<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>truk &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/truk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jul 2026 22:53:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>truk &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Semester I 2026 Penjualan Mobil Meningkat, Ini Faktor yang Menjadi Pengungkitnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/semester-i-2026-penjualan-mobil-meningkat-ini-faktor-yang-menjadi-pengungkitnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 02:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[agrinas 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[mobil listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan Mobil 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pick Up]]></category>
		<category><![CDATA[semester I 2026]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28514</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Peningkatan penjualan mobil di Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Peningkatan penjualan mobil di Indonesia sepanjang periode Januari hingga Juni atau semester pertama 2026 itu terjadi dalam penjualan secara grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (9/7/2026) menunjukkan di enam bulan pertama 2026 tersebut <em>wholesales</em> mobil di Indonesia mencapai 436.564 unit. Jumlah ini meningkat 15,9 persen dibanding total <em>wholesales</em> di periode sama 2025, yang sebanyak 376.707 unit.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritelnya di periode semester pertama 2026 mencapai 433.848 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu naik 10,5 persen dibanding total penjualan eceran di rentang waktu Januari – Juni 2025 yang sebanyak 376.707 unit.</p>
<p>Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (9/7/2026) menyebut pertumbuhan penjualan ini menjadi pencapaian di tengah tekanan daya beli serta jumlah kelas menengah yang menyusut.</p>
<figure id="attachment_26396" aria-describedby="caption-attachment-26396" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/11/Cold-Chain-Box-Mitsubishi-Fuso-Canter-FE71L-garapan-Adiputro-di-GJAW-2025-dok.Mobilitas-e1763648465126.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-26396" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/11/Cold-Chain-Box-Mitsubishi-Fuso-Canter-FE71L-garapan-Adiputro-di-GJAW-2025-dok.Mobilitas-e1763648465126.jpg" alt="" width="700" height="507" /></a><figcaption id="caption-attachment-26396" class="wp-caption-text">Cold Chain Box Mitsubishi Fuso Canter FE71L garapan Adiputro di GJAW 2025 &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Seperti diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah kelas menengah di Tanah Air turun dari 57,33 juta orang (2019) menjadi sekitar 46,7 juta orang pada periode 2025-2026.</p>
<p>“Banyaknya model baru yang diluncurkan baik yang berteknologi elektrifikasi baik hybrid, PHEV, dan listrik baterai maupun konvensional ICE menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih, dengan teknologi canggih dan harga bersaing. Harus diakui, tidak sedikit orang yang membeli mobil elektrfikasi itu mengkalkulasi total biaya kepemilikan yang terdiri dari biaya energi, perawatan dan mungkin perbaikan jika ada dinili lebih efisien,” papar Jongkie.</p>
<p>Lebih dari itu, beberapa program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Desa/Keluruhan juga terbukti turut menyokong peningkatan penjualan. Khususnya di segmen kendaraan komersial pick up dan truk. (Anp/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keren, Penjualan Ritel Truk Fuso Indonesia Januari – Mei 2026 Meroket 46,1 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/keren-penjualan-ritel-truk-fuso-indonesia-januari-mei-2026-meroket-461-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 02:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[Mitsubishi Fuso]]></category>
		<category><![CDATA[PT Agrinas]]></category>
		<category><![CDATA[PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors]]></category>
		<category><![CDATA[PT KTB]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[truk Canter]]></category>
		<category><![CDATA[Truk Fuso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28283</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Permintaan dari segmen ritel yakni...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Permintaan dari segmen ritel yakni pengusaha perorangan dari berbagai sektor usaha serta dari segmen fleet atau korporat khususnya dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk operasional logistik Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) menjadi pemicu kenaikan penjualan truk Mitsubishi Fuso di Indonesia di periode Januari – Mei 2026.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (17/6/2026) menyebut, lonjakan penjualan truk Mitsubishi Fuso yang dipasarkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) itu terjadi dalam penjualan grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel). Besaran lonjakan penjualan itu mencapai 46 persen lebih.</p>
<p>Fakta data berbicara, di periode lima bulan pertama 2026, total <em>wholesales</em> truk Mitsubishi Fuso mencapai 13.459 unit. Jumlah tersebut meroket hingga 46,5 persen dibanding total <em>wholesales</em> yang dibukukannya pada periode sama di tahun 2025.</p>
<p>Sementara, total penjualan ritelnya sebanyak 13.903 unit, melonjak hingga 46,1 persen dibanding periode Januari – Mei 2025. Menariknya, ternyata total penjualan ritel ini jauh lebih banyak ketimbang <em>wholesales</em>, dengan kata lain tidak ada unit truk yang terprkir berlama-lama di dealer, semua langsung dikirim ke konsumen karena kencangnya permintaan.</p>
<figure id="attachment_26396" aria-describedby="caption-attachment-26396" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/11/Cold-Chain-Box-Mitsubishi-Fuso-Canter-FE71L-garapan-Adiputro-di-GJAW-2025-dok.Mobilitas-e1763648465126.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-26396" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/11/Cold-Chain-Box-Mitsubishi-Fuso-Canter-FE71L-garapan-Adiputro-di-GJAW-2025-dok.Mobilitas-e1763648465126.jpg" alt="" width="700" height="507" /></a><figcaption id="caption-attachment-26396" class="wp-caption-text">Cold Chain Box Mitsubishi Fuso Canter FE71L garapan Adiputro &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Salah satu pejabat Gaikindo yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (17/6/2026), menyebut tingginya permintaan truk Fuso berasal dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) untuk operasional logistik Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes).</p>
<p>&#8220;Kan Fuso Indonesia, kalau <em>enggak</em> salah dapat pesanan 20.600 unit truk dari Agrinas. Ini, tentu menopang penjualan yang kuat. Selain itu, kendaraan niaga khususnya truk di periode ini banyak permintaan, khususnya untuk logistik sektor pangan dan manufaktur pengolahan pangan maupun industri jasa pengiriman barang (<em>e-commerce</em>). Itu terbukti dari data Bank Indonesia yang menyebut sektor konsumsi rumah tangga di kuartal empat 2025 tumbuh 5,11 persen dn menyumbang 52,38 persen ke PDB. Lalu di kuartal pertama 2026, konsumsi ini tumbuh 5,22 persen dan menyumbang ke PDB 52, 14 persen,&#8221; papar dia.</p>
<p>Sedangkan, keterangan di situs resmi Agrinas yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (17/6/2026) menyebut hingga awal Juni 2026, PT Agrinas Pangan Nusantara telah merampungkan pembangunan 12.232 gerai Kopdes. Dari jumlah itu 1.061 unit diantaranya telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.</p>
<p>PT Agrinas mematok rencana untuk membangun 80.000 titik Kopdes di seluruh Indonesia. Semua Kopdes tersebut ditargetkan telah beropersi penuh pada tahun 2029 nanti. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Truk Minta Insentif Ganti Armada Saat BBM B50 Berlaku, Ini Alasannya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pengusaha-truk-minta-insentif-ganti-armada-saat-bbm-b50-berlaku-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan truk]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Bakar Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[BBM B50]]></category>
		<category><![CDATA[binis logistik]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis logistik]]></category>
		<category><![CDATA[logistik]]></category>
		<category><![CDATA[populasi Truk RI]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=28001</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Angkutan truk merupakn tulang punggung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Angkutan truk merupakn tulang punggung bisnis logistik yang menjadi jantung kegiatan ekonomi nasional.<br />
Dengan pengggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) campuran solar dengan minyak nabati 50 persen (B50) pengusaha memikirkan tambahan ongkos operasional untuk penyesuaian dengan BBM baru. Terlebih kompabilitas truk juga menjadi kekhawatiran.</p>
<p>Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (23/5/2026) menegaskan para pelaku usaha angkutan truk mendukung kebijakan pemerintah untuk mandatori penggunaan BBM B50 dengan tujuan keberlanjutan lingkungan serta penghematan anggaran. Namun, aspek kesiapan teknolog yang ada di truk milik pengusaha saat ini juga perlu diperimbangkan karena armada truk yang ada saat ini mayoritas berusia tua.</p>
<p>“Jangan sampai kebijakan tersebut justru membebani sektor logistik nasional yang merupakan tulang punggung distribusi barang di Indonesia,” papar Gemilang, yang dihubungi<em> Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p>Menurut Gemilang tidak semua armada truk yang ada saat ini memiliki tingkat kompatibilitas yang tidak sama terhadap penggunaan biodiesel dengan campuran tinggi. “Terutama yang menyangkut performa mesin, sistem pembakaran, filter bahan bakar, hingga biaya perawatan,” ujar Gemilang.</p>
<figure id="attachment_14221" aria-describedby="caption-attachment-14221" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-14221" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14221" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk yang melintas di jalan tol &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Dia mengatakan dari total sekitar 6,4 juta unit truk nasional, sebanyak 65 persen diantaranya sudah berusia di atas 20 tahun, hal ini menjadikan biaya logistik makin mahal. Sebab membutuhkan biaya ekstra untuk perawatan, terlebih jika harus sering mengganti filter BBM akibat pengggunaan BBM B50.</p>
<p>Oleh karena itu, Gemil ang meminta memperhatikan upaya pengusaha untuk meremajakan armada truk mereka. Salah satunya dengan memberikan insentif dalam peremajaan itu.</p>
<p>“Patut diingat, dalam kegiatan logsitik itu, 90 persen mengggunakn truk sebagai angkutan karena faktor fleksibilitas secara <em>end to end</em>. Dan logistik itu penopang aktifitas konsumsi, baik konsumsi masyarakat, industri manufaktur dana jasa, hingga konsumsi pemerintah. Sektor konsumsi penyumbang 40 persen lebih pertumbuhan ekonomi nasional,” tandas Gemilang.</p>
<p>Sekadar informasi, mandatori penggunaan BBM B50 mulai efektif 1 Juli tahun ini. (Din/Aa)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pameran Kendaraan Komersial GIICOMVEC 2026 Digelar di Tengah Lesunya Pasar</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/pameran-kendaraan-komersial-giicomvec-2026-digelar-di-tengah-lesunya-pasar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 02:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Gaikindo]]></category>
		<category><![CDATA[GIICOMVEC 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pasar truk 2026]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[truk di GIICOMVEC 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27451</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Pameran business-to-business (B2B) kendaraan komersial,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Pameran <em>business-to-business</em> (B2B) kendaraan komersial, Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026, siap digelar pada 8 hingga 11 April 2026.</p>
<p>Pameran tahunan yang dilangsungkan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta ini merupakan yang keempat kalinya. Hajatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai ajang pertemuan utama para pelaku industri transportasi dan logistik.</p>
<p>&#8220;GIICOMVEC 2026 menjadi bukti bahwa industri otomotif nasional telah mampu menghasilkan line-up kendaraan komersial dengan standar kualitas global,&#8221; ungkap Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Putu Juli Ardika dalam keterangan resmi yang diterima <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Putu menegaskan bahwa pameran ini merupakan representasi dari kemajuan signifikan industri otomotif dalam negeri. &#8220;Pameran ini adalah kekuatan industri otomotif khususnya kendaraan komersial kita saat ini,&#8221; jelas Putu.</p>
<figure id="attachment_17237" aria-describedby="caption-attachment-17237" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Mesin-di-chassis-bus-Hino-RM-280-ABS-yang-dipamerkan-di-GIICOMVEC-2024-dok.Mobilitas-e1710917830319.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-17237" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/03/Mesin-di-chassis-bus-Hino-RM-280-ABS-yang-dipamerkan-di-GIICOMVEC-2024-dok.Mobilitas-e1710917830319.jpg" alt="" width="700" height="491" /></a><figcaption id="caption-attachment-17237" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mesin di chassis bus Hino RM 280 ABS yang dipamerkan di GIICOMVEC &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Namun, gelaran GIICOMVEC 2026 juga menghadapi tantangan kondisi pasar kendaraan komersial – termasuk truk – yang lesu. Data Gaikindo yang dinukil <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (7/4/2026) memperlihatkan di tahun 2025 lalu, penjualan truk secara grosir dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 64.181 unit. Jumlah penjualan grosir itu anjlok 12 persen dibanding tahun 2024.</p>
<p>Sedangkan penjualan ecerannya dari dealer ke konsumen alias penjualan ritelnya mencapai 66.570 unit. Jumlah ini juga anjlok dibanding tahun 2024, karena berkurang 7.267 unit.</p>
<p>Sementara di periode periode Januari – Februari 2026, penjualan ritel truk juga masih di tren penurunan. Bahkan di tenggang waktu dari bulan dimana pada Januari masih sebanyak 3.870 unit, pada Februari merosot sebanyak 43 unit menjadi 3.827 unit. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BBM B50 Berlaku Mulai 1 Juli Nanti, Pengusaha Truk dan Bus Bilang Begini</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/bbm-b50-berlaku-mulai-1-juli-nanti-pengusaha-truk-dan-bus-bilang-begini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 09:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BBM B50]]></category>
		<category><![CDATA[bbm bus]]></category>
		<category><![CDATA[BBM TRUK]]></category>
		<category><![CDATA[biodiesel]]></category>
		<category><![CDATA[PO Bus]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=27412</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kebijakan mandatori pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel sebesar 50 (B50) alias Solar dengan campuran minyak sawit hingga 50 persen mulai berlaku 1 Juli 2026.</p>
<p>Menurut mantan Menteri Perindustrian tersebut kebijakan itu merupakan bagian dari upaya efisiensi energi untuk mengantisipasi dampak perang Timur Tengah. &#8220;Ini juga menjadi bagian untuk mewujudkan kemandirian energi dan efisiensi, pemerintah menerapkan B50 per 1 Juli 2026,&#8221; ungkap Airlangga, dalam konferensi pers tentang Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global secara daring dari Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris Yahya yang berada di Bali dan dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (2/4/2026) menyebut pemerintah melalui Kementerian ESDM telah melakukan uji pakai BBM B50 alisa <em>road test</em>.</p>
<p>&#8220;Sudah dilakukan road test, dengan digunakan oleh kendaraan niaga (khususnya truk dan bus) untuk menempuh perjalanan. Pengujian itu telah menempuh jarak lebih dari 30.000 kilometer. Dan hasilnya cukup positif, indikatornya interval penggantian filter menjadi lebih panjang,&#8221; ujar Harris.</p>
<p>Selain itu, semburan tenaga kendaraan tidak menurun drastis. Meski begitu, Kementerian ESDM Masih terus melakukan road test, dan ditargetka pada Juni nanti pengujian ini telah mencapai 50.000 kilometer atau bahkan lebih.</p>
<figure id="attachment_25210" aria-describedby="caption-attachment-25210" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Supir-truk-berat-dok.-Big-Rigs-e1754635792965.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-25210" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/08/Supir-truk-berat-dok.-Big-Rigs-e1754635792965.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-25210" class="wp-caption-text">Ilustrasi supir truk berat &#8211; dok. Big Rigs</figcaption></figure>
<p>Menanggapi rencana penerapan B50 itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang C. Tarigan yang dihubungi <em>Mobilitas </em>di Jakarta, Kamis (2/4/2026) mengatakan secara prinsip kalangan pelaku usaha akan mengikuti kebijakan pemerintah.</p>
<p>&#8220;Tetapi, yang kami minta adalah kepastian soal hasil tes tersebut. Benarkah interval penggantian filter lebih panjang ? Karena bagi kami kalau sering ganti filter itu berarti ada <em>extra cost</em>. Lalu, bagaimana ketersediaan BBM B50 ini?, bagaimana distribusinya? Juga keamanannya untuk mesin,&#8221; kata Tarigan.</p>
<p>Pernyataan senada diungkap Ketua Umum Ikatan Pengusah Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan yang dihubungi <em>Mobilitas </em>pada hari yang sama.</p>
<p>&#8220;Dan satu hal lagi pertanyaan saya, mengapa pemerintah meminta kami pelaku usaha untuk menggunakan kendaraan standar emisi Euro 4. Apakah BBM B50 itu benar-benar sesuai standar itu? Distribusi dan ketersediaan harus benar-benar dipastikan, &#8221; ujar Lesani. (Hen/Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stop Impor Solar 2026 Pemerintah Siapkan BBM B50, Bagaimana Kesiapan Kendaraan?</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/stop-impor-solar-2026-pemerintah-siapkan-bbm-b50-bagaimana-kesiapan-kendaraan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 08:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[BBM B50]]></category>
		<category><![CDATA[bbm bus]]></category>
		<category><![CDATA[BBM TRUK]]></category>
		<category><![CDATA[biodiesel]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[solar B50]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26247</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Sebelumnya, rencana pemerintah untuk menyetop...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Sebelumnya, rencana pemerintah untuk menyetop impor solar pada tahun 2026 itu diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Hal itu seiring dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan implementasi program biodiesel dengan campuran 50 persen bahan nabati (B50).</p>
<p>Menanggapi hal itu, Founder &amp; Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (6/11/2025) menyebut dari sisi ketahanan dan kedaulatan energi nasional langkah pemerinth itu realistis dan progesif.</p>
<p>&#8220;Karena, bagaimana pun, ketergantungan BBM, khususnya solar yang digunakan oleh kendaraan niaga untuk mendukung kegiatan ekonomi itu tidak bagus. Sebab jika kegiatan ekonomi tergantung asing itu, itu berbahaya. Apalagi sektor-sektor utama seperti logistik yang penting bagi hajat hidup orang banyak. Karena itu, produksi B50 dan beroperasinya Refinery Development Master Plan untuk produksi biodiesel itu strategis,” papar Pri.</p>
<p>Namun dia mengingatkan agar pemerintah memastikan kompatibilitas atau kesesuaian BBM B50 itu dengan teknologi kendaraan yang ada. Sehingga tidak merugikan konsumen khususnya pengguna dari sektor pelaku usaha, karena jika itu terjadi, maka kegiatan ekonomi akan terganggu.</p>
<figure id="attachment_14221" aria-describedby="caption-attachment-14221" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14221" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14221" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk yang melintas di jalan tol &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Selain itu, jaminan kelangsungan ketersediaan BBM B50 itu juga harus dipastikan. Sehingga, para pengguna, terutama kendaraan niaga untuk kegiatan bisnis tidak terganggu atau terhenti opersionalnya.</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu, kepastian kompabilitas ini penting ditegskan Bagaimana hasil tes road-nya. Begitu juga pasokannya, kelangsungan produksinya. Itu harus dipastikan tidak masalah,” ujar Pri.</p>
<p>Pernyataan senada diungkapkan Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Kamis (6/11/2025). &#8220;Kompabilitas dengan teknologi kendaraan dan jaminan kelangsungan pasokan plus distribusinya itu sesuatu yang harus dipastikan,” kata Lesani.</p>
<p>Terlebih, lanjut dia, beberapa ahli mengatakan ada tantangan teknis sebab kekentalan bahan bakar yang lebih tinggi sehingga muncul potensi penyumbatan pada sistem injeksi. Meski disebut ada solusi dengan sering membersihkan filter BBM kendaraan atau menggantinya, tentu hal itu membawa konsekwensi bertambahnya biaya operasional. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hino Indonesia Luncurkan Truk Ringan Hino 300 – 136 MDLR di Malang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/hino-indonesia-luncurkan-truk-ringan-hino-300-136-mdlr-di-malang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 09:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Hino 300 – 136 MDLR]]></category>
		<category><![CDATA[Indomobil Prima Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[PT HMSI]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[truk ringan Hino]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=26100</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Setelah meluncurkannya di hajatan Gaikindo...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Setelah meluncurkannya di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, Agustus lalu, kini PT Hino Motor Sales Indonesia (PT HMSI) bersama PT Indomobil Prima Niaga (IPN) meluncurkan truk ringan Hino 300 – 136 MDLR di Malang, Jawa Timur.</p>
<p>Keterangan resmi menyebut truk Hino 300 Series – 136 MDLR merupakan kendaraan niaga ringan terbaru yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha logistik dan ekspedisi di Jawa Timur.</p>
<p>“Peluncuran lokal ini merupakan bagian dari upaya Hino memperluas penetrasi pasar di wilayah Surabaya dan Malang, dua kota strategis yang menjadi barometer pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian timur,” bunyi keterangan tersebut.</p>
<p>HMSI Regional Manager Jawa Timur, Adi Wibowo, menyebut Hino300 &#8211; 136 MDLR menjadi jawaban bagi pelaku usaha logistik yang membutuhkan light duty truck dengan panjang kargo enam meter, sehingga memberikan kapasitas angkut lebih besar tanpa perlu modifikasi sasis. Kapasitas yang lega ini sangat membantu pengusaha kargo dalam mengoptimalkan efisiensi pengiriman dengan membawa lebih banyak muatan.</p>
<figure id="attachment_26102" aria-describedby="caption-attachment-26102" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/10/Peluncuran-Truk-Hino300-136-MDLR-di-Malang-setelah-meluncurkannya-di-hajatan-GIIAS-2025-dok.HMSI_-e1761315076575.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-26102" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2025/10/Peluncuran-Truk-Hino300-136-MDLR-di-Malang-setelah-meluncurkannya-di-hajatan-GIIAS-2025-dok.HMSI_-e1761315076575.jpg" alt="" width="700" height="509" /></a><figcaption id="caption-attachment-26102" class="wp-caption-text">Peluncuran Truk Hino300 &#8211; 136 MDLR di Malang setelah meluncurkannya di hajatan GIIAS 2025 &#8211; dok.HMSI</figcaption></figure>
<p>Dengan sasis OEM asli pabrikan, lanjut Adi, Hino memastikan ketahanan dan keamanan kendaraan tetap maksimal tanpa perlu modifikasi lagi di karoseri sehingga pembuatan bodi menjadi lebih cepat. Dibekali mesin Euro 4 Common Rail 136 PS, Hino300 &#8211; 136 MDLR menawarkan tenaga yang kuat, efisien, dan ramah lingkungan.</p>
<p>“Hino hadir bukan hanya dengan produk unggulan, tetapi juga dengan dukungan penuh melalui layanan purna jual, suku cadang, dan program perawatan yang memastikan kendaraan pelanggan selalu siap di jalan,” ujar Adi.</p>
<p>Peluncuran ini dilakukan di showroom Hino Indomobil Prima Niaga Malang, Jl. Raya Singosari No.182 Malang. Acara ini dihadiri oleh pelanggan Hino dari berbagai sektor usaha seperti transportir, ekspedisi barang, dan distribusi bahan pokok. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjualan Ritel Isuzu Indonesia di Januari – Agustus 2025 Anjlok hingga 18,5 Persen</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/penjualan-ritel-isuzu-indonesia-di-januari-agustus-2025-anjlok-hingga-185-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 01:15:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[bus Isuzu]]></category>
		<category><![CDATA[Isuzu Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pick Up]]></category>
		<category><![CDATA[pick up Isuzu]]></category>
		<category><![CDATA[PT Isuzu Astra Motor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[truk Isuzu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25700</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Selama periode Januari – Agustus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Selama periode Januari – Agustus 2025, total penjualan kendaraan niaga jenis truk dan bus d Indonesia dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) merosot cukup dalam.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Senin (22/9/2025) menunjukkan selama delapan bulan pertama 2025 tersebut total <em>wholesales</em> truk dan bus di Tanah Air mencapai 34.919 unit. Jumlah ini anjlok hingga19 persen dibanding totl <em>wholesales</em> di periode sama di thun 2024.</p>
<p>Hampir semua pabrikan atau merek truk dan bus di Indonesia saat itu mencatatkan lesunya penjualan , baik wholesles maupun penjualan dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel. Salah satunya Isuzu Motor yang diageni oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (PT IAMI).</p>
<figure id="attachment_19689" aria-describedby="caption-attachment-19689" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Truk-Isuzu-GIGA-FVM-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724136733885.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-19689" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/08/Truk-Isuzu-GIGA-FVM-di-GIIAS-2024-dok.Mobilitas-e1724136733885.jpg" alt="" width="700" height="498" /></a><figcaption id="caption-attachment-19689" class="wp-caption-text">Truk Isuzu GIGA FVM &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>Fakta data berbicara, di kurun waktu Januari – Agustus 2025 itu Isuzu Indonesia mencatatkan perolehan angka <em>wholesales</em> (truk, pick up, dan bus) sebanyak 15.658 unit. Jumlah tersebut anjlok 14,9 persen dibanding <em>wholesales </em>periode sama di tahun 2024.</p>
<p>Sementara, di saat yang sama, total penjualan ritel merek kendaraan niaga asal Jepang ini sebanyak 15.278 unit. Jumlah tersebut anjlok 18,5 persen dibanding total penjualan ritel di periode Januari – Agustus 2024. (Anp/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Permintaan Pick Up, Truk, hingga Bus di Januari – Juli 2025 Anjlok, Ini Penyebabnya</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/permintaan-pick-up-truk-hingga-bus-di-januari-juli-2025-anjlok-ini-penyebabnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 07:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[double cabin]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan komersial]]></category>
		<category><![CDATA[mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pick Up]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25428</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Fakta memperlihatkan, baik pada bulan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Fakta memperlihatkan, baik pada bulan Juli saja maupun kumulatif Januari – Juli tahun 2025 ini, penjualan kendaraan komersial anjlok dibanding periode sama di tahun lalu. Kendaraan komersial yang dimaksud di sini adalah kendaraan untuk usaha atau bisnis mulai dari pick up, double cabin, truk, hingga bus.</p>
<p>Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (29/8/2023) menunjukkan, selama Januari &#8211; Juli 2025 jumlah kendaraan komersial yang terjual di Tanah Air sebanyak 97.015 unit. Jumlah tersebut anjlok 10,2 persen dibanding periode sama tahun 2024 yang masih sebanyak 97.015 unit</p>
<p>Sementara, pada bulan Juli saja, kendaraan itu laku sebanyak 17.401 unit. Jumlah penjualan tersebut anjlok 14 persen dibanding total jumlah yang terjual di bulan yang sama di tahun 2024.</p>
<p>Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (29/8/2025) menyebut kondisi bisnis di beberapa sektor atau bahkan turun, menjadikan pelaku usaha menahan rencana ekspansi.</p>
<figure id="attachment_13843" aria-describedby="caption-attachment-13843" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Salah-satu-varian-produk-UD-Trucks-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-1-e1703138122657.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13843" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/08/Salah-satu-varian-produk-UD-Trucks-yang-dipamerkan-di-GIIAS-2023-dok.Mobilitas-1-e1703138122657.jpg" alt="" width="700" height="495" /></a><figcaption id="caption-attachment-13843" class="wp-caption-text">Salah satu varian produk UD Trucks di Indonesia &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Pertambahun investasi pendirian perusahaan baru di sektor-sektor yang selama ini menjadi penyerap atau konsumen kendaraan niaga, atau penambahan skala usaha minim sekali. Sehingga, ini berpengaruh ke permintaan kendaraan baru. Kalaupun ada pembelian unit baru, itusekadar peremajaan kendaraan,” papar Bhima.</p>
<p>Sekadar informasi, penjualan truk di periode itu juga merosot cukup signifikan. Data Gaikindo memperlihatkan di periode tujuh bulan pertama 2025 itu, jumlah truk yang terjual dari pabrik ke dealer (<em>wholesales</em>) sebanyak 30.156 unit. Total penjualan ini anjlok 19 persen dibanding periode sama di tahun 2024 yang masih sebanyak 37.267 unit.</p>
<p>Sementara, yang terjual dari dealer ke konsumen aritel alias penjualan ritel, di periode itu, sebanyak 32.227 unit. Jumlah tersebut anjlok 12 persen dibanding total penjualan ritel pada periode sama di tahun lalu yang sebanyak 36.430 unit. (Jrr/ Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mulai 2027 Truk ODOL Dilarang, Diminta Tak Cuma Bidik Sopir Tapi Juga Pengguna Jasa</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/mulai-2027-truk-odol-dilarang-diminta-tak-cuma-bidik-sopir-tapi-juga-pengguna-jasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 05:08:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[truk ODOL]]></category>
		<category><![CDATA[truk Over Dimension Over Loading]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=25189</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Kententuan larangan operasi bagi truk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Kententuan larangan operasi bagi truk Over Dimension Over Loading (ODOL) ini telah disepati oleh pemerintah (Kementerian Perhubungan) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (4/8/2025).</p>
<p>Kedua lembaga negara itu telah melakukan pertemuan dengan pengusaha logistik, yang diwakili Asosiasi Pengemudi Logistik Indonesia, Ketua Aliansi Pengemudi Independen (API) serta perwakilan pengemudi logistik dari berbagai daerah.di Gedung Parlemen, Senin (4/8/2025). Semua unsur sepakat terkait aturan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan diberlakukan pada tahun 2027.</p>
<p>&#8220;Kebijakan Zero ODOL ini harus diterapkan secara berkeadilan, tidak merugikan para pengemudi, namun tetap menjaga keselamatan dan ketertiban transportasi jalan,&#8221; kata Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi segera menyusun langkah teknis selanjutnya. &#8220;Pemerintah akan mengawal proses ini dengan dukungan regulasi yang jelas, teknis yang terukur, dan komunikasi yang intensif dengan para pengemudi,&#8221; ujar Dudy.</p>
<p>Menanggapi kesepakatan itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Rabu (6/8/2025) mengaku menyambut baik. Namun dia juga berpesan agar pelarangan operasi truk ODOL tersebut juga dibarengi dengan lahirnya regulasi tentang ketentuan besaran tarif jasa angkutan truk.</p>
<figure id="attachment_14221" aria-describedby="caption-attachment-14221" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-14221" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/09/Ilustrasi-truk-yang-melintas-di-jalan-tol-dok.Mobilitas-e1693644727426.jpg" alt="" width="700" height="508" /></a><figcaption id="caption-attachment-14221" class="wp-caption-text">Ilustrasi, truk yang melintas di jalan tol &#8211; dok.Mobilitas</figcaption></figure>
<p>“Sebab sampai saat ini, soal ketentuan besaran tarif jasa angkutan truk itu tidak ada standar, sehingga pemilik truk sesukanya menetapkan tarif. Sehingga, di tengah persaingan pasar yang ketat, terjadi banting harga, persaingan menjadi tidak sehat. Nah untuk menambal tarif yang murah itu dilakukan pengangkutan dengan volume yang melebihi batas standar muatan truk. Caranya, dengan memperbesar dimensi truk dari yang semestinya, itulah awal mula terjadinya truk ODOL,” papar Tarigan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Institut Transportasi (Instrans) Darmaningtyas saat dihubungi <em>Mobilitas</em>, di Jakarta, Rabu (6/8/2025) menyebut ketentuan larangan truk ODOL harus memiliki kekuatan penegakan hukum yang tegas dan tidaka pandang bulu.</p>
<p>“Dan sasaran larangan itu bukan hanya sopir saja, tetapi juga pengusaha atau perusahaan pemakai jasa angkutan truk. Sebab, kalau demand untuk mengangkut dengan volume melebihi batas masih ada di tengah lesunya orderan, pelaku usaha jasa angkutan bisa tergoda,” kata dia.</p>
<p>Menurut Darmningtyas ODOL tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menyebabkan kerugian negara karena merusak infrastruktur jalan. Negara harus mengalokasikan kurang lebih Rp 42 triliun per tahun untuk perbaikan jalan yang terjadi termasuk akibat ODOL. (Jrr/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
