Jakarta, Mobilitas – Farizon Auto, merek mobil asal Republik Rakyat Cina yang juga merupakan bagian dari Geely Holding Group, resmi masuk dan menjual produknya di Indonesia.
Bersama mitranya, Arista Group, Farizon meluncurkan van listrik Farizon Super Van dan memperkenalkan Farizon V8E Cargo Van di gelaran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2026.
“Farizon hadir bukan sebagai konsep, melainkan solusi nyata yang siap digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia. Farizon membawa teknologi yang telah teruji secara global untuk membantu para pelaku usaha di Indonesia mencapai efisiensi maksimal sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan,” papar Direktur Arista Auto Elektrindo Christoforus Ronny Ng, di arena GIICOMVEC 2026, JIExpo Kemayoran, Rabu (8/4/2026).
Ronny Ng menyebut bukti nyata dari solusi itu adalah Farizon Super Van. Kendaraan niaga listrik baterai ini memiliki sederet keunggulan sebagai armada bisnis angkutan penumpang travel dan pariwisata.
Van listrik berdimensi panjang 5.885 milimeter (mm), lebar 1.980 mm, dan tinggi 2.500 mm, ini memiliki kabin luas dengan kapasitas 16 orang, yakni 15 penumpang dan satu pengemudi. Dia tidak menggunakan pilar B, sehingga akses keluar-masuk penumpang ke dan dari mobil begitu leluasa.
Farizon membekalinya baterai berkapasitas 83 kilo Watt hour (kWh) yang menghasilkan tenaga 226 hp dan torsi maksimum 336 Nm yang disalurkan ke roda depan melalui sistem transmisi single speed elektronik.. Sekali isi daya baterai, van ini mampu menempuh jarak sejauh 400 kilometer.

Untuk pengisian dayanya, dengan fast charging DC CCS2 dengan daya hingga 140 kilo Watt (kW) yang memungkinkan pengisian dari 20 ke 80 persen hanya 36 menit. Mobil ini mampu berakselerasi 0-100 kilometer per jam (kpj) hanya dalam 12 detik, dengan kecepatan puncak mencapai 135 kpj.
Fiturnya, head unit layar sentuh 12 inci yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. Kemudian AC dual zone dan sistem fatigue monitor pendeteksi tanda-tanda kelelahan pengemudi.
Selain itu kamera 360 derajat, Auto Hold, Electronic Parking Brake, dua airbag di bagian depan, serta puluhan fitur keselamatan cerdas penunjang keamanan berkendara. Dengan sederet keunggulan tersebut, Farizon SV dibanderol Rp 698 juta.
Sementara itu, data Asosiasi Pabrikan Mobil Cina (CAAM) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (12/4/2026) menunjukkan sepanjang tahun 2025 kemarin Farizon berhasil menjual kendaraan niaga listrik – pick up, truk ringan, dn van – sebanyak 500.227 unit. Ini menjadikan Farizon sebagai penjual kendaraan niaga listrik terbanyak di Cina dan dunia.
Keterangan asosiasi itu juga menyebut Farizon Super Van menjadi bintang penjualan. Mobil itu jug telah diekspor ke Eropa dan Asia Pasifik. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












