Bisnis

VinFast Bangun Pabrik Motor Baru di Vietnam, Susul Penjualan yang Cemerlang

×

VinFast Bangun Pabrik Motor Baru di Vietnam, Susul Penjualan yang Cemerlang

Share this article
Produksi motor listrik VinFast - dok.baohatinh

Hanoi, Mobilitas – Perusahaan gabungan manufaktur dan perdagangan VinFast Group akan memulai pembangunan pabrik sepeda motor di provinsi Ha Tinh pada kuartal pertama tahun 2026 ini.

Laporan laman Baohatinh yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (3/3/2026) menyebut proses produksi sepeda motornya baru dimulai pada kuartal kedua 2026. Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas lebih dari 64 hektar dengan investasi senilai VND 13,254 miliar itu berkapasitas produksi 2 juta unit per tahun.

“Proyek ini dibagi menjadi dua fase investasi, pertama pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi 1 juta unit per tahun. Kemudian fase kedua menjadi 2 juta unit per tahun,” bunyi laporan tersebut.

Seperti diketahui, VinFast Group di bawah komando Pham Nhat Vuong terus aktif berekspansi melakukan produksi mobil dan sepeda motor. Bahkan aksi ekspansi itu taka hanya dilakukan di Vietnam saja, tetapi juga di luar negeri.

Logo Vinfast di papan nama kantor – dok.Mobilitas

Langkah terobosan tersebut memang sejalan dengan pertumbuhan – khususnya sepeda motor – di dalam negeri Vietnaam. Pabrikan berhasil melipatgandakan penjualan kendaraan bermotor roda dua buatannya di negerinya sendiri pada tahun 2025.

Laporan Motorcycles Data yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (3/3/2026) menunjukkan di tahun 2025 itu, jumlah motor VinFast yang terlego di kampung halamannya sendiri mencapai 406.453 unit. Jumlah tersebut meroket hingga 473 persen dibanding total penjualannya selama tahun 2024.

Dengan penjualan sebanyak itu, VinFast menjadi merek dengan penjualan motor terbanyak kedua di Negeri Paman Ho tersebut. Dia meraup pangsa pasar 12 persen dari total penjualan motor sebanyak 3, 4 juta unit di Vietnam.

VinFast juga berhasil mengggusur Yamaha dari posisi kedua. Keberhasilan VinFast ini tidak terlepas dari loyalitas konsumen terhadap merek tersebut. Selain dorongan pemerintah dengan insentif untuk industri lokal.serta larangan sepeda motor bensin di pusat kota Hanoi yang mendorong konsumen beralih ke alternatif listrik. (Swe/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id