<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>XL7 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/xl7/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Feb 2022 03:04:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>XL7 &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Mobil yang Berhak Diskon PPnBM Tahun 2022</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-mobil-yang-berhak-diskon-ppnbm-tahun-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2022 03:02:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Model Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Agya]]></category>
		<category><![CDATA[Avanza]]></category>
		<category><![CDATA[Ayla]]></category>
		<category><![CDATA[Brio]]></category>
		<category><![CDATA[Calya]]></category>
		<category><![CDATA[diskon PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[HL]]></category>
		<category><![CDATA[LCGC]]></category>
		<category><![CDATA[mobil 1500cc]]></category>
		<category><![CDATA[mobil berharga kurang dari Rp 250 juta]]></category>
		<category><![CDATA[mobil yang dapat diskon PPnBM 2022]]></category>
		<category><![CDATA[PPnBM]]></category>
		<category><![CDATA[Sigra]]></category>
		<category><![CDATA[Suzuki Ertiga]]></category>
		<category><![CDATA[Xenia]]></category>
		<category><![CDATA[XL7]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilitas.id/?p=5781</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, Mobilitas &#8211; Pemerintah telah resmi menerbitkan Keputusan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, Mobilitas</strong> &#8211; Pemerintah telah resmi menerbitkan Keputusan Menteri Perindustrian (Kepmenperin) Nomor 852 Tahun 2022 tentang Kendaraan Bermotor Dengan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) 2022 alias diskon PPnBM. Beleid ini merupakan tindak lanjut dar kebijakan insentif berdasar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 5 Tahun 2022 yang diteken 8 Februari lalu.</p>
<p>Berdasar PMK itu ada dua kategori mobil yang berhak atau memenuhi syarat yang ditetapkan untuk mendapatkan fasilitas pemangkasan tarif PPnBM itu. Pertama adalah mobil myrah ramah lingkungan (LCGC) dan kedua mobil bermesin hingga 1.500cc berharga di bawah Rp 250 juta dengan tingkat pembelian lokal (<em>local purchasing</em>) minimal 80%.</p>
<figure id="attachment_5783" aria-describedby="caption-attachment-5783" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5783" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Toyota-Calya-2022-dok.Auto2000-e1645498787491.jpg" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-5783" class="wp-caption-text">Toyota Calya 2022 &#8211; dok.Auto2000</figcaption></figure>
<p>“Seperti yang saya sampaikan kemarin-kemarin bahwa kebijakan ini memiliki dua tujuan. Pertama, untuk mendorong pertumbuhan industri khususnya sektor otomotif dan industri pendukung dalam supply chain industri otomotif. Karena dengan meningkatnya permintaan out put produksi (mobil) oleh masyarakat maka produksi akan meningkat. Dan yang terjadi sebelumnya (insentif diskon PPnBM selama Maret – Desember 2021) telah menunjukkan hal seperti itu, dimana penjualan mobil meningkat. Nah, kita harapkan insentif yang seranag ini juga seperti itu,” papar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, saat dihubungi <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Selasa (22/2/2022).</p>
<p>Tujuan kedua, untuk mendorong penggunaan mobil-mobil yang memiliki tingkat emisi gas buang rendah sebagaimana diprogramkan pemerintah untuk mengurangi efek Gas Rumah Kaca (GRK). Terlebih, pemerintah – dalam rangka mewujudkan langkah pengurangan tingkat emisi dari kendaraan bermotor itu – telah menetapkan kebijakan untuk pentarifan PPnBM didasarkan pada tingkat emisi gas buang, sehingga semakin kecil (irit BBM) sebuah mobil maka akan semakin kecil pula tarif PPnBM-nya.</p>
<figure id="attachment_5784" aria-describedby="caption-attachment-5784" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5784" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2022/02/Suzuki-Ertiga-Sport-dok.Suzuki-Indonesia-e1645498890687.png" alt="" width="700" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-5784" class="wp-caption-text">Suzuki Ertiga Sport &#8211; dok.Suzuki Indonesia</figcaption></figure>
<p>“Ini didasari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2021 yang mulai berlaku Oktober 2021 lalu. Jadi, dalam pemberian insentif PPnBM DTB kali ini logikanya juga tidak boleh bertentangan dengan PP tersebut, sehingga ditetapkan syarat mobil yang berhak,” kata pria yang masih tercatat sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu.</p>
<p>Untuk LCGC insentif berupa diskon tarif PPnBM ini diberikan dalam tiga periode dengan besaran yang berbeda. Pada kuartal pertama diskon sebesar 100%, kemudian di kuartal kedua sebesar 66,66%, dan kuartal ketiga sebesar 33,33%.</p>
<p>Artinya, selama kuartal pertama pembeli LCGC tidak membayar PPnBM sama sekali alias 0%. Lalu pembeli di kurun waktu kuartal kedua membayarnya hanya 1%, dan pembeli selama kuartal ketiga membayarnya 2%.</p>
<figure id="attachment_3997" aria-describedby="caption-attachment-3997" style="width: 708px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3997" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555.jpg" alt="" width="708" height="500" srcset="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555.jpg 708w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-300x212.jpg 300w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-150x106.jpg 150w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-696x492.jpg 696w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-595x420.jpg 595w, https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Mitsubishi-New-Xpander-dok.Istimewa-e1637641605555-100x70.jpg 100w" sizes="(max-width: 708px) 100vw, 708px" /><figcaption id="caption-attachment-3997" class="wp-caption-text">Mitsubishi New Xpander, juga diekspor ke Vietnam</figcaption></figure>
<p>Sementara, untuk mobil di bawah 1,500 cc dengan harga kurang dari Rp 250 juta dan berkandungan lokal atau local purchasing komponen lokal di atas 80%, mendapatkan insentif diskon PPnBM mulai kuartal kedua dengan besaran 50% dari besaran PPnBM yang semestinya.</p>
<p>Berikut mobil yang berhak diskon PPnBM di tahun 2022 ini:<br />
Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) terdiri dari:.<br />
Daihatsu Ayla (<em>local purchase</em> 85%)<br />
Daihatsu Sigra (<em>local purchase</em> 85%)<br />
Toyota Agya (<em>local purchase</em> 85%)<br />
Toyota Calya (<em>local purchase</em> 85%)<br />
Honda Brio (<em>local purchase</em> 91%)</p>
<figure id="attachment_4041" aria-describedby="caption-attachment-4041" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4041" src="https://mobilitas.id/wp-content/uploads/2021/11/Toyota-All-New-Avanza-dok.Istimewa-e1636607152259.jpg" alt="" width="700" height="505" /><figcaption id="caption-attachment-4041" class="wp-caption-text">Ilustrasi, Toyota All New Avanza &#8211; dok.Istimewa</figcaption></figure>
<p>Mobil di bawah 1.500cc harga kurang kurang dari Rp 250 juta<br />
Daihatsu Xenia (<em>local purchase</em> 85,7%)<br />
Toyota Avanza (<em>local purchase</em> 82,4%)<br />
Daihatsu Terios (l<em>ocal purchase</em> 88,4%)<br />
Daihatsu Rocky (<em>local purchase</em> 80%)<br />
Toyota Raize (<em>local purchase</em> 80%)<br />
Mitsubishi Xpander (<em>local purchase</em> 80,4%)<br />
Honda Brio RS (<em>local purchase</em> 96%)<br />
Honda Mobilio (<em>local purchase</em> 85%)<br />
Suzuki Ertiga (<em>local purchase</em> 86,4%)<br />
Suzuki Ertiga Sport (<em>local purchase</em> 86,4%)<br />
Suzuki XL7 (<em>local purchase</em> 85,2%). (Din/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
