Bisnis

Mau Diserbu Produk India, Ternyata Begini Rapor Terkini Penjualan Pick Up di RI

×

Mau Diserbu Produk India, Ternyata Begini Rapor Terkini Penjualan Pick Up di RI

Share this article
Daihatsu Gran Max Pick Up - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Sepanjang bulan Januari 2026 tersebut, penjualan kendaraan niaga jenis pick up (gabungan low pick up 4×2 dan medium pick up baik single maupun double cabin berpenggerak 4×2 serta 4×4), di Indonesia tercatat meningkat.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (25/2/2026) menunjukkan di bulan perdana 2026 itu total penjualan grosir pick up di Tanah Air dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) naik dibanding Januari 2025.

Total wholesales di bulan Januari tahun ini tercatat sebanyak 8.832 unit. Jumlah itu melonjak 17 persen dibanding total wholesales-nya di Januari 2025. Namun jumlah tersebut anjlok dibanding bulan Desember 2025 yang masih sebanyak 13.219 unit.

Sementara, penjualan ritel yang dibukukan kendaraan pick up di bulan Januari 2026 sebanyak 9.568 unit, melonjak dibanding Januari tahun 2025 yang masih sebanyak 7.655 unit. Tetapi, penjualan eceran di bulan perdana 2026 tersebut anjlok dibanding penjualan ritelnya di Desember 2025 yang mencapai 12.381 unit.

Pick Up Suzuki Carry di GIIAS 2025 – dok.Mobilitas

Gaikindo mencatat sepanjang tahun 2025 total wholesales mobil pick up di pasar Indonesia 107.008 unit turun 5,35 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan total penjualan ritelnya mencapai 110.574 unit, naik dibanding penjualan eceran selama tahun 2024 yang sebanyak 101. 136 unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (25/2/2026) menyebut permintaan kendaraan niaga pick up sangat tergantung dinamika ekonomi nasional. “Karena kendaraan niag atau kendaraan komersial itu merupakan kendaraan operasional penunjang kegiatan bisnis. Kalau volume bisnis tumbuh, demand (permintaan) kendaraan ini naik. Begitu pun sebaliknya. Sementara kondisi bisnis tergantung dinamika pertumbuhan ekonomi,” tandas Jongkie.

Menurut dia, Indonesia memiliki kapasitas produksi pickup, hingga 700.000 unit per tahun. Namun dari kapasitas produksi terpasang sebanyak itu belum semua terpakai, karena permintaan pasr yang memang belum sebanyak kapasitas produksi.

“Kapasitas produksi yang terpakai itu untuk pick up 4×2, dn indi kandungan lokalnya 40 persen lebih. Sedangkan yang 4×4 belum diproduksi karena permintaan pasarnya itu kecil, sehingga tidak memenuhi skala ekonomi. Tetapi industri kita siap dan bisa produksi 4×4 kapan saja ,” kata Jongkie. (Jrr/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id