Molsheim, Mobilitas – Bugatti Rimac memang sengaja membatasi produksi mobil yang dibuatanya serta penjualannya, dengan tujuan untuk menjaga eksklusifitas model yang dijualnya ke konsumen.
Laporan Bugatti Rimac yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Sabtu (7/2/2026) menyebut sepanjang tahun 2025 kemarin, pabrikan mobil super mewah asal Molsheim, Prancis, itu membukukan penjualan sebanyak 136 unit. Jumlah mobil sebanyak itu merupakan mobil yang diproduksi secara handmade oleh pabrikan yang didirikan sejak 1909 itu.
Sebab sistem penjualan mobil Bugatti menggunakan sistem spot order alias pemesanan khusus. Selain itu jumlah produksinya juga dibatasi demi menjaga eksklusifitas sebagai produk collectible item bernilai tinggi.
Bugatti Rimac menyebut total penjualan selama tahun 2025 itu merupakan rekor penjualan baru. Menariknya, itu terjadi di tengah inflasi dunia yang tinggi dan perlambatn ekonomi global.

Sejumlah lembaga ekonomi dunia seperti IMF dan Bank Duni memperkirakan ekonomi dunia di tahun 2025 hanya tumbuh 2 persen – 2,9 persen.
“Saat ini kami tidak melihat adanya perlambatan, justru sebaliknya. Mobil yang kami produksi sudah terjual habis hingga tahun 2025. Jadi, meskipun (resesi) berlangsung beberapa tahun, kami tetap aman. Dan kami keluar darinya dengan lebih kuat, ” ungkap CEO Bugatti Rimac, Mate Rimac.
Menurut Mate Rimac, dengan penjualan sebanyak iytu perusahaanya meraup pendapatan lebih dari US$1 miliar. Di tahun itu produksi difokuskan pada model W16 Mistral terakhir dan Bolide, sambil memulaiproduksi model Tourbillon yang sudah dipesan konsumen. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id







