<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>uu Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/uu-nomor-4-tahun-2023-tentang-ppsk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Jul 2024 16:50:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>uu Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Asuransi Wajib Kendaraan Bermotor Mulai 2025, Diduga Jadi Pengganti Tapera</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/asuransi-wajib-kendaraan-bermotor-mulai-2025-diduga-jadi-pengganti-tapera/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 11:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[Asuransi Kendaraan Wajib]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi Third Party Liability]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi TPL]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[iuaran Tapera]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat Asuransi TPL]]></category>
		<category><![CDATA[premi asuransi TPL]]></category>
		<category><![CDATA[uu Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK]]></category>
		<category><![CDATA[wajib asuransi kendaraan wajib beratkan masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=19271</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas – Asuransi kendaraan bermotor yang di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> – Asuransi kendaraan bermotor yang di Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) disebut sebagai asuransi tanggung jawab kepada pihak ketiga (third party liability/TPL) ini dinilai memberatkan masyarakat kelas bawah.</p>
<p>Sejumlah kalangan mengakui secara teori, tujuan dari asuransi wajib ini memang bagus, namun pemerintah juga diminta untuk mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat menengah ke bawah. Pemerhati kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah adalah salah satunya.</p>
<p>“Kan yang namanya asuransi itu kan terpakai atau termanfaatkan ketika terjadi kecelakaan ya? kalau <em>enggak</em> duit itu ya tidak terpakai,” ungkap Trubus saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).</p>
<p>Trubus juga mempertanyakan skema pembayaran premi asuransi TPL itu, apakah hanya setahun sekali yakni hanya pada saat pembayaran perpanjangan pajak kendaraan (STNK) atau saban bulan. Selain itu, lanjut Trubus, apakah pembayaran premi itu hanya berlaku untuk kendaraan baru atau termasuk kendaraan lama.</p>
<figure id="attachment_3466" aria-describedby="caption-attachment-3466" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-pengendara-sepeda-motor-dok.Istimewa-via-CTV-News-Barrie-e1634616955746.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-3466" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/10/Kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-pengendara-sepeda-motor-dok.Istimewa-via-CTV-News-Barrie-e1634616955746.jpg" alt="" width="700" height="501" /></a><figcaption id="caption-attachment-3466" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Kecelakaan lalu-lintas akibat sepeda motor melawan arah- dok.Istimewa via CTV News Barrie</figcaption></figure>
<p>“Kalau pun setahun sekalipun, bagi masyarakat kelas bawah , itu sudah memberatkan. Apalagi jika setiap bulan. Kelompok masyarakat ini beli motor karena untuk berhemat dalam bermobilitas, karena kemampuannya terbatas. Ada juga untu mencari nafkah (ojek atau kurir) karena motor itu dirasa lebih hemat,&#8221; tandas Trubus.</p>
<p>Pernyataan senada diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Sabtu (20/7/2024). Saat ini kelompk masyarakat kelas bawah, terutama kaum buruh beban hidupnya semakin berat.</p>
<p>“Jangan ditambahi aturan yang bersifat wajib dan semakin menambah biaya hidup mereka semakin besar. Orang beli mobil pun tidak semuanya berkecukupan. Karena ada orang kena PHK (pemutusan hubungan kerja) lalu beli mobil bekas untuk taksi online, untuk jualan kuliner, dan sebagainya karena tidak ada nafkah tetap lagi,” ungkap Said.</p>
<p>Seperti halnya Trubus, Said Iqbal menduga kewajiban untuk mengasuransikan kendaraan tersebut sebagai salah satu cara pemerintah untuk menghimpun dana dari masyarakat. Hal itu dilakukan setelah wacana iuran Tapera ditolak berbagai kalangan.</p>
<p>&#8216;Patut diduga seperti itu (diberlakukan untuk menggantikan Tapera guna menghimpun dana dari masyarakat,&#8221; ujar Trubus.</p>
<figure id="attachment_11468" aria-describedby="caption-attachment-11468" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-11468" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731.jpg" alt="" width="700" height="494" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731.jpg 700w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731-300x212.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731-696x491.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731-595x420.jpg 595w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2023/03/Kasus-kecelakaan-lalu-lintas-yang-melibatkan-mobil-dok.Bloomberg.com_-e1679476269731-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></a><figcaption id="caption-attachment-11468" class="wp-caption-text">Ilustrasi, mobil yang mengalami kecelakaan &#8211; dok.Bloomberg.com</figcaption></figure>
<p>Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono yang dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (16/7/2024) mengatakan meski keikutsertaan seseorang dalam asuransi kendaraan bersifat sukarela, namun sekarang hal itu bisa bersifat wajib. Sebab, Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK mewajibkannya.</p>
<p>&#8220;Pemerintah sedang menggodok aturan pelaksanaannya, apakah itu Peraturan Pemerintah atau lainnya. Sehingga, bisa jadi mulai Januari 2025 nanti, ketentuan ini sudah berlaku,” papar Ogi.</p>
<p>Menurut Ogi, salah satu pertimbangan pentingnya diberlakukan ketentuan itu adalah, banyaknya kasus perselisihan pihak-pihak yang terlibat kecelakaan di jalan. Pada saat itu, pihak yang menjadi korban tabrak meminta ganti rugi. (Tan/Ron/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
