 2025 yang sebanyak 59.737 unit.</p>
<figure id="attachment_19612" aria-describedby="caption-attachment-19612" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Sigra-yang-dipamerkan-di-hajatan-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723735748827.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-19612" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Daihatsu-Sigra-yang-dipamerkan-di-hajatan-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1723735748827.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-19612" class="wp-caption-text">LCGC Daihatsu Sigra &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>&#8220;Faktor utama adalah keraguan calon konsumen terhadap kondisi ekonomi. Merek ragu jika membeli mobil dengan cara kredit, nanti di tengah perjalanan masa kredit tidak sanggup karena harga barang mahal yang menguras anggaran rumah tangga mereka. Bahkan tidak sedikit yang khawatir terkena PHK saat kredit berlangsung. Pembeli mobil LCGC itu 90 persen merupakan first buyer atau pembeli pemula mobil. Mereka sangat sensitif terhadap gejolak harga dan ekonomi, &#8221; ungkap Ekonom CELIOS, Nailul Huda yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Terlebih, sekitar 75 – 80 persen dilakukan secara kredit. Sehingga faktor bunga kredit atau pinjaman dri bank atau lembaga pembiayaan serta inflasi yang bisa saja tiba-tiba melonjak membayangi mereka.</p>
<p>&#8220;Karena jika itu terjadi, maka mereka merasa kan kesulitan. Sehingga saat ini konsumen potensial LCGC yang merupakan kelas menengaha lapis bawah dan kedua (seperti diketahui kelompok kelas menengah terdiri dari tiga lapis yakni <em>entry level</em> medium class, lapis menengah, dan lapis bagian atas) kini banyak menahan konsumsi, apalagi konsumsi barang-barang non orimer atau sekunder yang mendesak. Mobil masih masuk barang kebutuhan tersier di kelompok kelas itu, &#8221; jelas Nailul. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejar Toyota, Penjualan Mobil BYD Januari – Mei 2026 Terlaris Kedua di Australia</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/kejar-toyota-penjualan-mobil-byd-januari-mei-2026-terlaris-kedua-di-australia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 05:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Build Your Dreams]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28138</guid>

					<description><![CDATA[Sidney, Mobilitas – Produsen mobil asal Shenzhen, Republik...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sidney, Mobilitas</strong> – Produsen mobil asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina – Build Your Dreams alias BYD &#8211; resmi masuk ke pasar Australia pada tahun 2022 dengan meluncurkan model BYD Atto 3, yang kemudian diikuti BYD Dolphin dan BYD Seal.</p>
<p>Penjualan merek ini terus merangkat naik dan bahkan melesat. Terbukti, di tahun 2025, sepanjang tahun 2025 BYD membukukan penjualan sebanyak 52.415 unit. Penjualan tersebut sekaligus menempatkan merek besutan Wang Chuanfu itu di posisi kedelapan dalam daftar merek mobil terlaris.</p>
<p>Kini di tahun 2026, khususnya di periode Januari – Mei, pencapaian BYD lebih dahsyat lagi. Dia menjadi merek mobil terlaris kedua di Negeri Kanguru itu, persis di belakang Toyota.</p>
<p>Data Kamar Dagang Industri Otomotif Federal (FCAI) Australia yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (4/6/2026) menunjukkan selama lima bulan pertama 2026 tersebut, BYD menjual mobilnya sebanyak 33.454 unit. Jumlah ini meroket 120,1 persen dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<figure id="attachment_14602" aria-describedby="caption-attachment-14602" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-Toyota-dok.Istimewa-via-NoCamels-e1695878872349.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14602" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-Toyota-dok.Istimewa-via-NoCamels-e1695878872349.jpg" alt="" width="700" height="501" /></a><figcaption id="caption-attachment-14602" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Toyota &#8211; dok.Istimewa via NoCamels</figcaption></figure>
<p>Sementara, Toyota di saat yang sama, menjuala mobilnya sebanyak 76.017 unit di negeri itu. Total penjualan mobil asal Jepang itu anjlok 24,6 persen dibanding periode Januari – Mei 2025.</p>
<p>Sekadar informasi, seluruh atau 100 persen mobil yang dijual di Australia berasal dari impor. Mereka buatan pabrikan Eropa, Amerika, dan Asia khususnya dari Jepang, Korea, dan Cina.</p>
<p>Negeri berpenduduk 29 juta jiwa itu tercatat juga sebagai negara dengan peraturan yang ketat dalam produk otomotif. Dan di periode Januari – Mei 2026, jumlah mobil yang terjual di Australia sebanyak 491.523 unit, menciut 1 persen dibanding periode sama di tahun 2025. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toyota Indonesia Bukukan Anjloknya Wholesales dan Penjualan Ritel di Kuarta I 2026</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/toyota-indonesia-bukukan-anjloknya-wholesales-dan-penjualan-ritel-di-kuarta-i-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 09:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Toyota 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PT TAM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Toyota Astra Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27541</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Padahal di periode Januari hingga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Padahal di periode Januari hingga Maret atau kuartal pertama 2026 itu, total penjualan mobil (gabungan semua model dari seluruh merek yang ada), baik secara grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun secara eceran alias penjualan ritel masih meningkat dibanding periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (14/4/2026) menunjukkan secara kumulatif sepanjang kuartal I 2026, <em>wholesales</em> mobil di Indoneia mencapai 209.021 unit. Jumlah tersebut meningkat 1,7 persen dibanding periode yang sama di tahun 2025 yang sebanyak 205.539 unit.</p>
<p>Sementara itu, penjualan ritel pada saat yang sama tercatat sebanyak 211.905 unit. Total penjualan eceran tersebut naik tipis 0,5 persen dibanding total penjualan ritel di periode Januari – Maret 2025 yang masih sebanyak 210.766 unit.</p>
<figure id="attachment_22848" aria-describedby="caption-attachment-22848" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/LCGC-Toyota-Agya-dalam-balutan-Gazoo-Racing-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1739697950681.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-22848" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/02/LCGC-Toyota-Agya-dalam-balutan-Gazoo-Racing-di-IIMS-2025-dok.Mobilitas-e1739697950681.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-22848" class="wp-caption-text">LCGC Toyota Agya dalam balutan Gazoo Racing &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, ternyata <em>wholesales</em> maupun penjualn ritel mobil Toyota yang dijajakan oleh PT Toyota Astra Motor (PT TAM) anjlok. Fakta berbicara, di tiga bulan pertama 2026, total <em>wholesales</em> mobil Toyota sebanyak 60.584 unit, anjlok 12,1 persen dibanding total <em>wholesales</em> di periode sama pada tahun 2025.</p>
<p>Sedangkan total penjualan ritelnya, sebanyak 64.416 unit. Jumlah penjualan eceran mobil Toyota ke konsumen tersebut anjlok hingga 5,7 persen dibanding periode kuartal pertama 2025.</p>
<p>Data juga bercerita, di bulan Maret saja, <em>wholesales</em> dan penjualan ritel mobil Toyota Indonesia juga jeblok. Total <em>wholesales</em>-nya 17.984 unit (anjlok 20 persen dibanding Maret 2025), dan penjualan ritelnya 19.538 unit yang juga anjlok, bahkan hingga 20,3 persen dibanding Maret 2025. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Toyota di Jepang Januari – Februari 2026 Anjlok, Yaris hingga Corolla Cross Muram</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-toyota-di-jepang-januari-februari-2026-anjlok-yaris-hingga-corolla-cross-muram/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 02:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil jepang]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Toyota di Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Jepang 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27188</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas – Amblesnya penjualan mobil Toyota di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> – Amblesnya penjualan mobil Toyota di dua bulan pertama – yakni Januari hingga Februari – 2026 itu turut memberi kontribusi melorotnya total penjualan mobil (seluruh model dari berbagai merek baik lokal maupun asing) di Jepang pada kurun waktu itu.</p>
<p>Data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (7/3/2025) menunjukkan selama Januari – Februari 2026 tersebut Toyota di negerinya sendiri itu menjual mobil sebanyak 232.761 unit. Jumlah ini ambles 5,96 persen dibanding kurun waktu yang sama di tahun 2025.</p>
<p>Sementara, total jumlah mobil – dari semua merek yang berjualan di Negeri Matahari Terbit – selama dua bulan pertama 2026 itu mencapai 762.717 unit. Jumlah ini melorot 2,9 persen dibanding total penjualan di kurun waktu yang sama di tahun 2025.</p>
<figure id="attachment_23834" aria-describedby="caption-attachment-23834" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/04/Toyota-Alphard-Model-2022-dok.Istimewa-e1744379398161.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-23834" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/04/Toyota-Alphard-Model-2022-dok.Istimewa-e1744379398161.jpg" alt="" width="700" height="496" /></a><figcaption id="caption-attachment-23834" class="wp-caption-text">Toyota Alphard &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Fakta data berbicara, di periode itu, sejumlah mobil kondang Toyota penjualannya mbles dibanding Januari – Februari 2025. Mereka antara lain Toyota Yaris (termasuk Yaris Cross) yang terjual 22.472 unit, ambles 28,7 persen.</p>
<p>Toyota Corolla (termasuk Corolla Cross) terjual 18.917 unit, ambles 33,1 persen. Kemudian Toyota Alphard laku 14.066 unit, ambles hingga 21,4 persen.</p>
<p>Lalu, Toyota Harrier laku 9.861 unit, anjlok 13,8 persen. Toyota Prius 8.422 unit (anjlok hingga 47,5 persen), Toyota Crown 7.535 unit (anjlok 24,4 persen), Toyota Land Cruiser W 7.433 unit (anjlok 13,9 persen), dan Toyota Vellfire yang laku sebanyak 5.707 unit atau anjlok 3,3 persen. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tahun 2025 Indonesia Ekspor Lebih dari Setengah Juta Mobil CBU, Toyota Juara Satu</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tahun-2025-indonesia-ekspor-lebih-dari-setengah-juta-mobil-cbu-toyota-juara-satu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 05:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil RI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor mobil Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor mobil Toyota 2025]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor PT TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[PT TMMIN]]></category>
		<category><![CDATA[PT TMMIN 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27119</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Total ekspor sepanjang tahun 2025...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Total ekspor sepanjang tahun 2025 tersebut meningkat 9,7 persen dibanding jumlah mobil yang diekspor pabrikan Indonesia pada tahun 2024.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (26/2/2026), menunjukkan total ekspor mobil dalam wujud utuh (CBU) dari Indonesia di tahun 2025 mencapai 518.212 unit. Sementara, di tahun 2024 sebanyak 472.194 unit.</p>
<p>&#8220;Mobil dikirim ke 93 negara tujuan ekspor di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, serta Oseania,&#8221; bunyi keterangan organisasi itu.</p>
<p>Data juga memperlihatkan, dari sejumlah negara impor mobil CBU Indonesia itu ada empat negara mengimpor dalam jumlah banyak. Mereka adalah Filipina yang mengimpor sebanyak 165.450 unit, Meksiko 56.412 unit, Vietnam 52.180 unit, Arab Saudi 21.416 unit, dan Jepang 11.200 unit.</p>
<figure id="attachment_22547" aria-describedby="caption-attachment-22547" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Salah-satu-mobil-Toyota-Indonesia-yang-paling-banyak-diekspor-dlah-SUV-Toyota-Fortuner-dok.TMMIN_-e1738251275668.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-22547" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/01/Salah-satu-mobil-Toyota-Indonesia-yang-paling-banyak-diekspor-dlah-SUV-Toyota-Fortuner-dok.TMMIN_-e1738251275668.jpg" alt="" width="700" height="510" /></a><figcaption id="caption-attachment-22547" class="wp-caption-text">Salah satu mobil Toyota Indonesia yang paling banyak diekspor dlah SUV Toyota Fortuner &#8211; dok.TMMIN</figcaption></figure>
<p>Sementara, eksportir terbesar di tahun itu adalah merek Toyota yang diekspor melalui PT Toyota Motor Indonesia Manufacturing (PT TMMIN). Total ekspornya mencapai 298.457 unit. Jumlah tersebut meningkat persen dibanding total ekspor yang dibukukannya tahun 2024 yang sebanyak 276.089 unit.</p>
<p>Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, dalam keterangan resmi yang diterim <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (26/2/2026) bahkan menyebut jika dihitung sejak tahun 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan. Mobil itu dikirim ke lebih dari 100 negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, hingga Oseania.</p>
<p>&#8220;Prestasi ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,&#8221; kata Nandi. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari 2026 di Australia, Penjualan Toyota Tumbang dan BYD Cs Menjulang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-2026-di-australia-penjualan-toyota-tumbang-dan-byd-cs-menjulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 07:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Chery Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Australia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27047</guid>

					<description><![CDATA[Sidney, Mobilitas – Padahal di sepanjang Januari 2026,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sidney, Mobilitas</strong> – Padahal di sepanjang Januari 2026, penjualalan mobil di Australia – yang 100 persen berasal dari impor – tercatat msih naik, meski tipis. Namun Toyota Motor di negara berpenduduk 27,20 juta itu justru membukukan jebloknya penjualan.</p>
<p>Data Kamar Dagang Industri Otomotif Federal (FCAI) Australia yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (19/2/2026) menunjukkan pada bulan pertama 2026 itu, total jumlah mobil yang terjual di Negeri Kanguru itu mencapai 87.753 unit. Jumlah ini meningkat super tipis 0,1 persen dibanding Januari 2025 yang sebanyak 86.804 unit.</p>
<p>Pada saat yang sama, Toyota membukukan penjualan sebanyak 12.374 unit.Jumlah tersebut anjlok 22,3 persen dibanding penjualan yang dibukukannya sepanjang bulan yang sama di tahun 2025, yang sebanyak 18.424 unit.</p>
<p>Sementara, penjualan di bulan perdana 2025 itu juga telah naik dibanding Januari 2024 yang sebanyak 17.903 unit. Dan penjualan mobil merek asal Jepang di bulan kesatu 2024 tersebut telah melonjak hingga 34 persen dibanding Januari 2023 yang masih sebanyak 13.363 unit.</p>
<figure id="attachment_21534" aria-describedby="caption-attachment-21534" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/11/BYD-Atto-3-atau-yang-di-Cina-bernama-BYD-Yuan-Plus-dok.Autovista-e1732763322171.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-21534" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/11/BYD-Atto-3-atau-yang-di-Cina-bernama-BYD-Yuan-Plus-dok.Autovista-e1732763322171.jpg" alt="" width="700" height="505" /></a><figcaption id="caption-attachment-21534" class="wp-caption-text">BYD Atto 3 atau yang di Cina bernama BYD Yuan Plus &#8211; dok.Autovista</figcaption></figure>
<p>Namun, penjualan di awal tahun 2023 itu ternyata anjlok dibanding Januari tahun 2022 yang telah mencapai 15.333 unit. Kemerosotan penjualan mobil buatan pabrikan terbesar di Jepang itu paralel dengan tren penggunan dan permintaan mobil listrik yang disupali pabrikan asal Cina.</p>
<p>Fakta berbicara, di bulan Januari 2026, sejumlah pabrikan mobil asal Negeri Tirai Bambu yang menjajakan produknya di Negeri Kanguru itu membukukan moncernya penjualan. Mereka antara lain BYD yang mencetak angka penjualan sebanyak 5.001 unit, meroket 640,9 persen dibanding Januari 2025.</p>
<p>Kemudian GWM yang mengoleksi angka penjualan 4.509 unit, meroket 240 persen. Lalu, Chery Automobile melego 3.780 unit, meroket 105,8 persen dibanding Januari 2025. Meski begitu, Toyota masih menempati posisi pertama terlaris di bulan itu. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BYD Rajai Pasar Mobil Singapura di Tahun 2025, Gusur Toyota dari Singgasana</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/byd-rajai-pasar-mobil-singapura-di-tahun-2025-gusur-toyota-dari-singgasana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 02:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[BYD Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan BYD 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26834</guid>

					<description><![CDATA[Singapura, Mobilitas – Singapura yang berpenduduk 6,04 juta...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Singapura, Mobilitas</strong> – Singapura yang berpenduduk 6,04 juta jiwa itu, sepanjang tahun 2025 kemarin membukukan penjualan mobil yang meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Data Otoritas Transportasi Darat (LTA) Singapura yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (24/1/2026) menunjukkan, sepanjang tahun 2025 itu jumlah mobil yang terjual di Negeri Merlion itu mencapai 52.678 unit. Jumlah tersebut melonjak 22,4 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Fakta data berbicara, di tahun 2025 itu, pabrikan mobil asal Republik Rakyat Cina – Build Your Dreams (BYD) – menjadi pabrikan dengan penjualan terbanyak, dengan total 13.960 unit. Pabrikan besutan Wang Chuanfu itu merebut 21,2 persen pangsa pasar.</p>
<figure id="attachment_16121" aria-describedby="caption-attachment-16121" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-16121" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/01/BYD-Seal-model-terbaru-dok.Istimewa-via-The-Canberra-Times-e1704900274279.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-16121" class="wp-caption-text">BYD Seal &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>BYD juga tercatat sebagai pabrikan dengan pertumbuhan penjualan yang impresif. Sebab di tahun tersebut, penjualannya meroket hingga 80,6 persen dibanding total penjualan yang dia bukukan di tahun 2024.</p>
<p>Selain itu, pabrikan yang berkantor pusat di Shenzhen, Cina, itu juga berhasil menggusur Toyota dari singgasana uruta teratas pabrikan dengan penjualan terbanyak. Toyota – yang di tahun 2024 – madih di posisi pertama, tergeser ke urutan kedua di tahun 2025 itu dengan penjualan sebanyak 7.480 unit.</p>
<p>Pemanufkktur mobil kondang asal Jepang itu hanya meraup pangsa pasar 14,2 persen. Padahal, Toyota masih tercatat sebagai pemilik showroom terbanyak di negar kota tersebut, dengan 9 gerai. (Swe/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BYD, Toyota, dan VinFast Raja Impor Mobil CBU ke Indonesia di Januari – November 2025</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/byd-toyota-dan-vinfast-raja-impor-mobil-cbu-ke-indonesia-di-januari-november-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 02:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[BYD]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Mobil CB 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[VinFast]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26627</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Fakta memperlihatkan, selama periode Januari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Fakta memperlihatkan, selama periode Januari hingga November atau sebelas bulan pertama 2025 tersebut, total jumlah mobil dalam wujud utuh (CBU) yang diimpor sejumlah merek di Indonesia melonjak 66 persen lebih dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (23/12/2025) menunjukkan di kurun waktu Januari – November 2025, jumlah mobil CBU yang diimpor ke Indonesia mencapai 151.495 unit. Jumlah tersebut melonjaka hingga 66,3 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Sementara, jika dilihat para pengimpor mobil itu di rentang waktu itu, pabrikan asal Shenzhen, Republik Rakyat Cina – Build Your Dreams (BYD) – tercatat sebagi pengimpor nomor wahid dengan total jumlah 51.435 unit. Total impor tersebut meroket 215,3 persen dibanding impornya selama periode sama di 2024, yang sebanyak 16.314 unit.</p>
<figure id="attachment_25335" aria-describedby="caption-attachment-25335" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/VinFast-V6-dok.Mobilitas-e1755748673655.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-25335" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/VinFast-V6-dok.Mobilitas-e1755748673655.jpg" alt="" width="700" height="504" /></a><figcaption id="caption-attachment-25335" class="wp-caption-text">VinFast V6 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Kemudian Toyota, yang mengimpor 30.996 unit dan VinFast yang mendatangkan 17.222 mobil CBU. Sementara, di urutan berikutnya, di luar tiga besar tersebut terdapat Mitsubishi Motors dengan total impor 11.387 unit, Disusul Denza 9.500 unit, dan Suzuki 6.529 unit.</p>
<p>Lalu di urutan berikutnya ada Mazda dengan total impor 2.801 unit,dan Hyundai Motors Indonesia yang mengimpor 2.026 unit. Pabrikan lainnya yang juga doyan impor di sebelas bulan pertama 2025 itu adalah Honda, dengan total 1.914 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Kaya Pikir-pikir untuk Beli, di Sebelas Bulan Pertama 2025 Penjualan Lexus RI Anjlok Segini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/orang-kaya-pikir-pikir-untuk-beli-di-sebelas-bulan-pertama-2025-penjualan-lexus-ri-anjlok-segini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 02:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Lexus]]></category>
		<category><![CDATA[Lexus Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Lexus]]></category>
		<category><![CDATA[PT TAM]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26597</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sampai bulan kesebelas atau satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sampai bulan kesebelas atau satu bulan menjelang tahun 2025 berakhir, yakni di bulan November, penjualan mobil di Indonesia masih loyo. Menariknya, tak hanya mobil kelas menengah ke bawah saja yang penjualannya loyo, tetapi juga mobil mewah.</p>
<p>Salah satu merek mobil mewah yang penjualannya rontok di Indonesia adalah Lexus, merek mewah milik Toyota. Selama periode Januari – November 2025, penjualan mobil merek itu – baik penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel – anjlok hingga 40 persen lebih.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta , Kamis (18/12/2025) menunjukkan di rentang waktu sebelas bulan pertama 2025 itu, mobil Lexus yang terlego ke dealer sebanyak 1.437 unit. Jumlah tersebut anjlok 40,8 persen dibanding total penjualan grosit di periode sama pada tahun 2024.</p>
<p>Sementara, jumlah yang terjual dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel, sebanyak 1.424 unit. Jumlah penjualan eceran tersebut anjlok sampai 44,6 persen dibanding periode sama di tahun lalu.</p>
<figure id="attachment_26393" aria-describedby="caption-attachment-26393" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/11/Logo-Lexus-dok.Mobilitas.id_-e1763639301604.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26393" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/11/Logo-Lexus-dok.Mobilitas.id_-e1763639301604.jpg" alt="" width="700" height="502" /></a><figcaption id="caption-attachment-26393" class="wp-caption-text">Logo Lexus &#8211; dok.Mobilitas.id</figcaption></figure>
<p>Namun, berbeda dengan penjualan mobil di segmen kelas menengah ke bawah yang penjualannya loyo karena daya beli konsumennya loyo, kemmpuan membeli konsumen potensial mobil Lexus masih tinggi. Namun karena mereka melihat kondisi ekonomi riil nasional dan global yang dirasa meragukan, maka merek menahan belanja.</p>
<p>&#8220;Karena, salah satu karakter konsumen kelas atas itu rasional dalam konsumsi. Bukan karena uang merek yang terbatas, tetapi karena mereka berpikir soal manfaat nili uang apakah sepadan dengan manfaat maksimal yang merek dapatkan di tengah ketidakpastian ekonomi,&#8221; ungkap Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adinugraha saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Menurut Bhima, orang kaya Indonesia cenderung lebih hati-hati dalam belanja mewah. Mereka Mereka memikirkan daya tahan aset, dampak inflasi, dan peluang investasi baru kendati aliran kekayaan mereka masih terus bertambah. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Semua Mobil Toyota di Jepang Laku Keras pada Januari – November 2025, Ini Buktinya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/tak-semua-mobil-toyota-di-jepang-laku-keras-pada-januari-november-2025-ini-buktinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 07:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mobil Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota di Jepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26531</guid>

					<description><![CDATA[Tokyo, Mobilitas &#8211; Meski masih tercatat sebagai pabrikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokyo, Mobilitas</strong> &#8211; Meski masih tercatat sebagai pabrikan dengan penjualan terbanyak, namun Toyota ternyata juga masih membukukan negatifnya penjualan untuk beberapa model di negerinya sendiri.</p>
<p>Data Asosiasi Dealer Mobil Jepang (JADA) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (9/12/2025), memperlihatkan di periode Januari – November Toyota Motor Jepang meraup angka penjualan sebanyak 1.313.934 unit. Jumlah tersebut naik 4,3 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Namun, meski bercokol di urutan pertama di daftar merek terlaris, beberapa model mobil Toyota membukukan amblesnya penjualan. Mereka antara lain Toyota Corolla (termasuk Toyota Corolla Cross) yang terjual 130.451 unit, anjlok 15,4 persen dibanding periode sama di tahun 2024.</p>
<figure id="attachment_3443" aria-describedby="caption-attachment-3443" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Crown-Kluger-sedan-mewah-Toyota-di-Cina-dok.Istimewa-e1634543673560.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3443" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Toyota-Crown-Kluger-sedan-mewah-Toyota-di-Cina-dok.Istimewa-e1634543673560.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-3443" class="wp-caption-text">Toyota Crown &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Kemudian Toyota Crown yang laku 53.284 unit, anjlok 8,9 persen. Lalu Toyota RAV4 yang terlego 28.532 unit tapi anjlok 5, 13 persen , Toyota Land Cruiser W terjual 42.720 unit atau anjlok 9,04 persen, dan Toyota Harrier yang terjual 48.454 unit atau anjlok 20,5 persen.</p>
<p>Sekadar informasi, jumlah mobil (seluruh jenis dari semua merek, baik lokal maupun luar negeri) yang terjual di Jepang pada Januari – November mencapai 4.230.318 unit. Total penjualan itu naik 3,4 persen dibanding periode sama di tahun 2024. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
