Ternyata, Penjualan Mobil Listrik di Jepang Cuma Segini Doang

0
1450
Ilustrasi, mobil listrik murni atau BEV pertama yang diproduksi oleh Toyota, yakni Toyota bZ4X - dok.Japan Forward

Jakarta, Mobilitas – Jepang hingga saat ini masih tercatat sebagai pasar mobil terbesar ketiga di dunia, sekaligus sebagai produsem kendaraan bermotor roda empat atau lebih terbesar kedua di dunia. Negeri Sakura itu berada di belakang Cina dan Amerika Serikat sebagai pasar mobil terbesar, dan di belakang Cina sebagai produsen mobil terbesar sejagat.

“Jepang sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 masih tercatat sebagai negara pengekspor mobil terbesar kedua di dunia,” bunyi keterangan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) yang dikutip Mobilitas, Minggu (12/6/2022).

Data yang disajikan lembaga pengembangan dan kersajama industri dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu memperlihatkan sepanjang tahun 2021 lalu Jepang memproduksi mobil sebanyak 16,46 juta unit. Jumlah ini naik cukup signifikan dibanding tahun 2020 yang sebanyak 15,38 juta unit.

Pada tahun yang sama – seperti terlihat di data Japan Automobile Dealers Association (JADA) dan Japan Mini Vehicles Association (JMVA) yang dikutip Mobilitas, Minggu (12/6/2022) – total penjualan mobil di Negeri Matahari Terbit itu mencapai 4.448.340 unit.

Ilustrasi, Nissan Ariya – dok.Nissan Ellicott City

Jumlah ini ambles 3,3 persen dibanding penjualan yang dibukukan sepanjang tahun 2020, akibat seretnya pasokan semikonduktor (chip) dan dampak pandemi Covid-19.

Namun, dalam penjualan mobil listrik baterai (BEV) ternyata di negara kampiun industri mobil ternyata masih sangat minim. Data hasil riset yang dilakukan Energy Tracker Asia memperlihatkan di tahun-tahun itu, penjualan mobil setrum murni (BEV) hanya 1 persen, bahkan di tahun 2021 kurang dari itu.

“Persepsi konsumen tentang kendaraan listrik di Jepang juga memainkan peran penting. Di Jepang, hibrida dan EV dipandang sebagai pilihan yang sama. Ada narasi kuat yang disajikan oleh industri otomotif negara itu yang menunjukkan hibrida merupakan pilihan yang lebih baik untuk jaringan energi Jepang, meskipun penelitian menunjukkan sebaliknya,” papar Juru Kampanye Green Peace di Jepang, Daniel Read.

Ilustrasi, mobil listrik Nissan Leaf terbaru – dok.Istimewa

Data riset Green Peace Jepang menunjukkan, sepanjang tahun 2021 lalu, mobil listrik murni yang terjual di Jepang hanya kurang dari 20.000 unit alias kurang dari 1 persen dari total penjualan mobil. Dari jumlah itu, 8.751 unit merupakan mobil listrik asal impor. (Jrr/Aa)