<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yamaha TMAX &#8211; Mobilitas.id</title>
	<atom:link href="https://www.mobilitas.id/tag/yamaha-tmax/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<description>Media otomotif mobilitas.id</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Jun 2024 03:59:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/09/cropped-favim-80x80.png</url>
	<title>Yamaha TMAX &#8211; Mobilitas.id</title>
	<link>https://www.mobilitas.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Tiga Motor Yamaha yang Proses Sertifikasinya Dinyatakan Curang di Jepang</title>
		<link>https://www.mobilitas.id/ini-tiga-motor-yamaha-yang-proses-sertifikasinya-dinyatakan-curang-di-jepang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Arianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 02:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mobility]]></category>
		<category><![CDATA[kecurangan sertifikasi Yamaha TMAX]]></category>
		<category><![CDATA[kecurangan sertifikasi Yamaha YZF-R3]]></category>
		<category><![CDATA[maniuplasi data sertifikasi Yamaha YZF-R1]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Yamaha]]></category>
		<category><![CDATA[Yamaha]]></category>
		<category><![CDATA[Yamaha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yamaha TMAX]]></category>
		<category><![CDATA[Yamaha YZF-R3]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.mobilitas.id/?p=18548</guid>

					<description><![CDATA[Shizuoka, Mobilitas – Petugas pemeriksa dari Kementerian Pertanahan,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Shizuoka, Mobilitas</strong> – Petugas pemeriksa dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) Jepang telah melakukan inspeksi ke kantor pusat Yamaha, di Jepang, pada Rabu (4/6/2024).</p>
<p>Laporan Kyodo News dan Japan News yang dikutip <em>Mobilitas</em> di Jakarta, Jumat (7/6/2024) menyebut dalam inspeksi ke kantor pusat pabrikan motor berlambang garputala itu ada sejumlah hal yang ditanyakan.</p>
<p>“Para petugas dari Kementerian datang ke Iwata, Prefektur Shizuoka, pada Rabu (4/6/2024) mereka meminta keterangan dari para personil Yamaha yang bertanggung jawab atas proses produksi model motor Yamaha. Begtitu pula dengan pejabat pabrikan yang berwenang, serta meminta data-data proses produksi,” tulis kedua media itu.</p>
<p>Ada tiga model motor Yamaha yang terkait dengan tindakan curang dalam proses sertifikasi. Mereka adalah Yamaha YZF-R1, kemudian Yamaha YZf-R3, dan Yamaha TMAX. Namun, dua model terakhir produksinya telah dihentikan.</p>
<figure id="attachment_18550" aria-describedby="caption-attachment-18550" style="width: 700px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-18550" src="https://www.mobilitas.id/wp-content/uploads/2024/06/Yamaha-YZF-R1-model-2022-dok.Istimewa-via-pscostudi-e1717732683423.webp" alt="" width="700" height="517" /><figcaption id="caption-attachment-18550" class="wp-caption-text">Yamaha YZF-R1 model 2022 &#8211; dok.Istimewa via pscostudi</figcaption></figure>
<p>Yamaha Motor diketahui, sebut  MLIT, telah melakukan kecurangan atas data uji tingkat kebisingan Yamaha YZF-R1. Tingkat kebisingan mesin motor tersebut diketahui berbeda dengan fakta data yang dikirimkan untuk mendapatkan sertifikat model.</p>
<p>Sedangkan dalam uji sertifikasi Yamaha YZF-R3 dan Yamaha TMAX, pabrikan disebut melakukan ketidaksesuaian data dengan fakta soal tekanan suara klakson. Semua dugaan Kementerian telah diakui Yamaha.</p>
<p>“Kami menangani masalah ini dengan serius. Kami sangat menyesali tindakan yang menyimpang dari ketentuan tersebut. Oleh karenanya, kami meminta maaf (kepada masyarakat) karena telah kehilangan kepercayaan,” ungkap Juru Bicara Yamaha. (Nan/Aa)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
