Tujuh Merek Mobil yang Penjualan Ritelnya Masih Merosot di RI

0
1506
Mitsubishi New Xpander Cross, - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Penjualan mobil (kendaraan bermotor roda empat atau lebih) di Indonesia selama Januari – Mei meningkat dibanding periode sama di 2022.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Kamis (22/6/2023) menunjukkan total penjualan mobil ke konsumen (wholesales) yang dibukukan seluruh pabrikan di kurun waktu itu mencapai 423.404 unit. Jumlah ini meningkat 6,9 persen dibanding jumlah wholesales yang dibukukan selama periode sama di 2022.

Sementara, angka penjualan ke konsumen yang berhasil diraup seluruh pabrikan pada lima bulan pertama itu mencapai 422.514 unit. Jumlah ini menanjak 10,7 persen dibanding tahun lalu.

Menariknya, dalam penjualan ritel – yang merupakan angka penjualan riil karena langsung ke konsumen – tidak semua pabrikan (atau yang biasa disebut merek) membukukan kenaikan. Tak sedikit dari 28 pabrikan atau mereka anggota Gaikindo yang mencatatkan merosotnya penjualan.

Setidaknya ada enam pabrikan yang penjualan ritelnya di Januari hingga Mei tahun ini merosot. Pertama, Mitsubishi Motors yang membukukan angka penjualan ritel sebanyak 36.857 unit, atau merosot 23,1 persen year on year.

Logo Nissan – dok.Motorauthority

Kedua, Nissan Motor yang total penjualan ritelnya hanya 901 unit, atau anj;ok 52,8 persen dibanding lima bulan di 2022. Lalu UD Trucks dengan total penjualan 742 unit atau menyusut 7,1 persen.

Keempat, Dongfeng Sokon (DFSK) yang meraup angka penjualan ritel 680 unit, dan anjlok 33,5 persen. Dan kelima, Peugeot yang hanya meraup angka penjualan 111 unit, ambrol 53,6 persen.

Keenam, Volksawagen. Mobil yang dijajakan PT Garuda Mataram Motor ini hanya laku 108 unit, atau ambrol 32,9 persen dibanding tahun lalu.

Dan ketujuh, Tata Motors. Total angka penjualan ritel yang dikoleksi pabrikan asal India ini hanya 14 unit alias ambrol 87,3 persen year on year. (Anp/Aa)