Jakarta, Mobilitas – Sampai dengan akhir tahun 2025, jumlah merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang berjualan di Indonesia (termasuk Skyworth yang penjualannya menggunakan nama Polytron dan Morris Garage merek asal Inggris yang sejak tahun 2007 diakuisisi SAIC Motor Cina) mencapai 18 merek.
Data Gabungan Indusri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (14/1/2026) menunjukkan saat ini merek dan submerek mobil asal Negeri Panda itu yang menjajakan mobilnya di Indonesia adalah BYD, Wuling, Chery, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, MG, Great Wall Motor, Dongfeng (DFSK), Jetour, BAIC, Xpeng, dan Neta. Kemudian, Polytron (Skyworth), Maxus, Seres, serta Changan.
Masih menurut data Gaikindo, sepanjang tahun 2025 gabungan seluruh merek asal Cina itu berhasil menggenggam pangsa pasar mobil di Indonesia hingga 14 persen. Dalam penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) mereka membukukan penjualan sebanyak 112.516 unit dari total wholesales seluruh mobil dari seluruh merek yang ada, sebanyak 803.687 unit.

Sementara, di saat yang sama, merek-merek Jepang masih menguasai pasar dengan mencengkeram pangsa pasar sebesar 78 persen. Total penjualannya 626. 876 unit.
Sedangkan sisa pangsa pasar yang ada digenggam oleh merek asal Korea, Eropa, Vietnam, dan Amerika. “Semakin membesarnya pangsa pasar mobil merek asal Cina di Indonesi itu sejalan dengan terus bertambahnya jumlah merek. Sehingga, model yang ditawarkan juga otomatis bertambah banyak baik jenis maupun tipenya Selain itu jug bertambahnya jaringan penjuala, da tentu saja respon konsumen,” papar Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurut Kukuh semakin massifnya serbuan merek-merek asal Cina ke Indonesia itu memberikan makna positif bagi masyarakat Indonesia yang kini jumlahnya mencapai 277 jut jiwa lebih. Mereka mendapatkan alternatif pilihan mobil dengan rentang harga maupun jenis sumber tenaga yang beragam.

Hanya saja, kata Kukuh, semakin banyaknya pemain di pasar Indonesia itu tidak diikuti dengan pasar yang semakin membesar. Hal itu terlihat dari penjualan mobil baik wholesales maupun penjualan ritel dari dealer ke konsumen yang kian merosot.
Fakta berbicara, di periode tahun 2025 total wholesales mobil di Tanah Air sebanyak 803.687 unit. Jumlah tersebut merosot hingga 7,2 persen dibanding total wholesales di tahun 2024 yang mencapai 865.723 unit.
Adapun total penjualan ritelnya sebanyak 833.692 unit. Jumlah penjualan eceran tersebut merosot hingga 6,3 persen dibanding periode tahun 2024 yang mencapai 889.680 unit. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id











