Jakarta, Mobilitas – Merek mobil asal Prancis yang di Indonesia diageni Indomobil Group itu mencatatkan positifnya penjualan, baik penjualan grosir dari pabrik ke dealer atau wholesales maupun secara eceran alias penjualan ritel dari dealer ke konsumen.
Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (1/1/2026) menunjukkan pada periode Januari – November 2025 itu, total wholesales mobil Citroen di Tanah Air 1.209 unit. Jumlah itu naik super tipis 0,4 persen dibanding wholesales di periode sama pada 2024.
Sementara, total penjualan ritelnya unit alias 1.144 unit. Total penjualan eceran ke konsumen tersebut melonjak hingga 38,7 persen dibanding total penjualan ritel selama sebelas bulan pertama 2024.
Kinerja ini terbilang moncer, karena di kurun waktu Januari – November 2025 itu total penjualan mobil (seluruh merek) di Indonesia – baik wholesales maupun ritel – loyo. Tercatat, total wholesales hanya 710.084 unit. Jumlah itu anjlok 9,6 persen dibanding periode sama di 2024.

Sedangkan penjualan ritelnya, 739.977 unit. Jumlah penjualan eceran tersebut anjlok hingga 8,4 persen dibanding periode sama di tahun 2024.
Sekadar informasi, Citroen resmi masuk kembali ke Indonesia pada Oktober 2022, tepatnya 4 Oktober 2022 setelah kesepakatan dengan Indomobil Group (PT Indomobil Wahana Trada) diteken. Tetapi penjualan mobilnya dimulai awal 2023.
Kini Citroen menawarkan model-model seperti C3, e-C3, C5 Aircross, dan e-C4. Merek ini melokalisasi produksi di Indonesia untuk memperkuat kehadirannya di pasar otomotif nasional. (Swe/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












