<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>truk Tata &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/truk-tata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Aug 2024 06:38:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>truk Tata &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Miris, Januari – Juli Tahun Ini Truk Tata Motors Cuma Laku 2 Unit di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/miris-januari-juli-tahun-ini-truk-tata-motors-cuma-laku-2-unit-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 06:34:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pabrikan truk asal India]]></category>
		<category><![CDATA[pasar truk Tata Motors Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk Tata]]></category>
		<category><![CDATA[PT Tata Motors Distribusi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Tata Motors]]></category>
		<category><![CDATA[truk Tata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19728</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta data juga berbicara selama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta data juga berbicara selama bulan Juli, truk asal India yang di Indonesia dijajakan oleh PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) itu tidak membukukan penjualan sama sekali.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (22/8/2024) menunjukkan sepanjang bulan Juli, Tata Motors Indonesia tak membukukan penjualan unit dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) nihil. Sementara, total <em>wholesales</em> secara kumulatif dari Januari – Juli di tahun itu, hanya 1 unit.</p>
<p>Jumlah penjualan ke dealer tersebut ambrol hingga 93,3 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dicetak oleh Tata Motors melalui PT TMDI pada periode sama di tahun 2023 lalu. Dan, ternyata, muramnya penjualan juga terjadi dalam penjualan unit truk dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).</p>
<figure id="attachment_3224" aria-describedby="caption-attachment-3224" style="width: 696px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3224" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_.jpg" alt="" width="696" height="464" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_-630x420.jpg 630w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a><figcaption id="caption-attachment-3224" class="wp-caption-text">Varian model truk Tata Motors di Indonesia &#8211; dok.TMDI</figcaption></figure>
<p>Fakta data berbicara, di bulan Juli tidak ada kegiatan penjualan ritel yang dilaporkan oleh pabrikan asal India tersebut. Artinya, selama bulan ketujuh itu penjualan unit truk Tata Motors ambrol hingga 100 persen dibanding Juli 2023.</p>
<p>Sedangkan total penjualan ritel secara kumulatif (dari Januari – Juli 2024) tercatat sebanyak 2 unit. Jumlah ini ambrol 86,7 persen dibanding total penjualan ritel yang berhasil dibukukan Tata Motors Indonesia selama periode tujuh bulan pertama di tahun 2023. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januari – Maret 2024: Penjualan Truk Tata dan Scania di Indonesia Nelangsa</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/januari-maret-2024-penjualan-truk-tata-dan-scania-di-indonesia-nelangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2024 03:22:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Scania Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan Tata Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan truk Scania di RI]]></category>
		<category><![CDATA[Scania]]></category>
		<category><![CDATA[Scania Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Motors Distribusi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[truk Scania]]></category>
		<category><![CDATA[truk Tata]]></category>
		<category><![CDATA[United Tractors]]></category>
		<category><![CDATA[UT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=17724</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pasar truk di Indonesia selama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pasar truk di Indonesia selama Januari – Maret atau kuartal pertama 2024 ini melemah, terbukti penjualan hampir seluruh pabrikan yang merosot.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (16/4/2024) menunjukkan kondisi muramnya penjualan truk itu tak hanya dialami pabrikan asal Jepang saja. Tetapi juga pabrikan asal Eropa dan Asia khususnya India.</p>
<p>Fakta berbicara, merek atau pabrikan kondang asal Swedia yakni Scania, pada kuartal pertama itu hanya meraup angka penjualan ke diler (<em>wholesales</em>) sebanyak 87 unit. Jumlah ini ambrol hingga 59 persen dibanding total angka <em>wholesales</em> yang berhasil diseroknya selama periode sama di tahun 2023.</p>
<figure id="attachment_14239" aria-describedby="caption-attachment-14239" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14239" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Salah-satu-varian-truk-Tata-Motors-yang-dijual-di-Indonesia-dok.tatamotors.co_.id_-e1693803959136.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-14239" class="wp-caption-text">Salah satu varian truk Tata Motors yang dijual di Indonesia &#8211; dok.tatamotors.co.id</figcaption></figure>
<p>Sementara, total angka penjualan truk Scania ke konsumen (penjualan ritel) pada periode Januari – Maret 2024 itu sama persis dengan total <em>wholesales</em> yang dibukukan. Jumlahnya 87 unit, dan ambrol 59 persen dibanding periode sama di tahun 2023.</p>
<p>Adapun pabrikan asal India, yakni Tata Motors, pada tiga bulan pertama 2024 itu hanya mengemas angka <em>wholesales</em> 1 unit. Jumlah ini ambruk hingga 92,3 persen dibanding tiga bulan pertama 2023.</p>
<p>Angka penjualan ritel merek ini sama persis dengan total penjualan wholesales, yakni 1 unit dan ambrol 92,3 persen. Data Gaikindo itu memperlihatkan penjualan truk Tata hanya terjadi pada bulan Maret yakni 1 unit. (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mercy Masih Dominasi Pasar Truk dan Bus Non Jepang di RI</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mercy-masih-dominasi-pasar-truk-dan-bus-non-jepang-di-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Oct 2021 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus Mercedes]]></category>
		<category><![CDATA[bus Scania]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes-Benz]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[truk FAW]]></category>
		<category><![CDATA[truk Tata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=3221</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pasar kendaraan komersial jenis truk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pasar kendaraan komersial jenis truk (tidak termasuk pikap) sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini membukukan kinerja penjualan yang lebih baik dibanding kendaraan jenis bus. Penjualan unit truk menanjak di periode itu, tetapi bus sebaliknya.</p>
<p>Data laporan penjualan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dihimpun <em>Mobilitas</em> belum lama ini menunjukkan, selama delapan bulan pertama itu sebanyak 40.866 unit truk terjual ke konsumen (ritel), naik 39% dibanding kurun waktu yang sama tahun lalu. Dari jumlah ini, mayoritas dibukukan oleh truk-truk buatan pabrikan Jepang, seperti Mitsubishi Fuso, Hino, serta UD Trucks.</p>
<p>Pada rentang waktu yang sama, penjualan (sasis) bus ke konsumen yang dibukukan oleh seluruh merek – baik merek asal Jepang maupun non Jepang – tercatat hanya sebanyak 718 unit. Jumlah ini rontok dibanding total jumlah yang berhasil dikantongi pada periode sama tahun 2020, yang sebanyak 2.215 unit.</p>
<figure id="attachment_3223" aria-describedby="caption-attachment-3223" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3223" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Truk-medium-Mercedes-Benz-dok.Mercedes-Benz-Trucks-e1633664259477.jpg" alt="" width="700" height="499" /><figcaption id="caption-attachment-3223" class="wp-caption-text">Truk medium Mercedes-Benz &#8211; dok.Mercedes-Benz Trucks</figcaption></figure>
<p>Ihwal rontoknya penjualan sasis bus di tahun ini, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan menyebut karena imbas dari terbatasnya mobilitas masyarakat sejak pandemi Covid-19 menerjang Indonesia. Sejak saat itu, kata dia, pendapatan Perusahaan Otobus (PO) langsung nyungsep.</p>
<p>Tak sedikit PO yang memilih untuk “istirahat di tempat” alias tiarap semabri menunggu kondisi pulih kembali. “Sedangkan yang tetap beroperasi demi mendapatkan pemasukan untuk tetap eksis dan membayar cicilan kredit, karena kalau kita lihat sekitar 90% bus baru itu dibeli secara kredit, banyak yang tekor. Maksimal impas dengan biaya operasional, dan itu pun sudah pol-polan melakukan upaya efisiensi dan operasi,” papar pria yang juga Direktur Utama PO SAN itu saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (7/10/2021).</p>
<p>Karena kondisi yang seperti itu, sebagian besar PO menahan diri untuk menambah unit armada. Kalau pun di tahun 2020 hingga delapan bulan terakhir tahun ini, masih ada yang menambah unit armada, umumnya realisasi dari kontrak kredit sebelumnya.</p>
<figure id="attachment_2919" aria-describedby="caption-attachment-2919" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2919" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_.jpg" alt="" width="700" height="486" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-300x208.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-150x104.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-218x150.jpg 218w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-696x483.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-605x420.jpg 605w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Bus-Scania-dengan-balutan-karoseri-Laksana-dok.Motoris.id_-100x70.jpg 100w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-2919" class="wp-caption-text">Bus Scania dengan balutan karoseri Laksana &#8211; dok.Motoris.id</figcaption></figure>
<p>“Tetapi untuk kredit baru, di tahun 2020 dan di tahun 2021 ini, yang saya tahu kecil sekali volumenya. Sekali lagi, karena PO juga mengukur kemampuan diri di tengah kondisi yang ada saat ini,” ucap Lesani.</p>
<p><strong>Mercy mendominasi</strong><br />
Sementara, jika dilihat dari tren permintaan, ternyata bus-bus asal Eropa atau non Jepang mencatatkan tren pertumbuhan tren permintaan yang signfikan. Menurut Lesani hal ini dikarenakan PO banyak yang beralih manajemen opersaional armada, yakni dengan melakukan perjalanan yang terus menerus, seiring dengan membaiknya infrastruktur yakni tersambungnya jalan tol baik di Jawa dan sebagain Sumatera.</p>
<p>“Dengan manajemen operasi atau perjalanan yang terus menerus ini, terkait dengan produktifitas armada. Karena dengan perjalanan terus menerus, unit cepat sampai. Dan beberapa jam kemudian dioperasikan lagi. Dengan sistem perjalanan seperti ini, maka dibutuhkan bus bermesin besar. Sebab, kalau tidak mesin jebol. Dan bus seperti ini umumnya dari merek Eropa,” jelas dia.</p>
<figure id="attachment_2923" aria-describedby="caption-attachment-2923" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2923" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/09/Ilustrasi-truk-berat-buatan-Scania-dok.Scania-e1632377888509.jpg" alt="" width="700" height="496" /><figcaption id="caption-attachment-2923" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk berat buatan Scania &#8211; dok.Scania</figcaption></figure>
<p>Fakta data yang dihimpun <em>Mobilitas</em> menunjukkan, di antara merek non Jepang, ternyata truk dan bus buatan Mercedes-Benz (Mercy) ternyata mendominasi dalam penjualan ritel. Tercatat, merek asal Jerman ini membukukan penjualan sebanyak 786 unit bus dan truk.</p>
<p>Pada saat yang sama merek asal Swedia, Scania, menjual sebanyak 428 unit. Angka penjualan Scania ini meroket hingga 237% dibanding delapan bulan pertama 2020.</p>
<p>Merek asal India, Tata Motor, di periode itu mengantongi angka penjualan ritel sebanyak 167 unit. Jumlah ini merosot 22,7% dari tahun lalu.</p>
<figure id="attachment_3224" aria-describedby="caption-attachment-3224" style="width: 696px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3224" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_.jpg" alt="" width="696" height="464" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_-300x200.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_-150x100.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Varian-produk-truk-Tata-Motors-di-Indonesia-dok.TMDI_-630x420.jpg 630w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /><figcaption id="caption-attachment-3224" class="wp-caption-text">Varian model truk Tata Motors di Indonesia &#8211; dok.TMDI</figcaption></figure>
<p>Sedangkan merek asal Changcun, Cina – yakni FAW – mengoleksi angka penjualan 116 unit, atau ambrol 26,6%. (Fat/Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
