Jakarta, Mobilitas – Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, RI, di Jakarta, Senin (15/6/2026) menyebut sejak pekan kedua Juni 2026 proses bongkar muat impor-ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tersendat.
Orang nomor satu di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyebut penyebab masalah itu adalah karena hampir 10 ribu kontainer menumpuk di area pelabuhan. Menurut dia mengatakan banyak perusahaan pengimpot tidak segera membawa keluar kontiner mereka meski telah selesi mengurus administrasi Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB ).
Dari sekian perusahaan tersebut dua diantaranya adalah perusahaan otomotif yakni Build Your Dreams (BYD ) dan Wuling Motors. “Contoh seperti (perusahaan otomotif) BYD dan Wuling yang masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan pelabuhan selama 3 hari setelah SPPB keluar, bahkan lebih dari 2 minggu (kontainer mereka) tidak segera diangkat keluar,” papar Djaka.

Menanggapi pernyataan itu, Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian dalam keterangan tertulis kepada Mobilitas di Jakarta, Jumat (19/6/2026) mengatakan dirinya memperoleh informasi tersebut dari media. Wuling Motors Indonesia, lanjut Ricky, melakukan pengecekan bersama tim terkait.
“Adapun kami dapat sampaikan, memang pada awal bulan Juni ini kami sempat mengalami gangguan operasional perihal pengangkutan kontainer dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Akan tetapi, kami telah berusaha untuk segera menyelesaikannya dan per tanggal 11 Juni lalu kami sudah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port. Kami berharap ini bisa menjadi respon atas pemberitaan yang ada,” jelas Ricky. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












