Jakarta, Mobilitas – Fakta memperlihatkan, baik pada bulan Juli saja maupun kumulatif Januari – Juli tahun 2025 ini, penjualan kendaraan komersial anjlok dibanding periode sama di tahun lalu. Kendaraan komersial yang dimaksud di sini adalah kendaraan untuk usaha atau bisnis mulai dari pick up, double cabin, truk, hingga bus.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (29/8/2023) menunjukkan, selama Januari – Juli 2025 jumlah kendaraan komersial yang terjual di Tanah Air sebanyak 97.015 unit. Jumlah tersebut anjlok 10,2 persen dibanding periode sama tahun 2024 yang masih sebanyak 97.015 unit
Sementara, pada bulan Juli saja, kendaraan itu laku sebanyak 17.401 unit. Jumlah penjualan tersebut anjlok 14 persen dibanding total jumlah yang terjual di bulan yang sama di tahun 2024.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Jumat (29/8/2025) menyebut kondisi bisnis di beberapa sektor atau bahkan turun, menjadikan pelaku usaha menahan rencana ekspansi.
“Pertambahun investasi pendirian perusahaan baru di sektor-sektor yang selama ini menjadi penyerap atau konsumen kendaraan niaga, atau penambahan skala usaha minim sekali. Sehingga, ini berpengaruh ke permintaan kendaraan baru. Kalaupun ada pembelian unit baru, itusekadar peremajaan kendaraan,” papar Bhima.
Sekadar informasi, penjualan truk di periode itu juga merosot cukup signifikan. Data Gaikindo memperlihatkan di periode tujuh bulan pertama 2025 itu, jumlah truk yang terjual dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 30.156 unit. Total penjualan ini anjlok 19 persen dibanding periode sama di tahun 2024 yang masih sebanyak 37.267 unit.
Sementara, yang terjual dari dealer ke konsumen aritel alias penjualan ritel, di periode itu, sebanyak 32.227 unit. Jumlah tersebut anjlok 12 persen dibanding total penjualan ritel pada periode sama di tahun lalu yang sebanyak 36.430 unit. (Jrr/ Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id